Sampul Novel Puber Kedua Sang Letnan Jendral

Puber Kedua Sang Letnan Jendral

8.6 / 10.0
Dalam romance novel Puber Kedua Sang Letnan Jendral, Nina menemukan harapan baru pada Baskara, perwira TNI yang menawarkan perlindungan. Namun, kesetiaannya diuji saat sang jendral muncul di berita bersama selebritis. Simak kisah modern novel ini di platform web novel kami.
Ringkasan Puber Kedua Sang Letnan Jendral
Pasca menjanda, hidup Nina kembali cerah saat bertemu Baskara, seorang Letnan Jenderal TNI yang juga calon besannya. Sikap sopan dan perhatian Baskara memberikan kenyamanan yang telah lama hilang. Nina mulai jatuh hati karena sang jenderal sering berkunjung ke warungnya. Namun, harapan itu hancur ketika Baskara terlihat di televisi bersama selebriti populer. Nina pun dirundung pilu dan bertanya-tanya tentang ketulusan motif Baskara mendekatinya selama ini.
Baca Selengkapnya

Puber Kedua Sang Letnan Jendral Bab 1

Nina duduk di dalam ballroom sebuah institute tekhnologi terkemuka di kota Bandung. Ia di temani oleh Ibu Enny ibu mertuanya. Pagi-pagi sekali mereka sudah datang ke ballroom untuk menghadiri acara wisuda putra sulungnya yang bernama Rasman. Rasman baru saja menyelasaikan strata satu falkutas tehnik mesin di sebuah institute tehnologi negri yang cukup terkemuka di kota Bandung.

“Rasman Albani Erwin.” Seorang MC memanggil nama Rasman. Seketika darah Nina berdesir ketika MC memanggil nama Rasman. Rasman lulus dengan predikat terbaik. Dengan gagah Rasman maju ke depan. Rektor menyematkan toga sebagai tanda Rasman sudah lulus kuliah. Air mata Nina berlinang ketika melihat putranya diwisuda. Rasa bangga dan terharu bercampur menjadi satu.

Setelah selesai acara wisuda Rasman menghampiri mama dan neneknya. Rasman datang bersama seorang perempuan muda berhijab yang berparas cantik.

“Mama masih ingat tidak, ini siapa?” Rasman menunjuk ke perempuan cantik yang berdiri di sebelah Rasman.

Nina mengerutkan keningnya dan memandangi perempuan itu. Ia mencoba untuk mengingat-ingat. “Cantika?” tanya Nina.

“Iya, Tante. Saya Cantika teman SMA Rasman,” jawab Cantika. Cantika mencium telapak tangan Nina dan Ibu Enny.

“Masyaallah, kamu bertambah cantik saja,” puji Nina. Cantika tersenyum menanggapi pujian Nina.

“Apa kabar? Sekarang kuliah dimana?” tanya Nina.

“Kuliah di falkutas kedokteran gigi universitas negeri di Bandung, Tante,” jawab Cantika.

“Alhamdullilah,” Nina senang mendengarnya. Sudah lama Nina tidak bertemu dengan Cantika. Terakhir Cantika datang ke rumah ketika Rasman dan Cantika kelas dua belas.

“Semoga sukses jadi dokter gigi,” ucap Nina dengan tulus.

“Aamiin terima kasih, Tante,” jawab Cantika.

“Oh, ya Tante. Nanti malam Papa mengajak Tante sekeluarga makan malam bersama,” kata Cantika. Nina kaget mendengar undangan Cantika.

“Makan malam bersama?” tanya Nina. Nina tidak mengenal papa Cantika tapi mengapa papa Cantika mengundang mereka sekeluarga.

“Iya, Tante. Untuk merayakan kelulusan Rasman,” jawab Cantika.

“Tidak usah repot-repot. Kelulusan Rasman tidak usah dirayakan!” kata Nina. Rasanya ganjil Rasman yang diwisuda, tapi mengapa papa Cantika yang sibuk merayakan kelulusan Rasman.

“Tidak apa-apa, Tante. Sekalian Papa mau kenalan sama keluarga Tante,” jawab Cantika.

Sekarang Nina mengerti dengan maksud undangan papa Cantika. Nina menoleh ke arah ibu mertuanya meminta pendapat mertuanya.

“Bagaimana, Bu?” tanya Nina.

“Terima saja undangan dari orang tua Cantika. Anggap saja kita bersilahturahmi dengan keluarga Cantika,” jawab Ibu Enny.

“Baik, Bu,” jawab Nina. Nina menoleh ke arah Cantika.

“Baiklah, kami akan datang,” jawab Nina.

“Terima kasih, Tante. Nanti Cantika kirim alamat restaurant,” ucap Cantika.

Ternyata acara wisuda Rasman tidak hanya sampai di situ. Rasman masih ada acara di falkutas tehnik mesin. Namun karena Ibu Enny sudah cape, Nina terpaksa pulang duluan tidak ikut menyaksikan acara di falkutas tehnik mesin. Rasman ditemani oleh Cantika.

“Mama pulang duluan, ya. Kasihan Enin sudah kecapean.” Nina pamit kepada Rasman.

“Iya, Ma,” jawab Rasman.

“Mama sudah pesan taksi?” tanya Rasman ketika Nina dan Ibu Enny hendak pergi.

“Belum,” jawab Nina.

“Mama dan Enin duduk dulu. Aa pesankan taksi.” Rasman mengeluarkan ponsel dari saku celana. Nina memapah Ibu Enny menuju ke tempat duduk. Sementara itu Rasman memesan taksi online melalui ponselnya.

Tak perlu menunggu lama, Rasman langsung mendapatkan taksi online.

“Taksinya sudah dapat. Taksinya ada di depan kampus. Sekarang sedang menuju ke sini,” kata Rasman.

Beberapa menit kemudian taksi yang ditunggupun datang. Taksi itu berhenti di depan ballroom kampus. Rasman berjalan menuju taksi tersebut, ia membuka pintu taksi untuk mama dan neneknya. Cantika mengantar Nina dan Ibu Enny menuju ke taksi. Nina dan Ibu Enny masuk ke dalam taksi.

“A, pulangnya jangan terlalu sore!” ujar Nina sebelum pintu taksi ditutup.

“Iya, Mah.” Rasman mencium tangan Ibu Enny dan Nina.

“Tante pulang dulu, ya.” Nina pamit kepada Cantika.

“Iya, Tante.” Cantika mencium tangan Nina dan Ibu Enny.

“Dah Tante, dah Nenek. Sampai ketemu nanti malam, ya.” Cantika sambil melambaikan tangan ke Nina dan Ibu Enny. Nina membalas lambaian tangan Cantika. Rasman menutup pintu taksi. Taksi online pun jalan meninggalkan ballroom.

Pukul tiga sore Rasman baru sampai di rumah. Ia diantar oleh Cantika.

“Assalamualaikum,” ucap Rasman ketika masuk ke dalam rumah dengan wajah terlihat letih.

“Waalaikumsalam,” jawab semua orang yang ada di dalam rumah. Rasman mencium punggung tangan enin nya yang sedang duduk di depan televisi. Lalu ia ke dapur menghampiri Nina. Rasman mencium punggung tangan Nina.

“Baru pulang? Lama sekali acaranya,” kata Nina yang sedang memanaskan makanan di dapur.

“Iya, Ma. Acaranya wisuda falkutas tehnik mesin banyak sekali,” jawab Rasman sambil menuangkan air dari teko ke gelas. Rasman duduk di kursi makan lalu meneguk air minum yang berada di dalam gelas.

“Sudah makan belum?” tanya Nina sambil mematikan kompor.

“Sudah, Ma. Tadi sebelum pulang makan dulu sama Cantika,” jawab Rasman. Nina duduk di kursi makan. “Dia menunggumu sampai selesai?” tanya Nina.

“Iya, Ma,” jawab Rasman.

“Barusan Cantika yang mengantar Rasman pulang,” kata Rasman.

Nina duduk di kursi lalu menghela napas. “Sebenarnya bagaimana hubunganmu dengan Cantika? Apa kamu serius sama dia, sampai papa nya mau bertemu dengan kita?” Nina menatap wajah putra nya.

“Kalau Mama merestui, Rasman akan serius dengan Cantika,” jawab Rasman dengan mantap.

“Apa mereka mau mempunyai menantu dari kalangan biasa seperti kamu?” tanya Nina.

“Papa Cantika biasa-biasa saja kalau bertemu Aa. Sepertinya beliau tidak keberatan Rasman dekat dengan Cantika,” jawab Rasman.

“Lalu mama nya, bagaimana?” tanya Nina dengan penasaran. Rasman menghabiskan air putih di gelas. “Mama Cantika sudah lama meninggal. Masa Mama lupa,” kata Rasman. Nina diam sejenak, ia mencoba untuk mengingat.

“Oh iya, ya. Mama sudah lupa. Mama sudah lama tidak bertemu dengan Cantika,” ujar Nina.

“Sudah ah, Ma. Aa mau mandi dulu. Sudah bau keringat.” Rasman beranjak dari kursi makan menuju ke kamarnya.

Namun, tiba-tiba Rasma membalikkan badannya.

“Oh ya, Mah. Aa hampir lupa. Nanti malam kita makan malam di café and resto Sarinah. Kita berangkat setelah sholat magrib,” kata Rasman.

“Café and resto Sarinah dimana?” tanya Nina. Ia tidak hafal nama-nama café dan resto di kota Bandung. Semenjak suaminya meninggal ia tidak pernah pergi ke tempat-tempat seperti itu.

“Di Dago Pakar. Nanti kita pergi naik taksi,” jawab Rasman.

***

Setelah selesai sholat magrib Nina pergi berdua dengan Rasman. Ibu Enny tidak ikut karena kecapean setelah mengikuti wisuda Rasman. Lukman juga tidak ikut karena ada acara dengan teman-temannya. Taksi yang mereka tumpangi berhenti di depan lobby cafe. Nina dan Rasman turun dari taksi online. Mereka berjalan masuk ke dalam café.

Rasman mengedarkan pandangannya mencari Cantika dan papanya. Rasman melihat Cantika melambaikan tangan ke arahnya.

“Itu Cantika.” Rasman menunjuk ke arah Cantika. Rasman dan Nina berjalan menghampiri Cantika. Di sebelah Cantika berdiri seorang pria gagah yang tampan rupawan walaupun usianya sudah tidak muda lagi. Dia adalah Baskara papa Cantika.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Puber Kedua Sang Letnan Jendral

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ALEYA
8.5
Aleya Cantika Saraswati terpaksa memikul beban keluarga setelah sang ayah pergi tanpa jejak. Tekadnya mencari keberadaan ayahnya justru mempertemukan Aleya dengan beberapa pria dari latar belakang berbeda. Di tengah konflik asmara yang membingungkan, ia tetap fokus pada misinya. Namun, saat sosok yang dicari ditemukan, kenyataan pahit justru menanti. Aleya harus memilih: menerima keputusan sang ayah atau berjuang membawanya pulang ke rumah demi ibu dan adik-adiknya.
Sampul Novel Kebersamaan Tanpa Cinta
9.5
Sepuluh tahun mendampingi Arga tidak pernah cukup bagi Amanda untuk meluluhkan hati pria dingin tersebut. Hubungan tanpa status itu menghasilkan seorang putri bernama Adele setelah satu malam tak terduga. Alih-alih memberikan pengakuan, Arga hanya mengasingkan Amanda ke sebuah vila dan melarang anak mereka memanggilnya ayah demi menjaga status lajangnya di mata publik. Kini, setelah kesepakatan sepuluh tahun mereka berakhir, Amanda bertekad membawa Adele pergi demi memulai hidup baru.
Sampul Novel Ketika Dendam Berbicara
9.0
Tiga tahun membina rumah tangga, sang suami akhirnya berhasil menciptakan obat khusus demi menyembuhkan migrain bawaan istrinya, Nadya. Namun, niat tulus mengantarkan obat itu ke kantor justru berujung petaka. Di sana, seorang sekretaris malah menuduhnya sebagai selingkuhan yang mencoba menggoda atasannya. Pakaiannya disobek, makanan tumpah di kepalanya, dan obat berharga itu diinjak-injak hingga hancur. Fitnah keji ini dilaporkan kepada sang istri sebagai sebuah prestasi, memicu konflik tajam yang menguji hubungan mereka.
Sampul Novel Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya
8.2
Demi kesembuhan ibunya, Aera Jung Jun terpaksa menjadi ibu pengganti bagi putra Myung Dae Hyun saat baru berusia tujuh belas tahun. Keputusan berat ini diambilnya atas desakan Tuan Besar Hyun yang menjanjikan biaya pengobatan. Empat tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali saat Aera melamar sebagai pengasuh anak di kediaman Dae Hyun. Tanpa disadari, bocah yang ia rawat adalah darah dagingnya sendiri. Akankah rahasia masa lalu ini terungkap di tengah romansa mereka?
Sampul Novel Real or Dream
9.0
Clarista terkejut saat Augfar, pria asing yang tampan dan kaya raya, tiba-tiba menciumnya dan mengklaimnya sebagai calon istri di acara pertunangan sahabatnya. Augfar sengaja menjaga reputasinya dari skandal sejak SMA demi menanti cinta pertamanya, Clarista. Pertemuan kembali ini memicu rangkaian kejutan manis yang menguji perasaan mereka. Ikuti kisah romansa dewasa penuh gairah antara Augfar dan Clarista yang akan menjawab segalanya dalam Real or Dream.
Sampul Novel Sedingin Es
7.8
Tisa dikenal memiliki hati sedingin es yang sulit ditembus oleh siapapun. Baginya, cinta hanyalah sumber penderitaan dan pengkhianatan sejak sang ayah pergi demi wanita lain. Trauma masa lalu itu membuatnya menutup diri rapat-rapat. Namun, sikap apatis Tisa justru memicu rasa penasaran Langga, seorang playboy kampus yang terbiasa mendapatkan segalanya. Meski terus diabaikan, Langga pantang menyerah. Akankah kegigihan Langga mampu meluluhkan dinding pertahanan Tisa?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan