Sampul Novel THE BRIDAL SHOWER

THE BRIDAL SHOWER

9.6 / 10.0
Dalam THE BRIDAL SHOWER, Arsenio Malik Akbar, seorang tentara, bertekad merebut cinta Mitha meski wanita itu sudah bersuami. Romance novel berbalut action ini mengikuti ambisi Arsenio mendapatkan miliknya dalam persaingan modern yang penuh risiko. Baca kisah lengkapnya di web novel ini.
Ringkasan THE BRIDAL SHOWER
Arsenio Malik Akbar adalah seorang prajurit tangguh yang tengah terjebak dalam obsesi asmara yang mendalam. Fokus utamanya kini hanyalah sosok Mitha, wanita yang telah memiliki suami. Meski terhalang status pernikahan, Arsenio bertekad bulat untuk mengejar dan memenangkan hati sang pujaan. Dia tidak peduli dengan segala rintangan yang menghadang, asalkan Mitha bisa menjadi miliknya seutuhnya. Inilah perjuangan nekat seorang tentara demi cinta terlarang.
Baca Selengkapnya

THE BRIDAL SHOWER Bab 1

Acara pernikahan mewah itu baru saja berlangsung.

Kedua mempelai sudah berada di dalam kamar pengantin mereka.

Handaru menghampiri Mitha yang tampak kesulitan membuka gaun pengantinnya.

"Sini, aku bantu," ucap Handaru dengan senyuman ramahnya. Lelaki berparas tampan dengan wajah yang ditumbuhi brewok tipis itu membantu sang istri melepas satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Mitha.

Merasa malu karena ini pertama kalinya Mitha berada satu kamar dengan lelaki sebayanya, Mitha buru-buru mengambil jubah mandi dan mengenakannya. Menutupi tubuh mungil aduhainya yang hanya terbalut pakaian dalam saja.

"Kamu mau mandi?" tanya Handaru pada Mitha, wanita yang kini sudah resmi menjadi istrinya. Menjadi seorang Nyonya Handaru Pratama. Sang Milyuner yang kekayaannya tak akan habis tujuh turunan.

Mitha mengangguk, pipi wanita itu merona.

"Boleh aku ikut?" ucap Handaru dengan kerlingan nakal.

Mitha memukul bahu sang suami. "Tidak boleh!" sahutnya sambil melenggang pergi. Handaru memang seperti itu, suka sekali menggoda Mitha dengan wajah innocent nya yang selalu sukses membuat pipi Mitha merona.

"Pelit!" keluh Handaru yang langsung memasang wajah cemberut. Lelaki itu tersenyum menatap Mitha yang semakin hari semakin cantik saja.

Rasanya seperti mimpi, kini dirinya bisa benar-benar memiliki Mitha. Wanita yang memang sejak pertama kali melihatnya sudah membuat Handaru jatuh hati. Setelah melalui proses panjang hingga jatuh bangun Handaru berjuang mendapatkan hati Mitha, kini wanita yang menjadi tambatan hatinya itu sudah benar-benar utuh dia miliki. Hanya dirinya. Bukan orang lain.

Handaru melepas kemeja putih yang masih dia kenakan dan melemparnya asal ke atas sofa di pojok ruangan. Beranjak ke atas tempat tidur untuk merebahkan diri sejenak setelah seharian penuh ini dia benar-benar sibuk menyambut para tamu undangan yang jumlahnya ribuan orang. Lelaki itu memilih untuk menunggu Mitha sambil menonton TV.

Sementara itu di dalam kamar mandi, Mitha berdiri di balik pintu kamar mandi dengan debaran kencang di dadanya.

Hingga setelahnya, satu titik air mata wanita itu mengalir di pipi.

Apa yang harus aku lakukan?

Aku tidak mungkin membohongi suamiku sendiri akan keadaanku saat ini?

Gumam Mitha dalam hati.

Kenyataan bahwa dirinya sudah tidak virgin terlebih dengan adanya sebuah benih yang tumbuh dalam rahimnya saat ini, membuat Mitha sangat frustasi.

Sungguh bukan hal yang mudah untuk dilalui ketika Mitha mendapati dirinya terbangun dalam keadaan tubuh tanpa busana di dalam sebuah hotel bersama seorang lelaki yang tak dia kenal.

Mitha yang sejauh ini tak pernah terlibat dalam pergaulan bebas karena dirinya sangat menjaga harga diri dan nama baik keluarganya memang sangat teliti dalam memilih pergaulan apalagi dengan seorang pria. Itulah sebabnya, Mitha sering menjadi bahan ejekan para sahabatnya karena sampai detik dirinya hendak menikah, Mitha bahkan belum pernah berciuman dengan seorang lelaki mana pun, termasuk dengan Handaru, calon suaminya.

Mitha benar-benar selektif dalam menjalin hubungan dekat dengan lelaki, itulah sebabnya teman lelaki Mitha bisa terhitung jari.

Semua hal itu Mitha lakukan karena memang dia yang ingin sungguh-sungguh menjaga kehormatan dan keutuhan dirinya sebagai seorang wanita. Lantas, jika sudah seperti ini, Mitha tak tahu apa yang harus dia lakukan?

Cobaan ini sangatlah berat bagi Mitha.

Cukup lama Mitha terdiam menatap pantulan wajahnya di cermin, masih di dalam kamar mandi.

Dia benar-benar bingung, kalut, takut dan sedih.

Harusnya, malam pertama pengantinnya dengan Handaru adalah malam yang paling istimewa seumur hidup Mitha setelah sebelumnya dia berjuang keras untuk mempertahankan mahkota sucinya sebagai seorang perempuan karena ingin mempersembahkan hal itu untuk suaminya kelak, lelaki yang benar-benar dia cintai. Tapi, semua harapannya kini berubah menjadi mimpi buruk.

Mitha telah kehilangan keperawanannya dalam keadaan yang bahkan dia tidak ketahui alurnya.

Bagaimana awalnya dan kenapa dirinya bisa sampai ada di dalam kamar hotel itu, Mitha benar-benar tidak tahu. Lalu mengenai siapa sebenarnya lelaki brengsek yang sudah menodainya itu, Mitha juga tidak tahu. Dia hanya tahu sebatas wajah ketika dirinya melihat lelaki itu dengan leluasa memeluk tubuhnya yang polos.

Sejauh ini tak ada satu orang pun yang mengetahui tentang kejadian malam itu termasuk mengenai dirinya yang kini berbadan dua selain Eren, sahabatnya. Mitha sengaja menyembunyikannya karena dia tidak ingin aib ini menghancurkan segalanya. Jika sampai orang lain tahu, bukan hanya Mitha yang malu tapi keluarganya pun akan terbawa imbasnya. Mitha hanya tak ingin penyakit jantung yang diderita sang Ayah kumat akibat tak kuat menanggung malu. Belum lagi dengan pihak keluarga Handaru dan Handaru sendiri.

Jika sudah mengingat semua itu, Mitha pasti merasa kepalanya serasa mau pecah.

Wanita pemilik paras cantik berkulit putih mulus itu kembali menatap wajahnya di depan cermin seraya berkata dalam hati.

Malam ini, Handaru harus tahu yang sebenarnya.

Aku tidak mungkin menyimpan rahasia ini karena pasti Handaru akan mengetahuinya sendiri.

Aku tidak ingin mengawali kehidupan rumah tanggaku dengan kebohongan.

Ya, aku harus berkata jujur pada Handaru.

Dia lelaki baik dan aku yakin dia bersedia menerima keadaanku saat ini karena dia mencintaiku.

Setelah meyakinkan segenap hati dan mengumpulkan keberanian, akhirnya Mitha keluar dari kamar mandi setelah aktifitasnya selesai. Dia menghampiri Handaru yang sedang rebahan di atas ranjang sambil menonton TV.

Mitha merangkak dan menjatuhkan kepalanya di atas dada bidang Handaru yang shirtless.

Handaru membelai rambut panjang Mitha yang wangi dan masih basah. Sesekali dikecupnya lembut ubun-ubun kepala sang istri.

"Rambut kamu harum sekali," ucap Handaru di tengah keintiman mereka.

Mitha tersenyum tipis. Jemari lentiknya berputar di atas dada bidang sang suami.

"Mas," panggilnya.

"Ya," jawab Handaru.

Mitha menegakkan tubuhnya dan menatap wajah tampan Handaru. "Ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ucapnya meski setengah ragu, terlebih takut.

"Apa? Katakan saja," tanya Handaru dengan tatapannya yang masih fokus ke layar televisi.

"Ini hal penting! Matikan dulu TV-nya," perintah Mitha yang langsung merampas remot TV di tangan sang suami dan menekan tombol off.

Handaru menatap Mitha dengan wajah penuh tanya. Sebelah tangannya merayap ke atas paha Mitha yang terekspos dan mengelusnya pelan.

"Kenapa wajahmu tegang sekali?" goda Handaru dengan senyuman mesum. "Kamu takut aku terkam ya?"

"Mas!"

Handaru tertawa saat wajahnya yang hendak mendekati wajah Mitha malah ditepis oleh jemari lentik Mitha.

"Memangnya hal apa sih yang ingin kamu bicarakan?" tanyanya tidak sabar.

Mitha mengulum bibir dengan kepalanya yang tertunduk dalam.

Handaru menyentuh dagu Mitha dan mengangkat wajah di hadapannya itu supaya bisa dia tatap dengan penuh cinta.

"Katakan Mitha, ada apa?"

"Janji dulu kamu tidak akan marah," ucap Mitha dengan suara gemetar. Dia benar-benar takut.

"Memangnya selama ini aku pernah marah padamu? Hm?"

"Tidak," jawab Mitha dengan gelengan kepala.

"Ya sudah. Katakan sekarang, apa yang ingin kamu bicarakan denganku? Jangan buat aku menunggu," nada suara Handaru masih terdengar lembut.

Untuk beberapa saat suasana hening menyergap mereka sampai akhirnya Mitha pun bersuara.

"Hm, a-aku... Aku..." Mitha menelan kembali salivanya yang begitu pahit. Belum apa-apa kelopak matanya sudah memanas. "Aku... Aku sedang hamil, empat minggu,"

Deg!

Seperti ada sebuah palu godam raksasa yang menghantam dadanya, ketika Handaru mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Mitha.

Lelaki itu menggeleng pelan lalu tertawa hambar. "Leluconmu tidak lucu Mitha," ujarnya tak percaya.

Mitha meraih kedua tangan sang suami dan menggenggamnya erat. Menatap ke dalam mata Handaru dengan tatapan yang menekankan kembali bahwa perkataannya tadi adalah sebuah kebenaran.

"Aku tidak sedang bercanda, Mas. Aku serius. Aku hamil dan aku tidak tahu siapa Ayah dari anak ini," Mitha mulai menangis.

Wajah lembut Handaru seketika menegang. Air mata yang meleleh di wajah Mitha telah memperjelas semuanya.

Perilaku Handaru yang tadinya hangat kian berubah dingin. Bahkan dengan sentakan kasar dia menarik kedua tangannya dari genggaman Mitha. Lelaki itu berdiri sambil berkacak pinggang dan membelakangi Mitha.

"BAGAIMANA BISA INI TERJADI? Aku pikir... Aku pikir selama ini kamu itu adalah wanita baik-baik yang bisa menjaga kehormatanmu, Mitha!" ucap Handaru setengah berteriak. Lelaki itu terlihat meremas rambutnya dengan kedua tangan. Dia terlihat syok berat.

"Mas, aku juga tidak mau ini terjadi! Aku sudah diperkosa," aku Mitha membela diri di tengah ketidakberdayaannya.

"LALU KENAPA KAMU TIDAK LAPOR POLISI?" potong Handaru dengan kedua bola mata yang melotot marah. Bahkan suara Handaru terdengar menggelegar kencang, membuat Mitha terkejut. Sebab, sejauh dirinya mengenal Handaru, lelaki itu selalu terlihat baik dan ramah dengan tutur katanya yang lemah lembut.

"Aku malu Mas, aku tidak mau ada orang yang tahu, apalagi Ayah. Dokter bilang, kalau sampai sekali lagi penyakit jantung Ayah kumat, dia bisa meninggal," tangis Mitha pecah saat itu.

Handaru diam tapi wajahnya terlihat begitu mengerikan.

Mitha merangkak mendekati Handaru dan berlutut di bawah kaki lelaki itu.

"Maafkan aku Mas. Aku mohon Mas bisa menerima keadaanku dan bersedia merahasiakan hal ini,"

Kedua rahang Handaru mengeras. Dia membungkuk dan menekan kedua rahang Mitha dengan sebelah tangannya. Tatapan tajamnya yang sarat kebencian menghunus kelopak mata Mitha yang berlinang air mata.

"Kamu pikir, aku ini tong sampah yang mau menampung barang bekas pakai orang lain? Hah?" Sentaknya kasar.

Hati Mitha mencelos.

Sungguh, Mitha tak mengenal sosok Handaru yang kini ada di hadapannya.

Detik itu juga, neraka pernikahannya dengan Handaru dimulai.

Mitha mengutuk lelaki yang telah memperkosanya malam itu!

Siapa pun dia, di mana pun dirinya berada, lelaki itu tidak akan pernah menemukan kebahagiaan dalam hidupnya!

Itu sumpah Mitha!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi THE BRIDAL SHOWER

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel AKU DAN TEMAN SUAMIKU
9.7
Kehidupan Tara berubah drastis saat ia terjebak dalam posisi yang tak pernah dibayangkan: menjadi istri kedua dari sahabat mendiang suaminya sendiri. Kini, ia terperangkap di tengah dinamika rumah tangga yang penuh komplikasi dan tekanan batin. Di tengah konflik emosional yang terus menguji kesabarannya, Tara harus menentukan pilihan sulit. Akankah ia bertahan demi komitmen tersebut, atau justru memilih untuk menyerah karena beban yang terlalu berat?
Sampul Novel Galau Cinta Untuk Siapa
8.7
Kaila terpaksa menikahi Boyke Dhamara demi menjaga kehormatan keluarga setelah Dwina kabur tepat satu jam sebelum akad. Setahun menjalani pernikahan muda yang tak pernah ia impikan, tiba-tiba Dwina muncul kembali dan menuntut Kaila meninggalkan Boyke karena mereka ingin menikah. Kaila kini terjebak dalam kebingungan besar. Bagaimana reaksi Boyke saat mengetahui mantan kekasihnya kembali, dan akankah posisi Kaila sebagai istri pengganti segera berakhir?
Sampul Novel Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun
8.1
Setelah ditabrak mobil di hari ulang tahun cucunya, seorang wanita lansia justru harus pulang menghadapi tumpukan pekerjaan rumah tanpa ada yang memedulikan lukanya. Alih-alih mendapat simpati, ia malah dicap malas oleh anak dan menantunya saat kondisi fisiknya menurun. Puncaknya, sang suami justru meminta cerai demi seorang pengasuh baru. Muak dengan pengorbanan yang sia-sia dan tuntutan tanpa henti, ia memutuskan untuk menyetujui perceraian tersebut demi memulai hidup baru yang mandiri.
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?
Sampul Novel SANG MATAHARI
9.1
Menjelajahi hutan rimba yang sarat akan keajaiban serta aura penuh misteri, Aria Stormheart melangkah maju dengan penuh keteguhan. Sosok petualang pemberani ini membawa pedang bercahaya yang selalu setia tergantung di pinggangnya. Di tengah perjalanannya, Aria merasakan perpaduan antara gejolak kegembiraan dan rasa cemas yang menyelimuti hati. Setiap langkahnya di dunia fantasi ini menjadi bukti keberanian sang penjelajah dalam menghadapi segala tantangan.
Sampul Novel Waktu Tak Bisa Menjaga Cinta
9.5
Sepuluh tahun berpacaran dengan Rama hanya menyisakan kekecewaan bagi aku. Rama selalu mengabaikanku demi Sinta, mulai dari mabuk bersama saat ibunya sakit, hingga menjaga Sinta ketika aku menghadapi masalah kerja. Puncaknya, Rama menghilang di hari kematian ibuku demi menghadiri kelulusan Sinta. Kehilangan ini membuatku memilih menyudahi hubungan kami. Namun, Rama yang enggan berpisah kini memohon kesempatan kedua dengan penuh penyesalan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan