
Tinggal Bersama Mantan Suamiku
Bab 2
“Apa?!”
Sarah menaikkan alisnya ketika mendengar Alex yang tiba-tiba datang menemuinya di ruangannya.
“Keluarga pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas bersikeras mengatakan kamu telah melakukan kesalahan saat operasi dan berniat untuk menuntutmu,” ucap Alex, mengulangi kata-katanya sekali lagi.
“Omong kosong apa yang mereka katakan! Kamu tahu bahwa operasi itu berhasil! Kamu berada di sana bersamaku!” ucap Sarah yang menaikkan suaranya.
Selama dia menjadi dokter bedah, kesuksesan operasinya memang tidak 100%, dia pernah salah mendiagnosis dan bahkan pernah tidak berhasil menyelamatkan pasiennya, yang membuat pasiennya mati di meja operasi.
Tapi, operasi yang dia lakukan tadi terhadap mantan suaminya itu tidak ada kesalahan sama sekali! Jadi bagaimana bisa mereka menuduhnya melakukan kesalahan dan berniat untuk menuntutnya.
“Iya, aku sudah memberitahukannya berkali-kali, tapi ibu pasien bersikeras seperti itu,” ucap Alex dengan pelan.
Sarah mendengus ketika mendengar hal itu. Seharusnya dia sudah bisa menebaknya, ini pasti dilakukan oleh Nyonya Collins.
“Baiklah, aku akan pergi menemui mereka.”
Sarah menghela napasnya. Dia sebenarnya tidak ingin lagi bertemu dengan mereka, tapi mau bagaimana lagi, sepertinya dia harus menghadapi mantan suami dan keluarganya sekali lagi.
***
“Hah! Lihat! Dia akhirnya datang kemari! Apakah kamu berpikir bisa lolos begitu saja setelah melakukan kesalahan pada operasi anakku? Kamu tidak akan bisa melakukannya! Aku akan menuntutmu!” teriak nyonya Collins begitu Sarah memasuki kamar yang ditempati oleh Michael.
Sarah menarik napasnya dalam-dalam untuk menenangkan dirinya, lalu segera tersenyum.
“Aku tidak tahu apa yang kamu maksud tapi…”
“Wifey!”
Sarah tidak segera melanjutkan kata-katanya ketika mendengar suara yang sudah lama tidak dia dengar itu, dia langsung menoleh dan melihat Michael yang baru saja muncul dari balik pintu kamar mandi.
“Wifey!” ucap Michael sekali lagi, lalu langsung berjalan mendekati Sarah dan memeluknya.
Secara refleks, Sarah langsung mendorongnya.
“Kenapa kamu mendorongku?” tanya Michael yang terlihat terluka.
“Lihat! Kamu pasti sengaja melakukan ini, kan?! Bagaimana mungkin anakku memanggilmu seperti itu ketika kalian sudah bercerai!” bentak nyonya Collins.
Ketika Michael akhirnya telah sadar, dia tiba-tiba menanyakan tentang Sarah. Nyonya Collins langsung bertanya kenapa Michael mencari Sarah, yang langsung dijawab oleh Michael, “Apa maksudmu? Dia adalah istriku, apakah aku salah menanyakan keberadaan istriku?” dengan memutarkan matanya.
Tuan dan Nyonya Collins terlihat saling bertatapan, bingung dengan sikap Michael. Nyonya Collins lalu memberitahukan bahwa Michael telah bercerai dengan Sarah, tapi Michael bersikeras bahwa dia belum lama menikah dengan Sarah, bagaimana mungkin mereka telah bercerai.
Mendengar hal itu, Nyonya Collins tiba-tiba kesal. Kenapa anaknya tiba-tiba mengatakan sesuatu seperti itu? Pasti ada yang salah dengan operasi Michael, dan itu adalah salah Sarah, orang yang mengoperasi anaknya!
“Apa yang kamu katakan barusan?” tanya Sarah sekali lagi.
“Wifey? Ahh! Apakah kamu malu karena di sini ada papa dan mama?” ucap Michael yang kembali tersenyum ketika mengerti kenapa sikap Sarah yang tiba-tiba mendorongnya, dia pasti malu. “Tapi kita telah menikah, sudah sewajarnya aku memanggilmu begitu,” gumamnya dengan pelan sambil memanyunkan bibirnya.
Mata Sarah terbuka dengan lebar ketika melihat ekspresi Michael. Apakah dia baru saja memanyunkan bibirnya? Itu sama sekali tidak cocok dengan Michael yang pernah dia ingat.
“Jadi menurutmu kita telah menikah,” ucap Sarah, lalu memegang lengan Michael dan menyuruhnya untuk duduk di atas tempat tidur.
