Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Thief of Heart

Thief of Heart

Emma, karyawan baru di H&D Group, tak menyangka hidupnya berubah drastis setelah bertemu Devan, putra pemilik perusahaan. Saat bertugas di Kalimantan, keduanya terjebak skandal hingga nekat menikah siri demi melegalkan hubungan, meski Emma sudah bertunangan dan Devan telah beristri. Perjanjian awal menyebut pernikahan ini berakhir saat Emma menikahi tunangannya. Namun, benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Akankah Devan jujur pada istrinya, atau Emma rela menjadi yang kedua?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hal gila memang diambil Emma saat ini dimana sudah sah menjadi istri simapanan dari pemilik H&D Group yang tidak lain adalah perusahaan terbesar di Indonesia, walaupun menggunakan nama besar tidak ada satupun anak – anaknya yang terkena berita negatif seperti obat – obatan atau yang lain. Emma sangat tahu jika keluarga mereka saling membantu satu sama lain dan saling menyayangi, itu yang didengarnya dari berita – berita selama ini dibacanya sebelum masuk kedalam perusahaan dan menjadi istri rahasia dari pria yang memiliki perbedaan usia hampir sepuluh tahun.

“Kamu nggak malu menikah dengan pria tua?” Devan bertanya setelah mereka sah.

“Menikah sembunyi – sembunyi jadi tidak ada yang tahu, Pak.” Emma memutar bola matanya malas.

Devan tersenyum mendengar jawaban Emma “Aku yakin jika kamu sudah pernah melakukannya bahkan sebelum berangkat kemarin.”

Emma membelalakkan matanya mendengar kata – kata yang keluar dari bibir Devan “Apa pernikahan ini tidak ada perjanjian?”

“Kamu menginginkan perjanjian?” Devan menatap dalam pada Emma.

Emma mengangguk cepat “Seperti tidak ada kontak fisik.”

“Pernikahan memang sembunyi – sembunyi tapi kamu tetap melayani semua kebutuhan aku saat berdua termasuk fisik kecuali jika istriku ikut serta, bukankah aku sudah bicara semalam sebelum Kita tidur bersama?” Devan menjawab santai dan Emma hanya menutup mulutnya.

Keputusan gila yang diambil Emma hanya karena tidak berani tidur ditempat baru apalagi berita mengenai orang – orang Kalimantan yang menakutkan semakin membuat dirinya tidak nyaman, lagipula tidak ada salahnya menikah dengan pemilik dari H&D Group ini yang berarti semua kebutuhannya akan terjamin.

“Kita akan berapa hari disini?” tanya Emma mengalihkan pembicaraan.

“Pekerjaan hanya dua hari dimana besok kita sudah selesai dan kembali,” jawab Devan yang membuat Emma membelalakkan matanya “Selanjutnya aku mengajak kamu bulan madu selayaknya pasangan normal pada umumnya.”

Emma menggelengkan kepala “Lebih enak jika kita langsung kembali dan berpisah.”

Devan menatap Emma tajam “Kamu membawa passport?” tidak peduli dengan perkataan Emma sama sekali.

Emma menggelengkan kepala “Memang buat apa?”

“Malaysia.”

Emma membelalakkan matanya mendengar kata – kata yang keluar dari bibir atasannya atau yang saat ini telah berubah menjadi suaminya, menatap Devan yang tampak tidak peduli dengan tatapan tajam yang Emma berikan dimana merapikan barang – barangnya dan berjalan mendekati Emma yang masih diam. Sentuhan lembut pada bibirnya membuat Emma membelalakkan mata hanya saja tidak berani menolak karena bagaimana pun mereka telah resmi menikah dan pria yang menciumnya ini adalah suaminya, lumatan pelan menjadi lebih kasar dan dalam membuat Emma mau tidak mau membalas ciuman pria satu ini.

“Mulut kamu manis dan aku suka,” ucap Devan sambil membelai bibir Emma yang membengkak “gunakan lipstick merah yang tahan lama karena kamu menggairahkan saat menggunakan itu.”

Menatap punggung Devan yang menjauh, seketika meraba dadanya yang tampak berdetak kencang atas apa yang terjadi, memilih melupakan kejadian tadi dengan bersiap – siap bekerja bersama. Menatap pilihan lipstick membuat Emma memilih sesuai dengan permintaan dari Devan, menatap didepan cermin seketika wajahnya memerah dan lalu tersadar jika terlalu lama menunggu.

Tatapan mereka bertemu saat melihat Emma berjalan mendekat, Devan mendatangi dirinya dengan mencium bibirnya lembut dan menggunakan ibu jarinya menghapus jejak salivanya.

“Menurut dengan suami adalah nilai tambah,” ucap Devan menggenggam tangan Emma “Kita akan ke Malaysia maksudnya perbatasan karena ada pertemuan disana.”

Emma yang belum paham hanya mengangguk dimana Devan masih menggenggam tangannya sampai di mobil, masuk kedalam dengan Devan yang berada dibalik kemudi membuat Emma menatap bingung.

“Sopir ada hanya saja aku memintanya untuk mempersiapkan yang ada disana.”

Emma hanya mengangguk “Nggak masalah bapak yang menyetir? Seharusnya saya yang melakukannya.”

“Jangan panggil bapak kalau berdua,” ucap Devan membuat Emma menatap bingung “Panggil Babe atau apa pun asal bukan bapak.”

Emma terdiam menatap Devan dengan tatapan bingung dan mencari panggilan yang tepat “Payang.”

Devan mengernyitkan dahinya menatap Emma sekilas “Pak sayang jadinya Payang?” Emma mengangguk “kalau begitu aku manggil kamu Mayang alias Mama sayang.”

Emma tersenyum dengan seketika wajahnya memerah dimana bersama Richard tidak pernah melakukan hal remeh seperti ini, keinginannya terwujud dengan pria yang merupakan atasannya dan menikah dengan cara sembunyi – sembunyi.

“Apa yang saya lakukan disana?” Emma kembali fokus pada tujuannya.

“Mencatat dan jangan jauh – jauh dari aku.” Devan memberikan instruksi.

Emma menatap bagaimana Devan berbicara dengan orang – orang tersebut, perlakuannya pada orang – orang yang ditemuinya membuat Emma mengangkat ibu jari. Gambaran sebagai pria kaya tidak ada sama sekali dalam dirinya bahkan beberapa kali sikapnya yang merendah membuat Emma tidak percaya.

Hal yang tidak disadari Emma adalah beberapa kali Devan memandang kearah dirinya seakan memastikan bahwa nyaman berada ditempat seperti ini, Devan tahu keputusannya memang benar – benar gila yang langsung meminta wanita muda itu untuk menikah dengan cara sembunyi – sembunyi. Ketika melihat Emma di hari pertamanya bekerja membuat sesuatu dalam diri Devan bangkit dan tanpa menunggu lama langsung membawanya ke Kalimantan mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawabnya.

“Sudah dicatat semua?” tanya Devan saat berada disamping Emma.

Emma memandang Devan terkejut lalu mengangguk “Bapak ingin sesuatu?”

Devan tersenyum menatap Emma dan mendekatkan dirinya pada wanita yang telah menjadi istrinya tersebut “Aku ingin ini,” ucap Devan yang langsung mencium bibir Emma lembut yang membuat wanita tersebut membelalakkan matanya “Aku suka melihat matamu yang besar dan bibir kecilmu tapi sepertinya akan lebih sempurna jika kita bersatu diatas ranjang.”

Emma menatap Devan yang langsung berjalan kearah lain saat selesai mengatakan hal tersebut, memegang dadanya yang berdetak kencang membuat Emma seketika menggelengkan kepala untuk tidak berharap pada pria tersebut karena bagaimana pun pernikahan mereka hanya sementara tidak lebih dan satu kali lagi harus ditanamkan pada kepalanya bahwa pernikahan ini sembunyi – sembunyi.

“Kamu mau disana atau ikut?”

Suara Devan membuat Emma membuyarkan lamunannya dengan menatap pria tersebut yang berhenti beberapa langkah, Emma segera membereskan barang – barangnya dengan dimasukkan kedalam tas. Mendekati Devan yang masih setia menunggu dirinya dan tanpa diduga sama sekali menggenggam tangan Emma yang membuatnya terkejut, meski begitu Emma membalas genggaman tangan pria tersebut.

“Aku menikahi kamu tapi kita belum bicara dengan kedua orang tuamu.”

“Mereka sudah meninggal dunia.”

“Maaf tidak maksud sama sekali.”

“Payang kan nggak tahu jadi tidak masalah.”

Masuk kedalam mobil dimana hanya mereka berdua membuat jantung Emma berdetak kencang, setiap perlakuan Devan yang berbeda dengan Richard membuat dirinya sedikit takut akan mencintai pria ini.

“Kita tadi ada di perbatasan dan sebelah sana adalah Malaysia,” ucap Devan menunjukkan tempat yang dimaksud.

“Kenapa Payang meminta kita menikah?”

Devan menatap Emma sekilas lalu tersenyum “Besok kita sudah kembali dan seperti pasangan menikah pada umumnya adalah mengajak bulan madu.” Tidak menghiraukan pertanyaan Emma.

“Pernikahan kita hanya sementara dan sembunyi – sembunyi jadi untuk apa ada bulan madu?”

Devan tidak menjawab pertanyaan Emma dengan menatap pada jalanan, tidak lama mobil berhenti kembali yang menandakan mereka harus bekerja kembali. Tidak ada pembicaraan mengenai bulan madu yang membuat Emma sedikit kesal meski harus ditahannya karena saat ini yang terpenting adalah pekerjaan bukan pribadi. Devan sendiri memperlakukan Emma seperti seketaris pada umumnya saat bekerja dan benar – benar professional bagi Emma, pekerjaan selesai tidak lama kemudian dan mereka kembali pulang ke rumah selama di Kalimantan.

“Meski ini pernikahan sementara atau sembunyi – sembunyi tapi buat aku ini adalah pernikahan dan aku harus memperlakukan kamu seperti layaknya istri pada umumnya begitu juga kamu ke aku, jadi selayaknya pernikahan seperti yang lain aku ingin kamu merasakan bagaimana bulan madu denganku agar selalu teringat bulan madu pertama bersama suami kamu ini ketika kamu menikah dengan tunangan kamu.”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dan Dosa
9.5
Bisma, putra CEO kaya, terperosok dalam gaya hidup kelam dan gemar mempermainkan wanita. Namun, hidupnya berubah saat ia terobsesi pada Melati, kekasih sahabatnya sendiri. Tindakan Bisma justru membawa penderitaan bagi gadis yang ia harap mampu mengubahnya menjadi pria lebih baik. Kini, ia dihantui peringatan masa lalu bahwa kebahagiaan takkan pernah ia raih. Apakah ini kutukan atas segala dosanya? Bisma harus memilih antara melepaskan atau terus mengejar cinta.
Sampul Novel Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya
9.6
Lima tahun membina rumah tangga dengan Reynald tak membuat Riana bahagia. Alih-alih cinta, ia justru terjebak dalam lingkaran KDRT dan tekanan dari Mayang, ibu mertuanya yang membenci Riana karena belum juga memiliki keturunan. Penderitaannya mencapai puncak saat kehadiran wanita lain merusak pernikahan mereka. Merasa lelah dengan segala pengkhianatan dan kekerasan yang dialaminya, Riana akhirnya mengambil langkah tegas untuk mundur dan pergi.
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max
7.8
Hera mengira penderitaannya sudah mencapai batas, namun kemalangan lebih besar justru datang menghampiri. Ibunya terjerat utang pada Max, seorang lintah darat kejam, dan kini Hera yang harus menanggung konsekuensinya. Ia dijadikan tawanan sebagai jaminan hingga utang tersebut lunas sesuai tenggat waktu. Jika sang ibu gagal membayar, Hera harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Akankah ia mampu bertahan di bawah kendali penuh Max?
Sampul Novel Kasih Sayang Terselubung: Istri Sang CEO Adalah Aku
8.9
Dua tahun menjadi asisten, Evelyn terjebak kesepakatan intim dengan Brian demi biaya medis ibunya. Brian mengira Evelyn takkan pergi, namun cinta justru tumbuh di tengah pengkhianatan. Saat Evelyn menuntut cerai, rahasia besar terungkap: dia adalah istri sah Brian dari masa lalu. Kini Brian bertekad menebus dosanya dengan menyerahkan harta dan dukungan penuh. Meski Evelyn telah sukses menjadi CEO, Brian harus berjuang memenangkan hati wanita yang dulu ia remehkan.
Sampul Novel Kau Layak Menderita
8.1
Hidup Selina hancur setelah dijebak Rafael Donovan dalam pernikahan paksa. Saat Rafael lumpuh akibat kecelakaan, Selina menganggapnya karma dan memilih bertahan hanya untuk membalas dendam serta menguasai hartanya. Namun, di tengah kebencian itu, ia justru menemukan sisi rapuh dan penyesalan mendalam pada suaminya. Kini Selina terjebak dalam dilema antara misi balas dendam atau perasaan asing yang mulai tumbuh di hatinya bagi pria yang seharusnya ia benci.
Sampul Novel Mantanku yang Berhati Dingin Menuntut Pernikahan
9.2
Carrie terjebak dalam pernikahan kontrak yang dingin dengan Kristopher hingga ia tak sengaja jatuh cinta. Namun, saat krisis melanda, suaminya justru memilih wanita lain. Merasa dikhianati, Carrie pun memutuskan bercerai. Saat Carrie mulai bangkit dan dikelilingi banyak pria, Kristopher baru menyadari penyesalannya. Demi mendapatkan kembali mantan istrinya, ia menawarkan mahar 40 miliar rupiah dan menuntut sebuah pernikahan baru yang penuh ambisi.