Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tujuh Hari Pembalasan Dendam Sang Istri

Tujuh Hari Pembalasan Dendam Sang Istri

Kematian tragis menjemput Quinn tepat di malam saat suaminya, Nash, asyik berkencan dengan wanita lain. Di alam baka, Raja Neraka memberikan kesempatan selama tujuh hari bagi Quinn untuk kembali ke dunia demi menuntaskan urusannya. Namun, Quinn hanya menginginkan satu hal: menceraikan Nash dan memutus semua ikatan masa lalu mereka. Baik dalam kehidupan ini maupun setelah mati, ia bertekad agar takdir mereka tidak akan pernah saling bersilang lagi.
Bab
Bagikan

Bab 10

"Tunggu aku sebentar, aku akan segera kembali." kata Nash yang menenangkan Sachi sebelum menarik Quinn menjauh dari keramaian.

Quinn tidak menolak, membiarkan dirinya dibawa ke sebuah ruang kerja.

Suasana kembali sunyi. Nash menatap Quinn lama sekali, lalu akhirnya bertanya dengan suara rendah, "Kita jangan bercerai ya? Aku bisa putus hubungan dengan Sachi!"

Quinn tersenyum pahit dan menggeleng. "Kalau kamu benar-benar bisa memutuskan hubungan dengannya, kamu nggak akan membawaku ke sini untuk bicara. Mungkin kamu nggak sadar, tapi kamu sudah jatuh cinta padanya sejak lama."

Selain itu, Sachi hanyalah permulaan. Setelah Sachi, akan ada wanita lainnya ....

Tangan Nash mengepal begitu erat sampai memutih, tetapi dia masih belum menyerah. "Kalau begitu, aku akan kirim dia ke luar negeri. Kalian nggak akan saling ganggu lagi. Bisa, 'kan?"

Quinn merasa hatinya semakin sakit. Dia hanya bisa menggeleng pelan. "Nggak bisa."

Mata Nash mulai memerah, tatapannya pun suram. "Kenapa kamu harus ngotot seperti ini? Kalau pergi dariku ...."

Quinn akhirnya tak tahan lagi. Satu tamparan keras mendarat di wajah Nash. "Nash! Aku nggak mencintaimu lagi! Paham? Sejak kamu mengkhianatiku, semuanya sudah berakhir!"

Hening, udara seolah-olah membeku.

Nash menoleh perlahan, matanya merah menyala menatap ke lantai dengan ekspresi tak percaya.

Saat tersadar, tangannya hampir terangkat untuk membalas. Namun, akhirnya dia hanya mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga gemetar.

"Oke! Kamu mau cerai, 'kan? Kita cerai! Jangan nyesal!" Dengan marah, Nash merebut surat perjanjian cerai itu, menandatangani tanpa melihat isinya, lalu melemparkannya ke wajah Quinn. "Puas sekarang?"

Pipi Quinn memerah dan terasa perih. Dia mundur selangkah, tertegun beberapa saat sebelum memungut surat itu dari lantai. Kemudian, dia memeluk surat itu erat-erat sambil bergumam, "Akhirnya aku bebas."

Melihat ekspresinya, amarah Nash semakin meluap. "Kamu akan menyesalinya!"

Nash menggertakkan giginya, lalu berbalik dan berjalan pergi.

"Nash!" Quinn meraih lengannya. Mata yang basah oleh air mata perlahan kehilangan kemarahan, tersisa senyuman yang penuh kepedihan. "Bisa temani aku jalan-jalan sebentar ke hutan mapel di belakang bukit? Anggap saja perpisahan terakhir."

Nash termangu sejenak, lalu mengempaskan tangannya. Dengan dingin, dia menyahut, "Nggak bisa. Mulai sekarang, hidup dan matimu bukan urusanku lagi!"

Tanpa menoleh lagi, dia pergi begitu saja.

Quinn menatap punggungnya yang menjauh, hatinya mulai mati rasa saking sakitnya. Mungkin ini lebih baik. Jika suatu hari nanti Nash mendengar kabar kematiannya, dia tidak akan terlalu bersedih.

Langit mulai gelap. Quinn memandangi bulan di langit malam, memeluk surat perjanjian cerai, dan berjalan sendirian ke hutan mapel.

Cahaya bulan bersinar cerah, daun mapel berwarna merah menyala. Dia berjalan lama di dalam sana. Hingga pukul 11.58 malam, dia mengeluarkan ponselnya dan menulis pesan untuk Nash.

[ Nash, aku nggak menyesal telah mencintaimu. Karena masa lalu kita memang indah dan kebahagiaan yang pernah kita miliki juga nyata. Tapi kalau aku diberi kesempatan untuk mengulang segalanya, aku lebih memilih untuk nggak pernah mengenalmu. Karena aku nggak bisa menerima akhir seperti ini. ]

Tepat pukul 12.00 malam, Quinn menekan tombol kirim.

Denting lonceng kastel terdengar menggema di malam yang sunyi. Quinn termangu melihat pesannya yang tidak bisa masuk. Hatinya mencelos.

Di bawah cahaya bulan yang pucat, dia memejamkan mata dan menghela napas panjang. Saat berikutnya, tubuhnya menghilang tanpa jejak.

Pada saat yang sama, jauh di ibu kota, di samping selokan gelap yang bau, seseorang menelepon polisi. Telah ditemukan mayat wanita dengan wajah yang tidak bisa dikenali lagi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B72458" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B72458
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 99 Hari Bersama Kaisar Tiran
9.8
Kim Nara tewas tragis di tangan kekasihnya sendiri, Axel, setelah memergoki perselingkuhannya. Namun, takdir memberinya kesempatan hidup kembali demi membalas dendam melalui sebuah tugas misterius. Ia terbangun dalam raga permaisuri cantik dari seorang kaisar tiran yang kejam. Nara segera menyadari kenyataan mengerikan bahwa setiap istri sang kaisar selalu mati pada hari ke-99. Kini, ia harus berpacu dengan waktu sebelum ajal kembali menjemputnya.
Sampul Novel Dersik: Begu Ganjang Telah Kembali
9.1
Dendam lama bangkit saat Dersik kembali ke Desa Mangpusu. Meski puluhan tahun berlalu, ia tetap awet muda dan mempesona, siap menuntut balas atas tragedi masa lalunya. Sunarni, sang mantan majikan, kini tunduk karena rasa bersalah saat keluarganya dihabisi satu per satu. Di tengah teror Begu Ganjang, Surya sang dukun sakti mencurigai Dersik sebagai mantan kekasihnya. Ironisnya, putra Sunarni justru jatuh cinta pada wanita misterius yang bertekad menghancurkan mereka.
Sampul Novel Istri Dari Masa Depan
8.2
Pasca terjatuh dari tangga, Li Mei terbangun di rumah reyot yang asing. Alih-alih di rumah sakit, ia justru mendapati Bai Changyi, pria tampan yang mengaku sebagai suaminya, bersiap menceraikannya karena menyangka Li Mei mencoba bunuh diri. Meski bingung, Li Mei menolak berpisah dan memilih bertahan demi ambisinya. Di era kuno ini, mampukah ia mengubah nasib dan mewujudkan impian menjadi pengusaha kaya raya bersama suaminya yang penuh rahasia?
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, Elisabet yang merupakan selir keempat Kaisar Oro melahirkan putra bernama Starling di bawah naungan bintang raksasa. Namun, hasutan dukun keji membuat Kaisar percaya bahwa bayi itu hasil perselingkuhan Elisabet dengan Jenderal Robert. Demi keselamatan abadi istana, sang Kaisar dituntut untuk menjadikan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal persembahan. Akankah ambisi kekuasaan mengalahkan naluri ayah saat nyawa Starling terancam di tangan Oro?
Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Teror mistis menghantui tanah Kalimantan melalui legenda kuno yang haus darah. Fokus utama ancaman gaib ini mengincar para ibu hamil serta mereka yang tengah berjuang dalam proses persalinan. Di tengah suasana mencekam, hukum adat menjadi perlindungan terakhir yang mutlak. Siapa pun, termasuk anggota suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci yang telah ditetapkan secara turun-temurun. Pelanggaran kecil sekalipun dapat berujung pada petaka yang sangat fatal.
Sampul Novel Mencintai Musuh Keluargaku
9.1
Perseteruan abadi klan Nocturn dan Dravein di Ravenbrook kian memanas saat Isabelle Greystone tanpa sengaja masuk ke wilayah lawan. Ia bertemu River Blackwood, vampir Nocturn yang terpikat tanpa tahu asal-usul Isabelle. Rahasia identitasnya yang terbongkar memicu perang besar antar keluarga. Di tengah tumpahan darah dan ujian kesetiaan, mampukah cinta terlarang mereka bertahan, ataukah mereka akan hancur oleh takdir permusuhan kuno yang mematikan?