Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Love Triangle

The Love Triangle

Clara, pegawai kontrak yang rupawan, lama memendam perasaan pada Rio, bosnya yang perfeksionis dan keras kepala. Namun, cintanya selalu diabaikan hingga Brian, sahabat Rio, kembali dari luar negeri. Pertemuan itu menumbuhkan benih cinta baru, membuat Clara berpaling dari Rio demi Brian. Melihat kemesraan mereka, kecemburuan hebat mulai membakar hati Rio. Akankah Rio menyadari perasaannya sebelum terlambat, atau persahabatannya dengan Brian akan hancur?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Duduklah,” ucap Brian berdiri dan menarik kursi untuk Clara.

“Ah iya, terimakasih,” ucap Clara malu-malu.

“Apa kalian lihat itu? Semuanya menatapku seakan aku seorang artis. Padahal biasanya tidak begini,” ucap Clara lagi merasa sangat takjub pada dirinya sendiri.

“Apanya? Kau jangan terlalu percaya diri. Kau tidak lihatkan siapa yang berdiri dibelakangmu? Mungkin saja mereka melihat orang yang berdiri dibelakangmu,” ucap Rio tanpa berani menatap Clara. Ia langsung melahap makanannya.

“Apa sih. Kenapa kau selalu merusak suasana hatiku?” tanya Clara kesal.

“Clara, ayo makan. Keburu dingin,” ucap Brian dan memberikan garpu untuk Clara. Ia bahkan menuangkan wine untuk Clara dan menunggu Clara menyicipi pasta yang mereka pesan itu.

“Wahh ... ini sangat lezat,” ucap Clara dengan mata yang terbuka lebar.

“Tentu saja, ini kualitas yang sangat terbaik.”

“Apa kau pernah memakan pasta ini?” tanya Clara heran.

“Tidak, tapi aku kenal dengan kokinya. Kebetulan, kokinya pernah menjadi koki terkenal di Amerika dan restoran mereka sangat terkenal. Apa kau tidak tau?” tanya Brian dan mengambil tisu. Ia menunjuk ujung bibir Clara yang terdapat saus.

“Tidak, aku tidak tau. Kupikir di sini ramai karena memang makanannya sangat lezat.”

“Hei! Kalau kalian hanya ingin bicara berdua kenapa tidak pindah tempat saja?” seru Rio kesal dan menaruh sendok garpunya.

“Kau sudah makan?”

“Pak Rio, sudut bibirmu ada saosnya,” ucap Clara dan hendak membersihkannya dengan tisu. Rio menjauh dan mengambil tisu yang ada di tangan Clara.

“Aku bisa sendiri. Memangnya aku anak kecil? Aku sudah makan. Kalalu kalian masih ingin makan dan mengobrol berdua saja. Biar aku yang bayar,” ucap Rio dan memanggil pelayan.

“Oh tidak perlu. Karena aku baru pulang dari Amerika, biar aku saja yang membayar semua ini,” ucap Brian dan mengeluarkan dompetnya. Ia mengeluarkan black cardnya dan membuat Clara serta Rio melongo melihatnya. Rio yang hanya memiliki kartu kredit perusahaan merasa minder dan memasukkan kembali kartunya.

“Yah, kalau kau memaksa. Yasudah. Pakai punyamu saja,” ucap Rio.

***

Kini ketiganya berjalan keluar bersama dari restoran. Clara tampak sedikit mabuk karena menghabiskan wine yang tersisa.

“Wajahmu memerah. Apa kau mabuk?” tanya Brian pada Clara.

“Ah benarkah? Aku tidak mabuk. Aku hanya merasa berdebar,” ucap Clara dengan memegang wajahnya yang mulai memanas.

“Kenapa kau berdebar? Apa jantungmu sedang bermasalah?” tanya Rio dan membuat Clara merasa kesal.

“Rio, kau kenapa?” bisik Brian pada Rio.

“Kau tidak bisa menyukai wanita seperti ini,” ucap Rio balas berbisik.

“Kenapa? Dia tipeku.”

“Tidak boleh!” seru Rio menatap tajam.

“Kalian sedang berbicara apa berbisik begitu? Apa kalian sudah tidak menganggapku ada di sini lagi?” keluh Clara kesal.

“Kau tinggal dimana? Biar aku antar,” ucap Brian menatap lembut. Clara menjadi malu ditatap seperti itu.

“Aku? Ini pertama kalinya ada seseorang yang menanyakan tempat tinggalku,” ucap Clara malu-malu. Rio melotot kaget.

“Apa-apaan itu? Dia tinggal tak jauh dari sini. Kau sendiri apa kau akan menginap di hotel atau pulang ke rumah?” ucap Rio.

“Benarkah? Kalau begitu aku antar saja. Naiklah ke mobilku,” ucap Brian dan menarik tangan Clara untuk berjalan ke arah mobilnya yang terparkir di sebelah kiri.

“Hotelmu memang ada dimana?” tanya Rio pada Clara.

“Kau harus kerja besok bukan? Pulang naik taksi saja sana!” ucap Rio lagi dan menahan tangan Clara. Kini Clara diapit oleh dua pria tampan sekaligus yang sedang memegang tangannya di dua sisi. Clara bingung harus berbuat apa. Ia yang sudah terbawa suasana mabuk tak bisa berpikir dengan jernih. Clara tersenyum menatap Rio dan membuat Rio mengernyitkan dahinya.

“Kenapa kau menatapku seperti itu? Hei, apa kau mabuk? Brian, kenapa kau memberikannya sekaleng bir huh?” ucap Rio kesal sendiri.

“Kenapa kau marah padaku? Kebetulan saja aku membawa beberapa kaleng bir. Kau juga meminumnya bukan?”

“Pak Rio, apa kau sedang cemburu?” tanya Clara ditengah mabuknya.

“Apa? Hei, dimana otakmu hah?”

“Otak? Apa kau punya otak?” tanya Clara dengan wajah yang menggemaskan. Membuat Brian tersenyum senang.

“Ayo aku antar saja,” ucap Brian dan menarik tangan Clara. Hingga Clara tertarik ke arah Brian. Sementara Rio menahan tangan Clara dan menariknya hingga Clara kembali tertarik ke arah Rio. Terjadilah keduanya saling tarik-menarik dengan cukup sengit.

“Stop!” teriak Clara.  Ia pun menarik tangannya tapi terus ditahan oleh kedua pria disampingnya itu.

“Lepaskan tanganku!” ucap Clara tegas dan membuat Rio dan Brian melepaskan tangan mereka.

“Rumahku sangat dekat. Aku hanya harus berjalan sekitar ... hmm lima? Sepuluh menit saja. Kalian pulang sana!” ucap Clara memutuskan dan berjalan pergi. Brian berjalan cepat menyusul dan menghentikan lankah Clara.

“Mungkin kau menolakku karena belum mengenal siapa aku. Tapi, apa aku boleh meminta nomor ponselmu saja?” pinta Brian dengan tersenyum sangat manis. Clara yang melihatnya ikut tersenyum dengan semburan merah di wajahnya.

“Oke, kemarikan ponselmu!” ucap Clara dan menerima ponsel Brian. Ia pun menuliskan nomor ponselnya dan menyimpannya dengan nama dan emoticon hati.

“Kau bisa menghubungiku kapan saja,” ucap Clara.

“Terimakasih. Kalau pacar apa kau sudah punya?” tanya Brian memberanikan diri.

“Apa? Pacar?” tanya Clara balik dan melirik ke arah Rio yang sudah menatap keduanya dengan perasaan tidak enak. Clara dan Rio pun saling tatap dengan diam. Clara memalingkan wajahnya ke arah Brian.

“Aku ... tidak punya pacar,” jawab Clara tersenyum ke arah Brian. Rio merasa kecewa.

“Benarkah? Apa kau sedang dekat dengan pria lain?”

“Tidak. Aku tidak dekat dengan siapa-siapa kok. Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa ... kau menyukaiku?” tanya Clara penuh harap. Brian tersenyum malu dan melangkah maju. Ia menatap Clara dengan penuh senyuman. Clara semakin berdebar dan tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya.

“Apa ... aku boleh menyukaimu?” tanya Brian dengan suara yang sangat lembut. Clara menatap tidak percaya. Rio pun sama tak percayanya dan semakin gusar.

“Kenapa bertanya seperti itu? Kau boleh menyukai siapa saja tanpa perlu perijinan bukan?”

“Mungkin saja aku bukan tipemu. Jadi, kau enggan jika aku menyukaimu.”

“Itu ... bagaimana bisa begitu. Kau sangat sesuai dengan tipeku,” akui Clara dengan perasaan berbunga.

“Brian! Aku ikut mobilmu ya. Ayo kita pulang!” tibat-tiba saja Rio datang dan menarik Brian dari sana.

