Sampul Novel Kutandatangani Dosa Mereka

Kutandatangani Dosa Mereka

9.0 / 10.0
Demi melindungi Hanaya yang hamil, Ferdi tega membujuk tunangannya, Tiara, untuk mengakui kejahatan yang tidak ia lakukan. Mengingat penderitaan di kehidupan sebelumnya—di mana penolakannya berujung pada penjara dan penyiksaan hingga mandul—Tiara kini memilih menandatangani surat pengakuan tersebut. Hanaya segera memfitnahnya di media atas pencurian rahasia dagang Perusahaan Lukito. Namun, plot berbalik saat Rian Lukito selaku penggugat justru mencabut tuntutan di persidangan dan berlutut untuk melamar Tiara.

Kutandatangani Dosa Mereka Bab 1

Pada hari putusan pengadilan, tunanganku Ferdi Andrian membujukku untuk tidak lagi mempertahankan pembelaan tidak bersalah dan menandatangani surat pengakuan kesalahan.

"Aku tahu kamu tidak bersalah, tapi Hanaya sedang mengandung anakku. Aku tidak bisa membiarkannya masuk penjara," katanya sambil menggenggam tanganku dengan air mata berlinang.

Dia menggenggam tanganku sambil menangis tersedu-sedu, "Tiara, aku melakukan ini juga demi kebaikanmu.

Tanpa ragu, aku menandatangani surat pengakuan kesalahan.

Di kehidupan sebelumnya, aku mati-matian menolak menggantikan Hanaya Halim untuk dihukum.

Namun pada akhirnya, bukan hanya aku yang dipenjara, aku juga disiksa oleh orang suruhan Ferdi hingga mandul seumur hidup.

Dalam kehidupan kali ini, aku memilih untuk mengikuti keinginannya.

Keesokan harinya, berita tentang aku mencuri rahasia dagang menyebar ke seluruh media.

Hanaya bahkan tampil sebagai saksi mata.

"Ya, itu dia. Aku melihat sendiri dia menyusup ke Perusahaan Lukito!"

Namun pada siang harinya, saat persidangan dimulai, penggugat, Rian Lukito, tiba-tiba mencabut gugatan.

Di tengah tatapan heran semua orang, dia berlutut dan mengeluarkan cincin berlian.

"Tiara, di kehidupan ini maukah kamu menikah denganku?"

Baru saja menandatangani surat pengakuan kesalahan, tatapan pria itu langsung menyiratkan kilatan tajam.

Saat melihatku menoleh ke arahnya, dia langsung menunjukkan ekspresi seolah sedang dalam kesulitan berat.

"Tiara, kamu tenang saja, aku akan mencarikan pengacara terbaik untukmu."

"Nanti setelah kamu dipenjara, aku juga akan keluarkan uang untuk mengurus semuanya, supaya kamu bisa cepat dapat pembebasan bersyarat."

Aku menahan ejekan yang hampir terucap, lalu menjawab dengan suara dingin.

"Tidak perlu."

Dia langsung berpura-pura terlihat cemas dan panik.

"Tiara! Aku tahu kamu pasti sangat putus asa sekarang, tapi kamu nggak boleh menyerah begitu saja."

"Kalau kamu menyerah seperti ini, ayah dan ibumu ... "

Dia masih terus saja mengoceh, menunjukkan rasa kekhawatirannya.

Kalau bukan karena pengalaman di kehidupan sebelumnya, mungkin aku benar-benar akan percaya pada semua ucapannya.

Di kehidupan lalu, setelah aku menolak untuk mengaku bersalah, dia langsung menunjukkan wajah aslinya tanpa belas kasihan.

Tidak hanya memalsukan bukti untuk menjebloskanku ke penjara, bahkan juga menyuap beberapa narapidana perempuan untuk dengan paksa merenggut hakku menjadi seorang ibu dengan alat-alat dingin.

Aku benci, jelas-jelas dia yang demi merebut rahasia Perusahaan Lukito, menyuruh Hanaya Halim melakukan pencurian.

Lalu kenapa yang harus menerima nasib paling tragis justru aku yang tidak bersalah sama sekali?

"Tiara?"

Suara Ferdi Andrian menyadarkanku dari lamunan, "Kenapa wajahmu terlihat begitu pucat?"

Aku mengepalkan tangan dengan erat, kuku-kuku menekan dalam ke telapak tanganku.

"Tidak apa-apa," jawab Tiara dengan memaksakan senyum.

"Cuma terpikir harus masuk penjara, jadi agak takut."

Ferdi langsung ingin menggenggam tanganku, tapi aku menghindarinya tanpa terlihat mencolok.

Dia sempat terkejut sejenak, namun pada akhirnya rasa gembira karena sudah berhasil mendapatkan surat pengakuan kesalahan yang lebih mendominasi.

Dia menyimpan dokumen itu dengan sangat hati-hati ke dalam tas kerjanya.

"Aku akan menyerahkan surat ini langsung kepada hakim pada sidang tiga hari lagi."

Dia berjanji dengan penuh keyakinan dan berkata, "Selama beberapa hari ini, aku akan merahasiakannya, tak akan kuberitahu kepada siapa pun."

Aku hanya mengangguk dingin.

Setelah menandatangani, aku dibebaskan dengan status penangguhan penahanan sambil menunggu persidangan.

Keluar dari pintu utama pengadilan, Ferdi dengan perhatian membukakan pintu mobil untukku, tangannya melindungi kepalaku, sama seperti yang sering dia lakukan selama tiga tahun ini.

Tapi kini aku sangat sadar, semuanya sudah berubah.

Dia masih berakting sebagai pria yang penuh perhatian, memandangku dengan sorot mata hangat dan penuh kasih.

"Tiara, aku antar kamu pulang."

Pulang? Aku menertawakan dalam hati.

Villa itu yang dulunya pernah dipenuhi kenangan kami, kurasa kini sudah tak menyisakan ruang untukku lagi.

Benar saja, saat kami membuka pintu villa, yang langsung menyergap adalah aroma parfum asing.

Semua dekorasi sudah berubah, gaya minimalis yang aku suka digantikan oleh tumpukan hiasan yang berlebihan dan mencolok.

Foto pernikahan yang dulu terletak di tengah ruang tamu, kini disingkirkan begitu saja ke ruang penyimpanan, tertumpuk seperti barang bekas dan berdebu tebal.

Melihat aku menatap foto itu, wajah Ferdi sempat terlihat canggung, tapi dia dengan cepat kembali menunjukkan ekspresi penuh cinta.

"Tiara, ini semua idenya Hanaya ... "

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kutandatangani Dosa Mereka

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.6
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kepergian mendadak itu membuat nenek Cherish syok hingga muntah darah dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Kecewa mendalam, Cherish langsung mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon dimaafkan dan berjanji menyerahkan segalanya demi mendapatkan kembali hati Cherish.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan