Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Those Smiling Eyes

Those Smiling Eyes

Fara adalah mahasiswi manja yang tak pernah membayangkan pernikahan, apalagi ayahnya sangat protektif. Namun, hidupnya berubah saat Dominic melamarnya. Sayangnya, kesalahan fatal membuat Dominic pergi sebulan sebelum hari besar. Di tengah duka, seorang pria misterius datang melamar dengan syarat unik: mereka dilarang bertemu hingga akad nikah. Demi kesempatan terakhir, Fara setuju. Mampukah ia menjadi istri yang baik sambil tetap kuliah?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku gak bisa tidur.

Gugup banget, Ya Allaaah!

Setelah shalat subuh, baru aku mengantuk dan akhirnya bisa tidur.

Jam 6 pagi aku sudah bangun, ku-setting alarm buat mandi pagi. Kalau bukan Dom yang ajak jalan, aku ogah mandi pagi-pagi.

Jam 7 lebih, bell udah bunyi. Itu pasti Dom.

Mama sudah sekesai siap-siap untuk pergi belanja. Papa mengantar Mama ke depan untuk mengunci pintu, sambil cek siapa yang datang.

10 menit kemudian. "Faaaar!" Papa berteriak memanggilku saat aku sudah siap di ruang tamu.

Aku ingin kelihatan cantik di depan Dom, jadi kupakai setelan olahraga warna pink kesukaanku. Setahuku, setiap kupakai setelan ini cowok-cowok akan memandangiku sambil melongo.

Aku memasuki toko dari pintu yang terhubung dengan rurang tamu, mendapati Papa dan Dom memandangiku. Papa mendecik dan aku memutar bola mataku. Papa selalu bilang, kalau aku belum bisa berhijab seperti Mama, setidaknya aku harus pakai pakaian yang sopan. Papa paling tidak suka aku bepergian dengan pakaian se-terbuka ini.

Reaksi Dom? Dia ngiler kayaknya, tepat seperti yang kuharapkan.

Tapi di luar dugaanku, dia suruh aku untuk ganti baju yang lebih tertutup dengan alasan orang akan berpikiran tak senonoh melihatku dalam setelan ini. What a gentleman.

Itulah kenapa aku tak komplain dan langsung menurut saat mendengarnya. Papa kelihatan jelas dibuat shock dengan cara Dominic menyampaikan pendapatnya.

Aku masuk untuk mengganti hot pants dengan celana training panjang dan mengenakan jaket tipis di atas tanktopku, tak sengaja melihat layar hapeku yang ada di atas tempat tidur saat ada pesan masuk.

Fabian Armand

| Dek, bener Dominic Vonwood, yg ini orangnya? 🖼

07.20 am

Faranica Armand

| Iya bener. Ganteng, kan?

07.20 am

Faranica Armand

| Aku mau jalan sama dia, dia lagi ngobrol sama Papa. Dia gak takut sama papa. Aku happy.

07.21 am

Fabian Armand

| Good. Kirim nomor hapenya ke kakak. Semoga dia gak playboy. Aku telepon papa dulu, Fara ati2, g bole aneh2.

07.22 am

Mulai deh, bodyguard mode activated. Tetap saja aku nurut, karena Fabian kalau sampai marah, horror.

Saat aku muncul kembali di toko, dua laki-laki yang tadi menungguku, melihatku dengan tatapan apresiatif. Kami berdua pamit dan salim ke Papa.

"Nitip gorengan, ya?" kata Papa sambil nyengir gak tau malu. Aku melotot, tapi Papa malah nyengir makin lebar.

"Siap, Om. Nanti Dom beliin," kata Dom sambil menahan tawa.

Dom adalah cowok pertama yang nggak terintimidasi sama keberadaan Papa. Luar biasa.

Saat kami akan pergi, Papa mengunci pintu sambil menerima telepon. Dari Fabian.

"Yakin aku yang pegang leashnya Tofu?" tanyaku saat kami sudah di pinggir jalan depan Alfamart.

Dom mengangguk.

"Aku harus gimana?" aku tanya lagi, biarin deh kelihatan oon, daripada Tofu lepas.

"Biar Tofu jalan sesuka dia, dia pinter kok. Talinya gak usah ditarik. Fara fokusnya ke jalan, ati-ati. Tofu gak akan lari tiba-tiba."

Aduh sabarnya jelasin ke aku yang lola* ini.

*Lola = loading lama

"Aku di belakang Fara."

Jadi mikir aneh-aneh deh, denger Hottie ngomong gitu.

***

Fabian's POV

"Hi, Son." Papa menyapaku dari seberang sambungan telepon.

"Pap, adek lagi deket sama cowok, ya?" tanyaku tanpa ba-bi-bu.

"Kamu ini, gak pernah telepon Papa, sekalinya telepon langsung tanyain adek. Bilang kangen, kek, smooch-smooch, kek."

Here we go. Papa selalu aja lupa kalau aku bukan bayi kecilnya lagi.

"Pa, I'm not a baby anymore," sungutku, Papa tertawa. "So?"

Translate: Pa, aku bukan bayi lagi.

"Iya, Papa barusan ketemu Dom. Kenapa?"

"Kuatir lah, Pa. Fara blo'on gitu, dimainin cowok gimana? Udah yang ini kayaknya selera Fara banget. Cakep sih."

"Hus. Gak boleh blo'on-blo'onin adeknya gitu. Papa suka sama yang ini, kecil kemungkinan dia mainin Fara."

Aku shock mendengar Papa bilang begitu. Selama ini, kalau tau ada cowok yang deketin Fara, Papa langsung berubah jadi singa. Biasanya Papa lebih lebay dari aku untuk urusan jaga Fara.

"Kok bisa?"

"Hmm ... adek kamu kan kadang agak lemot, si Dominic ajak dia jalan-jalan pagi sama anjingnya juga, eh dia keluar pake singlet sama celana gemes, pengen papa sentil kupingnya." Si Papa, aku bilang bloon ngomel, dia bilang lemot.

"Ya ampun, Fara," Aku geleng-geleng kepala.

"Tau sendiri kan kamu, laki-laki yang lihat dia pada piktor semua, modelan badan adekmu begitu, pake baju gak bener, lagi. Tapi yang bikin Papa heran, tanpa sungkan-sungkan ke Papa, Dom suruh Fara ganti baju. 'Wear more clothes' katanya. Pas Fara bilang 'I wear enough', dia jelasin kalau dia gak mau Fara diliatin orang yang bakal mikir aneh-aneh. Dan Fara, nurut."

"Wow."

"Bukan cuma itu. Dia minta ijin ke Papa, tanpa basa-basi, mau dating Fara."

"What?! Isn't he, too good to be true?"

Translate: Hah? Terlalu baik nggak sih?

"I know, right? Pas Papa tanya, apa dia mau pacarin Fara cuma buat seneng-senengan aja, dia langsung nyeplos kalau dia mau nikahin Fara. Dan mukanya, serius."

Aku speechless.

"Papa sih oke-oke aja, wong Fara juga kayaknya suka. Dia toh baik, seiman, udah punya penghasilan juga, yaaa walau penghasilannya mungkin belum seberapa. Papa nilai niat baiknya," tambahnya.

"Wait, Pap. Did you asked what was his job?"

Translate: Pap, udah nanya apa kerjaannya belum?

"Well, dia bilang, dia comic artist, writer, modelling, photographer juga—"

Aku tertawa.

"Papa masih suka nge-band kan?" tanyaku.

"Masih, lah."

"Papa tau lagunya Copperfield, yang Brown Eyed Sweetheart? Atau lagunya G-Force yang baru, Lonely Swan?"

"Tau lah. Keren-keren lagunya, kok jadi ngomongin lagu, sih?"

"Papa gak baca kreditnya? Yang nulis, Dominic Vonwood. Calon mantu Papa."

"What?!" Papa shock. "He is so young!"

Translate: Dia masih muda banget.

"Exactly, dan dia dapet royalty milyaran cuma dari dua lagu itu. Belum lagi karya-karyanya dia yang lain. Dia gak suka main di panggung, tapi dia luar biasa berbakat dan pinter. Makanya Fabby penasaran, songong apa gak orangnya?"

"Engga. Anaknya sopan dan baik banget, sama Mamamu aja lho, bisa akrab."

"Luar biasa. Kita doain aja semoga dia kuat hadepin Fara. Nanti Fabby telepon si Dom. Bye Pap."

"Smooch-smooch?"

"Pa, Fabby udah gak baby lagi."

"Please ...."

For God's sake. Translate: demi Tuhan.

"Smooch-smooch. Assalamualaikum."

Bahkan setelah sambungan telepon terputus, aku masih tak habis pikir, tapi mungkin saja Fara memang seberuntung itu. Jodoh tak ada yang tahu. Memang, adikku satu-satunya punya paras yang sangat cantik, hanya saja aku khawatir tak ada pria yang kuat menghadapi sifatnya yang absurd itu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belang si Janda Kembang
8.5
Lima tahun membina rumah tangga, Amy dan Tesla belum juga dikaruniai buah hati. Amy telah berupaya maksimal melalui medis hingga terapi spiritual demi mewujudkan impiannya. Namun, tekanan besar datang dari ibu mertuanya, Dialin, yang sangat mendambakan cucu. Dialin bahkan nekat menjodohkan Tesla dengan Arem, seorang janda muda di lingkungan mereka. Kini, Amy terjebak dalam dilema besar: merelakan suaminya berpoligami atau memilih jalan perceraian yang menyakitkan.
Sampul Novel Cinta Pertamaku, Suami Orang
8.9
Nisa terjebak dalam skandal asmara dengan Dani, suami Rika. Meski berlatar belakang pendidikan pesantren, Nisa gagal menjaga prinsipnya karena rayuan maut Dani yang meruntuhkan pertahanannya. Rika dengan tegas meminta Nisa menjauh, namun Nisa merasa Dani harus bertanggung jawab atas perasaan yang telah tumbuh. Kini, Nisa bimbang antara mengakhiri hubungan terlarang itu atau justru terus menyakiti sesama wanita demi mengejar cinta pertamanya yang salah.
Sampul Novel Gairah Baby Maker
9.1
Aida sesekali melirik dan memberi kode melalui gerakan alisnya yang menggoda. Dari posisi jongkoknya, pemandangan di balik daster tipisnya terpampang nyata, memperlihatkan lekuk paha mulus dan detail pakaian dalamnya yang tersorot cahaya matahari sore. Pemandangan spektakuler itu membuatku terpaku dan harus menahan hasrat liar yang mulai bergejolak. Aku berulang kali meneguk ludah karena merasa sangat haus akan godaan yang ada di depan mata saat ini.
Sampul Novel Istri Terlahir Kembali: Sekali Digigit, Dua Kali Pemalu
9.0
Rylie mengira pengabdian tulusnya akan meluluhkan Mathias, namun lima tahun pernikahan hanya berbuah pengabaian hingga ia wafat dalam kesedihan. Saat terbangun di masa lalu, Rylie bertekad menggugat cerai sebelum suaminya bertemu wanita lain. Mathias awalnya menganggap ini taktik belaka, tapi keputusasaan Rylie justru membuatnya panik dan memohon kesempatan kedua. Kini, Rylie terjebak di antara trauma masa lalu dan cinta yang masih tersisa untuk Mathias.
Sampul Novel Komodo Hijrah
9.6
Mahesa adalah pengusaha waralaba sukses yang selalu gagal dalam urusan asmara. Ia merasa dikutuk oleh rival bisnisnya karena tak pernah berhasil membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Berbagai metode, dari yang logis hingga di luar nalar, ia coba demi menemukan pendamping hidup. Dalam pencarian itu, Gayatri, sahabat masa kecil yang kerap bertindak bak pengawal pribadinya, selalu setia mendampingi. Namun, mampukah persahabatan mereka bertahan saat perasaan baru mulai tumbuh?
Sampul Novel Sebelum Hujan Membasahi
7.9
Fuad adalah pemuda pendiam yang sangat sensitif terhadap omongan orang lain. Demi membuktikan kemampuannya kepada orang tua, ia merantau jauh dari kampung halaman untuk bekerja. Namun, perjalanan mengejar mimpi ini menjadi rumit saat Fuad mulai mengenal beberapa wanita yang memikat hatinya. Kini ia terjebak dalam konflik batin antara tanggung jawab profesi dan kehampaan asmara. Mampukah Fuad menyeimbangkan ambisi karier dengan kerumitan perasaan yang menyiksa?