“Apa yang sedang kau lakukan? Kau kan bisa pulang sendiri!” ucap Brian menahan kesal.

“Aku ingin kau mengantarku pulang,” ucap Rio asal dan terus menarik Brian dengan mengalungkan tangannya ke leher Brian. Membuat Brian kesulitan berjalan karena perbedaan tubuh keduanya.

“Kau tinggal dimana?” tanya Clara dengan berteriak. Brian berhenti dan melepaskan tangan Rio hingga Rio kehilangan keseimbangannya dan bersandar pada mobil Brian.

“Aku akan memberitahumu dipertemuan kita yang kedua. Aku ... akan menelponmu!” jawab Brian dengan mengangkat ponselnya.

“Oke!” jawab Clara dan mengangguk senang. Ia terus tersenyum senang dan berbalik pergi berjalan ke arah rumahnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bodyguard Seksi
9.7
Asalina tidak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir sebagai pelindung pribadi bagi seorang CEO yang sangat angkuh. Namun, sebuah insiden tak terduga memaksanya untuk terjebak dalam situasi sulit tersebut. Tanpa pilihan lain, ia terpaksa menandatangani kontrak perjanjian kerja yang mengikatnya dengan sang miliarder. Kini, Asalina harus menghadapi sikap arogan atasannya setiap hari demi memenuhi kewajiban yang telah ia sepakati secara resmi.
Sampul Novel Dream come true
8.7
Zefanya sempat merasa dicintai Andrew, hingga kesalahpahaman fatal menghancurkan segalanya. Kehormatan Zefanya direnggut secara paksa, menghancurkan impiannya untuk memiliki keluarga tulus. Sepuluh tahun berlalu, Andrew hidup menderita dalam kekayaan dan rasa bersalah yang mendalam. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Zefanya bukan lagi wanita yang sama. Andrew kini berjuang keras demi sebuah maaf, namun benarkah hanya itu yang ia inginkan?
Sampul Novel Gairah Istri yang Tersembunyi
8.9
Abigail Putri terikat pernikahan paksa demi wasiat sang kakek. Di balik sosoknya yang biasa, ia menyembunyikan identitas profesional yang penuh gairah. Suaminya, seorang psikolog sekaligus CEO penerbitan yang dingin, justru terobsesi pada satu penulis misterius tanpa tahu itu adalah istrinya sendiri. Saat rahasia besar Abigail mulai terancam terbongkar, ia harus bernegosiasi dengan sang suami. Namun, perlindungan atas rahasia tersebut menuntut harga yang sangat mahal.
Sampul Novel Istri Pengganti Tuan Muda!
8.8
Demi menjaga martabat keluarga Wijaya dan Maduswara, seorang ayah memohon kepada putrinya untuk menjadi pengantin pengganti. Jika pernikahan besar ini sampai batal, reputasi leluhur mereka akan hancur seketika. Tak hanya itu, nasib perusahaan yang telah dibangun sang ayah selama bertahun-tahun kini berada di ujung tanduk. Sang putri pun dihadapkan pada pilihan sulit untuk menyelamatkan kehormatan serta masa depan bisnis keluarganya.
Sampul Novel Miss Villainess Is Wealthy
8.0
Terbangun kembali di masa lalu, Valerie berhasil lolos dari maut hanya untuk terjebak skandal cinta satu malam dengan pemuda misterius bernama Cedric. Mereka pun memulai pernikahan kontrak dua tahun demi perlindungan dari Keluarga Meyer. Meski Cedric memperingatkannya untuk tidak jatuh cinta, Valerie justru menghadapi kenyataan pahit bahwa sisa usianya tidak lama lagi. Di tengah drama yang menguji ketegaran, mampukah Valerie bertahan hidup?
Sampul Novel My Fair Lady
9.0
Pasca gugur di luar angkasa, Alex sang pangeran kandidat kaisar bereinkarnasi ke Bumi abad ke-21. Namun, jiwanya kini terjebak dalam raga Alexandra, gadis malang yang dibenci keluarga Klein. Demi menyelamatkan bisnis, ia dipaksa menikah dengan Master Dietritch yang dingin. Meski dianggap hanya sekadar pengganti oleh orang sekitar, Alex yang berjiwa tangguh tidak tinggal diam. Dimulailah kisah ratu pemberani di tengah dekapan sang presiden tiran yang posesif.