Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tersandung Luka, Terkubur Cinta

Tersandung Luka, Terkubur Cinta

Kebahagiaan Aira saat mengetahui kehamilannya seketika sirna oleh pengkhianatan Reyhan yang teramat pedih. Suami yang ia cintai ternyata telah memiliki anak dengan wanita lain di belakangnya. Di tengah harapan baru sebagai calon ibu, impian Aira tentang keluarga harmonis hancur total. Kini ia terjebak dalam dilema antara rasa sakit yang mendalam dan masa depan bayinya. Akankah Aira mampu bangkit dari luka ini, ataukah cintanya sudah benar-benar terkubur?
Bab
Bagikan

Bab 2

Aira berdiri di depan cermin besar yang ada di ruang tidurnya, menatap dirinya sendiri dengan pandangan kosong. Dulu, cermin ini adalah tempat ia melihat senyum kebahagiaan, sebuah refleksi dari harapan dan impian yang ia bangun bersama Reyhan. Namun hari ini, cermin itu hanya memantulkan wajah seorang wanita yang hancur, wajah yang merasa tidak dikenal oleh dirinya sendiri. Mata Aira yang biasanya bersinar cerah kini tampak lelah, penuh keputusasaan. Di balik kilau yang dulu ada, kini hanya ada kesedihan yang memeluknya erat.

Tangan Aira terulur, meraih perutnya yang mulai membuncit. Bayi itu, buah cinta yang ia jaga selama beberapa minggu terakhir, kini menjadi satu-satunya alasan ia bertahan. Namun, dengan setiap detik yang berlalu, perasaan cemas dan bingung semakin membesar di dalam dadanya. Bagaimana ia bisa membawa kehidupan baru ini ke dunia yang begitu penuh dengan kebohongan? Apa yang akan ia lakukan jika kenyataan yang tak terelakkan itu akhirnya datang dan menghancurkan semua yang ia harapkan?

Tiba-tiba, suara pintu yang dibuka dengan kasar mengalihkan perhatian Aira. Ia menoleh, melihat Reyhan berdiri di ambang pintu dengan wajah yang lelah. Biasanya, saat Reyhan pulang, Aira akan berlari menyambutnya dengan senyuman. Namun kali ini, ia hanya berdiri di tempat, tak tahu harus berbuat apa. Hatinya berdebar, tetapi ia berusaha menahan diri. Aira tahu, ia tidak bisa lagi menerima begitu saja penjelasan Reyhan tanpa mengetahui semuanya. Ia ingin mendengar pengakuan, ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi selama ini.

Reyhan menatapnya dengan tatapan kosong, seolah menghindari tatapan mata Aira yang penuh dengan pertanyaan. "Aira," katanya pelan, suara itu terdengar lemah dan tertekan. "Aku pulang lebih cepat."

Aira tersenyum tipis, tetapi senyumnya terasa terpaksa, seakan ada pisau yang menusuk dari dalam hatinya. "Lebih cepat?" ulangnya dengan suara dingin. "Apakah urusanmu selesai, Reyhan?"

Reyhan terdiam sejenak, tampak bingung bagaimana menjawab pertanyaan itu. Aira, yang biasanya begitu sabar menunggu, kini tak bisa menahan amarah yang mulai mendidih di dalam dirinya. Setiap kata yang keluar dari mulut Reyhan terdengar seperti kebohongan yang semakin membuatnya merasa semakin jauh dari pria yang pernah ia cintai.

"Kenapa kamu selalu menghindar, Reyhan?" Aira akhirnya memecah keheningan. "Kenapa setiap kali aku bertanya, kamu selalu punya alasan yang baru? Aku hanya ingin tahu kebenarannya. Apa yang terjadi dengan kita?"

Reyhan menundukkan kepala, dan Aira bisa melihat ekspresi yang sangat berbeda dari Reyhan yang dulu-pria yang penuh dengan keyakinan dan percaya diri kini tampak rapuh, seolah-olah ia takut menghadapi kenyataan yang harus dihadapinya.

"Aira, aku... aku minta maaf," Reyhan akhirnya berkata dengan suara yang serak. "Ini bukan mudah bagiku. Aku tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya."

Aira merasa tubuhnya seperti ditarik ke dalam pusaran emosi yang tak terkendali. Kata-kata Reyhan terasa begitu berat, dan dalam hatinya, ia tahu bahwa apapun yang akan diungkapkan Reyhan setelah ini tidak akan cukup untuk mengobati luka yang telah menggores hatinya. Setiap detik yang berlalu membuatnya merasa semakin terperangkap dalam kebohongan yang tak bisa diubah.

"Maaf?" Aira tertawa sinis, air mata mulai mengalir tanpa bisa ia tahan. "Apa yang harus aku lakukan dengan kata 'maaf' itu, Reyhan? Kata 'maaf' tidak akan bisa mengembalikan kepercayaan yang telah hancur. Kata 'maaf' tidak akan bisa mengembalikan semua yang telah kamu rusak."

Reyhan terlihat semakin cemas, langkahnya maju sedikit, mencoba mendekati Aira, tetapi Aira mundur, menjauh darinya. "Aira, aku... aku tahu aku salah. Aku khianati kamu, dan itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Tapi aku ingin memperbaikinya. Aku ingin kamu tahu bahwa aku masih mencintaimu."

Aira memandangnya dengan tatapan yang tajam. "Cinta? Cinta yang seperti apa, Reyhan? Cinta yang kau beri pada wanita lain, sementara aku harus menunggu di sini, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi? Cinta yang kau sembunyikan begitu dalam sampai aku harus menemukannya sendiri?" Suaranya mulai naik, penuh dengan kemarahan yang terpendam selama ini.

Reyhan terdiam, tak mampu berkata-kata. Aira bisa melihat wajahnya yang penuh penyesalan, tetapi itu tidak cukup untuk menghapus rasa sakit yang membakar dalam dirinya. Setiap detik yang berlalu, Aira merasa semakin lelah. Ia lelah dengan kebohongan, lelah dengan harapan palsu yang selalu Reyhan tanamkan, lelah dengan perasaan yang terus menerus dirusak tanpa ada perbaikan.

"Tahukah kamu apa yang paling menyakitkan, Reyhan?" Aira berkata, suaranya penuh kepedihan. "Ketika aku tahu bahwa kau sudah memiliki anak dari wanita lain. Ketika aku tahu bahwa aku hanya menjadi bayangan dalam hidupmu, sementara kamu sibuk membangun kehidupan dengan orang lain. Bagaimana mungkin aku masih bisa mempercayaimu setelah semua ini?"

Aira merasakan dadanya sesak, dan untuk pertama kalinya, ia merasa ingin berteriak, ingin melepaskan segala perasaan yang selama ini terpendam. Namun, ia tahu bahwa tidak ada yang akan bisa mengubah apa yang telah terjadi. Reyhan telah mengkhianatinya, dan walaupun ia ingin percaya bahwa ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya, ia tahu itu hanya sebuah ilusi.

Reyhan berusaha mendekat lagi, tetapi kali ini, Aira mundur lebih jauh, menahan diri agar tidak semakin terjerumus dalam perasaan yang begitu rumit. "Kau sudah hancurkan semuanya, Reyhan. Aku tak tahu bagaimana lagi aku bisa bertahan dalam hubungan yang penuh kebohongan ini."

Reyhan menghela napas panjang, menatap Aira dengan tatapan yang penuh penyesalan. "Aira, aku minta maaf. Aku tahu aku telah salah. Tapi, aku masih ingin berjuang. Aku ingin kita tetap bersama. Aku ingin kita tetap membangun keluarga ini. Tolong beri aku kesempatan."

Aira menatapnya, dan untuk sesaat, hatinya terasa kosong. Apakah ia masih bisa mempercayai kata-kata Reyhan? Apakah ia bisa memberi kesempatan kedua kepada suaminya yang telah menghancurkan segalanya? Semua pertanyaan itu menggantung di pikirannya, dan untuk pertama kalinya, Aira merasa takut akan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Di luar, hujan semakin deras, seakan menjadi saksi bisu dari perasaan yang menghancurkan di dalam hati Aira. Dunia sekitarnya terasa kabur, dan segala harapan yang dulu ada kini hanya bayang-bayang yang tak pernah bisa ia raih lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Dalam kondisi hamil tua, mobilku ditabrak truk secara sengaja. Saat sekarat, aku menghubungi suamiku, Kian, namun ia justru mengabaikanku demi keluhan sakit kepala Florence. Pengkhianatan itu berujung tragis: bayi kami tewas dan kakakku kehilangan karier pianisnya selamanya. Kini, duka berubah menjadi amarah yang membara. Kian menganggap kami sampah, namun ia tak sadar bahwa kami akan bangkit dari kehancuran ini untuk menuntut balas atas semua penderitaan kami.
Sampul Novel Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya
9.5
Dua belas tahun lamanya hidupku diabdikan sepenuhnya bagi Davian Adhitama, pewaris takhta teknologi. Sejak usia enam belas, aku dijual demi biaya pengobatan kanker ibuku, berperan sebagai sekretaris hingga kekasihnya. Namun, kembalinya Kania, cinta masa kecil Davian, mengubah segalanya. Dia memutuskan menikahinya dan membuangku dengan tawaran pesangon miliaran rupiah sebagai ganti atas seluruh masa muda yang telah kuhabiskan bersamanya.
Sampul Novel Cinta yang Tak Sempat Kudengar
8.7
Setelah tunangannya memilih menikahi kakaknya, ia menerima lamaran Twinkle, pria dingin yang mengaku telah lama mencintainya. Tiga tahun pernikahan mereka berjalan sempurna penuh kelembutan, hingga sebuah rahasia besar terungkap. Ia tidak sengaja mendengar bahwa pernikahan mereka hanyalah kepalsuan demi melindungi wanita bernama Amelie. Menyadari dirinya hanya menjadi tameng cinta sepihak suaminya, ia memutuskan memalsukan kematiannya demi menghapus seluruh identitas dan terbebas dari Twinkle selamanya.
Sampul Novel Cinta Yang Terenggut
7.9
Sepuluh tahun menikah, rumah tangga Jonathan dan Theresia hancur karena depresi akibat kemandulan. Jonathan yang lelah disiksa secara fisik dan mental akhirnya menggugat cerai. Di tengah proses itu, ia jatuh hati pada Karin, sekretarisnya yang lembut dan kontras dengan sang istri. Namun, Theresia berusaha keras mempertahankan hubungan mereka. Akankah Jonathan berhasil pergi, ataukah ada niat tersembunyi di balik ketulusan Karin yang tampak naif?
Sampul Novel Istri Yang Diabaikan
9.5
Lili mengalami nasib tragis saat hamil besar. Ia diabaikan suaminya, Azzam, hingga terjatuh sendirian dan kehilangan bayinya. Meski Azzam sangat menyesal dan berjanji untuk berubah saat Lili kritis, keadaan tidak kunjung membaik. Tekanan berat dari ibu mertua akhirnya memaksa Lili nekat melarikan diri dari rumah. Kini, Azzam harus berjuang mencari keberadaan istrinya. Mampukah ia menemukan Lili dan memperbaiki hubungan pernikahan mereka yang hancur?
Sampul Novel Jadi Istri Kedua Sang Ceo
9.4
Dunia Lania Herbert hancur saat Fero, kekasihnya, tewas demi menyelamatkannya dari kecelakaan maut. Didera rasa bersalah yang mendalam, Lania mencoba mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri ke mobil. Namun, ia justru terbangun di dimensi baru yang mengerikan di mana monster muncul dari Dungeon. Di tengah kekacauan dunia modern yang luluh lantak ini, Lania harus bertahan hidup dalam peran baru yang tak terduga sebagai istri kedua dari seorang CEO tangguh.