Sampul Novel The Love Triangle

The Love Triangle

9.3 / 10.0
Clara, pegawai kontrak yang rupawan, lama memendam perasaan pada Rio, bosnya yang perfeksionis dan keras kepala. Namun, cintanya selalu diabaikan hingga Brian, sahabat Rio, kembali dari luar negeri. Pertemuan itu menumbuhkan benih cinta baru, membuat Clara berpaling dari Rio demi Brian. Melihat kemesraan mereka, kecemburuan hebat mulai membakar hati Rio. Akankah Rio menyadari perasaannya sebelum terlambat, atau persahabatannya dengan Brian akan hancur?

The Love Triangle Bab 1

Langkah sebuah sepatu heels menggema ke seluruh ruang kantor. Terlihat beberapa pria yang mengenakan kemeja menoleh pada asal suara sepatu itu. Seorang wanita berjalan dan tersenyum lebar. Matanya menyorot tajam pada seorang pria yang bahkan hanya menatapnya dengan datar.

Wanita itu mendekat dan membuat pria itu terpatung.

“Penampilannya berubah,” batin Rio.

Brak! Wanita itu menggebrak meja yang ada disamping Rio. Ia menatap tajam pada Rio dan mencodongkan tubuhnya hingga jarak wajah keduanya cukup dekat.

“Pak Rio, apa kau mau makan malam denganku?” tanya Clara yang menatap dengan mata yang berbinar penuh harap. Rio menatapnya datar bahkan ia menyingkirkan tangan Clara dari mejanya.

“Makan sendiri sana!” ucapnya ketus dan pergi dari sana. Semua orang yang melihat itu kembali fokus pada pekerjaan mereka masing-masing. Membiarkan Clara sedih dan kecewa sendirian.

“Ish, kapan sih bisa buat pria berhati dingin itu jatuh cinta padaku!” gumam Clara putus asa.

***

Di sebuah kafe, Clara memesan ice americano dua cup. Teman-temannya menatapnya dengan kasian.

“Sudahi aja sih, udah satu tahun lebih kau suka padanya. Tapi, apa dia pernah sekali aja membalas perasaanmu? Bahkan hanya pura-pura?” ucap Firda prihatin.

“Hahh ... bagaimana caranya aku bisa melupakan pria jahat itu huh?” tanya Clara frustasi. Ia menaruh kepalanya diatas meja.

“Eh aku dengar, Pak Rio bakal makan malam sama teman lamanya,” ucap Firda setengah berbisik.

“Apa? Bagaimana kau bisa tau?” tanya Clara seraya mengangkat kepalanya dengan antusias.

“Aku mendengarnya tadi pas di lift. Sepertinya temannya itu baru pulang dari luar negeri. Soalnya dia sempet nanya gitu gimana rasanya tinggal di luar negeri. Dan mereka berjanji makan malam di depan restoran kantor,” jelas Firda.

“Jam berapa? Restoran yang mana? Kan banyak restoran.”

“Itu ... aku tidak tau,” jawab Firda merasa tidak enak hati.

“Oke, tidak masalah. Aku akan mencarinya di semua restoran. Tapi, apa temannya lebih cantik dariku? Jangan-jangan dia adalah alasan kenapa Pak Rio gak pernah mau nerima cintaku?” tanya Clara membuat dirinya down sendiri. Firda sudah pusing dan hanya bisa menggeleng-geleng kepala sambil menghabiskan minumannya.

***

Di ruang kantornya, Clara mulai terus menatap Rio dengan tajam. Setiap kali Rio bolak balik karena harus mengurus sebuah dokumen dan keluar masuk ruangan direktur. Selama itu mata Clara tidak pernah lepas dari gerak-gerik Rio. Bahkan Rio menyadari itu.

Saat pulang kerja, keduanya satu lift. Clara masih terus menatap Rio dan semua orang yang di sana menyadari hal itu. Rio semakin tidak nyaman. Saat pintu lift terbuka, Rio menahan tangan Clara dan membiarkan semua orang keluar. Hingga menyiksakan mereka berdua. Clara sedikit takut dan berjalan mundur. Rio menatapnya tajam ia menutup pintu lift dan kembali naik ke atas. Dengan perlahan Rio berjalan maju mendekat ke arah Clara.

“Apa yang sebenarnya kau lakukah hah?” tanya Rio dengan sinis.

“Apa maksud Pak Rio?” jawab Clara tanpa berani menatap wajah Rio.

“Tatap wajahku,” ucap Rio lagi.

“Tidak,” tolak Clara dengan semakin menundukkan wajahnya.

“Kenapa? Bukankah kau menatap wajahku terus-terusan sepanjang hari?”

“Kapan? Siapa? Aku? Wahh, tidak. Aku tidak melakukannya,” ucap Clara mengelak.

“Apa maumu?” Clara melipat bibirnya seolah tak ingin menjawab.

“Aku tau ada yang ingin kau tanyakan padaku bukan? Ini bukan pertama kalinya. Tapi entah kenapa aku merasa sangat tidak nyaman pada sikapmu hari ini. Apa kau tidak bisa berhenti menyukaiku?”

“Bagaimana bisa?”

“Tuh kan, kenapa tidak bisa?”

“Karena, aku menyukaimu begitu saja. Semuanya mengalir begitu saja tanpa bisa aku prediksi atau aku cegah. Jadi, bagaimana bisa aku melupakanmu dengan mudah,” keluh Clara dengan sedih.

“Kalau kau begitu sukanya denganku. Kenapa kau tidak pendam sendiri? Kenapa kau harus menunjukkannya di depan semua orang dan membuatku merasa sangat tidak nyaman? Aku benar-benar tidak mengerti dengan wanita sepertimu,” ucap Rio dan pergi dari sana setelah lift kembali terbuka.

Clara hanya terdiam menahan tangis karena sekali lagi dia mendapatkan penolakkan yang sangat kejam.

***

Seorang pria dengan wajah sendu turun dari mobil mewah. Ia memakai jas yang terlihat mahal dengan bahu yang lebar dan tubuh yang tinggi. Pria itu berjalan dan memasuki sebuah restoran. Pesona tampannya membuat semua orang menoleh dan membuat mood semua orang naik. Matanya yang tidak terlalu bulat dengan alis dan tebal serta hidung yang mancung dan bibir yang tipis menjadikan wajahnya sangat tampan. Siapapun yang melihatnya akan berkata.

“Tampan.”

“Sangat tampan.”

“Dia dewa ketampanan.”

Pria itu bernama Brian, ia duduk di salah satu meja yang sudah dipesan. Tak lama Rio masuk dan suasana kagum itu hilang seketika ketika Rio datang dengan wajah ketusnya.

“Apa ini? Kenapa suasananya seperti berubah,” gumam Rio dan duduk di depan Brian.

“Wah siapa ini? Pria bule yang baru saja datang dari AS?” sapa Rio ramah.

“Apaan sih, hanya tiga tahun tinggal di sana bukan berarti aku berubah jadi bule,” ucap Brian tersenyum senang.

“Bagaimana kabarmu selama ini? Apa kau akan tinggal lama di sini? Bisnismu?”

“Aku baik-baik saja. Aku akan memulainya di sini. Kau tidak akan keberatan kan?”

Clara berhasil menemukan Rio. Ia pun duduk dibelakang Rio dan mencoba untuk menguping pembicaraan keduanya.

“Apa ini? Kupikir temannya seorang perempuan, tapi dia pria. Cukup tampan juga,” gumam Clara dan terus mencoba mengintip ke belakang. Brian yang menghadap Rio bisa melihat dengan jelas gelagat Clara itu. Ia tersenyum kecil melihat tingkah aneh Clara yang menutupi wajahnya dengan buku menu.

“Benarkah? Wah itu hal yang bagus. Apa? Kau akan buka bisnis apa?” tanya Rio tanpa mengetahui Clara yang terus mencoba mundur hingga mengenai punggungnya.

“Ah maaf,” ucap Clara dengan mengubah suaranya. Rio tak mempermasalahkannya.

“Pakaian, aku akan buka perusahaan bagian pembuatan pakaian. Tentu saja itu adalah pakaian bermerk semua dengan kualitas premium,” jelas Brian dengan terus memperhatikan tingkah Clara.

“Permisi mau pesan apa?” tanya pelayan yang datang menghampiri Clara.

“Apa?” Clara kaget dan langsung menggerakkan tangannya menolak pelayan itu.

“Kau lihat apa sih dari tadi?” tanya Rio mulai penasaran dan menoleh ke belakang. Clara yang mendengar itu panik dan hendak panik. Tanpa tau seorang pelayan datang dan menubruk Clara dengan minuman yang ia bawa hingga berjatuhan dan menimpa Clara. Clara yang kaget sampai tersungkur dan bersipuh di lantai dengan pakaian yang basah kuyup.

“Maafkan saya, saya akan menggantikan semuanya,” ucap pelayan itu merasa bersalah.

“Clara?” ucap Rio akhirnya menyadari keberadaan Clara. Ia menatap kaget dan tidak percaya. Sementara Clara terus saja menunduk tak berani menatap Rio.

Ditengah rasa malu dan takut itu, langkah sepatu pentopel terdengar nyaring. Brian bangkit dengan melepaskan jas mahalnya. Ia mendekati Clara dan menariknya untuk berdiri serta menutupi tubuh Clara dengan jas yang ia lepas.

“Kau baik-baik saja?” tanya Brian dengan suara basnya. Clara bingung menatapnya. Sementara Rio terpatung melihat sikap temannya itu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi The Love Triangle

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian pernah bersumpah takkan menikah karena menganggap wanita hanya teman tidur. Namun, prinsip itu goyah sejak ia bertemu sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang sama sekali tidak tertarik menggodanya. Xavier merasa pertemuan ini adalah anugerah terindah, sementara Adeeva sempat menganggap Xavier sebagai hal terburuk dalam hidupnya. Kini, kebencian itu berubah menjadi hari-hari penuh keindahan bagi mereka berdua.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.
Sampul Novel Satu-PD155
9.7
Sam menikahi Sinta demi mengambil ginjalnya untuk Ayu, teman masa kecilnya. Sinta yang hancur setelah tahu dirinya hanya cadangan medis pun memalsukan kematiannya. Usai Ayu sembuh, Sam baru menyadari sifat asli Ayu yang egois dan rasa cintanya pada Sinta. Lima tahun berlalu, Sinta kembali sebagai wanita sukses. Meski Sam memohon ampun, segalanya sirna saat Ayu dipenjara karena jahat. Sam hidup menderita, sementara Sinta meraih bahagia tanpa bayang masa lalu.
Sampul Novel SEPENGGAL KISAH TANPA JUDUL
8.9
Jeany, gadis Minang yang pendiam, terjebak dalam pusaran luka mendalam. Setelah diselingkuhi kekasihnya, ia harus menyaksikan kehancuran keluarganya. Sang papa pergi demi wanita lain, bahkan selingkuhannya tega mengirimkan video asusila yang membuat mama Jeany depresi berat. Trauma pernikahan kini menghantui Jeany. Bersama Jeje, saudara perempuannya, ia berjuang menghadapi teror pelakor dan cobaan hidup yang seolah tak kunjung usai. Sanggupkah Jeany bertahan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan