Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Struggle of Handsome Man

The Struggle of Handsome Man

Tujuh pemuda rupawan berkarisma mempesona siapa pun yang melihatnya. Meski jarang bertemu, kekuatan ikatan mereka tak tertandingi. Namun, ketenangan terusik saat seorang dokter di antara mereka mengungkap kejanggalan misterius. Tak lama, serangan makhluk mengerikan melanda kota dan memicu teror besar. Mampukah para Tuan Muda ini mengungkap asal-usul ancaman tersebut dan memenangkan perjuangan demi keselamatan warga? Ikuti kisah penuh misteri dan horor ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Baiklah, A Roo akan coba mencari tau dan bertanya pada Ayah," jawab Lim A Roo setelah 15 menit berdiskusi.

"Iya, tolong ya A Roo. Perasaanku mengatakan ada hal aneh tentang tanaman obat itu," ujar Li Soon Sae.

"Iya Kak So, A Roo pasti bantu," balas Lim A Roo.

"Terima kasih ya, kamu ini kelewat baik daripada orang itu tuh. Lihat saja gayanya yang sok, beneran minta dihajar tuh orang," tutur Lee Rui Yoo berterima kasih.

A Roo hanya tersenyum menanggapi perkataan Lee Rui Yoo terhadap kakaknya, bagaimanapun Lim A Raa dia tetap kakak satu-satunya Lim A Roo yang ia sayang.

"Oh ya A Roo, bagaimana kuliahmu? lancar bukan?" tanya Sae Ah Gu.

"Lancar Kak Sae," jawab Lim A Roo.

Hanya pada Sae Ah Gu A Roo memanggilnya dengan marga keluarga, entah kenapa ia merasa harus memanggilnya dengan nama depan Sae Ah Gu.

Sae Ah Gu sendiri tidak begitu memikirkannya kalau A Roo memanggilnya dengan panggilan Kak Sae, mengingat A Roo selalu memanggil teman lainnya dengan nama mereka.

"Kau ini sudah semester berapa A Roo?" tanya Eun Na Gun menyadari kalau hanya Lim A Roo yang masih kuliah diantara mereka.

"Baru semester 4 Kak Gun, masih lama lulusnya... Hee," jawab Lim A Roo tersenyum.

"Jangan terlalu sering mengambil job manggung, tetap prioritaskan belajarmu," tutur Eun Na Gun.

"Iya, siap Kak Gun." Sahut Lim A Roo.

Seperti yang sudah sudah, saat para pria tampan ini berkumpul mereka pasti saling membahas masing - masing dari mereka.

Bagaimana sibuknya Sae Ah Gu dalam pekerjaan, karier Lee Rui Yoo yang semakin meningkat, popularitas duo kakak beradik, banyaknya cabang restoran dan kafe Eun Na Gun yang semakin meluas, suka duka Li Soon Sae sebagai dokter tampan yang menjadi idola kaum milenial hingga kinerja dan persaingan Rama di dunia mafia.

Mereka membahas semua itu dengan perasaan senang, karena dengan berkumpul seperti ini sedikit menghilangkan beban pekerjaan yang cukup menguras tenaga dan pikiran mereka, kecuali Lim A Raa yang asyik sendiri duduk di sudut sofa memainkan game.

Sae Ah Gu sendiri juga menyukai permainan game, akan tetapi saat berkumpul seperti ini dia mengesampingkan hal itu.

Jika saja ada pelanggan lain yang datang ke bar itu, sudah pasti mereka akan heboh melihat ketujuh tuan muda yang tampan dan sangat berkharisma.

Untungnya Eun Na Gun selalu mengosongkan satu bar miliknya untuk dijadikan markas mereka saat akan melakukan diskusi.

"Aaaaa, Lee Rui Yoo disini. Ada duo penyanyi tampan juga yaitu Lim A Raa dan Lim A Roo, aaaaa," teriak orang-orang yang selalu menyebut diri mereka sebagai k-lovers, itulah bayangan dalam benak Eun Na Gun.

Belum lagi kalau penggemar Sae Ah Gu yang selalu memantau kegiatan CEO tampan itu dan juga para pasien Li Soon Sae yang selalu menjadi sakit saat melihatnya, bisa bisa mereka malah minta di periksa disini.

Itulah alasan Eun Na Gun mengosongkan satu bar miliknya seperti ini, apalagi kalau sampai salah satu dari pelanggan lainnya mengenali Rama dan mereka sempat terlibat dalam persaingan geng, bisa kacau dan berantakan usahanya nanti.

"Tidak bisa, tidak bisa. Mau tidak mau aku harus mengosongkan satu tempat untuk mereka," batin Na Gun, pikirannya kacau balau setelah membayangkan semua itu.

Drrrtt..

Getar ponsel milik Sae Ah Gu sejenak mengalihkannya, melirik sebentar nama yang tertera di ponselnya, asisten Yan memanggil.

"Permisi sebentar," tutur Sae Ah Gu sebelum mengangkat telfon.

"Ya, ada apa?" tanyanya pada asisten Yan.

" … "

"Oke oke, aku ke sana sekarang," jawabnya sebelum akhirnya menutup panggilan telfon.

"Ada apa?"

"Ada apa?"

"Ada apa?" tanya Rama, Na Gun dan Soon Sae bersamaan.

"Aku pergi duluan, ada urusan. Besok kita bahas lagi," pamit Sae Ah Gu buru-buru.

Ketiga teman yang menanyakannya tadi hanya mengangguk, melihat tingkah Sae Ah Gu yang begitu terburu-buru.

"Bae Yang, bagaimana?" begitulah panggilan Sae Ah Gu pada asistennya.

Sae Ah Gu meninggalkan pertemuan dengan keenam temannya karena terjadi masalah yang cukup serius dimana ia sendiri yang harus menyelesaikannya.

"Mereka semua ada di ruang rapat," jawab asisten Yan.

Terdengar suara bising dari dalam ruang rapat, entah apa yang membuat mereka semua berkumpul disini. Sae Ah Gu harus segera menyelesaikan masalahnya hari ini juga.

Sesaat Sae Ah Gu memasuki ruangan, semua orang tampak bersikukuh dengan argumennya. Namun seketika senyap saat melihat CEO SaeJoon Group hadir dalam rapat.

"CEO, anda disini," tutur lelaki paruh baya dalam perasaan gemetar.

Jujur saja, meskipun para pemegang saham kebanyakan lelaki yang berusia lebih tua dari Sae Ah Gu. Namun, mereka semua merasa segan, takut dan menghormati Sae Ah Gu.

Pengaruhnya yang kuat, kecerdasan dan ketegasan Sae Ah Gu dalam memimpin sebuah perusahaan memang patut diacungkan jempol. Pasalnya ia tak segan bertindak tegas, keras dan tak kenal ampun terhadap siapa saja baik itu kawan maupun lawan.

Tahun lalu saat terjadi masalah mengenai tender yang diikuti oleh Sae Ah Gu ternyata ada pihak yang ingin menyabotase hasil tender dengan cara mendiskualifikasi SaeJoon Group.

Sehingga Sae Ah Gu tidak lagi mempunyai kesempatan untuk memenangkan tender. Namun ia berpikir dengan tenang dan matang menyelidiki sampai ke akar siapa dalang dibalik ini semua.

Sae Ah Gu menemukan titik celah di mana lawan tersebut mempunyai sedikit kelemahan yang sangat menguntungkan SaeJoon Group.

Tanpa kenal ampun ia membuat kelemahan lawannya menjadi titik utama hancurnya perusahaan mereka, Sae Ah Gu memastikan bahwa perusahaan tersebut benar benar bangkrut tanpa sanggup berdiri lagi.

"Mengapa kalian semua berkumpul disini?" ucap Sae Ah Gu dengan tegas duduk di kursi utama, diikuti oleh asisten Yan.

"Begini, Ah Gu," jawab salah satu dari mereka.

"Berani sekali menyebut nama CEO SaeJoon Group seperti itu, siapa dirimu hingga berani memanggilku dengan nama itu?" bentak Sae Ah Gu dengan lantang.

"Ma-maaf CEO Sae, saya adalah paman dari saudara ibu anda CEO," jawab lelaki yang terlihat lebih muda dibanding pemegang saham lainnya.

"Bahkan Ayahku pun yang seorang Presdir, beliau memanggilku dengan nama CEO Sae saat di kantor. Keluar dari sini, kau tidak berhak mengikuti rapat." Lelaki paruh baya itu membuat Sae Ah Gu geram, hingga mengusirnya dari ruang rapat bahkan sebelum rapat dimulai.

Dengan ekspresi menahan marah dan malu, lelaki paruh baya yang menyebut dirinya sebagai paman dari saudara Ibu Sae Ah Gu keluar ruangan.

"Awas kamu Sae Ah Gu, aku pasti akan membuat perhitungan denganmu karena telah menghinaku seperti ini," gertak lelaki itu dalam hati.

Semua para pemilik saham dibuat takut oleh sikap dan tindakan Sae Ah Gu, pasalnya bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi.

Mereka yang merasa masih keluarga Sae Ah bertindak seenak dan semau mereka, bahkan ada di antara mereka yang berani menyalahgunakan kekuasaan dan wewenang mereka untuk kepentingan pribadi.

"Maaf CEO Sae, kami semua berkumpul disini karena ingin memastikan dan membahas rumor yang beredar beberapa hari ini." Salah satu pemegang saham yang terlihat lebih tua dan senior karena rambut putih di kepalanya membuka suara.

"Rumor? Mengenai apa?" Telisik Sae Ah Gu.

"Mengenai hadirnya Prof. Han Ji Moon di SaeJoon Hospital, rumor itu mengatakan kalau Prof. Han sedang meneliti tanaman obat yang menyebabkan terjadinya penyakit aneh," tutur lelaki tua berambut putih tadi.

"Bagaimana bisa rumor itu sudah menyebar? Bahkan sampai ke telinga para pemegang saham. Dampak buruk akan melanda perusahaan ini kalau masalah ini terus berlanjut," batin Sae Ah Gu berkecamuk.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel TABIB CANTIK DARI MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN DARI MASA LALU
8.4
Virgolin Asteria, ahli bedah plastik masa depan, diculik ke dimensi asing oleh sosok misterius. Di bawah ancaman maut, ia dipaksa mengerahkan seluruh keahlian medisnya demi menyelamatkan nyawa sang Ratu. Namun, saat gerbang menuju dunia asalnya terbuka, Virgolin justru terjebak dilema batin yang hebat. Cintanya telah tumbuh untuk sang penculik, Pangeran Pisceso Helios. Kini ia harus memilih antara pulang ke keluarganya atau menetap di dunia asing demi sang pujaan hati.
Sampul Novel Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan
9.0
Jack Harper, pakar survival ternama, terjebak dalam mimpi buruk saat acara realitasnya berakhir tragis akibat ledakan misterius. Teruntai di pulau terpencil penuh reruntuhan kuno dan suku berbahaya, Jack harus memimpin sekelompok selebritas untuk bertahan hidup. Namun, ancaman terbesar muncul dari Mei Ling, kontestan yang ternyata pembunuh bayaran dengan dendam pribadi padanya. Di tengah konspirasi pulau dan pengkhianatan, Jack harus bertarung demi nyawa dan kebenaran.
Sampul Novel Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir
8.4
Mira mendambakan hidup tenang sebagai penyembuh, namun takdir menyeretnya kembali ke dunia magis setelah ibu angkatnya diculik. Di alam penuh makhluk ajaib, ia bertemu Eluin, Dewa bebas terakhir yang mengungkap jati diri Mira sebagai pendeta wanita pamungkas. Hanya Mira yang mampu melindungi hutan suci dari ancaman Temenis, sang Dewa Kematian. Mampukah ia membuang keraguannya demi menyelamatkan ibunya sekaligus menghentikan kehancuran dunia dalam pertempuran epik ini?
Sampul Novel Mafia in The Morning
9.3
Pasca kontrak kerja berakhir, Mayumi menjadi relawan di acara Jepang demi bertemu idolanya, Mamoru V. Keberuntungan berpihak padanya saat ia terpilih menjadi LO sang cosplayer. Namun, perjalanan menuju studio foto berubah mencekam ketika sekelompok orang bersenjata menyerang mereka. Saat terjebak di gedung tua dalam aksi kejar-kejaran maut, Mayumi terkejut melihat Mamoru mengeluarkan pistol asli. Ternyata, sosok sang idola menyimpan rahasia gelap yang berbahaya.
Sampul Novel MAGIC CARD
8.8
Isamu Kenichi, bajak laut penakluk delapan samudra, ditelan paus raksasa saat mengarungi Samudra Hitam yang misterius. Di sana, ia menemukan buku pusaka Magic Card dan memperoleh kekuatan Weredragon dari para penjaga kartu tersebut. Namun, kekuatan ini menuntut bayaran besar. Isamu kini memikul tugas berat untuk membasmi pasukan Werewolf haus darah, yang ternyata adalah mantan awak kapalnya sendiri yang telah disihir oleh iblis jahat.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?