Sampul Novel Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun

Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun

8.1 / 10.0
Dalam novel modern Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun, seorang nenek yang terluka akibat kecelakaan justru diabaikan dan dituntut mengurus rumah oleh keluarganya. Saat sang suami meminta cerai demi pengasuh, ia memilih bebas. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti perjuangannya.
Ringkasan Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun
Setelah ditabrak mobil di hari ulang tahun cucunya, seorang wanita lansia justru harus pulang menghadapi tumpukan pekerjaan rumah tanpa ada yang memedulikan lukanya. Alih-alih mendapat simpati, ia malah dicap malas oleh anak dan menantunya saat kondisi fisiknya menurun. Puncaknya, sang suami justru meminta cerai demi seorang pengasuh baru. Muak dengan pengorbanan yang sia-sia dan tuntutan tanpa henti, ia memutuskan untuk menyetujui perceraian tersebut demi memulai hidup baru yang mandiri.
Baca Selengkapnya

Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun Bab 1

Pada hari ulang tahun cucuku, aku ditabrak mobil saat dalam perjalanan mengambil hadiahnya.

Karena tidak terlalu parah, aku hanya pergi ke rumah sakit untuk membalut lukaku, lalu buru-buru pualng.

Setibanya di rumah, ternyata acara ulang tahun telah berakhir. Sementara itu, aku harus membereskan kekacauan yang ada.

Tidak ada yang peduli pada lenganku yang diperban. Yang ada di pikiran mereka hanya apakah baju sudah dicuci, apakah makanan sudah disiapkan?

Karena tidak enak badan, aku tidak membuatkan sarapan. Putraku dan menantuku pun mengataiku malas.

Aku pergi ke rumah sahabatku untuk menenangkan diri. Mereka malah bilang aku bersikap tidak masuk akal, padahal sudah tua.

Kemudian, suamiku ingin bercerai denganku demi seorang pengasuh ....

Cerai saja! Siapa juga yang mau mengerjakan pekerjaan rumah yang tak ada habisnya itu! Lagi pula, mereka tidak menyukaiku!

Sopir yang menabrakku menelepon orang rumahku berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban. Aku rasa, mereka seharusnya sedang sibuk. Sibuk merayakan ulang tahun cucuku.

Setelah aku diobati, sopir mengantarku pulang. Sebelum masuk, aku sudah mendengar tawa dari dalam. Sepertinya, ada aku atau tidak di rumah ini sama saja.

Untuk sesaat, aku agak linglung. Kunci di tanganku terjatuh. Orang-orang baru menyadari keberadaanku.

Aku mengira mereka akan merasa bersalah, tetapi mereka malah melihatku dengan ekspresi datar.

"Kenapa kamu baru pulang? Ngapain saja di luar? Kenapa nggak menghadiri acara ulang tahun cucu sendiri?" keluh suamiku.

Aku memaksakan senyuman sambil menatap cucuku. "Levin, Nenek membelikanmu ...." Kalung emas.

"Ibu, kita sudah siap makan. Kamu terlambat. Bantu kami bersihkan ya. Kamu lihat saja masih ada makanan apa di dapur." Sebelum aku selesai bicara, menantuku sudah menyelaku dan membawa anaknya pergi.

Putraku sibuk dengan ponselnya. Dia sama sekali tidak peduli pada ibunya.

Di sisi lain, suamiku membersihkan giginya dan bangkit dari kursi. "Sayap ayam ini sudah kumakan tadi. Rasanya nggak enak, kamu yang makan saja. Jangan lupa rapikan mejanya nanti."

Dalam waktu kurang dari satu menit, tawa di meja makan sontak sirna. Ternyata, kemunculanku mengganggu kebahagiaan mereka.

Aku menatap tumpukan tulang dan noda mentega di atas meja, juga sayap ayam yang sudah digigit itu .... Sungguh ironis.

Hatiku terasa getir. Aku menunduk menatap lenganku yang diperban, lalu tersenyum mencela. Lenganku jelas-jelas tergantung di depan dada, tetapi tidak ada yang melihatnya. Sejak aku masuk, tidak ada yang menanyakan apa yang terjadi padaku.

Aku duduk di kursi dan beristirahat sejenak. Kemudian, aku baru bangkit dan merapikan meja dengan satu tangan. Karena satu tanganku tidak bisa digerakkan, aku menghabiskan banyak waktu. Itu pun hanya menyapu ruang makan. Peralatan makan masih belum dicuci.

Pukul 12 malam lewat, suasana di rumah sunyi senyap. Semua orang sudah tidur. Aku melirik peralatan makan di wastafel, lalu menghela napas dan memutuskan untuk mencucinya besok.

Saat ini, kepalaku terasa berat. Aku sudah tua, jadi kesehatanku tentu kurang baik. Ditambah lagi hari ini aku mengalami kecelakaan. Tubuhku tentu tidak kuat.

Setelah masuk ke kamar, aku langsung tidur. Sebelum tidur, aku memberi tahu diriku untuk tidak lupa memberi Levin hadiahnya besok. Itu adalah hadiah ulang tahunnya.

Tiba-tiba, putraku membangunkanku. Begitu membuka mata, terlihat tatapannya yang kesal. "Ibu! Kenapa masih tidur? Kenapa nggak cuci piring semalam? Sarapan juga belum dibuat!"

Kepala dan tenggorokanku sakit. Aku ingin berbicara, tetapi tidak bisa. Pada akhirnya, putraku melambaikan tangannya dengan tidak sabar.

"Sudahlah, kami sudah terlambat. Kami pergi beli makan saja. Kamu ini nggak ngerti aku dan istriku capek. Tekanan kerja sekarang sangat besar. Kami capek-capek kerja, tapi kamu malah malas-malasan di rumah dan nggak bantu apa-apa," keluh putraku tanpa memberiku kesempatan untuk menjelaskan.

"Nggak masalah kalau kami beli makan di luar. Tapi, kamu tetap harus masak untuk Ayah. Levin juga harus pergi ke sekolah. Jangan lupa antar dia ke sekolah. Pakaianku dan Jesslyn ada di kamar. Jangan lupa dicuci juga."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kehidupan Baru di Usia 60 Tahun

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bias: Dari Uncle, Jadi Daddy
9.0
Alexandria Serenata Atmadya pindah ke megapolitan demi pekerjaan baru, namun sifatnya yang sulit menolak justru menjebaknya dalam skema Ragnala Firaz Himawan. Ragnala yang manipulatif memaksa Alexandria masuk ke pernikahan berkedok kesepakatan rahasia. Di tengah persaingan kecerdikan mereka, muncul fakta mengejutkan tentang seorang anak berusia empat tahun. Alexandria pun harus menghadapi taktik manis Ragnala demi memperjuangkan cinta di tengah pahitnya masa lalu.
Sampul Novel Dipinang Dosen Tampan
9.6
Laura terpaksa menuruti keinginan orang tuanya untuk menikah dengan dosen di kampusnya sendiri. Jason, sang ayah, sengaja menjodohkan Laura dengan Jonathan agar putri bungsunya tersebut tidak menjadi pembangkang seperti kakak-kakaknya. Meski harus bersuami pria tampan, hati Laura tidak lantas luluh begitu saja dalam pernikahan ini. Kini, Jonathan harus berjuang memenangkan cinta Laura di tengah paksaan takdir yang mengikat hubungan mereka.
Sampul Novel Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah
9.4
Di dunia modern ini, sistem misterius bernama 'Kamu Hebat, Kamu Maju' memberikan bonus bagi siapa saja yang bisa menjalani hidup orang lain dengan lebih baik. Didorong keserakahan, ibu, suami, dan anak laki-laki protagonis menyeretnya ke persidangan sistem. Mereka bertaruh bisa menggantikan perannya demi hadiah puluhan miliar, dengan risiko protagonis akan dimusnahkan menjadi budak mereka. Namun, rencana itu berbalik saat sang protagonis justru berhasil meraup kemenangan senilai 60 miliar.
Sampul Novel Misteri Obat Dalam Minumanku
8.7
Pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan formal di atas kertas, karena kami berdua telah memiliki kekasih masing-masing. Namun, sebuah insiden misterius menghancurkan batasan tersebut saat seseorang secara sengaja mencampurkan obat ke dalam minumanku. Akibatnya, aku kehilangan kendali diri sepenuhnya hingga situasi menjadi kacau. Siapakah dalang di balik rencana ini, dan bagaimana nasib hubungan kontrak kami setelah malam yang tak terduga itu?
Sampul Novel Suami Kedua Ayla
8.6
Kehidupan harmonis Ayla bersama Fawaz dan kedua anak mereka hancur saat sang suami, seorang anggota TNI, mendadak hilang tanpa jejak. Fawaz meninggalkan wasiat misterius agar Ayla menikah dengan sahabat barunya, Pierre Nasution. Namun, keraguan muncul terkait keaslian pesan tersebut. Apakah Pierre hanya memanfaatkan situasi demi perasaannya pada Ayla, atau ia terlibat dalam hilangnya Fawaz? Ayla kini terjepit antara amanah terakhir dan kecurigaan keluarga besar.
Sampul Novel Wanita Penghibur untuk Suamiku
8.9
Demi cinta dan rasa tak berdaya, Naura nekat menyewa wanita penghibur bagi suaminya. Hidupnya kini terasa tercekik, namun ia bertahan di tengah bara api rumah tangga demi menuntaskan dendam atas kematian keluarganya. Naura adalah satu-satunya penyintas kecelakaan tragis yang menewaskan orang tuanya. Meski luka fisik telah pulih, trauma mendalam saat melihat mereka terpanggang di balik kaca mobil terus menghantui dan membakar tekadnya untuk membalas dendam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan