Sampul Novel Merebut Istri Yang Kau Sakiti

Merebut Istri Yang Kau Sakiti

8.2 / 10.0
Dalam novel Merebut Istri Yang Kau Sakiti, Naila terjebak pernikahan toksik dengan Daffa, anggota geng motor. Raihan berniat menyelamatkannya dari situasi berbahaya ini. Temukan kelanjutan nasib mereka di romance novel ini, salah satu fiction books terbaru yang penuh konflik dan aksi.
Ringkasan Merebut Istri Yang Kau Sakiti
Naila, gadis salihah berusia 21 tahun, terjebak dalam pernikahan pahit dengan Daffa, anggota geng motor berperilaku buruk. Meski menderita akibat sikap kasar suaminya, Naila memilih bertahan dan menganggapnya ujian Tuhan. Ketabahan ini menarik simpati Raihan, teman kuliahnya yang bertekad menyelamatkan Naila dari hubungan beracun tersebut. Namun, apakah bantuan Raihan akan membebaskan Naila atau justru memicu masalah baru yang lebih berbahaya bagi mereka?
Baca Selengkapnya

Merebut Istri Yang Kau Sakiti Bab 1

Naila sedang berjalan di jalanan umum di dekat rumahnya. Namun, dia menundukan wajahnya setiap berpapasan dengan seorang laki-laki yang bukan mahramnya, sehingga tanpa sengaja, dirinya menyenggol tas ransel seorang lelaki hingga terjatuh.

"Maaf." Segera, Naila berkata dengan panik seiring membantu mengambil tas di atas tanah. 

"Iya, tidak apa," ucap Raihan--si pemilik tas. 

Naila dan Raihan saling memandang sekejap, tetapi Naila kembali menundukkan kepalanya. Dengan santun dan sesal, Naila berkata, "Sekali lagi, saya minta maaf." 

"Tidak apa." Raihan memaafkan dengan enteng. 

"Kalau begitu, saya permisi," pamit Naila. 

"Eu, tunggu!" cegah Raihan, "saya sedang mencari alamat, kamu bisa bantu? Kebetulan saya mahasiswa pindahan yang akan kuliah di kampus dekat sini. Saya tidak tahu jalan," kekeh Raihan. 

Naila memutuskan membantu laki-laki di hadapannya sebagai permohonan maafnya. "Memangnya kamu mau ke mana?" Sekali lagi, Naila dan Raihan beradu tatapan sekejap karena Naila segera menundukan wajahnya lagi, menatap tanah di bawahnya. 

"Mau ke rumah tante saya," jawab Raihan seiring mencoba mencari tahu wajah si gadis.

"Iya sudah, saya akan antar. Coba lihat alamatnya," pinta Naila tanpa menatap wajah laki-laki di hadapannya, dirinya hanya menatap secarik kertas di dalam genggaman Raihan.

Raihan menyodorkan cacatan kecil itu. Naila mengenali alamat yang tertulis di atas permukaan kertas. "Oh, ini sih tidak jauh dari sini. Ini rumah Tante Rumi yang buka toko roti kan?" tanya Naila untuk memastikan seiring menatap ke arah Raihan.

"Iya, Tante Rumi adiknya mama saya," jawab Raihan bersama tatapan kagum pada gadis berhijab rumahan di hadapannya.

"Saya akan mengantar kamu, mari," ajak Naila yang mulai berjalan di hadapan Raihan.

Selama dalam perjalanan, laki-laki jangkung ini memerhatikan cara berjalan Naila yang sedikit pincang seperti pernah menginjak sesuatu yang menyakiti telapak kakinya.

Tidak ada obrolan di antara Raihan dan Naila hingga gadis ini berhenti di salah satu ruko. "Ini rumah Tante Rumi." 

Raihan segera menyebarkan tatapan ke arah rumah mewah itu dengan toko roti di pinggirnya, kemudian memicingkan tatapan kala melihat wanita yang sedang mengemas beberapa roti ke dalam kotak. "Eh iya, itu tante saya," riang Raihan, "thank ya, mampir yuk," ajaknya pada Naila. 

"Tidak usah, terimakasih. Sebenarnya saya mau ke warung," tolak halus Naila. 

"Oh, iya sudah. Maaf ya, kamu jadi antar saya," sesal Raihan. Seandainya dia tahu lebih awal maka dirinya tidak akan meminta diantar atau hanya sekedar menanyakan alamat. 

"Tidak apa. Kalau begitu saya permisi." Naila berlalu sebelum sempat saling memperkenalkan diri. 

Raihan menatap sekejap kepergian Naila, kemudian menemui Rumi. "Siang, tante." 

"Eh, Raihan. Kapan kamu datang?" sambut hangat Rumi. 

"Barusanlah, tante," kekeh Raihan, "tadi Raihan diantar cewek, tapi belum sempat kenalan, padahal cantik," sesalnya. 

"Bagaimana ciri-cirinya, siapa tahu tante mengenalnya karena kalau anak-anak sini tante tahu," tutur santai Rumi seiring membantu karyawannya melayani pembeli. 

"Eu ... cantik, tapi sedikit pincang, mungkin telapak kakinya terluka." 

Rumi segera membidik tatapannya pada Raihan. "Mungkin itu Naila, tante dengar kakinya terkena pecahan gelas." 

"Hah, kasihan sekali. Sudah diobati, kan?" cemas Raihan pada seseorang yang baru saja ditemuinya. 

"Iya mungkin sudah, tapi tante tidak tahu." Rumi menggendikan bahunya, kemudian berpesan, "kalau kamu bertemu Naila lagi, lebih baik cukup menyapa karena Naila baru saja satu minggu menikah."

"Eu, iya tante." Ada nada kecewa dalam suara Raihan karena sebenarnya dirinya ingin memiliki kesempatan kedua bertemu Naila. 

Sementara, Naila baru saja pulang ke rumah setelah membeli perban baru untuk kakinya yang dibalut sepatu dan kaos kaki agar tidak terkena polusi udara. "Aw," rintih gadis ini kala kaos kaki itu menempel di area luka. 

Naila mulai membalut perban pada kakinya setelah dibersihkan menggunakan alkohol. "Semoga saja tidak ada pecahan kaca yang tertinggal," harapnya seiring mengingat penyebab luka di kaki kanannya yang terjadi dua hari yang lalu. 

"Kamu kemana saja sih, jam segini baru pulang?" tanya ketus Daffa-suaminya Naila. Mereka menikah hasil dari perjodohan. 

"Maaf, saya banyak tugas di kampus," jawab santun Naila, sikapnya sangat jauh dengan sikap yang ditunjukan Daffa.  

"Alasan. Sekarang juga sediakan kopi buat saya. Saya haus, lapar, saya kuliah sambil bekerja harusnya kamu lebih pengertian dong!" teguran Daffa yang seakan semua kesalahan ada pada Naila. 

"Iya, sebentar." Naila bergegas menyimpan tas dan buku-bukunya ke kamar, kemudian segera menyeduh kopi untuk Daffa. Namun, karena airnya terlalu panas dan di dalam gelasnya tidak tersedia sendok. Maka, gelas itu pecah hingga percikan air panas menyapa rok dan tangan Naila, sedangkan kakinya terkena tumpahan air panas serta pecahan gelas. "Kya!!!" jeritnya. 

Daffa segera menghampiri Naila ke dapur. "Ada apa sih, ribut sekali?" kesalnya. 

Kaki Naila kepanasan sekaligus kesakitan hingga darah mengucur. Daffa menyaksikannya, tapi tidak memiliki belas kasihan. "Begitu saja tidak becus!" Laki-laki ini segera berlalu menuju rumah orangtuanya, sedangkan Naila dibiarkan sendiri bersama denyutan brutal di area kaki dan hati teriris. 

Sampai saat ini Naila masih harus merasakan sakit itu, hingga tanpa sadar sebuah tetesan bening mengucur, kemudian tangan kanannya segera menyapu jejak basah dengan kasar. "Saya tidak boleh menangis. Saya menikah dengan Daffa karena saya ikhlas." 

Naila adalah seorang anak petani. Orangruanya terlilit hutang belasan juta, sedangkan Daffa anak orang berada yang telah meminjamkan uang pada orangtuanya Naila. 

Namun, Daffa terkenal tidak baik di daerah ini. Atittudenya sangat rendah, dia juga seorang anak motor. Maka, untuk mengubah Daffa menjadi lebih baik orangtuanya memutuskan menikahkannya dengan Naila seorang gadis baik-baik dan shalehah. 

Naila adalah sosok menantu impian Haris dan Farida. Maka, mereka segera melamar Naila untuk Daffa berharap putranya menjadi lebih baik setelah dinikahkan. Lalu, soal hutang piutang semua dianggap lunas. 

Awalnya Heru dan Mia tidak setuju karena masa depan Naila sangat panjang, apalagi putrinya dilamar untuk Daffa tentu saja mereka tidak memiliki minat sedikitpun.

Namun, karena Haris dan Farida telah membantu Heru dan Mia dimasa sulit. Maka, akhirnya Naila dinikahkan dengan Daffa. Pernikahan mereka terjadi satu minggu yang lalu dengan acara besar-besaran. Haris dan Farida juga sangat menyayangi Naila layaknya anak mereka sendiri, tapi kasih sayang kedua orang itu sangat berkebalikan dengan Daffa yang justru sama sekali tidak menginginkan Naila. 