Michael mengangguk lalu duduk di tempat tidur miliknya.
“Sudah berapa lama kita telah menikah?” tanya Sarah, mulai mencari tahu apa yang sebenarnya diingat oleh Michael.
“Hmm… tiga bulan,” ucap Michael setelah beberapa saat.
“Apakah kamu tahu kenapa kamu bisa berada di sini?”
Michael kembali terdiam.
“Tidak tahu, aku hanya mendengar aku mengalami kecelakaan.”
“Apakah kamu tahu ini hari apa?”
Michael kembali terdiam, lalu menggelengkan kepalanya. Dia juga melakukan hal yang sama ketika Sarah menanyakan tanggal hari ini.
“Apakah kamu sudah selesai memeriksaku? Aku baik-baik saja,” ucap Michael yang mulai merasa kesal karena Sarah terus menanyakannya.
Memangnya kenapa kalau dia tidak tahu hari dan tanggal hari ini? Dia hanya tinggal perlu mengecek handphonenya untuk melihatnya.
“Iya, tapi biarkan aku memeriksamu sekali lagi, untuk yakin bahwa kamu baik-baik saja,” ucap Sarah kemudian menyuruh Michael untuk mengikutinya.
Berdasarkan jawaban dari Michael, pria itu sepertinya mengalami amnesia, tapi semuanya akan menjadi lebih jelas setelah dia melihat hasil MRI scan dari Michael.
***
“Sarah, apa yang terjadi dengan Michael?”
Tuan Collins menatap Sarah yang sedang duduk di depannya, wajahnya terlihat khawatir.
“Apakah kamu perlu menanyakannya lagi? Tentu saja ini perbuatan anak tidak tahu sopan ini. Dia sengaja mengubah Michael seperti itu! Bagaimana bisa dari semua dokter yang ada di rumah sakit ini, anakku di operasi oleh dokter seperti ini?” ucap Nyonya Collins sambil menghela napasnya.
Dahi Sarah berkerut ketika mendengar ucapan nyonya Collins.
“Sabar… sabar…” ucapnya dalam hati untuk tidak terpancing dan bersikap tidak profesional.
“Hentikan, Sarah adalah sudah menjadi dokter bedah dan bukan residen lagi,” tegur Tuan Collins.
“Hah! Semua orang juga bisa menjadi dokter bedah! Aku yakin dia bisa bekerja di rumah sakit ini setelah menggoda pimpinan rumah sakit ini!”
“Ini adalah hasil MRI Scan Michael!” potong Sarah dengan cepat. Dia tidak tahan lagi harus mendengar ucapan nyonya Collins kepadanya. Saat ini masih jam kerjanya, jadi dia harus bersikap profesional.
Sarah lalu menunjukkan apa yang terjadi di kepala Michael, dan bagaimana seharusnya itu terlihat.
“Sepertinya kepala pasien terbentur, tapi syukurlah itu tidak terlalu gawat dan hanya membuat pasien mengalami amnesia, dia hanya mengingat apa yang terjadi lima tahun lalu dan tidak mengingat apa yang terjadi setelah itu. Namun kalian jangan terlalu khawatir, dia masih bisa beraktivitas seperti biasanya,” ucap Sarah memberikan penjelasannya.
“Tapi sebaiknya jangan membuat pasien mengingat apa yang tidak dia ingat, selain itu akan membuatnya bingung, itu juga bisa menjadi syok untuknya. Saat ini belum ada obat untuk mengobati pasien yang amnesia, tapi seharusnya itu tidak akan bertahan lama, jangan khawatir, ” lanjut Sarah.
“Apa?! Jadi maksudmu kami harus membiarkan anak kami begitu saja?!” ucap nyonya Collins, tidak terima.
“Seperti kataku sebelumnya, tidak ada obat yang bisa mengobati amnesia, pasien akan mendapatkan ingatannya lagi setelah beberapa saat.”
“Lalu bagaimana kalau ingatannya tidak kembali?!” jerit nyonya Collins.
“Kalau begitu sepertinya kamu akan sering menemuiku,” ucap Sarah sambil tersenyum manis, membuat nyonya Collins terlihat sangat kesal.
Sarah tertawa kecil melihat hal itu.
“Aku bercanda, kalian bisa membawa pasien ke dokter neurologi dan mendapatkan perawatan yang lebih lanjut.”
Namun, Sarah sama sekali tidak menyangka perkataan yang dia katakan kepada nyonya Collins untuk membuat wanita itu kesal, malah menjadi kenyataan.
Anda Mungkin Juga Suka





