Sampul Novel Thief of Heart

Thief of Heart

9.5 / 10.0
Dalam novel Thief of Heart, Emma terjebak pernikahan rahasia dengan Devan, putra pemilik H&D Group, saat penugasan di Kalimantan. Di tengah status mereka yang tidak lajang, kisah billionaire romance novels ini menguji loyalitas saat cinta mulai tumbuh dalam ikatan ilegal mereka.
Ringkasan Thief of Heart
Emma, karyawan baru di H&D Group, tak menyangka hidupnya berubah drastis setelah bertemu Devan, putra pemilik perusahaan. Saat bertugas di Kalimantan, keduanya terjebak skandal hingga nekat menikah siri demi melegalkan hubungan, meski Emma sudah bertunangan dan Devan telah beristri. Perjanjian awal menyebut pernikahan ini berakhir saat Emma menikahi tunangannya. Namun, benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Akankah Devan jujur pada istrinya, atau Emma rela menjadi yang kedua?
Baca Selengkapnya

Thief of Heart Bab 1

Emma menatap penampilannya depan cermin yang sangat sempurna dimana hari ini adalah hari pertamanya bekerja sebagai sekretaris utama untuk bos kedua, hidup tanpa orang tua sudah dijalaninya beberapa tahun semenjak mereka meninggal dan disamping itu Emma tidak memiliki saudara sama sekali. Diusianya yang tiga puluh ini cukup membuat Emma memiliki banyak pengalaman bekerja yang dari awal sudah bekerja di H&D Group yang sangat terkenal tersebut, semua meremehkan kemampuan Emma bahkan ketika sudah bekerja ditempat tersebut.

“Cantik.”

Emma menatap Richard yang berdiri di depan kamar mandi bertelanjang dada, “ada jadwal apa hari ini?.”

“Paling di kantor aja, kenapa?” Emma menggelengkan kepala “Melihat kamu begini membuat aku ingin menarik ke ranjang.”

Emma melotot mendengarnya “Jangan aneh – aneh, aku udah siap ini bekerja.”

Emma berdiri langsung mencium bibir Richard sekilas sebelum meninggalkan apartemen untuk berangkat ketempat kantor terbarunya. Richard adalah tunangan Emma, dimana mereka telah menjalin hubungan selama hampir sepuluh tahun dan tidak ada tanda–tanda akan menikah. Keluarga Richard tidak menyukai Emma dan membutuhkan perjuangan besar agar mereka bisa bersama sampai sekarang, pada saat tunangan orang tua Richard semakin tidak suka tapi Emma tidak peduli karena memang bukan urusannya yang terpenting adalah dirinya dan Richard bukan orang lain.

Menatap bangunan yang ada dihadapannya dimana banyak rumor mengatakan bahwa perusahaan ini sangat memperhatikan karyawannya, keluarga Richard tidak percaya Emma bisa masuk kedalam perusahaan ini. Perusahaan yang sudah terkenal di seluruh Indonesia dengan nama berbeda dimana mereka bergerak di properti, tambang, pabrik makanan dan minuman, pabrik penghasil plastik, hotel, restoran dan banyak lagi. Emma bisa dikatakan beruntung masuk di perusahaan ini dan sangat penasaran bagaimana sosok dari pemilik ini sebenarnya, meskipun pernah melihat di berita tetap saja belum secara langsung berinteraksi dan pekerjaannya adalah wakil asisten dari sekretaris yang berarti dimana akan langsung berhubungan dengan orang yang memiliki jabatan tinggi di perusahaan ini.

“Emma?” Emma mengangguk pelan pada wanita yang tampak tegas ini “Saya Lila, ikut saya keatas.”

Emma mengikuti Lila dengan masuk kedalam lift sampai pada satu ruangan dimana tampak sepi yang sepertinya hanya orang – orang tertentu saja berada diruangan ini, dalam diam Emma masih mengikuti gerakan Lila yang melangkah menuju salah satu tempat dimana terdapat dua meja dan Lila menuju kesalah satu meja.

“Ini adalah meja kamu dimana posisi kamu setelah ini berada dibawah Pak Devan yang merupakan anak pertama” Emma mengangguk pelan “Beliau adalah petinggi kedua setelah Pak Wijaya, tapi karena Pak Wijaya sudah jarang datang jadinya Pak Devan yang mengurus semuanya disini bersama dengan saya.”

“Lalu ibu disebelah?” tanya Emma.

Lila menggelengkan kepala “Saya berada dilantai atas ini membantu Pak Wijaya dan istrinya” Emma mengangguk pelan “Pak Devan ini asisten baru yang diminta semoga sesuai dengan harapan.” Emma bingung saat Lila berkata seperti itu, secara otomatis membalikkan badannya.

Emma memandang pria yang akan menjadi atasannya ini dimana sangat berbeda jauh dengan Richard, berkenalan singkat sebelum akhirnya masuk kedalam ruangannya. Suara Lila membuat Emma tersadar atas apa yang baru saja dilakukannya dengan membayangi bentuk dari tubuh atasannya tersebut. Emma menghembuskan nafas pelan dan selanjutnya mendengarkan Lila menjelaskan mengenai pekerjaannya yang akan berhubungan dengan Devan, Emma mencatatnya dalam buku agar tidak terlalu lupa. Suara telepon membuat Emma mengangkatnya dimana Lila lupa untuk membawakan minuman di mejanya, Emma langsung menghubungi office boy agar membawakan minuman.

“Besok sepertinya Devan akan ke Kalimantan untuk melakukan kunjungan kurang lebih seminggu dan kamu harus ikut.” Lila menjelaskan setelah Devan masuk ke ruangannya.

Emma membelalakkan matanya mendengar kata – kata Lila “Bagaimana bisa saya ikut sedangkan masih baru, mbak?.”

Lila tersenyum, mengalihkan pandangan kearah lain “Masuk aja” saat melihat office boy datang “Devan bukan orang yang ribet karena dia hanya kunjungan sebentar sisanya menikmati waktu seperti liburan begitu.” Lila kembali fokus pada Emma.

Emma mengernyitkan keningnya “Maksudnya liburan sama kerja?” Lila mengangguk pelan “Kalau begitu aku nggak perlu ikut, mbak.”

“Harus ikut karena tiket sudah dibayar untuk dua orang.”

Emma terdiam dan tidak bisa membantah kata-kata Lila, tidak lama Lila berpamitan pada Emma menuju ruangannya meninggalkan dirinya seorang diri, Emma menghembuskan nafas pelan karena hanya seorang diri berada di lantai ini. Lila mengatakan jika beberapa lantai hanya ditempati seorang diri termasuk mereka berdua, meski ada ruangan asisten bersama dilantai bawahnya dimana menurut Lila jarang digunakan dan berakhir dengan digunakan oleh putra putri keluarga ini jika datang dan melakukan rapat keluarga.

“Kamu dibayar untuk bekerja bukan melamun” Emma terkejut dengan suara Devan yang sudah berada dihadapannya “Kamu pulang kemasi barang–barang dan kita bertemu di bandara jam enam sore.”

“Memang kita akan kemana?” Emma bertanya dengan perasaan bingung.

“Kalimantan karena sepertinya ada masalah serius, lakukan kata–kataku sekarang” Emma terdiam “Mana ponsel kamu?” Emma menatap bingung “Kamu harus menyimpan nomer aku supaya nanti mudah komunikasi.” Emma memberikan ponselnya dan hanya diam atas apa yang dilakukan Devan “Ini nomerku, ingat jam enam sore sudah ada di bandara.”

Emma menghembuskan nafas panjang saat melihat Devan berjalan menjauhi ruangan dan sepertinya akan turun kebawah, Emma menghubungi Lila untuk bertanya namun diminta untuk keatas agar lebih enak berbicara. Emma yang sudah diberi akses dengan mudah naik keatas dimana sepertinya tidak jauh berbeda dengan ruangan tempatnya berada.

“Maaf sepertinya ke Kalimantan hari ini karena ada sedikit masalah, tidak masalah kan?” Emma tersenyum lalu menggelengkan kepala “Nggak perlu bawa apa-apa karena cukup membawa diri dan pakaian saja, jadi lebih baik pulang dan nanti supir kantor akan jemput.”

“Lalu aku harus ngapain disana, Mbak?” tanya Emma.

“Semua jadwal sudah ada di email kamu, kamu tinggal mengikuti jadwal yang ada. Pak Devan juga memegang jadwal itu.” Lila menjelaskannya dengan rinci.

“Baiklah, aku pulang.” Emma mengucapkan dengan senyum terpaksa.

Emma hanya mengangguk mengikuti permintaan Lila, perlahan dirinya keluar dari gedung yang merasa cukup aneh hanya bekerja beberapa jam saja dan sekarang harus kembali meski dirinya nanti harus kembali bekerja untuk berangkat ke Kalimantan dan dirinya harus segera memberi kabar pada Richard saat ini juga. Perjalanan ke tempat tinggal dirinya tidak membutuhkan waktu lama, memasuki kamarnya dimana sedikit terkejut Richard berada didalam menatap dirinya tajam.

“Pekerjaan ini, sayang” memberikan tatapan memohon “kalau bukan pekerjaan nggak mungkin juga aku mau.” Emma berkata dengan ketakutan pada Richard.

Dalam perjalanan pulangnya Emma langsung memberi kabar pada Richard apa yang harus dilakukannya, termasuk dirinya yang harus berangkat ke Kalimantan.

“Awas sampai melakukan sama bos kamu” Emma mengangguk pelan “Layani aku saat ini.” Richard berkata dengan nada dingin.

“Bukankah sudah dan kamu minta lagi?” tanya Emma dengan tatapan bingung.

“Tentu karena kamu sangat menggairahkan.”

Richard membuka paksa pakaian Emma dengan memintanya menunduk dalam satu kali dorongan dimana juniornya masuk semua membuat Emma menjerit tertahan, selalu seperti ini sampai Richard merasakan puas telah membuat Emma terkapar bahkan tidak bisa jalan. Richard telah mencapai klimaks dengan segera dikeluarkan juniornya yang membuat Emma sedikit bernafas lega, ditepuknya pelan bokong Emma dimana dari dalam miliknya dapat terlihat cairan Richard keluar hingga di kaki. Richard menggendong Emma kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan pastinya setelah itu dirinya, Emma keluar dalam keadaan segar yang membuat Richard tersenyum. Meski Richard selalu memperlakukan hal baik tapi ketika melakukan hubungan intim, harga dirinya seakan diinjak oleh pria ini dengan perlakuan kasarnya.

“Aku mencintaimu.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Thief of Heart

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Punya Ragamu Tapi Tidak Hatimu
8.4
Silva dan Silvi adalah kembar identik yang berbagi segalanya, termasuk perasaan cinta pada Kenzo. Namun, takdir berkata lain saat Silva yang sakit-sakitan meninggal dunia di usia dua puluh tahun. Sebelum wafat, Silva meminta Silvi menggantikan posisinya untuk menikah dengan Kenzo. Meski Silvi menerima wasiat itu demi cintanya, kehidupan pernikahan mereka tidak seindah bayangan. Mampukah Silvi memenangkan hati suaminya yang masih terikat bayang-bayang kakaknya?
Sampul Novel BUKAN KISAH SEMPURNA
8.8
Demi membiayai pengobatan Alvaro yang koma, Adinda terpaksa menikahi Alvin. Konflik memuncak saat ia tahu Alvin belum melajang dan tugasnya adalah membuat pria itu melupakan sang istri. Saat misi menaklukkan hati Alvin berhasil, Alvaro justru tersadar. Adinda terjebak dilema besar: tetap bersama Alvin sebagai yang kedua, atau kembali ke pelukan Alvaro namun harus menghadapi penolakan keras dari keluarganya. Sebuah pilihan sulit di tengah takdir yang rumit.
Sampul Novel CEO in My Bed
8.6
Mahesa, pria kaya yang skeptis terhadap cinta akibat masa lalu kelam, mengajukan tawaran gila kepada Athalia. Ia berjanji membiayai pengobatan adik Athalia asalkan gadis itu bersedia menjadi teman tidurnya selama satu bulan. Di tengah tuntutan dingin sang CEO yang kerap merendahkan wanita, Athalia bertahan dengan ketulusan hatinya. Akankah pengabdian dan kasih sayang Athalia mampu meruntuhkan dinding keangkuhan Mahesa dan membuatnya percaya pada cinta?
Sampul Novel CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO
8.5
Pertemuan dan perpisahan adalah bagian dari garis takdir yang tak terelakkan. Sepasang kekasih terjebak dalam dilema besar saat cinta tulus mereka terbentur tembok perbedaan yang nyata. Di tengah tangis dan dekapan erat, sang pria berusaha meyakinkan bahwa perasaan mereka tidaklah salah. Namun, perbedaan keyakinan menjadi ujian berat bagi masa depan mereka. Di dunia di mana jodoh dan maut telah tertulis, mampukah mereka bertahan saat takdir seolah memaksa untuk menjauh?
Sampul Novel Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
9.0
Mireya Herlambang adalah penembak jitu andalan kelompok pembunuh Galaxy Hitam di kota Irich. Dia menerima misi berbahaya dari ketuanya untuk menghabisi nyawa Arnold Aksara, seorang jenderal yang dikenal sangat dingin dan kejam. Mireya bersedia melakukannya demi satu syarat: bantuan untuk membalas dendam keluarganya yang tewas. Namun, mampukah Mireya menuntaskan tugasnya, atau justru ia akan terpikat oleh pesona sang jenderal yang mulai menggoyahkan niatnya?
Sampul Novel Sepatu Balet Berdarah
8.5
Dunia tari balet diguncang oleh kematian tragis Janice yang sangat mengerikan. Sejak nyawanya hilang, rentetan peristiwa ganjil dan di luar nalar mulai menghantui orang-orang di sekitarnya. Terlepas dari keraguan banyak pihak, sosok Janice terus menampakkan diri secara nyata. Ia muncul dengan tangan kanan yang melambai, sementara tangan kirinya menggenggam sepatu balet bersimbah darah. Teror ini takkan berhenti hingga kebenaran kelam di balik kematiannya terungkap.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan