Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tuan, Aku Hamil!

Tuan, Aku Hamil!

Menyamar jadi pembantu di keluarga Hartanta, aku mengusung misi rahasia demi merebut kembali takhtaku. Meski dihina, aku tetap bertahan demi membalas dendam. Devan dan Talitha terjebak dalam pesonaku, sementara Gavin menyeretku dalam gairah hingga aku mengandung anaknya. Semua kulakukan demi kekuasaan, bukan cinta. Namun, saat kendali ada di tanganku, aku mulai ragu apakah identitasku akan hancur bersama rahasia besar yang kini tengah aku pertaruhkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Pap, harder, ahhh," suara Talitha semakin mendesah, membuatku membayangkan apa yang terjadi di kamar atas. Tanpa disadari, tanganku mulai merayap ke balik dasterku dan merasakan sesuatu yang basah di antara kakiku.

Degup jantungku semakin cepat, hampir seirama dengan suara yang kudengar dari atas. Kuselipkan jariku di antara belahan kewanitaanku, merasakan cairan yang terasa di jariku. Perlahan, kuputar-putar titik sensitifku, sensasi yang timbul membuatku menggeliat di tempat tidur.

"Ahh..." desahku pelan, mencoba menahan suara agar tidak terdengar oleh yang lain. Setiap gerakan jariku, setiap desahan Talitha, terasa seakan-akan menyatu dalam irama yang sama. Tubuhku merespons dengan cepat, gelombang panas menjalar dari bawah ke seluruh tubuh.

Desahan Talitha semakin intens, "Pap, faster! Ahhh..." Suara itu menggema di kepala, membuat fantasi yang ada di benakku semakin liar. Aku membayangkan diriku berada di tempat Talitha, merasakan setiap sentuhan Devan, setiap penetrasi yang membuat tubuhku bergelora.

Jariku semakin aktif, memutar-mutar titik sensitifku dengan ritme yang semakin cepat. Setiap sentuhan memberikan sensasi yang membuatku semakin mendesah.

"Ahh, Devan..." bisikku tanpa sadar, membayangkan wajahnya yang tampan dan tubuhnya yang atletis.

Tubuhku mulai bergetar, tanda-tanda puncak kenikmatan mulai terasa. Aku memejamkan mata, membiarkan imajinasi dan sensasi itu menguasai sepenuhnya. Setiap gerakan, setiap sentuhan jariku, seakan-akan membawa diriku ke puncak yang tak terhingga.

"Ahh, ahh..." desahku semakin keras, sulit untuk menahan lagi. Tubuhku melengkung, napasku semakin berat. Sensasi itu semakin kuat, semakin mendalam, hingga akhirnya aku mencapai puncak kenikmatan. Badanku bergetar hebat, gelombang puncak melanda sekujur tubuhku.

Aku terdiam sejenak, mencoba mengatur nafas yang masih terengah-engah. Sensasi itu masih terasa, membuatku merasa lelah namun puas. Aku membuka mata, menatap langit-langit kamar dengan perasaan campur aduk.

"Apa yang baru saja kulakukan?" bisikku pada diri sendiri. Rasa bersalah mulai merayapi pikiranku, tapi ada juga rasa lega yang aneh.

Aku menyingkap selimut, menatap tanganku yang masih gemetar. Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri.

*****

Ketika pagi tiba, aku merasa begitu lelah, tapi aku tahu harus bangkit dan melanjutkan pekerjaan. Rutinitas pagi membantu mengalihkan pikiranku dari kejadian semalam, setidaknya untuk sementara.

Saat aku menyiapkan sarapan di dapur, Mbok Yanti dan Mbak Tuti sudah mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Kami bekerja dalam diam, tapi aku tahu mereka merasakan kelelahan yang sama setelah acara besar kemarin.

"Ratih, kamu kelihatan lelah. Apa kamu tidak tidur nyenyak semalam?" tanya Mbok Yanti dengan nada khawatir.

"Hanya sedikit sulit tidur, Mbok. Tapi saya baik-baik saja." Aku tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan kegelisahanku.

"Kalau ada apa-apa, jangan sungkan untuk cerita, ya, Ratih." Mbak Tuti menatapku sejenak, seolah bisa membaca pikiranku.

"Iya, Mbak. Terima kasih," jawabku pelan, merasa sedikit tenang dengan perhatian mereka.

"Ratih, Ratih," panggilan Talitha dari lantai dua terdengar jelas. Aku segera bergegas menghampirinya, merasa ada sesuatu yang mendesak.

"Iya, Nyonya?" tanyaku sopan, setelah sampai di depan pintu kamar Talitha.

"Prince pipis di box bayinya lagi. Tolong bersihkan, ya," ujarnya sambil menunjukkan ke arah box bayi yang terletak di pojok ruangan.

"Baik, Nyonya. Saya akan segera membersihkannya," jawabku sambil tersenyum.

Aku segera menggantikan sprei dan membersihkan box bayi yang terkena pipis. Prince tampak ceria dan terus bermain, sementara aku bekerja dengan cepat dan teliti.

"Haduh, ini Wulan sakit jadi agak repot," kata Talitha sambil menghela napas. Wulan adalah pengasuh utama Prince yang berusia 41 tahun.

"Semoga Wulan cepat sembuh, Nyonya. Saya akan berusaha membantu semaksimal mungkin," kataku dengan nada tulus.

"Adduhh repot kalau sus lagi sakit, ya Prince ya," katanya sambil menggantikan pakaian Prince yang sedikit basah.

Aku melanjutkan pekerjaanku dengan hati-hati, memastikan box bayi benar-benar bersih.

"Ratih, kalau sudah selesai, kamu cuci tangan ya. Setelah itu, tolong gendong Prince dulu, aku mau mandi," Thalita meminta dengan nada lembut.

"Baik, Nyonya," jawabku.

Setelah memastikan box bayi sudah bersih dan rapi, aku cuci tangan di wastafel toilet. Selesai mencuci tangan, aku menghampiri Thalita yang sedang menenangkan Prince di ruang tamu.

"Nyonya, saya sudah selesai," kataku.

Thalita tersenyum dan menyerahkan Prince kepadaku. 

"Kamu sekalian ajak Prince makan di bawah, ya. Tolong disuapin. Tapi biasanya Prince harus digendong biar mau makan," ujarnya sambil mengusap rambut Prince yang halus.

"Baik, Nyonya," jawabku sambil menggendong Prince yang berusia 2 tahun itu.

Aku menggendong Prince dengan hati-hati dan membawanya ke ruang makan. "Ayo, Prince, kita makan dulu, ya," kataku dengan lembut.

Di dapur, aku menyiapkan makanan untuk Prince. Menu hari ini adalah bubur ayam yang lembut dan bergizi. Aku meletakkan mangkuk bubur di meja makan dan mengambil sendok kecil. Sambil terus menggendong Prince, aku duduk di kursi dan mulai menyuapinya.

Menggendong Prince sambil menyuapinya memang butuh sedikit usaha ekstra, namun melihat Prince makan dengan lahap membuat semua jerih payah terasa sepadan. Setiap suapan yang masuk membuatnya semakin ceria dan puas.

Saat aku tengah asyik menyuapi Prince, aku mendengar langkah kaki menuruni tangga. Devan, muncul dari lantai dua dengan senyum ramah yang membuatku sedikit salah tingkah.

"Pagi semua," sapa Devan dengan suara hangat.

"Pagi, Tuan," jawab kami serempak di dapur.

"Tuan, sarapannya sudah siap," kata Mbok Yanti sambil menunjuk ke meja makan yang telah diatur rapi.

"Terima kasih, Mbok," jawab Devan sambil menghampiriku. Ia membuka tangannya, siap untuk mengambil alih Prince dariku.

Namun saat mengambil Prince dari pelukanku, entah disengaja atau tidak, ujung jemarinya membelai salah satu gunung kembarku.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LBS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LBS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO TAMPAN ITU SUAMIKU
9.5
Demi menghindari perjodohan dengan Rama, duda pilihan ayahnya, Keyra nekat menikahi CEO bernama Farid. Namun, saat cinta mulai tumbuh di hati Farid, Kenzo yang merupakan masa lalu Keyra hadir kembali sebagai klien perusahaan. Kini Keyra terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap setia kepada Farid, suaminya yang terkadang bersikap kasar, ataukah ia akan kembali ke pelukan Kenzo, pria dari masa lalu yang pernah sangat ia cintai?
Sampul Novel Ciuman Sang Ular: Balas Dendam Seorang Istri
9.0
Dahulu, aku percaya pada cinta palsu keluarga Adhitama hingga mereka membiarkanku terpanggang api. Di saat terakhir, hanya paman dingin bernama Gilang yang rela mati demi melindungiku. Kini, takdir memberiku kesempatan kedua seminggu sebelum tragedi itu terjadi. Untuk menguasai warisan triliunan dan membalas dendam pada tiga kakak yang berkhianat, aku menolak menikahi mereka. Di depan pengacara, aku justru memilih Gilang sebagai suamiku. Permainan dimulai.
Sampul Novel Don Juan
8.9
Don Juan adalah pria asal Italia yang memiliki segalanya, mulai dari paras tampan hingga kesuksesan finansial yang luar biasa. Baginya, wanita hanyalah objek sementara yang bisa dibuang setelah digunakan. Namun, hidup sang miliarder ini berubah total saat ia bertemu dengan seorang gadis misterius. Sosok ini berhasil menaklukkan hatinya yang dingin dan membuatnya berlutut dalam cinta. Siapakah perempuan yang mampu mengubah prinsip hidup Don Juan selamanya?
Sampul Novel Melupakan Pria Berengsek
9.5
Tepat sebelum hari pernikahan, sebuah kecelakaan tragis yang didalangi oleh teman masa kecil tunanganku hampir merenggut nyawaku. Ironisnya, tunanganku dan kekasih sahabatku—seorang selebritas terkenal—justru mengabaikan kami demi merawat wanita yang sama. Setelah berhasil melewati masa kritis di rumah sakit, kami berdua sepakat untuk membatalkan rencana pernikahan kami. Keputusan sepihak ini seketika membuat kedua pria yang mengkhianati kami kehilangan akal sehat mereka.
Sampul Novel Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan
8.6
Alvida adalah desainer ternama yang hanya fokus pada karier tanpa memedulikan asmara. Hidup tenangnya terusik saat ia dihadapkan pada dua pilihan: Hadyan, pria mapan pilihan kakeknya, atau Leandra, pemuda jauh lebih muda yang mengejarnya secara ugal-ugalan. Meski perbedaan status sosial begitu mencolok, Leandra nekat memperjuangkan cintanya pada sang perfeksionis. Namun, sebuah rahasia besar mengancam hubungan mereka sebelum sempat dimulai. Siapa yang akan dipilihnya?
Sampul Novel Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita
8.8
Kisah menegangkan dalam Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita mengungkap sisi gelap sepasang kekasih. Sang pria menggunakan kedok hubungan asmara untuk menculik dan menjual gadis-gadis ke desanya. Di sisi lain, sang wanita ternyata menyimpan niat yang sama buruknya. Dengan modus pacaran yang serupa, ia menjebak dan menggiring para pria masuk ke dalam perangkap di desanya sendiri. Pertemuan dua penculik ini menghadirkan misteri aksi yang penuh intrik dan bahaya tak terduga.