Sampul Novel The Warriors

The Warriors

8.8 / 10.0
Dalam The Warriors, Dewi rubah Gu Chaewon terasing di bumi dengan ingatan tersegel. Ia harus memilih antara ambisinya melindungi Lee Tae-oh atau menghadapi hukuman Dewa Hwa-nim. Ikuti fantasy novel penuh aksi ini di web novel pilihan yang mengadu takdir dewa dan manusia.
Ringkasan The Warriors
Dewi rubah Gu Chaewon turun ke bumi dengan ingatan yang tersegel oleh Hwa nim. Hidup dalam tubuh fana, ia mengalami krisis identitas dan terobsesi melindungi Lee Tae-oh, teman masa kecilnya. Namun, kembalinya jati diri Chaewon justru memicu amarah besar yang mengancam dunia manusia serta dewa. Hwa nim, sang suami sekaligus pemberi segel, terpaksa turun tangan. Mampukah Chaewon menerima takdirnya atau ia akan nekat merombak tatanan dua dunia yang berbeda ini?
Baca Selengkapnya

The Warriors Bab 1

Angin berhembus dengan tenang dan menerbangkan kelopak Bunga mawar yang tumbuh di sebuah bahu jalan menuju sebuah lapangan yang luas, Lapangan itu di penuhi oleh rumput-rumput yang  hijau dengan sebagian yang kering karena sinar matahari.

Di tengahnya terdapat sebuah pohon besar yang rindang yang tumbuh dan di jadikan sebagai tempat berteduh oleh seseorang dari sinar matahari, Angin yang menerbangkan kelopak bunga tersebut meniupkan salah satu kelopak bunga pada orang yang tengah berbaring di bawah pohon tersebut, Kelopak bunga itu terhenti tepat di wajahnya yang membuat orang tersebut perlahan membuka matanya.

Gu Chaewon, membuka matanya dengan perlahan, Ia pun menghembuskan nafasnya dengan berat, dengan tatapan penuh rasa lelah ia memandangi langit-langit kamarnya selama beberapa menit sampai akhirnya ia pun bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas untuk bersiap-siap pergi ke sekolah.

Ia turun dari kamarnya untuk segera pergi ke sekolah, dan ia mendapati bahwa kedua orang tuanya tengah tidak ada di rumah.

" seperti ini lagi pada akhirnya " Ucap Chaewon dengan pelan.

Chaewon melanjutkan langkahnya untuk keluar rumah, ia berjalan kaki dan pergi melalui jalan besar agar bisa menaikki bus, Bus datang tidak lama setelah Chaewon sampai di halte, ia segera menaiki bus tersebut dan duduk di kursi belakang dekat jendela.

Ia hanya mengambil ponsel yang ada di tasnya dan segera memasangkan earphone pada ponsel tersebut agar Ia bisa segera mendengarkan musik dan tidak melihat ke arah penumpang yang lainnya, seperti tidak ingin tahu akan apa yang ada ada dunia luar, Chaewon bersikap untuk acuh pada semua hal yang ada di sisinya.

Gu Chaewon menjadi murid pindahan sejak awal bulan lalu, sudah satu bulan ia bersekolah di Seoul International School dan selama satu bulan ini ia belum bisa berbaur di lingkungan baru, Setiap sampai ke sekolah ia hanya berdiam diri di kursi nya sambil menulis di buku catatannya, dan ketika jam istirahat tiba ia hanya akan membeli susu kotak di kantin sekolah dan pergi menuju atas balkon.

" Kau siswi yang bernama Gu Chaewon kan? aku Jessie park, salam kenal " sahut seseorang wanita yang berdiri di depan Chaewon sambil mengulurkan tangannya dengan senyuman di wajah. Dengan perlahan wanita dingin itu meraih tangan Jessie dan membalas senyuman itu dengan senyuman kecilnya.

" aku adalah ketua kelas di kelas ini, dan selama satu bulan sejak kau datang ke kelas ini aku selalu memperhatikan mu " sahut Jessie sambil mendorong kursi dan duduk di dekat Chaewon.

" kenapa kau memperhatikan ku? aku tidak ingin mencampuri urusan kalian, aku hanya ingin segera cepat menyelesaikan sekolah ku itu saja" sahut Chaewon pelan.

" karena aku ingin menjadi teman mu, nanti saat jam istirahat aku ingin mengajak mu makan siang bersama dan aku tidak ingin kau menolaknya " sahut Jessie sambil tersenyum dan bergegas kembali ke tempat duduk nya.

Chaewon pun melanjutkan kegiatan menulisnya, tapi pikirannya malah berpokus pada ajakan dari Jessie tadi, Ia pun menghentikan tangan nya yang sedang menulis tersebut dan menengok perlahan ke arah jendela, disana terdapat seekor burung tengah singgah di ujung jendela dan menatap ke arahnya.

Chaewon pun menyadari apa tujuannya berada di tempat tersebut, ia perlahan menarik lengan seragam sekolahnya dan melihat sebuah gelang yang melingkar di tangannya, ia hanya menarik nafas dalam dan memejamkan matanya perlahan.

*FLASHBACK ON*

Burung – burung pun berkicauan dan terbang dengan bebas di sekitaran sungai Han, dengan mengenakan seragam sekolah dan hoodie berwarna merah Chaewon terduduk di pinggiran sungai dengan sebatang rokok di bibirnya.

" Gu Chaewon, sepertinya banyak hal yang saat ini terjadi di tempat yang sudah sangat asing untuk mu" Bisik Cheong Ryong.

Chaewon tidak mau mendengarkan apa yang di katakan temannya itu yang sudah sangat sering berusaha membuat Chaewon mengingat sepenuhnya akan siapa dirinya yang sebenarnya.

" Aku sudah tidak tertarik lagi dengan semua hal yang kau katakan Cheong Ryong, kenapa kau tidak datang pada saudara mu yang lain dan membahas masalah kalian saja?" ucap Chaewon santai.

" Jangan mengatakan hal seperti itu, sudah sangat jelas terlihat jika dirimu yang sudah sangat sekarat di tempat ini, lagi pula kenapa kau bisa tidak mengingat semuanya? aku tanyakan sekarang padamu apakah kau ingat tubuh siapa yang kau pakai saat ini?"

Chaewon langsung melirik ke arah Cheong Ryong yang kemudia memasang ekspresi yang datar, banyak hal yang seharusnya tidak perlu Cheong Ryong tanyakan pada Chaewon, Chaewon adalah wanita yang begitu sangat sensitif akan masa lalu dirinya yang merasa sudah sangat terbuang dari dunia para Dewa.

Hanya karena sebuah rasa takut akan sebuah kekuatan yang besar dan masih belum terlihat faktanya, ia harus terlempar ke dalam dunia manusia seperti ini dan terus hidup bersembunyi dari para Dewa yang mengawasi dirinya dari atas.

" Cheong Ryong, kau percaya bukan jika suatu hari aku akan kembali membalas semua hal buruk yang aku dapatkan dulu?" tanya Chaewon dengan sangat tiba-tiba.

Cheong Ryong pun langsung menoleh ke arah Chaewon dan mengangguk tanpa lama, ia tahu jika temannya akan menemukan jalan untuk dirinya bertemu dengan sebagian dirinya yang hilang, namun hal itu malah membuat Chaewon terus terbawa suasana sampai saat ini.

Ia yang tidak tahu harus mencari kemana sebagian dari dirinya sendiri hanya bisa mencari melalui tubuh seorang wanita yang lemah dan putus asa ini, Chaewon seperti ada di setiap hati wanita yang sudah putus asa dan pendendam.

Sulit untuk Cheong Ryong juga menemui Chaewon dalam keadaan seperti ini, setiap kali ia akan bertemu dengan Chaewon dirinya harus menyamar menjadi seorang manusia agar para Dewa tidak menemukan jejak dirinya yang bertemu dengan Chaewon, dalam keadaan seperti ini tentu saja Chaewon akan sangat mudah di singkirkan.

" Chaewon, dimana pun kau berada dan kapan pun kau akan keluar, aku akan selalu mendukung mu dan berdiri di belakang mu bersama dengan adik ku yang lainnya, jika mereka saja bisa berpikir akan menyingkirkan mu, maka tidak akan salah jika mereka juga akan menyingkirkan aku dan saudaraku " ucap Cheong Ryong yang seperti sangat meyakinkan.

Chaewon langsung berdiri dan menghadap ke arah sungai dengan rokok yang masih ada di bibirnya, di ikuti oleh Cheong Ryong ia berdiam diri namun tengah membuat sebuah kesepakatan yang tidak bisa di lihat dan di dengar.

Hanya Chaewon dan Cheong Ryong yang mengerti apa maksud dari gerak gerak yang mereka perlihatkan satu sama lain, namun Chaewon seperti sudah memantapkan dirinya untuk membungkus rapat dirinya sendiri.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi The Warriors

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja
8.3
Hari pernikahan yang seharusnya sakral berubah hambar saat cinta pertama sang suami datang mengenakan gaun pengantin yang sama. Alih-alih murka melihat kebersamaan mereka, sang istri justru memuji keserasian keduanya. Reaksi tenang ini membuat wanita itu menangis lalu pergi, memicu kemarahan suami yang menuduh istrinya berhati sempit. Usai resepsi, sang suami memilih membawa cinta pertamanya pergi berbulan madu. Tanpa berniat memicu pertengkaran, sang istri langsung mendaftarkan diri untuk melakukan prosedur aborsi.
Sampul Novel Cinta wanita kutubuku
8.6
Elia menghabiskan hari-harinya bekerja di sebuah gedung perkantoran megah tanpa menarik perhatian siapa pun. Namun, segalanya berubah saat ia dipertemukan dengan Edward, putra dari pemilik perusahaan tersebut. Keduanya mulai menjalin kedekatan intens karena harus mengelola sebuah proyek besar yang sama. Tanpa disadari, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Elia terhadap Edward, dan ternyata sang pewaris kaya itu pun merasakan hal yang sama.
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan bahwa wanita yang tersakiti mampu menjadi sosok yang sangat tangguh. Demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya, ia bergabung dengan Agency The Angel sebagai wanita panggilan kelas atas. Bersama sang adik, Shasya, Felisha rela terjun ke dunia prostitusi elite demi melacak sang pembunuh. Mereka mempertaruhkan segalanya dalam misi berbahaya ini demi mengungkap kebenaran dan membalas rasa sakit hati yang selama ini terpendam.
Sampul Novel I'm The Beast
9.0
Rodolfo Silas adalah pembunuh bayaran yang beralih menjadi pelindung desa saat teror makhluk aneh melanda. Di tengah misteri hilangnya manusia setiap bulan purnama, Rodolfo berjuang sendirian menghalau pasukan serigala berkat kemampuan tempurnya yang luar biasa. Namun, nasibnya berubah drastis ketika pasukan elite werewolf menculiknya dan mengubahnya menjadi monster mengerikan. Kini, ia harus menghadapi kenyataan baru sebagai bagian dari kaum yang ia lawan.
Sampul Novel Membalas Penkhianatan Istriku
8.3
Jannah merasa cemas saat perselingkuhannya dengan Thalib mulai terendus oleh Arief, suaminya. Namun, Thalib justru memprovokasi Jannah dengan menyebut Arief tidak lagi peduli karena tak mencoba mempertahankannya. Di tengah keraguan, Jannah kembali terbuai oleh rayuan dan nafsu terlarang bersama sang ustadz di bawah kucuran shower. Thalib yang sudah lama mengidamkan Jannah terus meyakinkannya untuk meninggalkan suaminya yang dianggap tidak berguna demi kenikmatan sesaat.
Sampul Novel Snow White Without a Prince
8.0
Kyorin menjalin kasih dengan Jeno tanpa landasan rasa cinta. Bagi kelompok Eternal Snow, hubungan mereka hanyalah dinamika antar sahabat. Keenam pria lainnya menolak menganggap Jeno sebagai pangeran, melainkan hanya kurcaci biasa seperti mereka semua. Di tengah prioritas persahabatan yang kental, Kyorin dengan angkuh mengakui bahwa perasaan bukanlah syarat mutlak untuk berpacaran. Kisah ini menyoroti lika-liku hubungan unik satu wanita dengan tujuh pria.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan