Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Princess Revenge Plan

The Princess Revenge Plan

Terbangun secara misterius di masa lalu, jiwaku kini terperangkap dalam raga seorang putri yang dikenal lemah dan sering dizalimi. Enggan membiarkan penindasan itu berlanjut, aku bertekad membalas setiap penderitaan yang ia alami berkali-kali lipat. Namun, sebuah lamaran mendadak dari Putra Mahkota datang mengusik rencana besarku. Tak peduli siapa pun yang menghalangi, misi balas dendam ini tetap menjadi prioritas utama meski harus melawan kerajaan sekalipun.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Hahhhhhh," Xue Mingyan menghela napasnya lelah.

Dari sore sampai sekarang dia masih membersihkan Pavilliunnya. Awalnya hanya akan membersihkan kamar tidurnya saja, tetapi karena dirinya tidak terbiasa dengan pekerjaan setengah setengah akhirnya Xue Mingyan membersihkan semuanya.

berrrrrrkkkk

Xue Mingyan memegang perutnya yang berbunyi, dia baru menyadari jika dirinya belum makan apapun dari siang.

"Hemm biasanya waktu seperti ini selalu ada yang mengantarkan makan malam untukku," tebak Xue Mingyan.

Seingatnya, setiap pagi siang dan malam selalu ada seorang pelayan yang mengantarkan makanan untuknya.

Dan benar, baru saja memikirkannya ada seorang pelayan masuk ke dalam paviliun untuk mengantarkan makan malam Xue Mingyan.

"Nona, aku letakan makan malammu di sini," ucap pelayan itu sambil menahan senyumnya.

Xue Mingyan mengernyit heran mendengar nada bicara pelayan itu.

Tanpa menunggu lama, pelayan itu pamit pergi ke luar Pavilliunnya tanpa menghina apapun.

"Mencurigakannn," ucap Xue Mingyan setelah melihat gerak gerik aneh dari pelayan yang mengantarkan makan malam untuknya.

Dia merasa aneh, di dalam ingatan pemilik tubuh aslinya setiap pelayan yang mengantarkan makanan untuknya selalu merendahkan dan menghinanya terlebih dahulu.

Akan tetapi sekarang, pelayan itu berlalu pergi tanpa mencaci maki dirinya.

Tanpa menunggu lama Xue Mingyan menghampiri makanan yang pelayan tadi bawa, dan langsung membuka penutupnya.

Dengan cepat dirinya mundur ke belakang ketika melihat di nampang piringnya itu ada seekor ular.

"Seperti yang kupikirkan, dia tidak menghinaku karena mengira pasti aku akan mati karena ular ini," gerutunya kesal.

Xue Mingyan tersenyum sinis, sudah lama sekali dia tidak bermain hal ekstrim seperti ini.

"Baiklah, let's play the game." ucap Xue Mingyan senang.

Ular itu langsung melompat akan menyerangnya, tetapi dengan cepat tangannya langsung mengambil jepit rambut yang dia gunakan dan langsung mengayunkannya pada ular itu.

Craaassshhh

Dengan satu kali tebasan, tubuh ular itu terbagi menjadi dua dan langsung mati dibuatnya.

"Huuh membosankan, kenapa dia langsung mati sih ..." keluh Xue Mingyan.

Dia masih belum cukup puas bermain. Tetapi kemudian perutnya berbunyi kembali.

Xue Mingyan mendekati meja untuk melihat makanan seperti apa yang dibawakan oleh pelayan tadi.

Dan tepat seperti dugaannya, pelayan itu membawakan sepoting roti yang telah mengeras dan air mentah yang cukup bau.

Xue Mingyan menggertakan giginya, kekesalannya ini membuat dirinya menjadi lebih semangat untuk membalaskan dendamnya.

"Lihat saja nanti, aku akan membalaskan apa yang kalian lakukan pada sekarang!" tekad Xue Mingyan.

Akan tetapi sebelum itu dia berpikir bagaimana caranya agar dirinya malam ini tidak berpuasa. Karena kelemahan utamanya sebelum memasuki tubuh ini adalah dirinya yang tidak kuat menahan lapar.

Mungkin untuk saat ini Xue Mingyan masih kuat karena pemilik tubuh asli sudah terbiasa dengan tidak makan sama sekali selama seharian, tetapi jiwa yang memasuki tubuhnya tidak! Dia tidak kuat menahan rasa lapar.

Tiba tiba terlintas di benaknya untuk pergi ke luar malam ini.

"Benar juga, aku akan pergi keluar untuk mencari makanan dan tentunya menafkahi diriku sendiri," cetus Xue Mingyan senang.

Dirinya bergegas ke lemari pakaiannya. Tadinya dia menginginkan pakaian pria, tetapi usahanya sia sia. Dia hanya menemukan 3 jenis pakaian wanita di lemarinya.

Jadi Xue Mingyan memutuskan untuk memakai pakaian terlusuhnya untuk keluar. Sesaat dia menertawakan dirinya sendiri ketika melihat seluruh pakaian miliknya ini lusuh.

"Aihhh benar benar buruk, lihatlah sudah sedikit ditambah lusuh dan kotor lagi," ejek Xue Mingyan pada dirinya sendiri.

Dia tidak habis pikir bagaimana seorang 'Nona Besar' memiliki pakaian yang sedikit sekali dan juga sangat lusuh.

Bagaimana jika hal ini terdengar sampai Kekaisaran, mungkin nanti akan terjadi pembantaian besar besaran untuk Perdana Mentri karena membiarkan Nona besar keluarganya hidup seperti ini.

"Aihhh aku ini sedang memikirkan apa sih," decak Xue Mingyan bingung.

Dia langsung bergegas mengganti pakaiannya tanpa bantuan siapapun.

Xue Mingyan agak sedikit kewalahan karena dirinya memakai pakaian itu sendirian.

Akan Tetapi setelah perjuangannya selama setengah jam, akhirnya selesai juga dia memakai pakaiannya.

Dia berjalan mengendap endap keluar rumah, dia tidak mau orang lain mengetahuinya dan menggagalkan rencananya.

"Wahhh indah sekali," puji Xue Mingyan takjub ketika melihat ada pasar malam di sana.

Banyak Lampion menyala yang menghiasi seluruh pasar, ditambah banyak pedagang yang berjejeran dipenuhi oleh pembeli.

Saat tengah mengagumi pasar malamnya, Xue Mingyan tanpa sengaja mendengar seseorang yang sedang mengadakan kompetisi.

"Tuan tuan semua, datang dan saksikanlah pertunjukan luar biasa dari Sang Juara kita, Zhong Lee!" teriak seorang lelaki paruh baya.

Semua orang termasuk Xue Mingyan penasaran, perlahan banyak orang yang menghampiri mereka untuk melihat apa yang terjadi.

"Lihatlah begitu pintar dan cerdiknya sang master dalam bermain permainan kartu. Sudah banyak orang orang yang kalah darinya," puji Lelaki tadi.

"Siapapun yang ingin bermain dengannya datanglah dan tantang dirinya. Siapapun yang menang akan mendapatkan semua harta yang telah dia dapatkan." tambahnya.

Orang orang jadi tergiur dengan kemenangan yang akan didapatkan. Banyak yang mengajaknya bermain kartu dan berakhir kalah.

'Hhmm cara yang begitu licik. Merampok uang masyarakat dengan permainannya, aku menyukainya,' sanjung Xue Mingyan di dalam hatinya.

Orang orang yang menantangnya sudah kalah bermain dan mereka langsung kehabisan uang karena bertaruh.

"Siapa lagi yang ingin bermain kartu dengannya?" tanya lelaki tadi.

Tiba tiba terlihat seseorang yang mengangkat tangannya di antara kerumunan orang.

"Ada satu penantang lagi, kemarilah," ajak lelaki itu ketika masih ada yang berani menantangnya.

Orang itu adalah Xue Mingyan, dia langsung berjalan ke depan. Semua orang yang melihatnya terheran heran.

"Kau ...... apa kau yakin akan menantangnya bermain kartu?" tanya lelaki itu ketika mengetahui dia adalah seorang gadis.

"Tentu saja, untuk apa aku maju kemari? atau apakah ada syarat yang tidak mengharuskan seorang wanita ikut?" tanya Xue Mingyan balik sambil tersenyum sinis.

"Dia seorang gadis? nyalinya besar juga."

"Benar, entah apa yang ada dipikirannya itu. Laki laki yang sering memainkan permainan ini tak mampu, apalagi seorang gadis."

Semua orang menggunjingnya, mereka terus saja mempertanyakan Xue Mingyan.

"Hahaha, tidak ada hanya saja apa yang ingin kau pertaruhkan?" jawab lelaki itu.

"Apa yang akan kudapatkan jika aku memenangkan permainan ini?" tanya Xue Mingyan lagi tanpa menghiraukan pertanyaannya tadi.

Laki laki itu kesal, pertanyaannya tadi tidak di pedulikan sama sekali olehnya.

"Kauu ....."

Lelaki itu tadinya ingin marah pada Xue Mingyan, tetapi sang petarung Zhong Lee sendiri menghentikannya.

"Sudahlah, kau tidak perlu marah. Mengenai pertanyaanmu tadi nona, seperti yang dikatakan sebelumnya, aku akan menyerahkan semua harta yang kudapatkan padamu. Tapi aku juga tidak mau rugi, saat aku menang aku akan mendapatkan apa? " tanya Zhong Lee meremehkannya.

Xue Mingyan tersenyum sinis melihat kepercayaan diri yang begitu tinggi darinya.

"Jika aku kalah, aku akan menyerahkan diriku untukmu. Kau akan menjualku ataupun menjadi simpananmu aku tidak masalah sedikitpun. Semua orang yang ada di sini bisa menjadi saksinya," ujar Xue Mingyan yakin.

Semua orang terkejut dengan taruhannya Xue Mingyan, dia benar benar berani sekali.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Benua terkutuk kini menjadi neraka akibat perdagangan manusia dan penindasan kejam bagi yang lemah. Demi mengakhiri penderitaan ini, para dewa mengutus Dewi Kematian untuk membasmi kejahatan di sana. Namun, sebuah insiden fatal saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Sang dewi justru terlahir kembali sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Mampukah ia menjalankan misi sucinya dan menyelamatkan mereka yang tertindas tanpa kekuatan dewa?
Sampul Novel Ketua Geng Itu Suamiku
8.0
Ayu, siswi beasiswa berprestasi di SMA Garuda, harus menjalani pernikahan dini dengan Arbinata alias Bin, pemimpin geng motor Garuda Steel yang bermasalah. Hidupnya berubah drastis setelah menyaksikan konfrontasi maut sang suami. Di tengah perjuangan lulus sekolah, Ayu terjebak dilema karena perhatian Iky, sahabat Bin. Mereka harus menghadapi musuh bersama serta kerumitan cinta segitiga demi meraih masa depan yang tenang di tengah kekacauan dunia geng motor.
Sampul Novel Pendekar Naga Biru
9.3
Ribuan tahun naga dianggap mitos di Kamandaria, hingga hadirnya Candaka mengubah segalanya. Sebagai titisan Pendekar Naga Biru yang diramalkan, ia bertekad mengakhiri penderitaan rakyat dari kekejaman raja lalim. Dalam petualangan penuh aksi ini, Candaka harus membuktikan eksistensi naga sekaligus memburu Kitab 9 Naga, pusaka silat terkuat di jagat raya. Mampukah ia menggulingkan tirani, mengalahkan Iblis Naga Hitam, dan merebut takhta demi kedamaian Bumi Karimun?
Sampul Novel Pendewaan
8.8
Zen Luo, seorang bangsawan yang jatuh kasta, kini terhina sebagai budak sekaligus sasaran latihan fisik sepupunya. Namun, sebuah kecelakaan mengubah tubuhnya menjadi senjata mistis yang tak terpatahkan. Di tengah kekacauan dunia akibat persaingan antar klan, Zen bangkit membawa misi balas dendam dan ambisi besar. Dengan fisik sekuat pusaka, ia menantang para pendekar kuat demi meraih keabadian. Mampukah ia menaklukkan takdir dan menjadi legenda?
Sampul Novel Penyihir Terakhir
8.3
Zephyr menjadi penyihir tunggal yang tersisa setelah pembantaian kaumnya seabad silam. Berkat sihir teleportasi sepupunya, ia lolos dari maut dan mengasingkan diri di reruntuhan Kadipaten Elzir. Namun, kedamaiannya terusik saat pasukan Kerajaan Elde memburunya sebagai ancaman besar. Kini, Zephyr harus menentukan nasibnya: menghancurkan umat manusia demi dendam masa lalu atau mencari jalan perdamaian. Keputusannya akan mengubah sejarah hubungan manusia dan sihir selamanya.
Sampul Novel Salsa Meguno
9.1
Salsa Meguno bukanlah lagi sosok gadis lemah yang mudah ditindas. Setelah melewati masa lalu yang penuh kegelapan, ia kini bertransformasi menjadi wanita tangguh dengan mental baja. Namun, tragedi memilukan yang merenggut nyawa seluruh anggota keluarganya meninggalkan luka yang sangat mendalam. Di tengah ketidakpastian ini, muncul sebuah pertanyaan besar: apakah Salsa akan memilih jalan balas dendam untuk menuntut keadilan atas kematian mereka?