Maka semenjak malam pertama, Daffa memperlakukan Naila dengan cara tidak baik. Kata-kata kasar sering keluar dari mulutnya bahkan saat Naila ketakutan, Daffa semakin menjadi. Dia semakin brutal di malam pertama mereka. 

Perbedaan usia Daffa dan Naila satu tahun saja. Sekarang, Daffa sudah mulai bekerja di perusahaan ayahnya karena harus menafkahi Naila, tapi tentu saja nafkah lahir itu tidak akan pernah sampai pada istrinya. 

Kini, Daffa baru saja menunjukan batang hidungnya kala Naila meringis kesakitan di area kakinya. "Ngapain kamu, sudah masak belum? Jangan pemalas jadi istri!" hardik Daffa. 

Bersambung ....

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Merebut Istri Yang Kau Sakiti

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gadis Bucin Dan Cowok Dingin
8.3
Cinta sering kali membutakan logika dan meninggalkan goresan luka yang mendalam di hati. Meski penuh dengan kegilaan serta rasa sakit, perasaan ini menyimpan kekuatan yang tidak terduga. Siapa yang akan menyangka bahwa cinta justru menjadi penawar paling ampuh untuk menyembuhkan segala duka? Inilah sebuah kisah tentang bagaimana keajaiban kasih sayang mampu menggetarkan jiwa siapa pun dan mengubah kepedihan menjadi sebuah kebahagiaan yang nyata bagi mereka.
Sampul Novel PERNIKAHAN PENUH KEBENCIAN
8.3
Sepuluh tahun berlalu, Rina Wibowo kembali bertemu Aditya Harsono sebagai guru privat anaknya. Karena perubahan fisik, Adit tak mengenalinya dan justru jatuh cinta lagi. Namun, saat identitas asli Rina terungkap, cinta berubah jadi dendam membara. Adit berencana menikahi Rina hanya untuk menyiksanya sebagai balasan luka masa lalu. Di tengah penderitaan itu, sanggupkah Adit mempertahankan kebenciannya ketika Rina akhirnya memilih pergi dan meminta cerai selamanya?
Sampul Novel Skandal Dengan Boss
8.6
Alvaro menolak Anjani bekerja karena keterlambatan saat wawancara. Kesal, Anjani membalas dengan memfitnah Alvaro menghamilinya di depan tunangannya. Akibatnya, Alvaro diusir oleh keluarganya. Demi menuntut tanggung jawab, Alvaro mencari Anjani dan memaksanya tinggal bersama. Namun, kebencian berubah menjadi skandal cinta terlarang hingga Anjani benar-benar hamil. Kini, Alvaro harus berjuang melawan restu orang tuanya yang menganggap hubungan mereka hina.
Sampul Novel Terpesona oleh Istri Seribu Wajahku
8.7
Marsha adalah dokter hebat, CEO, tentara bayaran, sekaligus pakar teknologi yang menyembunyikan identitas demi menikahi pria sederhana. Namun, di malam pernikahan, tunangannya yang ternyata ahli waris kaya malah membatalkan janji dan menghinanya. Saat rahasia Marsha terungkap, sang mantan menyesal dan memohon ampun. Di tengah kekacauan itu, seorang pria berkuasa muncul melindungi Marsha dan menegaskan bahwa ia adalah istrinya yang tak boleh disentuh.
Sampul Novel Ustadz Imamku
8.0
Kayra Naadhifa Syifa, putri konglomerat yang pemberontak dan kerap membuat onar, akhirnya dikirim orang tuanya ke sebuah pesantren milik sahabat ayahnya demi memperbaiki perilaku. Di sana, ia bertemu Muhammad Adnan Muammar, ustadz tampan yang sangat taat namun bersikap dingin dan cuek kepada setiap wanita. Meski tampak datar, Adnan menyimpan kepribadian asli di balik paras rupawannya. Akankah lingkungan religi ini mampu mengubah hidup Kayra yang terbiasa bebas?
Sampul Novel WITHERED BISA SEBODOH APA DIRIKU?
8.8
Arini menanggung luka batin yang teramat dalam akibat pengkhianatan suaminya, Ken. Selama ini ia memilih bungkam meski tahu sang suami berselingkuh, hingga tragedi merenggut nyawa buah hati mereka. Arini pun memutuskan pergi demi kedamaian. Namun, Ken mendadak muncul memohon kesempatan kedua sambil membawa anak hasil hubungan gelapnya. Akankah Arini kembali pada pria yang menghancurkan hidupnya? Ikuti kisah pilu Arini dalam menghadapi pengkhianatan ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan