Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Irresistable Hostage

The Irresistable Hostage

Liburan Ariana di Thailand berubah menjadi petaka saat ia terjebak denda besar yang tak mampu dibayarnya. Dalam keputusasaan, ia meminta bantuan Alejandro, pria asing berwibawa yang akhirnya menebus kebebasannya. Namun, bantuan itu tidaklah gratis. Ariana dibawa ke kapal pesiar mewah sebagai sandera. Alejandro menuntut raga Ariana sebagai imbalan atas uang yang telah ia keluarkan. Kini, Ariana terjebak dalam kuasa pria yang mengklaim kepemilikan penuh atas dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Jangan sekali-kali menerima free gift dari toko manapun di bandara Bangkok. Souvenir itu jebakan!"

Samar-samar, ingatan ariana menggemakan ucapan teman mamanya beberapa bulan lalu.

Argh! Kenapa dia melupakan hal sepenting itu? Tapi wajar rasanya jika lupa karena telah setengah tahun berlalu sejak cerita itu didengungkan.

Lagipula, tidak ada yang bisa disalahkan dari kejadian ini, kecuali gadis SPG tadi. Dia terlihat mengatakan hal yang bukan sebenarnya kepada petugas kepolisian. Awas saja! Setelah kelar masalah ini, dia akan buat perhitungan dengan gadis SPG tadi!

Ariana kini telah ditempatkan di dalam sel kecil yang ada di kantor polisi. Hanya ada dua sel di sana. Sel yang satu dihuni seorang pemuda, yang dia perkirakan usianya setara dengannya.

Dari tampangnya, pemuda itu sepertinya bule. Ingin Ariana mengajaknya bicara, meminta pertolongan pada pemuda itu. Tetapi, setelah dipikirkannya lagi, mana mungkin pemuda itu bisa menolongnya. Apalagi, dia pun berada dalam posisi yang sama dengan Ariana.

Ariana terduduk lesu di kursi panjang di dalam sel itu. Pikirannya menerawang, bagaimana caranya dia bisa keluar dari sini? Satu-satunya yang mungkin hanyalah bila ponselnya ada di tangannya. Sayangnya, mereka menahan ponselnya.

Terbayang hukuman 10 tahun penjara di negara yang sama sekali asing baginya. 'Tidak! Aku tidak mau!' Pilu hati Ariana menjerit.

Frustrasi dengan semua itu, Ariana berdoa dalam hatinya. 'Tuhan tolonglah aku!' Gadis itu mengucapkan kalimat yang sama berulang-ulang di dalam hatinya, sampai air matanya meleleh perlahan di pipinya.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara ricuh di antara polisi-polisi di sana.

Seorang pria tinggi, berbadan besar, dengan wajah menakutkan memasuki ruang kantor itu. Beberapa pria berkaos hitam dan bercelana jeans hitam mengekor di belakang pria yang juga berjas hitam-hitam ini. Mereka semua bule dan berwajah menakutkan.

Seorang polisi mendekat pada pria itu dan mengucapkan sesuatu dalam bahasa Inggris yang terbatas.

Pria beraura menakutkan itu tidak menggubrisnya. Dia langsung berkata tajam, dengan suara rendah dan beratnya. "Let go of my brother!" (Lepaskan adikku!)

Polisi tadi berusaha melakukan tawar menawar dengan pria itu, membuatnya marah. Dilayangkannya tatapan bengis ke wajah polisi tadi, dan langsung terdiam seluruh polisi di sana.

"Let. Him. Go!"

Dengan segera, dua polisi di sana bergegas ke arah sel pemuda tadi dan membuka gerendelnya. Pemuda itu langsung menghambur keluar ke arah pria menyeramkan itu, dan seakan bersembunyi di balik bahunya.

Ariana menatap itu semua dengan takjub. Gadis itu sempat melihat sang pria menyeramkan itu menoleh ke arah seorang pengawal di sampingnya dan berbisik, "Urus sisanya!"

Pria menyeramkan itu melangkah lagi hendak keluar. Cepat-cepat Ariana berteriak dalam bahasa Inggrisnya yang fasih. "Tolong aku! Tolonglah aku juga, please! Aku akan melakukan apapun. Please! Please! Tak ada yang kukenal di negara ini. Tolonglah aku...."

Tangisan Ariana membahana di sana. Seorang polisi cepat-cepat memukul besi sel dengan tongkatnya, menyuruh Ariana diam. Tetapi, Ariana tak peduli. Dia tak mau hidupnya berakhir di penjara Bangkok.

"HELP MEEE!" Terakhir Ariana menjerit putus asa karena pria itu tetap melangkah keluar.

Ariana terduduk dengan kedua tangannya memegangi tiang sel. Dia meratapi nasibnya. Sepuluh tahun dipenjara di negeri asing. Bagaimana nasib ayahnya jika dia tak kunjung pulang? Ayahnya harus mencarinya ke mana?

Oh, Tuhan. Tolonglah hambaMu ini...

Ariana semakin meratap. Bersamaan dengan itu, ruangan tiba-tiba kembali sunyi. Beberapa polisi yang berteriak memarahinya karena membuat gaduh terdiam seribu bahasa.

Ariana mendongak. Matanya tertangkap tatapan tajam pria itu, yang menatapnya sedalam lautan. Wajahnya memancarkan aura gelap.

Yang tak Ariana perhatikan adalah orang kepercayaan sang pria yang sibuk berbicara kepada polisi di sana. Bawahannya itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengetik beberapa saat, kemudian menunjukkannya kepada polisi itu. Setelah selesai semuanya, polisi itu menganggukkan kepala kepada petugas di sana.

Pintu sel tempat Ariana berada dibuka. Ariana melongo terpaku di tempatnya.

"You don't wanna get out of there?" tanya si pria dengan suara berat yang berbisik rendah.

(Masih tidak mau keluar dari sana?)

Ariana tersadar. Cepat-cepat dia keluar dan mengikuti langkah pria beraura dingin itu.

"Thank you. Thank you!" seru Ariana berulang-ulang pada pria menyeramkan itu sembari mereka semua menuju mobil. Biar bagaimanapun, seseram apapun pria itu, dia bagaikan dewa penyelamat bagi Ariana. Dia pasti akan membalas semua jasa pria itu. Dia pasti akan membayar uang yang telah dikeluarkannya untuk menebusnya.

Pada akhirnya, mereka meninggalkan kantor polisi bejat itu. Dua mobil telah menunggu kedatangan mereka. Satu Mercedes-Benz dan satunya Camry hitam.

Ariana menghela napas lega. Akhirnya dia bisa selamat, tidak jadi dipenjara sepuluh tahun.

Fiuuuuuuh ...

***

Pria beraura menakutkan itu menaiki Mercedes-Benz bersama dengan adiknya. Sedangkan Ariana ditempatkan di Camry hitam bersama dengan para pengawalnya.

Ariana mengira mereka akan ke bandara, karena sempat mendengar perkataan bawahan si pria tadi bahwa mereka sudah harus berangkat. Tetapi ternyata, dia bukan dibawa ke bandara, melainkan pelabuhan.

Begitu sampai di pelabuhan, Ariana melihat kedua mobil mereka memasuki lambung kapal. Setelah parkir di dalam kapal, mereka semua turun. Termasuk Ariana cepat-cepat ikut turun.

Mau ke mana mereka? Hati kecil Ariana bertanya-tanya.

Ingin dia bertanya kepada salah satu bawahan pria dingin itu, tetapi tak satupun dari mereka menyuguhkan wajah ramah kepadanya.

Akhirnya, Ariana hanya mengikuti mereka semua dalam diam dan pasrah.

Yang mencuri perhatian Ariana adalah fakta bahwa kapal yang mereka naiki itu terlihat istimewa. Lantainya licin, bersih, dan berkilau. Tidak seperti kebanyakan kapal lain yangmana lantainya kotor dan berbau. Kapal yang ini bahkan beraroma harum.

Segala yang ada di sana bersih dan kinclong. Pagar tangganya saja mulus dan memantulkan bayangan di sekitarnya. Ariana ternganga melihatnya.

Saat mereka tiba di atas, salah satu pengawal pria menyeramkan itu akhirnya membuka suara pada Ariana.

"Ikuti aku," katanya. Datar dan kaku suara si pengawal.

Ariana mengikutinya dan sampailah mereka di sebuah kamar. Si pengawal membuka pintu kamar dan mempersilakan Ariana dengan tangannya. "Ini kamarmu selama kita berlayar."

Si pengawal membalikkan badannya hendak pergi. Ariana menahannya, "Tunggu dulu! Kita akan berlayar ke mana?"

Si pengawal memandangi Ariana selama 3 detik. Barulah dia menjawab, "Ke Miami."

Miami?

MIAMI?

"No! No! No! I don't wanna go to Miami!" seru Ariana spontan.

(Tidak! Tidak! Aku tidak mau ke Miami!)

Detik berikutnya Ariana mulai berteriak lagi, masih dalam bahasa Inggris.

"Aku tidak mau ke Miami! Aku mau pulang ke Indonesia. Jakarta!" Ariana teringat bahwa kebanyakan bule lebih mengenal Bali ketimbang Indonesia. Jadi dia berseru lagi, "BALI!"

Tiba-tiba, suara berat nan rendah yang sudah menyelamatkannya tadi, terdengar dari ujung koridor. Suara itu pelan, namun penuh wibawa gelap. "You have no right to choose where you wanna go."

(Kau tidak punya hak menentukan ke mana kau hendak pergi.)

Ariana menoleh cepat ke arah sumber suara. Tatapan kesal Ariana bertemu dengan tatapan maut dewa penyelamatnya. Seketika, aura dingin dan menyeramkan melilit Ariana hingga lidahnya kelu.

Pria menyeramkan itu pun melanjutkan ucapannya dengan penuh penekanan. "I just saved you. You owe me! A lot!"

(Aku baru saja menyelamatkanmu. Kau berhutang padaku! Banyak!)

Saat mengucapkan itu, tatapan pria itu semakin kelam dan dalam, seakan mampu menembus kerangka tengkorak Ariana. Itu semua membelit Ariana hingga dia hanya mampu menggelengkan kepalanya sebagai bentuk ketidaksetujuannya.

Sang dewa penyelamatnya tersenyum sinis melihat Ariana tak mampu berkutik. Wajah kelamnya terlihat semakin menyeramkan.

Lagi, suara serak penuh aura kelam itu mendesis di depan wajah Ariana. "Of course, I can. Coz now, you are my hostage!"

(Tentu aku bisa. Karena sekarang, kau tahananku!)

***

Note: Setelah ini, percakapan bahasa Inggris-nya akan langsung ditulis dalam bahasa Indonesia. Happy reading!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Komodo Hijrah
9.6
Mahesa adalah pengusaha waralaba sukses yang selalu gagal dalam urusan asmara. Ia merasa dikutuk oleh rival bisnisnya karena tak pernah berhasil membawa hubungan ke jenjang pernikahan. Berbagai metode, dari yang logis hingga di luar nalar, ia coba demi menemukan pendamping hidup. Dalam pencarian itu, Gayatri, sahabat masa kecil yang kerap bertindak bak pengawal pribadinya, selalu setia mendampingi. Namun, mampukah persahabatan mereka bertahan saat perasaan baru mulai tumbuh?
Sampul Novel Misteri di Balik Senyummu
9.7
Ardi, remaja pemalu pencinta detektif, terjebak dalam teka-teki nyata saat mengenal Nia. Kecurigaan Ardi memuncak ketika ia mengikuti Nia ke rumah tua peninggalan neneknya yang terbengkalai. Di sana, rahasia krisis keuangan keluarga Nia terungkap. Keduanya harus berpacu dengan waktu mencari benda berharga sebelum jatuh ke tangan jahat. Keberhasilan mereka mengubah rumah itu jadi museum, sekaligus menyatukan perasaan cinta dalam sebuah petualangan yang tak terlupakan.
Sampul Novel Misteri Masalembo (Crash Landing)
8.8
Airbus A320 terhisap badai dahsyat menuju portal masa lalu di benua asing. Selama dua jam mencekam, kabin dipenuhi gas beracun dan arwah penuh dosa. Di kokpit, Adam bersama Ingrid Rose, ahli astrofisika asal Austria, berjuang memecahkan teka-teki misterius demi menemukan jalan pulang. Meski berhasil kembali, pesawat kehabisan bahan bakar akibat badai tersebut. Tanpa pilihan lain, pendaratan darurat di perairan luas terpaksa dilakukan demi bertahan hidup.
Sampul Novel My Angel Baby Is Werewolf
9.2
Fiona Megan Olaf hanyalah mahasiswi biasa yang kerap menjadi korban perundungan. Namun, hidupnya berubah total di usia dua puluh tahun setelah pertemuannya dengan seekor serigala misterius. Kejadian tersebut mengungkap identitas aslinya sebagai keturunan werewolf. Sambil belajar menguasai kekuatan barunya, mampukah Fiona membalas dendam atas segala penindasan masa lalu dan memenangkan hati pria idamannya? Sebuah perjalanan takdir dan cinta dimulai.
Sampul Novel Pendekar Dataran Tengah
8.5
Jiu Cien nekat menikahi bibi gurunya meski ditentang keras oleh dunia. Namun, kebahagiaan mereka hancur saat sang istri yang tengah hamil dibantai oleh orang-orang iri. Terpukul oleh tragedi itu, Jiu Cien harus bangkit untuk membalas dendam pada para penghancur hidupnya. Ikuti perjuangan hebat Jiu Cien dalam menapaki jalan kependekaran hingga ia berhasil mencapai puncak tertinggi dan diakui sebagai sosok nomor satu dengan julukan Pendekar Dataran Tengah.
Sampul Novel Pria yang Meninggalkan Cintanya
9.3
Sepuluh tahun mengabdi pada Baskara Aditama, hidupku hancur saat tanganku rusak di salon mantan kekasihnya, Karinina. Bukannya membela, Bas justru membuangku di hutan terpencil dalam kondisi hamil tanpa sinyal ponsel. Saat berhasil kembali, aku mendapati dia menghinaku sebagai pengganti sementara di depan teman-temannya. Tanpa dukungan keluarga dan karier yang sirna, aku bertekad memutus semua ikatan dengannya demi merebut kembali hidupku.