Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Young Lady And The Mafia

The Young Lady And The Mafia

Griffin Hall, pelarian yang diadopsi Godfather Shadrach di Manhattan, berambisi merebut kekuasaan ayah angkatnya di usia muda. Di tengah gejolak itu, ia bertemu Yara Whitney, bangsawan yang mengidap penyakit mematikan. Meski berbeda kasta, Yara terseret ke dunia mafia yang penuh darah, nafsu, dan keserakahan. Cinta bertepuk sebelah tangan dan perebutan tahta menciptakan rintangan pedih bagi mereka. Akankah perasaan tulus sang nona mampu bertahan di pusaran konflik kriminal ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi ini Griffin tampak seperti mayat hidup. Mimpi buruk yang dialaminya semalam benar-benar membuat dirinya terus terjaga sampai matahari terbit. Dan kini Griffin memulai paginya dengan tergesa-gesa.

Setelah selesai menghabiskan kopi paginya, Griffin langsung meninggalkan tempat tinggalnya, menuju satu tujuan. Dia berniat untuk mendatangi Alexavier Emilio yang berada di kawasan Manhattan.

Saat Griffin datang semua orang yang ada di dalam sana dan mengenalnya, membungkukkan badannya untuk menyapa dengan sopan dan hormat.

“Griffin,” Emilio menghampiri Griffin yang sedang minum di meja panjang di depan seorang bar tender.

“Kudengar Arthur sedang mengincarmu? Dia bahkan mencarimu di seluruh Manhattan.”

“Benarkah?” Griffin tidak terlalu memikirkan perkataan Emilio. Karena baginya Arthur bukanlah siapa-siapa? Lagi pula Arthur tidak ada apa-apanya bagi dirinya.

“Tidak biasanya di sini cukup ramai.” Griffin bertanya sembari menggoyangkan gelas minuman di tangannya.

“Ya, di sana banyak nona-nona cantik dan kaya raya. Mungkin jika kau ke sana kau akan mendapatkan salah satu dari mereka.” Emilio sedikit menggodanya. Griffin hanya mengulas senyum di wajahnya yang dingin.

Walau masih tengah hari tetapi bar yang berada di bawah naungan Griffin itu tampak ramai oleh pengunjung. Griffin menikmati minuman yang disajikan pada dirinya, ia menyesapnya dengan anggun, menikmati setiap tetes yang melewati kerongkongannya.

Dari pintu masuk, datang seorang wanita yang menarik perhatiannya. Dia terlihat kaya, sangat cantik dan anggun. Wanita itu berjalan menuju sebuah ruangan dimana nona-nona cantik tengah berkumpul.

Griffin tidak bisa memalingkan pandangannya, ia terus menatapnya hingga wanita itu masuk ke dalam ruangan.

“Apa Kau mengenal wanita itu?” Griffin menatap Emilio dengan pengharapan namun, Emilio tidak tahu persis tentang siapa wanita itu. Untuk sesaat Griffin bersama wanita itu saling memandang walau hanya beberapa detik saja namun, telah memberi kesan yang berarti baginya.

Emilio menatap Griffin dengan tatapan yang heran. Karena tidak biasanya ia bertingkah seperti itu. Emilio hanya mengulas senyum saat mengamati Griffin yang terus-menerus menatap ke arah dimana wanita itu singgah. Kedamaian yang dirasakan oleh Griffin dan kawan-kawan tak berlangsung lama tiba-tiba seorang anak berlari masuk ke dalam dan berteriak.

“Griffin kau harus lari!” teriakannya menggema di seluruh sudut bar.

Griffin belum tahu arti dari teriakannya dan tiba-tiba segerombolan orang menerobos masuk. Tanpa basa-basi menyerang semua orang yang ada di dalam bar. Entah itu pengunjung atau sekutu dari pada Griffin sendiri.

“Griffin!” seseorang berteriak dari arah luar.

“Ada apa ini? Emilio apa yang terjadi?” Griffin bertanya dengan nada sedikit tinggi pada Emilio. Padahal biasanya dia tidak pernah bicara seperti itu.

“Sepertinya sudah dimulai.” Emilio berpindah posisi kini dia berada di belakang punggung Griffin.

“Lihatlah,” Emilio mengisyaratkan pada Griffin untuk melihat ke arah pintu masuk. Dan di sana masuk seorang pria dengan tubuh besar tegap dan tinggi.

“Bukankah dia? Antek Papa?” Emilio bertanya pada Griffin.

“Ya, kau benar. Dia Dominic.” Saat Griffin tengah menjawab pertanyaan Emilio tiba-tiba seorang pria datang ingin menghantam kepala Emilio.

“Awas!” Dengan sekejap mata Griffin segera menendangnya hingga pria itu membentur lemari kaca yang berisi botol minuman. Suara pecahan kaca begitu menggelegar.

“Emilio hati-hatilah! Jangan sampai terluka.” Griffin dan Emilio segera berpencar mereka berkelahi dengan orang-orang yang menerobos masuk membawa senjata lainnya. Perkelahian terjadi cukup lama.

Dentuman suara tulang retak dan patah mewarnai baku hantam yang terjadi di dalam bar. Pecahan kaca terdengar jelas di telinga saat lawan dilemparkan oleh Griffin.

Tak banyak bicara Griffin dan Emilio saling membantu satu sama lain. Emilio menganggukkan kepalanya memberi isyarat pada Griffin untuk melakukan segala cara agar mereka bisa mengalahkan semua pecundang yang berani membuat keributan di wilayahnya.

Di sisi lain bar terjadi keributan yang sangat besar, terdengar suara teriakan yang memekakan telinga. Saat Griffin tengah mencari anak buahnya, ia tidak sadar bahwa dari arah belakang sudah ada yang mengincarnya.

Namun, saat seseorang tengah bersiap memukul kepala Griffin dengan tongkat bisbol di situ Emilio beraksi. Ia memukul balik orang itu sebelum mengenai Griffin. Emilio berusaha bertahan, pukulan demi pukulan di terimanya.

Griffin juga tak kalah terpojok. Dia membanting orang yang berani menyentuhnya. Wajah tampannya lebam karena menerima beberapa pukulan tepat di wajah. Kini Emilio dan Griffin saling membelakangi. Mereka berdua bersiap untuk menyerang kembali.

Pertarungan semakin sengit. Napas Griffin tersengal dia berusaha bangkit setiap kali dia dipukul jatuh oleh lawannya.

Duar! Duar! Duar!

Suara dentuman peluru itu menggema di seisi ruangan, Griffin dan emilio berlindung di balik meja bar. Kondisi Emilio tak kalah buruk dengan Griffin darah segar mengalir di sekitar kepalanya. Begitu pula denga Griffin, lengan serta bagian tubuh lainnya terluka oleh pecahan kaca serta bekas sabetan senjata tajam.

“Ya! Emilio lihatlah. Kondisimu tak lebih buruk dariku!” Griffin seakan mengejek dirinya sendiri.

“Ini pasti ulah Arthur.” Napas Emilio terengah-engah saat mengatakannya.

“Frederick Arthur! Aku akan membalasnya jika ini adalah ulahnya.” Griffin mengatupkan rahangnya. Tampak amarah memuncak dari sorot matanya. Griffin mengeluarkan kepalanya mencoba memeriksa situasi. Dengan hati-hati ia mengedarkan pandangannya ke penjuru bar. Setelah memastikan jika suara tembakan itu sudah berhenti meraung Griffin dan Emilio keluar dari tempat persembunyiannya. Dan mereka kembali terlibat perkelahian. Griffin di tarik dan di tinju beberapa kali.

“Griffin!” Emilio berteriak saat Griffin di kepung oleh segerombolan orang. Griffin yang terkena pukulan sedikit goyah tampak di sudut bibirnya keluar sedikit darah. Griffin menyekanya dengan kasar. Sorot matanya kini seperti seorang predator yang ingin menghabisi mangsanya. Dengan bengis ia kembali menghantam orang-orang yang berani menyentuhnya tanpa belas kasih sedikitpun.

Di dalam bar sudah sangat kacau, meja kaca dan lemari kaca sudah hancur. Ditambah dengan pengunjung yang saling berteriak karena ketakutan mereka.

Saat Griffin tengah menahan serangan tiba-tiba para wanita keluar dari sebuah ruangan. Salah seorang wanita tertangkap oleh Dominic. Ia mencoba berontak namun, apa daya kekuatannya tak sebanding dengan pria yang menyeretnya.

Rambut indah wanita itu dijambak dan tubuhnya diseret keluar dari dalam ruangan. Sejenak Griffin tertegun ia menatap lekat wajah wanita itu. Beberapa detik saja Griffin menatap mata indahnya ia tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Sorot matanya memohon untuk diselamatkan.

“Tolong!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda keturunan iblis, harus menjalani hukuman sepuluh kehidupan fana demi melewati bencana cinta. Meski tumbuh di alam langit, ia terus dikucilkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudarinya. Namun, Kaisar Langit memiliki rencana terselubung di balik sanksi ini. Sang Kaisar ingin Aranjo kehilangan perasaannya agar bisa meraih kekuatan absolut sebagai Dewi Agung. Akankah takdir berjalan sesuai ambisi sang penguasa, atau justru sebaliknya?
Sampul Novel Gadis Rahasia Kapten
8.7
Kapten Anatoly tak pernah menduga bahwa cinta pertamanya adalah Helen, turis Jerman yang ia sembunyikan di rumahnya saat Rusia menyatakan perang. Di tengah ketegangan konflik, hati sang kapten yang dingin perlahan mencair. Namun, kebahagiaan itu hancur saat identitas asli Helen terungkap sebagai putri dari musuh negaranya. Kini, Anatoly terjepit dalam dilema besar antara kesetiaan pada negara atau menyelamatkan wanita yang ia cintai. Pilihan manakah yang akan ia ambil?
Sampul Novel GAIRAH LIAR ISTRI BOSKU
9.7
Theresa menjalin hubungan gelap dengan pengawal pribadinya, Aaron Parker, demi membalas pengkhianatan suaminya, Charles Bosley. Namun, pesona Theresa juga memikat Sean Dalbert, politikus Italia yang ambisius. Setelah Charles tersingkir, persaingan sengit pecah antara Aaron dari Organisasi EXO dan Sean yang mengincar kursi walikota New York. Di tengah intrik politik dan perebutan kekuasaan, Theresa terjebak dalam pilihan sulit antara sang bodyguard atau sang politikus.
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Manfred Argianta Bergmans atau Gian menjalani hidup penuh penderitaan akibat perundungan keluarga dan teman sekolahnya. Hanya Alicia yang setia mendukungnya, meski hal itu memicu intimidasi yang lebih parah. Setelah menolong kucing malang, Gian menerima warisan kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius dalam mimpi. Didampingi seekor tikus putih sebagai mentor, ia memulai misi balas dendam. Namun, saat dianggap monster dan Alicia menjauh, sanggupkah Gian memenangkan perang ini?
Sampul Novel Kobaran Masa Lalu
9.0
Rumah tangga seorang wanita hancur ketika suami dan anaknya membawa perempuan manipulatif masuk ke hidup mereka. Alih-alih dibela, ia justru disudutkan hingga memutuskan bercerai. Namun, di hari perceraian, wanita itu mengunci dan meledakkannya dalam rumah. Sang suami yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran justru menyelamatkan si perusak rumah tangga karena mengira istrinya telah tewas. Saat ia kembali hidup-hidup, mereka malah menuduhnya berpura-pura mati demi balas dendam.
Sampul Novel Ksatria Naga Phoenix
8.3
Ramalan kuno di Benua Arkandaria memperingatkan kemunculan Naga Langit yang akan membawa kiamat. Hanya Ksatria Naga Phoenix yang mampu menghentikannya, namun sosok sakti ini hanya dianggap dongeng. Zhu Fei, putra Panglima Zhu Lei, diramalkan menjadi ksatria pertama tersebut. Di usia lima tahun, ia harus menjalani latihan berat di Pulau Pek Long demi memenuhi takdirnya. Akankah ia berhasil mencegah kehancuran dunia atau ramalan itu tetap menjadi legenda?