Sampul Novel Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan

Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan

9.5 / 10.0
Dalam novel modern misteri Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan, Nova harus menghadapi kenyataan pahit saat ibu mertuanya wafat akibat serangan jantung. Sang suami yang merupakan dokter kardiologi justru mengabaikan panggilan darurat demi mantan kekasihnya. Baca novel online gratis ini.
Ringkasan Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan
Saat ibu mertunya mengalami serangan jantung, Nova panik menghubungi suaminya yang berprofesi sebagai dokter spesialis kardiologi. Namun, pria itu justru menuduh Nova berbohong dan memilih memasak untuk kucing sang mantan kekasih, Melda, lalu pergi menonton konser bersamanya. Akibat kelalaian tersebut, ibu mertua Nova meninggal di meja operasi. Ketika sang suami pulang keesokan harinya dan melihat Nova memeluk kotak abu, dia malah marah dan memuji perhatian Melda yang membelikan baju baru untuk ibunya.
Baca Selengkapnya

Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan Bab 1

Ketika ibu mertuaku terkena serangan jantung, suamiku yang seorang spesialis kardiologi malah sibuk memasak untuk kucing mantan pacarnya.

Aku meneleponnya, memintanya cepat pulang untuk menyelamatkan ibu mertua.

Dia dengan dingin menjawab, “Nova, kamu sakit jiwa, ya? Berani-beraninya kamu mengutuk ibuku hanya demi memaksaku pulang!”

Setelah mengatakan itu, dia langsung menutup telepon.

Ibu mertuaku meninggal di meja operasi, sementara dia pergi menonton konser bersama mantan pacarnya.

Keesokan harinya, dia pulang ke rumah dan melihatku memeluk kotak abu jenazah. Dengan marah, dia melemparkan tas hadiah yang dibawanya ke arahku.

“Melda begitu perhatian pada ibuku, bahkan membelikan baju untuknya. Sementara kamu, sebagai menantu, cuma bisa mengajaknya berpura-pura agar aku kembali!"

Aku tersenyum sinis.

Ibunya sudah tiada, lantas untuk siapa baju itu?

Saat makan malam, ibu mertuaku tiba-tiba memegang dada, dan wajahnya pucat.

Aku segera meletakkan mangkok, lalu mendekat dan bertanya, "Ibu, jantungmu kambuh?"

Ibu mertuaku mengangguk.

Aku segera mengambil ponsel dan menelepon suamiku, Angga, yang merupakan ahli jantung.

Malam ini, dia bilang dia harus lembur, jadi dia tidak pulang untuk makan malam.

Aku menelepon beberapa kali, tetapi dia tidak mengangkatnya. Akhirnya, ketika dia mengangkat telepon, terdengar suara lembut dari ujung telepon.

"Nova, Leon sedang kurang enak badan, dan Angga sedang memasak untuknya. Tolong jangan terus menelepon, ya? Itu mengganggu tidurnya."

Aku merasa tubuhku kaku.

Itu adalah Melda, cinta pertama Angga.

Mereka sudah bersama sejak SMA, tetapi orang tua Melda merasa bahwa keluarga Angga terlalu miskin, jadi mereka memaksanya untuk berpisah dan mengirim Melda ke luar negeri untuk melanjutkan studi.

Kemudian, Angga bertemu denganku. Dia jatuh cinta padaku pada pandangan pertama dan setelah mengejarku selama setengah tahun, aku akhirnya setuju untuk menjalin hubungan dengannya.

Setelah kami menikah, hubungan kami selalu stabil, dan Angga adalah suami yang sempurna di mata semua orang.

Namun, tiga bulan yang lalu, Melda kembali dari luar negeri, dan Angga tampak seperti berubah menjadi orang lain.

Dia mulai pulang terlambat, tidak pulang di akhir pekan, dan setiap kali aku bertanya, dia selalu berkata sibuk dengan pekerjaan.

Namun, aku tahu dia bukan sibuk bekerja, dia malah pergi menemui Melda. Aku sudah tidak bisa menahan diri lagi, dan saat aku menanyakan hal ini padanya, dia malah mengatakan bahwa aku terlalu curiga dan berpikiran negatif.

Ternyata dia berbohong lagi, dia sama sekali tidak sedang lembur.

Namun, sekarang bukan waktunya untuk menyelidiki hal itu. Aku berbicara dengan suara dingin, "Beri teleponnya pada Angga."

"Melda, itu telepon dari siapa? suara Angga terdengar dari ujung telepon.

Aku segera berkata, "Angga, Ibu terkena serangan jantung, cepat pulang."

Aku pikir Angga akan panik mendengar ibunya sedang terkena serangan jantung, tetapi dia menjawab, “Nova, kamu sakit jiwa, ya? Berani-beraninya kamu mengutuk ibuku hanya demi memaksaku pulang!”

Setelah itu, dia langsung menutup telepon.

Aku menelepon lagi, tetapi dia mematikan teleponnya.

Melihat keadaan ibu mertuaku semakin buruk, aku tidak berani menunda waktu. "Bu, aku akan membawamu ke rumah sakit."

Aku membawa ibu mertuaku ke rumah sakit.

Begitu masuk ke lobi, aku membantu ibu mertuaku yang sudah pingsan duduk di kursi, lalu berbalik dan melihat seseorang yang aku kenal. Dia rekan kerja Angga, Mario.

Aku seperti menemukan secercah harapan, dan langsung berteriak, "Mario, ibuku terkena serangan jantung, cepat tolong dia!"

Mario menatapku sekilas dengan ekspresi tak berdaya.

"Nova, Angga bilang kamu cuma mau dia pulang, makanya kamu mengajak ibunya untuk berpura-pura. Jadi, jangan ganggu aku, ya."

Aku mendesak, "Ini bukan pura-pura. Ibu benar-benar terkena serangan jantung."

Mario tetap tidak percaya. "Nova, sebaiknya jangan main-main dengan hal seperti ini, nggak baik. Sekarang sudah malam, lebih baik kamu bawa ibumu pulang dan istirahat."

Mengingat ada nyawa yang dipertaruhkan, amarahku pun naik.

"Mario, dengar ya, cepat lakukan resusitasi pada ibuku, atau aku akan mengajukan keluhan terhadapmu!"

Aku biasanya lembut dan sopan, jadi Mario terkejut saat melihatku marah.

"Nova, kamu nggak bercanda, kan? Bibi benar-benar terkena serangan jantung?"

Aku menjawab dengan tegas, "Kamu dokter, masa kamu nggak lihat kondisi ibu mertuaku sangat buruk?"

Mario akhirnya sadar aku tidak berbohong. Dia segera memeriksa ibu mertuaku dan buru-buru mencari bantuan untuk membawanya ke ruang gawat darurat.

Tidak lama kemudian, Mario keluar dari ruang gawat darurat dengan panik dan berkata, "Nova, kondisi Bibi sangat gawat. Di seluruh kota ini, hanya Angga yang bisa melakukan operasi ini. Aku mencoba menghubunginya, tapi nggak bisa."

Napas aku tersentak.

Ibu mertuaku selalu baik kepadaku dan menganggapku seperti putrinya sendiri. Dia tidak pernah membiarkanku melakukan pekerjaan rumah tangga, dan bahkan selalu memasak berbagai makanan lezat untuk aku setiap hari. Dia juga sering mentransfer uang agar aku tidak kekurangan. Saat aku memberinya hadiah, dia selalu mengatakan tidak perlu dan meminta aku untuk tidak memboroskan uang.

Setiap kali aku dan Angga berselisih, ibu mertuaku tidak pernah memihak Angga. Sebaliknya, dia selalu membela aku dan meminta Angga untuk meminta maaf.

Aku harus mencari cara untuk menyelamatkannya.

Dengan tergesa-gesa, aku pergi ke kompleks tempat tinggal Melda dan menekan bel pintu dengan napas terengah-engah.

Tak lama kemudian, pintu dibuka oleh Melda. Dia hanya mengenakan gaun tidur tali tipis dengan bagian leher yang sangat rendah. Jika dia membungkuk sedikit saja, bagian dalamnya akan terlihat jelas.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Palsu, Fakta Tersembunyi
8.3
Kehilangan ibu dan dikhianati Charles di hari pemakaman membuat duniaku runtuh. Di tengah hinaan karena Charles memilih Chelsea, Sugi hadir menyelamatkanku dengan lamaran tulusnya. Tiga tahun membina rumah tangga tanpa anak, aku merasa beruntung memiliki suami penyabar seperti Sugi. Namun, kenyataan pahit terungkap saat aku mendengar pembicaraannya dengan dokter tentang pil KB rahasia. Sugi sengaja mencegahku hamil demi Chelsea. Sadar pernikahan ini hanya tipu daya, aku bertekad pergi.
Sampul Novel Gadis Simpanan
8.4
Rachel Oktaviani kehilangan segalanya saat sang paman merampas harta warisannya. Nasib tragis membawanya menjadi jaminan utang judi hingga ia nyaris tertabrak mobil mewah saat melarikan diri. Daren Beltrand, sang pengemudi, menyelamatkannya namun dengan niat terselubung. Rachel kini terperangkap bagai burung dalam sangkar emas sebagai simpanan Daren. Tanpa disadari, pria itu ternyata sudah beristri. Bagaimana hancurnya hati Rachel saat rahasia kelam Daren terungkap?
Sampul Novel Kursi Panas di Kantor
8.9
Giselle Putri Natapradja adalah konsultan senior ambisius di The Converge yang mengincar posisi partner. Namun, jabatan itu justru jatuh ke tangan Akira Hangga Aryanto, pria berpengalaman dari perusahaan ternama. Situasi menjadi rumit karena Akira adalah pria dari masa lalu Giselle saat mereka terlibat cinta satu malam. Kini, di tengah persaingan profesional yang sengit untuk membuktikan siapa yang terbaik, keduanya harus berjuang meredam gairah lama yang kembali membara.
Sampul Novel Sembilan Pilihan, Satu Perpisahan Terakhir
8.7
Pernikahan perjodohanku dengan Bima hanyalah ajang pembuktian cintanya pada Shania. Sembilan kali Bima tega menelantarkanku demi wanita itu, termasuk meninggalkanku berdarah di jalan tol saat badai. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi pelengkap, hatiku mati rasa. Saat Shania mencoba mempermalukanku di galeri, aku membalasnya dengan elegan. Tanpa sadar, Bima menandatangani dokumen cerai yang kuselipkan, mengakhiri penderitaanku selamanya.
Sampul Novel Tergoda Suami Tetangga
8.0
Amanda sering menikmati kesendiriannya, namun rasa sepi terkadang tetap menghampiri. Saat termenung, perhatiannya tertuju pada kediaman Raka dan Laila yang tampak tenang. Di mata masyarakat sekitar, pasangan tersebut adalah gambaran keluarga yang ideal. Raka dikenal sebagai sosok pria berkarisma dengan wajah tampan, sementara Laila adalah istri yang cantik sekaligus berkepribadian hangat. Kehidupan sempurna mereka menjadi pemandangan rutin bagi Amanda.
Sampul Novel Terjebak Dalam Janji Miliarder
8.5
Nadira hidup dalam hinaan karena kondisi mental ibunya. Demi membiayai pengobatan sang ibu, ia terpaksa terjun ke dunia malam yang kelam. Di tengah keputusasaan, seorang miliarder muncul memberikan tawaran besar yang menjanjikan perubahan nasib. Namun, kesuksesan tersebut menuntut pengorbanan yang jauh lebih berat dari dugaannya. Kini Nadira terjebak dalam dilema, meragukan pilihannya sembari berjuang mencari jalan pulang menuju kebahagiaan yang sejati.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan