Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Struggle of Handsome Man

The Struggle of Handsome Man

Tujuh pemuda rupawan berkarisma mempesona siapa pun yang melihatnya. Meski jarang bertemu, kekuatan ikatan mereka tak tertandingi. Namun, ketenangan terusik saat seorang dokter di antara mereka mengungkap kejanggalan misterius. Tak lama, serangan makhluk mengerikan melanda kota dan memicu teror besar. Mampukah para Tuan Muda ini mengungkap asal-usul ancaman tersebut dan memenangkan perjuangan demi keselamatan warga? Ikuti kisah penuh misteri dan horor ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kalian sudah di sini?" tanya Sae Ah Gu pada ketiga temannya yang baru saja menyambutnya.

"Di mana Soon Sae dan Rui Yoo?" tanyanya lagi mendapati dua teman lainnya belum menunjukan batang hidungnya.

"Oh Kak Soon ada jadwal operasi dadakan, kalau Kak Rui kayaknya masih pemotretan," jawab Lim A Roo (yang biasa dipanggil Roroo oleh kakaknya, Lim A Raa).

"Rama? Di mana dia?" Sae Ah Gu kembali bertanya saat meneliti pandangannya tak menemukan sosok berwajah gangster di antara mereka.

"Kak Rama lagi ke toilet," jawab A Roo lagi.

"Ah... ah... ah kalah lagi kan, gara gara kamu sih Gugu nanya terus dari tadi. Kalah kan jadinya," keluh Lim A Raa pada Sae Ah Gu, Lim A Raa adalah orang yang selalu membuat julukan aneh kepada teman-temannya tanpa terkecuali, adiknya pun turut menjadi sasarannya.

"Padahal A Roo yang selalu jawab, dasar aneh," gerutu Sae Ah Gu, ia selalu kesal saat A Raa memanggilnya dengan sebutan Gugu. Apaan nama bagus bagus Sae Ah Gu diganti sembarangan oleh A Raa, ujarnya saat kali pertama A Raa memanggilnya Gugu.

"Ah Gu, kamu sudah sampai?" Suara khas Rama yang serak memecah aura permusuhan di antara Sae Ah Gu dan Lim A Raa.

Melihat Rama muncul Sae Ah Gu menstabilkan emosinya, meskipun ia dan Rama seumuran, tapi Sae Ah Gu menganggap Rama sebagai kakak. Hal itu disebabkan karena Rama pernah menyelamatkan hidupnya saat ia dalam bahaya.

"Itu Kak Soon dan Kak Rui datang," tutur A Roo memanggil mereka dengan panggilan penuh makna.

Dalam bahasa, Soon berarti kepercayaan. A Roo mengartikan hal itu seperti bentuk kepercayaan orang orang pada Li Soon Sae sebagai seorang dokter.

Sedangkan Rui memiliki arti keunggulan, ia juga mengartikannya sebagai bentuk keunggulan Lee Rui Yoo dalam setiap hal yang dikerjakannya.

"Kenapa telat?" protes Sae Ah Gu merujuk pada Li Soon Sae dan Lee Rui Yoo, padahal ia sendiri juga baru datang.

"Maaf telat, kami sudah bilang alasannya pada A Raa. Apa dia tidak mengatakannya?" jawab Rui Yoo.

Tak berniat menjawab Sae Ah Gu hanya menaikan bahu dan membentuk ekspresi seakan A Raa tidak mengatakannya, meskipun A Roo sudah memberitahunya alasan Soon Sae dan Rui Yoo datang terlambat. Tapi Sae Ah Gu merasa senang kalau A Raa di hajar habis-habisan oleh Rui Yoo.

"Dasar anak ini, minta diberi ya," geram Rui Yoo.

Dilihat dari sudut manapun Lee Rui Yoo tampak seperti orang yang kalem dan lembut, tapi tidak pada kenyataannya. Ia termasuk orang yang kejam pada orang yang cukup dekat dengannya, apalagi kalau orang itu sampai menyalahi aturan yang dibuatnya.

Lee Rui Yoo akan marah bahkan bertindak kasar kepada orang yang tidak menyampaikan pesan dengan baik, berbohong apalagi sampai berkhianat.

Rui Yoo menarik kerah baju A Raa yang masih asyik bermain game, ia sudah bersiap untuk memukulnya. Namun berhasil dicegah oleh A Roo.

"Sabar Kak Rui, tenang dulu." Cegah A Roo sebelum kepalan tangan Rui Yoo melayang di pipi kakaknya.

"Kamu minggir A Roo, jangan halangi aku," omel Rui Yoo.

"Sudah, kamu minggir dulu," ujar A Raa pada adiknya.

"Kamu mau berantem? Ayo sini

" Tantang A Raa.

"Eh sudah sudah, apaan sih kalian berdua. Hanya masalah sepele harus berkelahi? Gila ya." Lerai Eun Na Gun, ia paling males kalau sampai ada orang yang berkelahi di depannya.

Eun Na Gun paling anti melihat orang berkelahi, karena menurutnya daripada tangan itu harus digunakan untuk memukuli seseorang akan lebih baik dan lebih bermanfaat kalau tangan itu digunakan untuk membuat suatu makanan yang lezat. Karena Eun Na Gun adalah pengusaha kuliner yang sukses di bidangnya.

"Dia tuh yang duluan menarik bajuku," elak A Raa, tak terima setelah apa yang Rui Yoo lakukan padanya.

"Makanya kalau di kasih amanah tuh yang bener," ujar Rui Yoo membela diri.

"Semuanya diam dulu, kita berkumpul di sini bukan untuk melihat kalian berdua berkelahi. Pasti ada yang harus kita bahas, siapa yang minta untuk berkumpul?" tutur Rama angkat bicara, ia termasuk yang dituakan di antara mereka meskipun usianya dengan Sae Ah Gu dan Lee Rui Yoo itu sama.

"Saya." Salah satu dari mereka mengangkat tangan, seperti anak SD yang tengah mengisi absensi kelas.

"What? Li Soon Sae? Tumben sekali meminta semua tuan muda untuk berkumpul," tutur Lim A Raa merasa aneh.

"Padahal minta kumpul duluan, tapi datang terlambat. Soonsoon ini gimana sih," protes A Raa kemudian.

"A Raa, diam," perintah Eun Na Gun.

"Soon Sae? Ada apa sampai kamu harus meminta kami semua untuk berkumpul?" tanya Rama.

Ketujuh tuan muda ini tidak pernah berkumpul dalam satu tempat yang sama, karena masing masing dari mereka memiliki kesibukannya sendiri. Hanya pada saat terdapat acara yang mengharuskan mereka untuk berkumpul atau karena masalah yang cukup serius hingga harus mengumpulkan mereka semua untuk mendiskusikannya.

"Iya, katakan Kak Soon. Kita belum pernah bertemu seperti ini selain di luar acara pesta," tutur A Roo juga dibuat penasaran.

Meskipun usia Lim A Roo adalah yang paling muda di antara keenam pria tampan lainnya, namun sifat dewasanya yang selalu berfikir logis justru mengalahkan pemikiran semua kakak-kakaknya.

"Begini, minggu lalu saya bertemu dengan Prof. Han Ji Moon di SaeJoon Hospital," jelas Li Soon Sae.

"Prof. Han Ji Moon? Bukankah beliau seorang Profesor ternama? Dia juga teman dekat mendiang kakeknya Ah Gu, bukan?" tutur Eun Na Gun.

"Iya, dulu beliau sering datang ke rumah kakek saat aku masih kecil. Itu sudah lama sekali," jawab Sae Ah Gu membenarkan ucapan Eun Na Gun.

"Kok, Kak Na bisa tau?" tanya A Roo mulai penasaran.

"Iya, karena dulu saat kakek masih hidup pernah beberapa kali bercerita tentang kisah persahabatan beliau beliau," jelas Eun Na Gun kemudian.

"Memangnya ada apa dengan Prof. Han Ji Moon? Sehingga kita harus berkumpul sekarang," tutur Lee Rui Yoo yang sedari tadi hanya menyimak.

"Entahlah, saya sendiri tidak begitu tahu situasinya. Yang jelas beliau membahas mengenai tanaman obat bersama dokter kepala, Kim Min Hwa," jelas Li Soon Sae membuat beberapa temannya sedikit heran.

"Aduh Soonson ini, memang apa salahnya kalau seorang profesor ternama membahas hal seperti itu dengan dokter kepala? Bukankah itu hal yang wajar," ujar Lim A Raa tak mau ambil pusing.

"Hal itu tidak sesederhana kelihatannya," jawab Li Soon Sae kembali membuat teman-temannya merasa bertanya-tanya.

"Kau tidak bertanya kepada profesor Han Ji Moon? Kalian sempat bertemu, bukan?" ujar Eun Na Gun berfikir logis.

"Kami memang sempat bertemu, tapi bukan seperti bicara berdua. Lagipula

terlihat tidak sopan kalau harus bertanya tiba-tiba," jawab Li Soon Sae.

"Kenapa? Kau ini kan juga seorang dokter bedah yang cukup terkenal di SaeJoon Hospital?" timpal Lim A Raa.

"Tunggu sebentar, kau bilang mereka membahas tentang tanaman obat bukan? Apa mungkin terjadi sesuatu hingga membuat profesor ternama seperti Prof. Han Ji Moon langsung datang ke SaeJoon Hospital?" tutur Sae Ah Gu juga merasa ada yang aneh.

"Yang aku tau Prof. Han Ji Moon tidak pernah lagi datang ke SaeJoon Hospital setelah kakek meninggal 6 tahun yang lalu, ini sedikit mencurigakan mengingat Prof. Han Ji Moon sudah bertahun-tahun lamanya tidak pernah datang ke SaeJoon Hospital." Sambung Sae Ah Gu.

"Apa yang Joong In katakan masuk akal, sepertinya ada sedikit masalah dengan tanaman obat itu. Soon Sae, apa nama tanaman obatnya?" tanya Rama.

"Saya tidak tau apa nama tanaman obatnya, karena saya hanya tidak sengaja mendengar percakapan beliau beliau," jawab Li Soon Sae sedikit merasa bersalah.

"Yah, Soonsoon ini gimana sih. Mereka bahas apa tidak tau, nama obatnya pun juga tidak tau. Terus apanya yang mesti didiskusikan Sonsoon? Sudahlah, mending lanjut main game," ujar Lim A Raa merasa kesal atas apa yang Li Soon Sae jelaskan hanya setengah-setengah.

Lim A Raa pergi meninggalkan teman lainnya, lalu duduk di sudut sofa yang panjang untuk kembali melanjutkan permainannya. Ia sama sekali tak menghiraukan apa saja yang dibahas oleh mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ashes of Midgard
9.4
Terbangun di tengah kegelapan tanpa ingatan selain nama sendiri, Rio terlempar ke dunia fantasi abad pertengahan yang asing. Tanpa jawaban atas asal-usulnya, ia terpaksa bertahan hidup bersama orang-orang yang bernasib sama. Rio membentuk kelompok tentara bayaran dan mulai mengasah kemampuan tempur demi menghadapi bahaya di tanah Midgard. Inilah awal perjalanan penuh ketidakpastian bagi mereka yang lahir dari abu untuk mengukir takdir baru di dunia yang keras.
Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Saat menghadiri pesta di Negeri Suwarna, Putri Mahkota Manggalya menerima kabar duka atas wafatnya sang ayah. Karena takhta tak boleh kosong, Pangeran Rahagi yang berusia sepuluh tahun pun naik takhta menggantikannya. Sang Putri yang terpukul memilih mengasingkan diri demi menenangkan jiwa. Namun, di bawah kuasa raja muda yang baru, Manggalya justru berubah menjadi kerajaan agresif yang terus memperluas wilayah kekuasaannya secara membabi buta.
Sampul Novel Keturunan Terakhir!
9.5
Zha, ketua mafia Legion Of Death yang dijuluki Gadis Pecinta Asap, berambisi memburu keturunan terakhir Klan Jangkar Perak demi membalas dendam kematian ayahnya. Pencariannya hanya berbekal petunjuk tato jangkar misterius. Namun, sebuah insiden peluru mengungkap keberadaan chip manipulasi yang tertanam di tubuhnya sejak bayi. Saat chip itu diangkat, tato jangkar justru muncul di kulit Zha sendiri. Siapakah pewaris sejati yang ia cari? Zha kini harus menghadapi kenyataan pahit.
Sampul Novel Legenda Tombak Halilintar
9.7
Riki awalnya hanyalah pemain pemburu terlemah, namun takdirnya berubah drastis setelah meraih Dragon Spear, senjata legendaris tingkat tertinggi. Kini, ia bertekad melindungi keluarganya dari hinaan sambil mengejar ambisi menjadi legenda di realitas Sky Legend. Namun, tanggung jawab besar menantinya saat bumi terancam bahaya yang tersembunyi di balik sistem gim. Riki pun berjuang demi kehormatan keluarga, Indonesia, dan dunia untuk mencapai puncak kejayaan.
Sampul Novel My Angel Baby Is Werewolf
9.2
Fiona Megan Olaf hanyalah mahasiswi biasa yang kerap menjadi korban perundungan. Namun, hidupnya berubah total di usia dua puluh tahun setelah pertemuannya dengan seekor serigala misterius. Kejadian tersebut mengungkap identitas aslinya sebagai keturunan werewolf. Sambil belajar menguasai kekuatan barunya, mampukah Fiona membalas dendam atas segala penindasan masa lalu dan memenangkan hati pria idamannya? Sebuah perjalanan takdir dan cinta dimulai.
Sampul Novel Pendekar Petualang Cinta
8.9
Anjasmara, putra selir Kerajaan Galuh, berkelana sebagai pendekar tampan demi mencari jodoh atas mandat ibunya. Ia harus menemukan wanita yang sulit ditaklukkan sebagai pasangan sejati. Namun, pesonanya justru membuat banyak gadis terpikat. Di tengah pencarian cinta, ia terjebak konflik dunia persilatan yang mengancam nyawa sekaligus mengasah kekuatannya. Mampukah ia menemukan belahan jiwa sambil menghadapi tantangan besar di jagat persilatan?