Sampul Novel Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan

Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan

8.6 / 10.0
Dalam Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan, desainer Alvida terjebak di antara Hadyan dan pemuda nekat bernama Leandra. Romance modern ini menyimpan mystery tentang rahasia besar yang menghalangi mereka. Baca webnovel ini untuk melihat perjuangan cinta beda kasta yang penuh risiko.
Ringkasan Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan
Alvida adalah desainer ternama yang hanya fokus pada karier tanpa memedulikan asmara. Hidup tenangnya terusik saat ia dihadapkan pada dua pilihan: Hadyan, pria mapan pilihan kakeknya, atau Leandra, pemuda jauh lebih muda yang mengejarnya secara ugal-ugalan. Meski perbedaan status sosial begitu mencolok, Leandra nekat memperjuangkan cintanya pada sang perfeksionis. Namun, sebuah rahasia besar mengancam hubungan mereka sebelum sempat dimulai. Siapa yang akan dipilihnya?
Baca Selengkapnya

Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan Bab 1

“Terima kasih banyak..” Sebuah senyum sumringah pria gondrong itu perlihatkan pada semua orang yang menjadi rekan kerjanya malam ini. Dia kemudian menuju ruang ganti untuk berpakaian lebih dahulu sebelum pulang. Hanya celana jeans belel dengan jaket yang dirangkap sweater sudah menjadi style yang paling mencerminkan dirinya. Dan hanya dengan itu dia masih pula terlihat menakjubkan. Meski nasibnya tidak.

Begitu memastikan semua semua orang telah beranjak dan toko sudah dalam keadaan kosong, pria tampan itu langsung saja mengunci pintu toko dengan keamanan berlapis. Ketika mengambil langkah pertamanya, pandangan matanya langsung tertumbuk pada sosok wanita yang berjalan dengan setiap langkah yang dibuat melenggak lenggok serta make up cukup tebal yang menempel pada wajahnya. Membelalakan mata, pemuda itu lantas mendekat dan menarik pergelangan tangan wanita itu cepat-cepat sebelum wanita itu melangkah lebih jauh lagi dari jangkaunnya.

Tidak lagi, dia kapok membiarkan wanita itu pergi sendirian. Mestinya dia mengikat wanita itu dirumah saja. Bukannya membiarkan dia berkeliaran dengan gaun malam yang mencolok untuk mengundang gairah dari para pria hidung belang. Menurut pria itu sendiri dadanan si wanita lebih mirip wanita penghibur dibanding penyanyi klub malam.

Rambut wanita itu bergelombang, dicat warna orange terang. Gaun malamnya yang dia kenakan memiliki belahan dada yang rendah membuat bagian depan tubuhnya terekspos dengan mudah jika dia menunduk sedikit saja. Belum masuk kedalam bar saja dia sudah bisa membuat beberapa pejalan kaki pria perlu setidaknya minimal dua kali untuk melirik sambil meneteskan air liur menjijikan mereka. Pemuda itu tak habis pikir mengapa wanita itu rela memperlihatkan lekuk tubuh indahnya yang sama sekali tidak cukup bila ditutupi dengan gaun seksi macam ini hanya demi sebuah pekerjaan yang gajinya tak seberapa. Terus terang Dia risih menyaksikan wanita nomor satu dalam hidupnya itu dilirik para pria random dijalanan. Dia bahkan tidak berani membayangkan apa saja yang si wanita perbuat didalam tanpa pengawasan darinya.

“Pulang sekarang!” Pria gondrong itu begitu saja menarik tangan si wanita dengan paksa. Nada suaranya juga meninggi. Dia tidak suka melihatnya dalam penampilan seperti ini.

“Apa-apaan kau ini! lepaskan aku! Aku mau bekerja Lean!” Akhirnya nama si pria disebut, wanita itu membalas ujaranya dengan sengit ketika mata mereka bertatapan.

“Kau tidak perlu bekerja, biar aku saja. Kau mengerti ? diam saja dirumah ya?” pintanya sambil merajuk. Sementara kedua tangannya masih menawan tangan wanita itu. Tapi wanita itu malah tidak mau kalah dan mencoba menepis tangan yang menawannya dengan kasar.

“Kau pikir cuma kau saja yang bisa bekerja menghidupi kita? kau tau bahwa itu tidak cukup. Jadi tidak perlu so bersih dan menyuruhku diam dirumah!” balas si wanita dengan nada yang marah. Tapi mereka berdua adalah dua eksistensi yang paling keras kepala. Yang satu menolak maka yang satu akan memaksa dua kali lipat lebihnya.

“Berhenti menolak dan ikut aku pulang! Kau ini menyusahkanku sekali!” Lean lantas membuka jaket miliknya dan menyampirkannya begitu saja di bahu wanita itu. Dia tidak mau menerima penolakan apapun. Lean sungguh setengah membungkus tubuh wanita itu dengan jaket besar yang dia kenakan.

“Lean!” pekiknya lagi.

Kali ini Ketika tangannya disentak Lean tak lagi berusaha membawa si wanita pulang. Penolakan yang betul-betul keras tersebut menghentikan upaya Lean untuk membawanya pergi. Kali ini mata si pria nampak teriritasi saat melihat betapa merahnya polesan lipstick di bibir wanita itu. Astaga.. apa dia mengenakan lipstick yang berlapis-lapis sampai bisa setebal dan bling bling macam itu?

“Kau pulang duluan saja malam ini dan tidak perlu menungguku. Aku bosan harus terus mengurus tingkahmu yang berlebihan seperti aku ini adalah pacarmu. Aku tidak mau kau dihajar sekuriti karena kebodohan yang kau perbuat. Kau mengerti kan?” suruhnya lagi sambil telunjuk yang telah dihias kutek senada dengan bibirnya untuk menunjuk kearah dada Lean. Dia bahkan melepaskan jaket yang semula tersampir dibahunya dengan sangat mudah dan tanpa rasa bersalah. Jaket tak berdosa itu kini sudah jatuh ke jalan.

Lean hanya diam menatap wanita itu sekali lagi. Rasa tidak rela kentara terlihat dari air mukanya. Hatinya teriris pedih, Ketika melihat siluet wanita itu mulai masuk kedalam pintu masuk bar sambil melenggak lenggok seperti cara jalannya ketika mereka pertama kali bertemu. Leandra tahu bahwa disana berbahaya dan penuh pria hidung belang. Tapi wanita itu malah meminta dirinya berdiam diri dan pulang begitu saja tanpa upaya menyeret wanita itu kembali kerumah bersamanya ? jangan bercanda!

“Bu..” Lean tidak putus asa. Pada akhirnya memanggil sebutan itu terhadap wanita yang coba dirinya seret beberapa saat lalu. Biasanya panggilan itu akan cukup ampuh untuk membuatnya tidak berani melangkah maju lagi. Wanita itu Kembali menoleh, melirik kearah putranya yang masih terdiam membeku ditempat yang sama saat dia menepis tangan Lean dengan kasar.

“Lipstikmu tidak enak dilihat. Cepat hapus!” Leandra sudah berdiri didepan wanita yang adalah ibunya dan mencoba untuk meraih bibirnya. Tapi sang ibu cepat tanggap dan menghindari pergerakan Leandra dengan sangat mudah.

“Sudah kubilang jangan urusi aku dan pulanglah anak nakal! Bisa bisanya kau berkomentar soal make up luar biasa ibumu ini”

“Marie, cepat masuk! Sampai kapan kalian terus melakukan drama didepan pintu?” seorang sekuriti bergerak cepat menarik tangan sang ibu untuk masuk. Berhasil memisahkan Leandra dengan sang ibu sang sekuriti kemudian berdiri didepan pintu lagi sambil melipat kedua tangannya didepan dada.

“Kau ingin membuat masalah lagi disini?” Baru kemarin dia melakukannya dan membuat ibunya kewalahan bicara dengan sang manager bar. Meski tidak suka, selama dia tidak punya uang yang cukup untuk membayar seluruh hutang itu dia tidak punya kuasa apa-apa selain membuat masalah.

Sekali lagi Lean harus mengalah dan merelakan ibunya untuk masuk kedalam sana. Membantu mencari nafkah untuk keluarga mereka. Ya, semua ini terjadi setelah kematian ayahnya. Sepeninggal kepala keluarga dengan tidak adanya harta peninggalan. Lean mulai banting setir menjadi sebuah mesin pencari uang. Dia melakukan apap saja yang bisa ditukar dengan uang. Pekerjaan apapun dia lakukan dikala senggang. Semua itu karena dia tidak bisa berdiam diri membiarkan ibunya bekerja ditempat laknat itu. Meski begitu setelah perjuangannya yang melelahkan, sang ibu masih tak dapat diselamatkan. Dia masih harus bekerja disana karena hutang. Seperti naskah drama ayah Lean adalah seorang penjudi yang memiliki hutang dimana-mana dan salah satu hutang terbesar yang dia limpahkan pada keluarga kecilnya adalah terhadap bar ini. Sehingga sang ibu mesti bekerja untuk menutupi hutang yang dibebankan sang ayah itulah yang kerap Marie ibunya katakan.

Setelah ini tidak ada yang bisa dia lakukan. Menunggu juga bukan jalan yang benar. Lean perlu pulang dan menyiapkan makan malam. Kedua adiknya pasti sudah menunggu dirumah. Namun baru saja memacu langkah menuju arah jalan pulang. Matanya melihat pada satu pemandangan yang membuat dadanya berdebar kencang. Bukankah itu wanita yang dia layani saat bekerja di caffe siang tadi? Dia terlihat sibuk menggandeng seorang pria mabuk yang nampaknya baru keluar dari bar. Meski pria itu terlihat bertingkah sedikit pada batas wajar, wanita itu sama sekali tidak mencoba melawan maupun kabur. Lean awalnya tidak ingin ikut campur, dan cukup mengamatinya dari jauh seperti ini. Lagipula dia mengira mungkin itu kekasih si wanita. Namun dia tidak bisa mempertahankan dirinya sendiri Ketika mendengar wanita itu memekik cukup kencang, sebab pria yang digandengnya berusaha untuk memeluknya secara paksa. Dan si wanita terlihat cukup kesulitan sekarang. Apalagi Ketika tingkah pria itu semakin menjadi dengan menarik kerah bagian atas si wanita seolah berusaha melepaskan kancing bajunya dengan paksa, tindakan asusila yang sangat tidak sopan dan kurang ajar. Geram dan tak tahan hanya berdiam diri dan menyaksikan. Pada akhirnya Lean tanpa ba bi bu lantas langsung menerjang melayangkan tinjunya dengan cukup keras kearah si pria mabuk itu hingga dia tumbang.

“Mampus kau—”

“APA YANG KAU LAKUKAN SIALAN! DIA KAKAKKU!” pekik si wanita yang kini malah menampar dirinya dengan keras. Bukan tamparan yang dia herankan. Melainkan perkataan si wanita.

Loh apa?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang
9.4
Rachel memohon agar Nathan melepaskannya pergi bersama putri mereka, Key. Namun, Nathan yang diliputi amarah menolak keras karena tak ingin ditinggalkan lagi. Ia mengklaim Key tengah bahagia bersamanya dan melarang Rachel menemui anak itu. Meski terlihat kejam dengan menahan Rachel, Nathan sebenarnya melakukan ini karena rasa cinta yang mendalam. Ia tidak berniat menyakiti, melainkan hanya ingin memastikan Rachel dan Key tetap berada di sisinya selamanya.
Sampul Novel Fatimah Perjuangan TKW Indonesia
8.7
Demi meraih impian kuliah tanpa membebani orang tuanya, Fatimah mengambil langkah berani setelah lulus SMA. Meski merupakan anak tunggal, keterbatasan ekonomi keluarga mendorongnya untuk bekerja ke luar negeri sebagai TKW. Tekadnya yang sangat kuat menjadi bahan bakar utama dalam berjuang mandiri secara finansial. Kisah ini mengikuti pengorbanan Fatimah yang rela merantau jauh demi mengangkat derajat hidup dan masa depan pendidikannya sendiri.
Sampul Novel Last Twilight
8.5
Senja Aluna tidak pernah mengerti alasan orang tuanya bersikap dingin dan mengabaikannya. Kondisi sang adik yang sakit parah justru membuat Senja menjadi sasaran kemarahan Bunda. Tanpa kasih sayang keluarga, hanya Dilan sang sahabat yang setia melindunginya. Namun, saat takdir mengancam menjauhkan Dilan, Senja kehilangan arah. Ia hanya mendambakan pelukan dan perhatian tulus dari Bunda sebelum segalanya terlambat. Mampukah keinginan sederhana itu terwujud?
Sampul Novel Mystical Item User
8.6
Main adalah pemuda lemah yang sangat sensitif terhadap cahaya matahari. Ia mengemban misi berat untuk kembali ke desa demi menghancurkan mustika ular hijau yang berbahaya. Namun, perjalanannya penuh rintangan saat ia harus bertarung melawan para pengguna piranti mistik. Main juga terjebak dalam berbagai konflik sengit melawan manusia dan makhluk gaib. Ia harus berjuang mencari informasi demi menemukan lokasi mustika itu dan menuntaskan tugasnya.
Sampul Novel Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat
9.0
Lena dikhianati tunangannya yang licik karena berselingkuh dengan ibu tirinya demi harta. Saat dijebak tidur dengan orang asing, Lena membalas dengan membawa pria tampan bernama Delon untuk mengacaukan pertunangannya. Ia mengira Delon hanyalah pria miskin, padahal ia adalah CEO Grup Vit yang berkuasa. Hubungan palsu mereka berubah serius saat Delon menolak pergi. Akhirnya, Lena menyadari bahwa Delon adalah pria dari masa lalunya. Akankah rahasia ini menyatukan mereka?
Sampul Novel Rencana Perceraian 100 Poin
9.7
Tiga tahun pernikahan kulalui dengan mencatat setiap pengkhianatan Baskara dalam jurnal 100 poin. Saat skornya habis, aku akan pergi. Malam kecelakaan itu, saat aku hamil delapan minggu dan bersimbah darah, poin terakhir lenyap. Di UGD, perawat memohon bantuan Baskara, sang dokter bedah, untuk menyelamatkanku. Namun, dengan dingin ia menolak demi memprioritaskan mantan kekasihnya. Tanpa sadar, Baskara baru saja menjatuhkan vonis mati bagi istri dan calon anaknya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan