Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Samantha Pradana harus mengorbankan prinsip cintanya demi menikahi Rayhan Wijaya, duda kaya yang tampak sempurna namun menyimpan luka masa lalu. Pernikahan ini menjadi medan konflik antara kewajiban keluarga dan impian Samantha akan cinta sejati. Meski Rayhan mulai membuka hati, bayang-bayang mendiang istrinya terus membayangi hubungan mereka. Keduanya kini terjebak dalam dilema emosional, berjuang menghadapi rintangan pedih demi menemukan kebahagiaan baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

Samantha duduk di tepi ranjang besar itu, matanya menatap langit malam yang gelap, dikelilingi sepi yang menyelimuti kamar tidur yang luas itu. Suara jantungnya berdetak cepat, seolah mencoba menahan sesak yang tak kunjung reda. Di luar, angin malam berhembus pelan, menciptakan suara gemerisik daun-daun yang berjatuhan. Semua ini terasa seperti sebuah kebohongan, sebuah kenyataan yang harus diterima namun sulit dihadapi.

Rayhan, yang baru saja meninggalkan ruang tamu, kini berdiri di ambang pintu kamar, memperhatikan Samantha dengan hati-hati. Ia tahu betapa sulitnya keadaan ini bagi wanita yang ia cintai, namun perasaannya sendiri juga tak kalah rumit. Melawan rasa kehilangan dan kenangan tentang Yasmin membuatnya merasa seperti terperangkap di antara dua dunia yang saling bertentangan: masa lalu dan masa depan.

"Reni, aku tahu ini sulit. Aku juga merasa seperti kita berjalan di atas tali tipis," Rayhan berkata, suaranya serak, seolah setiap kata yang diucapkannya menambah beban di dadanya. Ia melangkah ke arah Samantha, duduk di sisi ranjang, menyentuh tangan wanita itu yang terkulai lemas di atas selimut putih.

Samantha menatap tangan Rayhan, jari-jarinya yang besar dan hangat. Ia mengingat bagaimana dulu, sebelum pernikahan ini, Rayhan pernah menjadi pria yang tampak sempurna di matanya-pria yang bisa membuatnya tertawa, yang bisa membuatnya merasa aman meskipun dunia di sekeliling mereka sedang guncang. Tapi sekarang, semuanya berbeda. Perasaan itu terasa jauh, seperti bayangan yang tidak bisa disentuh.

"Kenapa kau tidak bisa melupakan dia, Rayhan?" tanya Samantha, suara itu lebih lembut dari yang diharapkannya. Ia tidak ingin terdengar seperti sedang menyalahkan, tapi pertanyaan itu sudah terlalu lama terpendam di dalam hatinya. Ia ingin tahu, ingin mendengar dari mulut Rayhan sendiri, seberapa besar bayang-bayang Yasmin masih menguasai kehidupannya.

Rayhan menarik napas dalam-dalam, menatap langit-langit yang gelap. "Karena dia adalah bagian dari diriku, Reni. Sebelum kau datang, sebelum aku bertemu denganmu, dia adalah dunia ku. Aku tidak bisa melupakan semua kenangan yang aku miliki dengannya, meskipun aku tahu itu membuatmu terluka."

Samantha memejamkan mata, menahan air mata yang mulai menggenang. "Tapi aku juga di sini, Rayhan. Aku bukan dia. Aku tidak ingin menjadi bayangan dari seorang wanita yang sudah tiada. Aku ingin menjadi diriku sendiri, untukmu."

Rayhan menoleh, melihat Samantha dengan mata yang penuh rasa sakit. "Dan aku ingin itu juga, Reni. Aku ingin kamu menjadi dirimu sendiri. Tapi kadang, hatiku terasa terkoyak antara kenangan lama dan kenyataan baru. Aku takut melupakan Yasmin sepenuhnya, karena aku khawatir akan kehilangan kenangan yang membuatku menjadi siapa aku sekarang."

Suasana hening sejenak, hanya suara napas mereka yang terdengar dalam keheningan malam. Samantha merasakan kesejukan di pipinya, bukan hanya karena angin malam, tetapi karena air mata yang akhirnya jatuh. Ia tidak tahu bagaimana cara meredakan rasa sakit itu, tidak tahu bagaimana cara membuat Rayhan melihat dirinya sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar pengganti.

Rayhan, melihat air mata Samantha, merasa seperti hatinya diremukkan oleh kenyataan bahwa ia telah membuat wanita di hadapannya merasa seperti ini. "Aku minta maaf, Reni. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak pernah bermaksud membuatmu merasa seperti ini. Aku ingin kita membangun sesuatu yang baru, bersama-sama, meskipun itu sulit."

Samantha memandang Rayhan, mencari kejujuran di matanya. Ia tahu Rayhan sedang berusaha sekuat tenaga untuk membuatnya merasa dicintai, tapi cinta yang datang dengan beban masa lalu terasa seperti kutukan. "Tapi bagaimana jika aku tidak cukup kuat untuk ini, Rayhan? Bagaimana jika aku terus terjebak dalam rasa takut bahwa aku tidak pernah bisa cukup baik untukmu?"

Rayhan menggenggam tangan Samantha lebih erat, matanya berbinar dengan tekad. "Kita bisa menghadapinya bersama, Reni. Aku tahu ini tidak mudah, tapi aku tidak bisa membiarkan rasa takut menguasai kita. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku berjanji akan melawan rasa takut itu, untukmu, untuk kita."

Samantha menarik napas, mencoba merasakan kehangatan yang diberikan Rayhan. Ada harapan di sana, meskipun masih rapuh. Ia ingin percaya, ingin memberikan kepercayaan pada pria yang duduk di sampingnya itu, pria yang tampak begitu tulus berusaha mencari jalan keluar dari kegelapan. Tapi rasa takut itu terus menghantui, seakan mengingatkannya bahwa kebahagiaan yang ia cari mungkin tidak pernah bisa sepenuhnya ia raih.

"Aku hanya ingin tahu satu hal, Rayhan. Apakah aku cukup penting bagimu, bahkan jika masa lalu itu selalu ada?" tanyanya, suara itu begitu lembut hingga hampir tidak terdengar.

Rayhan menatap Samantha, matanya penuh dengan kebingungan dan harapan. "Kamu adalah segalanya, Reni. Meskipun aku tidak bisa menghilangkan kenangan tentang Yasmin, aku ingin kamu tahu bahwa kamu adalah masa depan yang aku pilih. Kamu lebih dari cukup untukku. Jangan biarkan bayang-bayang masa lalu membuatmu meragukan itu."

Samantha menatap Rayhan, dan untuk pertama kalinya, ia merasa ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Mungkin ini bukan akhir dari semua perjuangan mereka, mungkin ini hanya awal dari perjalanan yang panjang dan penuh tantangan. Tapi di malam itu, di antara bisikan angin dan gemerisik daun, ada sebuah harapan kecil yang mulai tumbuh. Meskipun penuh ketidakpastian, ada keinginan untuk terus mencoba, untuk terus berharap, dan mungkin, suatu hari nanti, menemukan kebahagiaan yang sejati.

Rayhan menarik Samantha ke dalam pelukannya, merasakan tubuhnya yang gemetar. "Kita akan melalui ini, Reni. Aku janji, kita akan melalui ini."

Samantha menutup mata, merasakan hangatnya pelukan itu. Ia tahu perjalanannya tidak akan mudah, dan ada banyak yang harus disembuhkan, tetapi untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, ia merasa ada secercah cahaya di ujung terowongan yang gelap. Mungkin, hanya mungkin, mereka bisa menghadapinya bersama-sama.

Dan dalam pelukan itu, mereka berdua tahu bahwa walaupun masa lalu masih menghantui, ada harapan yang bisa mereka genggam. Seperti selembar daun yang bertahan di tengah angin, mereka akan terus berjuang untuk tetap berdiri, berharap dan percaya bahwa cinta bisa menemukan jalannya, bahkan di tengah kegelapan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Pribadi CEO Dingin
9.7
Elena, desainer berbakat, terpaksa menunda mimpinya demi menjadi asisten Arion, CEO startup yang dingin. Meski awalnya sulit menghadapi sikap kaku sang atasan, Elena mulai menemukan sisi hangat Arion. Saat skandal besar mengancam perusahaan, Elena beraksi heroik membongkar pelaku sabotase. Kedekatan ini memicu perasaan cinta Arion, namun Elena terjebak dilema besar antara mengejar asmara atau mewujudkan ambisi agensi pribadinya yang sempat tertunda.
Sampul Novel Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
8.7
Bertha melakukan kesalahan fatal dengan meminta kiriman video dewasa kepada CEO-nya di tengah malam. Alih-alih mendapatkan apa yang ia inginkan, sang bos justru menawarkan demonstrasi nyata secara langsung. Usai menghabiskan malam penuh gairah yang tak terduga, Bertha pasrah akan nasib kariernya. Namun, kejutan besar datang saat Justin justru melamarnya untuk menikah. Di tengah kebingungan, Bertha pun mempertanyakan apakah bosnya itu sedang bercanda.
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku
9.3
Aurora terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Leandro, pengusaha sawit kaya. Meski hidup mewah, ia menderita akibat dominasi ibu mertua dan kekejaman adik iparnya. Leandro tak pernah memihaknya hingga Aurora merasa terasing. Penderitaannya memuncak saat kakak kandungnya, Ravela, hadir dan mulai menggoda suaminya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa Aurora, terutama ketika ia menyaksikan Ravela keluar dari kamar Leandro pada suatu malam yang kelam.
Sampul Novel Kutandatangani Dosa Mereka
9.0
Demi melindungi Hanaya yang hamil, Ferdi tega membujuk tunangannya, Tiara, untuk mengakui kejahatan yang tidak ia lakukan. Mengingat penderitaan di kehidupan sebelumnya—di mana penolakannya berujung pada penjara dan penyiksaan hingga mandul—Tiara kini memilih menandatangani surat pengakuan tersebut. Hanaya segera memfitnahnya di media atas pencurian rahasia dagang Perusahaan Lukito. Namun, plot berbalik saat Rian Lukito selaku penggugat justru mencabut tuntutan di persidangan dan berlutut untuk melamar Tiara.
Sampul Novel Misi Cinta dan Kenikmatan
9.3
Alex Syarizal adalah pria berusia 28 tahun asal Sumatra yang hidup bergelimang harta warisan orang tuanya. Meski sukses mengelola bisnis pertanian hingga SPBU, ia masih melajang karena kesibukan karier. Di tengah kesendirian setelah kehilangan keluarganya, Alex terlibat dalam momen panas nan intim bersama Mirna. Saat Mirna mulai tersadar dan merespons rangsangan yang memberikan kenikmatan luar biasa, Alex menyapanya dengan lembut di tengah gejolak gairah mereka.
Sampul Novel Nyonya Tak Bucin Lagi
9.8
Setelah mati mengenaskan di rumah sakit jiwa akibat cinta butanya selama delapan tahun, Grace Wijaya mendapatkan kesempatan kedua untuk terlahir kembali. Langkah pertama yang ia ambil dalam kehidupan baru ini adalah menceraikan suaminya yang dingin, William Sanjaya. Meski awalnya William meremehkan keputusan tersebut, ia segera menyadari kesalahannya saat melihat Grace bangkit menjadi wanita karier sukses yang dikelilingi banyak pria hebat. Ketika sang mantan suami memohon untuk rujuk, Grace dengan tegas menolak karena ia telah sepenuhnya sembuh dari penyakit budak cintanya.