Sampul Novel Cinta dan Dosa

Cinta dan Dosa

9.5 / 10.0
Dalam novel modern Cinta dan Dosa, Bisma sang pewaris billionaire terjebak obsesi gelap pada Melati. Di balik gaya hidup bebas, ia harus menghadapi konsekuensi masa lalu saat cintanya berbenturan dengan loyalitas sahabat. Simak kisah romansa penuh penebusan ini di web novel kami.
Ringkasan Cinta dan Dosa
Bisma, putra CEO kaya, terperosok dalam gaya hidup kelam dan gemar mempermainkan wanita. Namun, hidupnya berubah saat ia terobsesi pada Melati, kekasih sahabatnya sendiri. Tindakan Bisma justru membawa penderitaan bagi gadis yang ia harap mampu mengubahnya menjadi pria lebih baik. Kini, ia dihantui peringatan masa lalu bahwa kebahagiaan takkan pernah ia raih. Apakah ini kutukan atas segala dosanya? Bisma harus memilih antara melepaskan atau terus mengejar cinta.
Baca Selengkapnya

Cinta dan Dosa Bab 1

"Bis … aku ha-mil!" Raya menatap kekasihnya yang sedang menyantap makan siang mereka.

Bisma terlihat acuh, dia menatap Raya sekilas. "Ya, itu gampang."

"Jadi, kamu mau tanggungjawab, kan?"

"Tanggungjawab? Ngaco. Kita masih sekolah, gugurkan saja!" Bisma kembali malahap makanannya, tanpa memperdulikan Raya yang sudah menangis.

'Aku Bodoh. Aku sudah tahu kalau dia itu suka mainin wanita. Tapi … kenapa aku bisa menerima dia waktu itu?' Raya mengulas perutnya yang masih rata. Ini merupakan kesalahan terbesar yang pernah dia ambil. Desas desus itu memang sudah terdengar di telinga nya, bahwa seorang Bisma Adi Prasetyo merupakan seorang playboy ulung. Suka memainkan perasaan wanita, dan memutuskan hubungan dengan seenaknya.

Tapi, kenapa dia bisa terjebak dengan perasaannya sendiri? Dia malah menyerahkan sesuatu yang paling berharga miliknya, kepada lelaki sampah dihadapannya. Kepopuleranya di sekolah telah menutup desas desus itu. Sehingga masih banyak gadis yang sukarela dan memohon untuk menjadi kekasih dari seorang Bintang Sekolah.

"Kenapa nangis? Dari awal aku gak minta itu sama kamu. Bukannya kamu yang sukarela menyerahkan semua itu kepadaku?" Bisma menghentikan makannya. Dia mengambil sebuah rokok dan korek di saku celana, lalu menghidupkannya.

Ya, Raya bodoh. Semua perhatian yang diberikan Bisma membuat dia takut kehilangan lelaki itu. Awalnya dia berpikir dengan menyerahkan keperawanannya, Bisma tidak akan meninggalkannya. Namun dia salah, Bisma mengacuhkan dirinya. Bahkan benih yang dia tanam diperut Raya, sama sekali tidak berharga.

"A-ku, gak mau gugurin kandungan ini, Bis. Aku mau rawat dia." Raya menatap Bisma tajam, "kamu gak bisa giniin aku. Aku akan kasih tahu semua orang. Agar gak ada lagi yang jadi korban kamu kedepannya."

Bisma memandang remeh kearah Raya, dia menghisap kembali rokok ditangannya. "Kamu pikir semudah itu menghancurkan aku? Kamu lupa siapa aku? Aku bisa kapan saja menghancurkan keluarga kamu. Dan membuat semuanya menderita!"

Raya menggeleng, dia sadar tidak semudah itu bisa membalas perbuatan Bisma. "Baik! Aku gak bakal lakukan itu semua. Tapi, aku jamin Bisma. Kamu akan menyesal. Selama ini kamu menganggap wanita sebagai mainan kamu, dan mereka gak ada harganya dimata kamu.

Dan aku yakin, suatu hari nanti kamu akan menemukan orang yang berharga di hidup kamu. Aku bersumpah, kamu gak akan bahagia bersama dia. Kamu gak akan pernah bisa milikin dia! Dan kamu gak akan bisa menghapus air matanya, walaupun kamu berada didekatnya. Itu sumpah aku Bisma, kamu yang akan membuat perempuan yang kamu cintai merasakan penderitaan yang aku rasakan." Raya pergi meninggalkan Bisma dengan segala luka di dadanya. 'Walau aku berharap, aku adalah perempuan terakhir yang kamu sakiti," batin Raya.

Bisma menatap perempuan itu dengan tatapan tidak suka, sudah banyak orang menyumpahinya. Biasanya mereka menyumpahi Bisma. Namun, Raya malah menyumpahi orang yang dia cintai. 'Persetan dengan cinta. Kamu fikir jadi aku enak? Dituntut harus perfect dan harus menjaga nama baik keluarga. Padahal mereka saja tidak merawatku. Aku sangat menunggu ada orang yang bisa menceritakan keburukanku kepada daddy, dan membuat reputasinya buruk.' Bisma bergumam dalam hati, dia lalu mengambil sesuatu berbentuk pil obat dari saku celananya. 'Setidaknya dengan meminum ini, aku bisa sedikit menghilangkan stres.'

Raya berlari tanpa tujuan, dia tidak tahu kemana harus pergi. Saat ini, pasti kedua orangtuanya sangat khawatir. Beberapa kenangan indah dengan Bisma kembali muncul. Bila diingat sikap dan perhatian Bisma kepadanya sangat tulus. Bahkan lelaki itu kerap memanjakan dirinya, semua apa yang dia mau kalau itu selalu terwujud. Tapi, siapa yang tahu. Mungkin saja lelaki itu sedang tertawa sekarang, karena telah berhasil memainkan perasaannya.

"Ibu, maafin Raya. Raya bodoh ibu … ayah, hiks!" Raya menghapus air matanya. Dibawah langit sore Raya berjalan kaki ke arah sekolah, dia menuliskan suatu surat yang telah dia siapkan. Lalu menyimpannya di sebuah loker.

"A-ku, gak bakal melupakan kamu Bisma. Semua rasa sakit ini, kamu akan merasakannya. Aku harap, hanya aku yang jadi korban kamu. Dan tidak ada perempuan yang bernasib seperti Raya. Kecuali perempuan itu orang yang kamu cintai. Ya, dia harus merasakan penderitaan itu.

Bukankah ikatan seseorang itu akan semakin kuat. Ketika mereka saling merasakan rasa sakit bersamaan. Dan mereka yang mampu merasakan itu, adalah orang yang telah menganggapmu berharga dalam hidupnya."

Setelah dari sekolah, Raya pergi menyusuri jalanan. Suara khas dari kereta api membuatkan lamunannya. Diapun mempercepat langkahnya.

"Aku sangat menyedihkan."

***

Keesokan harinya, saat pertandingan basket antar sekolah hendak dilangsungkan. Tiba-tiba sebuah berita menggemparkan satu sekolah. Semua siswa berhamburan keluar, takala mereka mendengar kabar duka dari salah satu siswa SMA Bintang.

"Ya, aku gak nyangka banget." Ucap salah satu siswa.

"Sama, aku juga gak nyangka. Kok dia bisa berpikir pendek kaya gitu ya."

Bisma yang memang tidak suka dengan keramaian, memilih menghindari semua orang. Dan bergegas masuk ke ruang ganti untuk segera memakai kostum basket. Terlihat para anggota yang lain juga sedang membicarakan sesuatu yang serius. Namun, dia memilih acuh dan segera berjalan menuju loker miliknya.

"Ini …. " Bisma mengambil secarik kertas yang berada dalam loker. Dia berpikir itu adalah surat dari salah satu siswi yang mengagumi dirinya, diapun membukanya.

Bisma mengatur nafasnya, dan segera meremas kertas tersebut setelah membaca isinya.

AKU HARAP KAMU AKAN MENDENGAR BERITA HARI INI BISMA.

KONON KATA ORANG, SESEORANG AKAN LEBIH MERASAKAN SAKIT. SAAT MELIHAT ORANG YANG DIA SAYANGI MENDERITA.

ITU SUMPAH AKU BISMA. AKU TIDAK AKAN MELUPAKANNYA, BAHKAN SAMPAI AKHIR HIDUPKU

Bisma menghampiri anggota timnya yang sedang berkumpul. "Guys, ada apa sih kok orang-orang pada serius amat dari tadi?"

"Lo gak tau berita hari ini, Bis? Parah banget," tanya Alex, salah satu anggota tim basket.

"Nggak, emangnya ada apa?"

Doni menghampiri Bisma. "Raya Bis, dia bunuh diri di rel kereta api. Tubuhnya katanya hancur."

Deg.

Bagaimana ini bisa terjadi. Bisma menganggap bahwa Raya berniat membalas semua perbuatannya dengan menemui kedua orangtuanya. Tapi, gadis itu memilih mengakhiri hidupnya.

'Nggak … ini pasti salah.' Bisma menggelengkan kepalanya. Ia menelan saliva nya, berusaha bersikap setenang mungkin. "Kok bisa gitu?"

"Itu dia yang buat kita bingung, setau gue dia itu orangnya baik-baik saja. Makanya tadi ada pihak kepolisian datang ke sekolah," jawab Doni.

"Ya sudahlah, mending kita siap-siap aja. Tadi gue liat orang-orang dari SMA Angkasa sudah datang kesini. Kita harus bisa bikin mereka malu. Karena sudah datang kesini." Bisma mengalihkan perhatian mereka, agar dia fokus. Bisma tidak membunuhnya, ingat itu. Raya sendiri yang memilih mengakhiri hidupnya.

"Tapi, gue kekamar mandi dulu sebentar yah guys." Bisma pergi dengan perasaan gelisah. Dia memasuki kamar mandi dan mencoba membasuh mukanya.

"Nih!" Seseorang memberikan sebotol minuman kemasan kepada Bisma.

"Thank Di." Bisma menerimanya dan tersenyum sebaik mungkin kepada sahabatnya.

"Lo pasti udah denger kabar tentang Raya. Gue harap semua ini gak ada hubungannya dengan ambisi gila Lo."

'Uhuk' Bisma yang sedang minum tersedak. Bagaimana Maudi bisa membaca isi pikirannya. Haruskah dia jujur?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta dan Dosa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Akupun Menandatangani Namanya
8.4
Dikhianati oleh suaminya, Marvin Kurniawan, dan diracuni hingga tewas oleh putra kandungnya sendiri demi kekuasaan Irma Fasnitan, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun tepat di hari sumpah pernikahannya dua puluh tahun lalu. Bertekad menyelamatkan keluarganya, ia tidak menandatangani namanya sendiri di perjanjian nikah, melainkan nama Irma. Ia memilih membawa lari seluruh harta warisan peninggalan orang tuanya dan menghilang, menolak mati sia-sia untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Cinta Lama yang Membawa Duka
9.7
Demi menutupi pertemuan rahasianya dengan sang cinta pertama, seorang suami tega memanfaatkan putranya yang baru berusia enam tahun sebagai kedok. Namun, keputusan egois itu berakhir fatal saat sang anak dikirim membeli salep luka bakar dan tewas ditikam orang asing di jalan. Di tengah duka mendalam Susi yang menangisi kepergian putranya, sang suami justru menelepon dengan penuh amarah. Tanpa tahu kebenaran tragis yang terjadi, ia menuduh anaknya telah melukai Wenny dan menuntut bocah malang itu segera pulang untuk meminta maaf.
Sampul Novel Gadis Kesayangan Tuan Denish
9.6
Kejadian tak terduga menimpa seorang mahasiswi saat ia memergoki aksi panas dosennya di lorong kampus yang sepi. Pria itu adalah Heruon Danish, sosok pengajar tampan nan populer yang dikenal luas oleh seluruh mahasiswa. Bukannya merasa malu setelah tertangkap basah bersama mahasiswi lain, Danish justru mendekat dengan senyum sensual. Ia melontarkan tawaran provokatif yang menantang gadis itu untuk masuk ke dalam dunianya yang penuh gairah dewasa.
Sampul Novel Mempelai kedua
9.2
Suasana sakral pernikahan Rihanna berubah menjadi nestapa saat para tamu telah berkumpul. Di balik pintu, ia menangis pilu setelah melihat unggahan media sosial sepupunya. Foto itu menampilkan Vero, calon suaminya, sedang tidur memeluk wanita yang masih kerabatnya sendiri. Di tengah pengkhianatan yang menghancurkan hati, Rihanna terjepit dalam dilema besar. Haruskah ia tetap menanti kedatangan Vero atau membatalkan pesta demi harga dirinya meski harus mempermalukan keluarga?
Sampul Novel Mimpi Kelam Lilian
9.0
Lilian Audrey Grey menyimpan rahasia kelam dan kemampuan unik yang mengubah hidupnya. Ia terjebak konflik dengan Jaden, pria kasar yang membencinya karena masalah warisan sang nenek. Jaden yang menganggapnya penipu licik, memaksa Lilian masuk ke dalam kontrak mesum sepihak yang penuh intimidasi. Akankah Lilian menyerah pada perjanjian berbahaya ini? Mampukah Jaden melihat sisi lain Lilian saat rahasianya terungkap, atau ia akan terus menyiksa wanita itu?
Sampul Novel TERJEBAK CINTA SATU MALAM
7.8
Anaya Diandra hancur saat dikhianati kekasihnya dan dipaksa menikahi pria tua oleh ibu tirinya. Dalam keputusasaan, ia nekat menyerahkan kesuciannya kepada pria asing. Namun, sosok yang ia temui bukanlah pria sewaan, melainkan Kevin Wiratama, CEO ternama yang ternyata telah menolong ayahnya. Terikat perjanjian licik sang ibu tiri, Anaya kini terjebak melayani Kevin selamanya. Tanpa ia sadari, Kevin telah lama mengincarnya dan sengaja memasang jebakan cinta.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan