Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel The hidden truth

The hidden truth

Dalam balutan romansa modern yang penuh teka-teki, kisah ini berfokus pada perjalanan pribadiku dalam mengungkap realitas yang tersembunyi. Setiap langkah yang kuambil membawa diriku semakin dekat pada kebenaran yang selama ini terkubur di balik rutinitas sehari-hari. Konflik batin dan rahasia yang menyelimuti hubungan asmaraku perlahan mulai terkuak, memaksa diriku menghadapi kenyataan pahit yang mengubah segalanya dalam hidupku yang tampak tenang ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Terlahir sebagai anak dari orang tua yang hidup susah membuat Alicia harus menahan keinginan untuk kuliah. Meski sebenarnya ia bisa kuliah dengan beasiswa tapi, ia sadar dengan kebiasaan bermain judi sang ayah yang mengharuskannya untuk ikut mencari uang.

Selain bermain judi, ayahnya juga suka meminjam uang pada orang lain untuk ikut bermain lagi dan hal itu terus berlangsung hingga saat ini.

Alicia harus bekerja di dua tempat yang berbeda, malam hari di Kelap dan di siang hari di kafe, agar hutang-hutang itu cepat di lunas.

Ia juga berusaha menyisihkan sedikit gajinya untuk menggaji ayahnya yang sudah merawat Max dengan baik.

“Kenapa kau malah diam? Aku menunggu uang yang biasa kau berikan padaku setiap bulannya.”

Saat ini ibunya sedang bekerja maka dari itu ayahnya berani meminta uang. Kalau saja wanita yang sudah melahirkannya itu tahu, sudah pasti Sarah akan marah dan orang tuanya akan bertengkar.

Walau sangat membenci pria yang sedang menatapnya penuh amarah tapi, jauh di dalam lubuk hatinya, Alicia sangat menyayanginya.

Ia berharap kalau ayahnya berubah menjadi pria yang bertanggung jawab dan baik seperti dulu.

“Kau memiliki telinga atau tidak?”

Alicia tersentak dan kembali, menatap sang ayah. “Aku.. uang itu sudah habis.”

“Jangan bohong, aku tahu kalau kau masih menyimpan uangnya!” Tuntutnya membuat Alicia menghela nafas kasar.

“Aku memberikan uang itu untuk memenuhi kebutuhan ayah selama tidak bekerja bukan untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna.”

“Bermain judi adalah kebutuhanku ! Dan asal kau tahu, jika aku menang, maka uangnya akan sangat besar.”

Diam-diam Alicia mendengus mendengar ucapan sombong dari Anton, ayahnya. Ia sudah bosan mendengar perkataan sombong itu karna nyatanya pria itu tidak pernah menang.

Anton selalu kalah dalam main judi namun anehnya, ayahnya bukan menyerah malah terus bermain.

Pria itu juga tidak peduli dengan banyaknya uang yang harus di habiskan saat bermain karna kemenangannya akan mengembalikan semua uangnya.

Setiap kalah, Anton merasa tertantang untuk memenangkan permainan maka dari itu, ia terus bermain dengan membayangkan uang ada di depan matanya.

“Aku tidak bohong! Uang itu..” Alicia memejamkan mata kala menyaksikan adegan di mana ayahnya melempar pot bunga hias di atas meja.

“Apa kau pikir aku bercanda? Sekarang, cepat mana uangnya? Oh, atau kau mau aku menjual anjingmu itu?”

Dengan cepat Alicia menggelengkan kepala mendengar ancaman dari ayahnya. “Jangan jual Max!”

“Kalau kau tidak mau anjing itu aku jual maka mana uangnya? Asal kau tahu, aku paling tidak suka dengan pembohong! Kau pikir merawat anjing itu mudah? Tidak! Sekarang mana bayarannya!”

Alicia meneguk ludah kasar lalu, menatap ayahnya dengan takut. “Sebenarnya uang itu ada tapi–“

“Tapi apa? Cepat katakan dan jangan berbelit-belit!”

“Uangnya sudah aku pakai sebagian untuk membeli obat ibu.”

“Apa? Astaga!” Anton berkata sambil berjalan dengan sesekali mengacak rambutnya di depan Alicia yang menggigit bibirnya pelan.

Tiba-tiba ayahnya berhenti melangkah lalu, menatap Alicia penuh amarah. “Kau..” Anton memejamkan mata dan kembali membukanya. “Kau bilang hanya sebagian jadi, mana sisanya?”

“T-tunggu sebentar, akan aku ambilkan.” Sahut Alicia sambil berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar.

Ia sadar kalau apa yang di lakukannya salah tapi, saat melihat sang ibu berpura-pura baik-baik saja di depannya padahal sebenarnya sedang menahan sakit membuatnya tidak tega.

Alicia juga sadar tanggung jawabnya yang memiliki peliharaan maka ia harus merawatnya dengan baik dan menjaganya seperti anak sendiri. Kalau tidak, hewan kesayangan itu akan mati atau mungkin bisa menjadi liar dengan menggigit orang.

Sekitar pukul enam pagi, Alicia bangun dari tidurnya. Padahal ia baru benar-benar bisa tidur saat jarum jam menunjukkan angka empat subuh tapi, ia akan selalu terbangun beberapa jam setelahnya.

Lalu ia akan mendengar Sarah, ibunya, mengeluh perih di tangan serta sakit pada kakinya dan hal itu, sukses membuatnya merasa tidak berguna sebagai seorang anak.

Seharusnya di usia dua puluh tiga tahu, ia sudah bisa membahagiakan ibunya dengan uang hasil kerja kerasnya.

Tapi alih-alih melakukan itu, ia malah membiarkan sang ibu bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Terkadang, apa yang di katakan oleh ayahnya benar. Ia memang harus membalas jasa orang tua dengan memberi mereka uang tanpa membiarkan mereka bekerja.

“Alicia, ada seseorang yang memanggilmu.”

Alicia sedang memikirkan ibunya tersentak dan menatap seseorang yang bicara. “Kau bilang apa?”

“Kau lihat pria yang duduknya membelakangi kita?”

Ia mengarahkan pandangan pada seseorang yang di katakan Vio, rekan kerja sekaligus sahabatnya di kafe. Saat menemukannya ia menganggukkan kepala. “Aku melihatnya tapi.. kenapa?”

“Pria itu cukup tampan..” Vio tersenyum tanpa dosa saat Alicia menatapnya tajam. “Maksudku, dia mencarimu.”

“Mencariku?”

Vio mengangguk. “Iya dan saat ini, dia sedang menunggumu.”

Alicia langsung menatap Vio tidak suka dan menggelengkan kepala. “Mana mungkin? Kau pasti salah dengar.”

“Aku tidak salah dengar! Asal kau tahu saja, telingaku masih berfungsi dengan baik untuk membedakan nama Vio dan Alicia!”

Ia mendengus lalu kembali menatap punggung kokoh milik pria itu kemudian, mengalihkan pandangan pada Vio. “Kau yakin?”

Vio mengangguk. “Iya, sebaiknya kau temui saja pria itu dan aku akan memberikan alasan pada bos.”

“Vio!”

Alicia ikut menoleh ke asal suara saat mendengar ada seseorang yang memanggil nama Vio. Kemudian, ia menolehkan untuk menatap sahabatnya.

“Aku harus kerja lagi dan kalau kau penasaran, maka temui saja pria tampan itu!”

Alicia mendengus dan Vio tertawa kecil sambil berjalan meninggalkannya sendirian.

Setelah mempertimbangkan semuanya, ia meletakkan nampan di atas meja dan mendekati pria itu.

“Apa ada yang bisa saya bantu?” Alicia bertanya saat sudah berdiri di depan meja pria itu lalu, mengangkat kepala. “Kau?”

“Duduklah!”

Sebenarnya Alicia ingin menolak tapi, ia tidak ingin menimbulkan keributan jadi memilih untuk duduk di kursi kosong.

“Ada apa?”

“Kau tidak ingin pesan sesuatu?”

Alicia menggelengkan kepala. “Tidak usah berbasa-basi, cepat katakan apa yang ingin kau katakan padaku lalu, aku akan pergi.”

“Kasar sekali. “Axel berucap sambil meminum kopinya dan meletakkan di atas meja. Ia kembali menatap Alicia dengan senyum yang akan membuat setiap wanita terpikat tapi sayang sekali, Alicia bukan salah satunya.

“Ini tentang isi buku Diarimu–“

“Kau sangat tidak sopan membuka buku yang menjadi rahasia seseorang!” potongnya dengan cepat sambil menatap pria di depannya kesal.

“Mana aku tahu kalau buku itu berisi rahasiamu! Saat itu, aku Cuma ingin melihat identitasmu tapi–“

“Cukup! Sekarang katakan! Apa yang ingin kau katakan?”

Axel hanya tersenyum melihat wanita di depannya lalu, ia mengedarkan pandangan pada pengunjung kafe. Setelah di rasa aman, ia memajukan wajah lebih dekat dengan Alicia.

“Dari buku yang aku baca kalau hidupmu benar-benar susah. Maksudku–“

“Jangan meralatnya karena.. memang benar.” Selanya sambil menghembuskan nafas kasar. “Aku tidak punya banyak waktu, jadi cepat katakan tujuanmu!”

“Maaf, tapi aku di sini hanya ingin menawarimu sebuah kesepakatan. Ini mungkin terlalu cepat tapi aku rasa kau adalah orang yang tepat.”

Axel menunggu beberapa menit tapi tidak ada tanda-tanda Alicia ingin bicara. Lalu, ia menghela nafas dan kembali bicara. “Saya akan memberikan kau uang tapi.. kau harus menuruti permintaanku.”

Alicia mengerutkan alis bingung sekaligus tertarik dengan tawaran dari pria di depannya. Apapun risikonya, itu bisa di urus nanti yang lebih penting, ia harus tahu pekerjaannya dulu.

“Kau mau atau tidak, Alicia?” Axel memastikan kembali, membuat wanita di depannya sedikit kaget.

Lalu, perlahan ekspresi itu hilang karna Alicia menyadari kalau pria di depanya tahu namanya dari diari miliknya.

“Katakan pekerjaannya dulu dan setelah itu.. aku baru bisa memutuskan langkah selanjutnya.”

“Pekerjaannya sangat mudah.. menjadi istri dari–“

“Menjadi istri orang? Apa kau sudah gila!”

Axel mendengus. “Makanya jangan menyela perkataanku!”

Alicia terdiam beberapa menit lalu menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku tidak ingin menjadi istri dari seseorang yang tidak aku kenal!”

“Kau akan menyesal menolak tawaranku karna.. pria yang menjadi suamimu bukan orang sembarangan. Dia orang yang baik juga.. kaya.” Axel masih menatap wajah Alicia yang mulai terlihat tertarik kemudian, ia membulatkan mata melihat wanita itu berdiri dari duduknya.

“Dengar ya pria yang tidak aku tahu namanya! Dia boleh saja kaya dan baik tapi itu bukan menurutku tapi kau ! Lagian, aku tidak tertarik menikah apa lagi karna uang.” Alicia menghembuskan nafas kasar dengan masih menatap pria yang duduk di kursi.

“Selamat menikmati hidangannya, Tuan.” Setelah mengatakan itu Alicia berbalik dan berjalan menjauhi Axel yang menatap Alicia tidak percaya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HUM" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HUM
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Kadaluarsa
9.6
Setelah sepuluh tahun sia-sia mengejar Kevin Sentosa, Diana Karin akhirnya menyerah dan berpaling kepada Adrian Wisak, pria yang melamarnya di sebuah pulau pribadi dengan kemegahan kembang api. Namun, menjelang pernikahan, Adrian mendadak hilang. Saat melacaknya, Diana justru mendengar rencana busuk Adrian yang hanya memanfaatkannya demi membuat Kevin jijik dan berniat kabur di hari pernikahan mereka. Menolak dipermalukan, Diana memilih melarikan diri lebih dulu, meninggalkan Adrian yang kini frustrasi mencari pengantinnya yang hilang di seantero Kota Jama.
Sampul Novel Dibuang Suami Saat Hamil
8.5
Azura Paramitha, yatim piatu yang ceria, mengira hidupnya sempurna saat dinikahi pengusaha dingin, Revan Aksara. Awalnya, Revan berubah menjadi sosok penyayang yang memberikan kehangatan keluarga bagi Azura. Namun, segalanya hancur saat Azura hamil. Revan mendadak berubah kejam, menuduhnya tidak bermoral, dan mengusirnya dalam keadaan mengandung. Kini, Azura harus berjuang sendirian membawa luka hati dan calon bayinya setelah dibuang tanpa belas kasihan.
Sampul Novel DIUJUNG JALAN
7.9
Di sebuah desa terpencil yang berbatasan langsung dengan hutan lebat, takdir mempertemukan dua jiwa dari latar belakang keluarga yang kontras. Sarah dikenal sebagai gadis periang yang selalu memancarkan energi positif dalam kesehariannya. Di sisi lain, ada David, seorang pemuda berparas menawan yang memiliki sifat lembut serta penuh kasih sayang. Kisah romansa modern ini menyoroti dinamika hubungan mereka di tengah kesederhanaan lingkungan tempat tinggalnya.
Sampul Novel Game Maya
9.6
Purple adalah wanita panggilan menawan yang hidupnya berubah total setelah menerima tawaran dari pelanggan setianya, Gery. Alih-alih menjadi kekasih, Gery justru memanfaatkan Purple untuk menjebak sepupunya yang bernama Logan. Namun, misi penggoda itu malah membawa Purple terjebak dalam pusaran emosi yang rumit. Di tengah bayang-bayang kebohongan dan ketakutan akan kehilangan, permainan cinta yang awalnya tampak sederhana kini berubah menjadi konflik hati yang menyiksa.
Sampul Novel Jodoh Pilihan Ayah
8.0
Demi menyelamatkan bisnis keluarga, Zeva terpaksa menuruti keinginan ayahnya untuk berkencan dengan Alex. Padahal, ia memiliki kekasih rahasia bernama Darrel yang tak diketahui orang tuanya. Dilema muncul saat pesona Alex mulai menggoyahkan keyakinan hati Zeva. Kini ia terjepit di antara kewajiban kepada sang ayah, kesetiaan pada Darrel, dan perasaan baru yang mulai tumbuh. Akankah Zeva menemukan kebahagiaan sejati atau justru terjebak dalam kekecewaan mendalam?
Sampul Novel Menikah dengan Miliarder Rahasia
8.9
Dikhianati calon tunangannya yang kabur, Livia nekat mengajak pria asing menikah secara spontan. Tanpa diduga, sosok itu adalah Kiran, pria yang dikenal punya reputasi buruk. Meski publik mencemooh dan sang mantan memintanya kembali, Livia tetap bertahan membela martabat pernikahannya. Segalanya berubah saat identitas asli Kiran sebagai triliuner dunia terungkap. Di hadapan semua orang, Kiran berlutut mempersembahkan berlian demi membuktikan cinta tulusnya.