Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tiga Miliar Untuk Semalam

Tiga Miliar Untuk Semalam

Selena terjepit utang tiga miliar setelah ayahnya wafat dan ibunya sakit parah. Demi menyelamatkan rumah dan nyawa sang ibu, gadis berusia 22 tahun ini terpaksa menerima tawaran nekat untuk menjual diri. Di sebuah hotel mewah, ia bertemu pria berkuasa yang dingin dan misterius. Namun, satu malam itu bukan sekadar transaksi singkat, melainkan awal dari pusaran konflik cinta rumit dan rahasia kelam yang mengubah seluruh takdir hidupnya selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Selena berdiri kaku di depan pintu kamar suite mewah itu. Jantungnya berdetak terlalu keras hingga ia takut suara itu terdengar keluar. Pria tinggi itu-yang belum ia ketahui namanya-berjalan santai ke arah minibar, menuangkan segelas minuman, seolah-olah malam itu hanyalah rutinitas biasa baginya.

"Duduk," perintahnya singkat.

Suara itu tak meninggi, tapi penuh kuasa. Selena menurut, melangkah pelan menuju sofa besar di sudut ruangan. Tangannya saling menggenggam erat di pangkuan, berusaha menyembunyikan gemetar yang tak tertahan.

Ia bisa mencium aroma parfum maskulin yang tajam, berpadu dengan bau alkohol dari gelas kristal di tangan pria itu.

"Pertama kali?" tanyanya sambil meneguk minuman.

Selena menelan ludah. "I... iya."

Pria itu menatapnya dengan tatapan yang sulit dibaca. Senyum tipis tersungging di bibirnya, bukan senyum hangat, melainkan semacam tatapan puas karena melihat ketakutan di wajahnya.

"Bagus," gumamnya. "Aku lebih suka yang belum berpengalaman."

Ucapan itu membuat wajah Selena memanas, bukan karena malu, tapi karena rasa terhina. Ia ingin sekali bangkit dan pergi. Tapi bayangan ibunya yang terbaring lemah di rumah kembali menahannya. Tiga miliar... ia harus kuat.

Beberapa menit pertama terasa menegangkan. Pria itu duduk di hadapannya, menatap tanpa berkedip, seolah sedang menilai sebuah barang antik. Tatapannya menusuk, membuat Selena semakin meringkuk.

"Namamu Selena, benar?"

"Iya..."

"Cantik nama itu. Sama cantiknya dengan wajahmu."

Selena hanya tersenyum kaku. Pujian itu tak terdengar manis, melainkan seperti label harga yang ditempelkan pada dirinya.

Pria itu meletakkan gelas, lalu berdiri mendekat. Langkahnya pelan tapi pasti, membuat napas Selena tercekat. Ia bisa merasakan aura dingin menyelimuti tubuhnya ketika pria itu berhenti tepat di depannya.

Tangannya yang besar menyentuh dagu Selena, mengangkat wajahnya agar menatap. "Jangan takut," katanya pelan, tapi tatapannya sama sekali tidak menenangkan.

Selena menahan air mata. "Aku... aku hanya butuh uang itu," bisiknya lirih, seolah ingin menegaskan pada dirinya sendiri mengapa ia berada di situ.

Pria itu tersenyum tipis. "Aku tahu. Dan aku sudah membayarmu dengan harga yang sangat mahal. Jadi malam ini, kau adalah milikku seutuhnya."

Ketika pria itu mulai menariknya bangkit, tubuh Selena kaku. Ia merasa seperti boneka yang digerakkan tanpa bisa melawan. Setiap sentuhan terasa asing, menusuk, dan menyakitkan. Bukan sakit fisik-meski itu juga ada-tapi sakit yang menghancurkan harga dirinya.

Dalam hati, Selena berteriak.

Apa yang kau lakukan? Mengapa kau biarkan dirimu sejauh ini?

Namun pikirannya kembali pada ibunya. Ia menggenggam erat gaun hitamnya, mencoba menahan gemetar.

"Aku tidak bisa..." suaranya pecah.

Pria itu menatapnya tajam, kemudian tersenyum sinis. "Kau sudah terlalu jauh untuk berkata tidak. Ingat, Selena. Tiga miliar bukan untuk melihatmu duduk diam semalaman."

Kata-kata itu bagai palu godam yang memukul kepalanya. Ia menutup mata, mencoba mengabaikan semuanya.

Malam itu terasa panjang, lebih panjang dari hidupnya sendiri. Selena merasa dirinya bukan lagi manusia, melainkan sekadar tubuh tanpa jiwa. Setiap detik berlalu dengan perasaan ingin kabur, tapi kakinya seperti terikat rantai.

Tangisnya pecah tanpa suara, hanya air mata yang membasahi pipi. Ia berusaha menahan isak agar tidak terdengar, tapi dadanya sesak.

Pria itu tidak peduli. Baginya, tangis itu hanyalah bagian dari permainan.

"Jangan terlalu drama," katanya datar, seakan sedang berbicara pada seorang aktor yang gagal memainkan peran.

Hati Selena remuk.

Entah berapa lama waktu berlalu. Pagi akhirnya datang, sinar matahari menyelinap lewat celah gorden tebal. Selena terbaring di sisi ranjang, tubuhnya terasa berat, kepalanya pusing, dan hatinya hancur berkeping-keping.

Ia menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong. Malam itu... adalah akhir dari dirinya yang dulu.

Dengan tangan gemetar, ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Pria itu sudah bangun lebih dulu, berdiri di depan jendela sambil merokok.

"Kau boleh pergi sekarang," ucapnya tanpa menoleh.

Selena bangkit pelan, berusaha menahan rasa sakit di tubuhnya. Ia meraih gaunnya, mengenakannya dengan tangan bergetar. Setiap gerakan terasa memalukan, seolah-olah ia sedang bersembunyi dari tatapan yang menelanjangi.

Saat ia hendak melangkah pergi, pria itu bersuara lagi.

"Jangan lupa. Aku sudah membayar tiga miliar. Itu bukan untuk satu malam saja. Kita akan bertemu lagi."

Selena berhenti di ambang pintu. Jantungnya kembali berdetak kencang. Ia menoleh, menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca. "Tapi... kesepakatannya hanya semalam."

Pria itu menoleh, tersenyum tipis. "Kesepakatan menurut siapa? Ingat, Selena... mulai malam itu, kau milikku. Dan aku tidak akan berhenti sampai aku mengambil semuanya darimu."

Selena melangkah keluar kamar dengan tubuh gemetar. Begitu pintu tertutup, air matanya pecah tanpa bisa ditahan. Ia berlari menyusuri lorong hotel, seolah ingin melarikan diri dari neraka yang baru saja ia masuki.

Namun ia tahu, neraka itu belum berakhir. Malam itu hanyalah awal.

Dan luka yang ia bawa... bukan hanya di hati, tapi juga rahasia dalam tubuhnya yang perlahan tumbuh menjadi nyawa baru.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Assalamu'alaikum, Mas CEO!
8.3
Hanif, pimpinan INANTA Group, bukanlah CEO angkuh pada umumnya. Ia adalah sosok religius yang mengutamakan ibadah di tengah kesuksesan. Namun, hidupnya berubah saat putrinya, Aisyah, bertemu Aida, seorang office girl yang sangat mirip dengan mendiang ibunya. Ikatan kuat antara Aisyah dan Aida membuat pertunangan Hanif dengan Soraya terancam gagal. Di antara tanggung jawab dan keinginan sang anak, ke manakah hati Hanif akhirnya akan memilih berlabuh?
Sampul Novel Balas Dendam : Kembalinya Sang Miliarder
8.0
Di sebuah rumah sakit elit Chicago, Presiden Nelson Gonzales justru menyambut kelahiran putra kandungnya dengan kebencian mendalam. Alih-alih bahagia, ia malah menghina Florence dan menolak mengakui bayi itu. Saat Florence berjuang melindungi buah hatinya, Nelson mengancam akan membuang bayi tersebut. Dalam keputusasaan, Florence mencoba menyusui anaknya agar tenang, namun tindakan itu justru memicu tuduhan keji dari Nelson bahwa ia sedang berusaha merayunya.
Sampul Novel Dituduh Mandul
9.5
Kebahagiaan Amel hancur saat memergoki Yuda, suaminya, berselingkuh dengan Rania. Ironisnya, Amel justru difitnah tidak setia dan dituduh mandul hingga akhirnya diusir serta diceraikan secara sepihak. Demi menyambung hidup, ia terpaksa bekerja sebagai pelayan pribadi bagi Zack Lee, seorang pengusaha muda sukses yang eksentrik. Amel kini harus menuruti kebiasaan aneh Zack yang gemar menyusu dan menuntut kehadirannya untuk menemani tidur setiap malam.
Sampul Novel Dua Istri CEO
9.0
Pasca momen intim yang hangat, Brian dikejutkan oleh permintaan Azzura agar dirinya menikah lagi. Meski memiliki kekayaan dan rupa menawan, Brian tak pernah berniat mendua karena cintanya sudah utuh untuk sang istri. Namun, Azzura bersikeras tanpa alasan yang jelas, hingga membuat Brian merasa geram sekaligus tidak percaya diri. Di tengah ketegangan itu, Azzura justru mendekap Brian erat demi meyakinkan bahwa rasa cintanya tidak pernah pudar sedikit pun.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang CEO
8.9
Terusir dari rumah oleh ayahnya sendiri membuat Emma Karina terdesak hingga akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan Ethan Marvino. Sebagai CEO penguasa bisnis di Pulau Bali, Ethan sangat protektif dan mengawasi setiap gerak-gerik Emma secara ketat. Namun, stabilitas hubungan mereka terancam saat Emma tidak sengaja mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Ethan. Akankah ikatan mereka bertahan setelah kebenaran terungkap atau justru hancur selamanya?
Sampul Novel Kontrak Ranjang Sang Kapten
9.4
Dara, pramugari Skyward Airlines, hancur saat memergoki kekasih pilotnya berkhianat. Untuk membalas dendam, ia nekat menghabiskan malam panas bersama pria asing yang dikira gigolo. Sialnya, pria itu adalah Arjuna, pilot senior sekaligus pewaris tunggal maskapai tempatnya bekerja. Kini Dara terjebak dalam konsekuensi rumit, terikat rahasia dengan pria yang memegang kendali penuh atas karier serta masa depannya di dunia penerbangan.