Sampul Novel Terpaksa Dinikahi Majikan

Terpaksa Dinikahi Majikan

7.8 / 10.0
Demi melunasi utang ayahnya, Azizah bekerja sebagai asisten rumah tangga. Ketulusannya justru membuat sang majikan melamarnya menjadi istri. Ikuti kisah tak terduga ini dalam Terpaksa Dinikahi Majikan, sebuah romance novel bertema billionaire romance books yang penuh pilihan hidup.
Ringkasan Terpaksa Dinikahi Majikan
Demi melunasi hutang judi sang ayah dan membantu ibunya, Azizah terpaksa bekerja sebagai asisten rumah tangga. Namun, ketulusan hati yang ia miliki justru membuat sang majikan ingin menjadikannya sebagai menantu. Kini, ia terjebak dalam pernikahan tak terduga dengan pria kaya di rumah tersebut. Akankah hubungan ini menjadi takdir cinta sejatinya? Ikuti lika-liku perjalanan Azizah menghadapi kehidupan barunya dalam balutan romansa yang mengharukan.
Baca Selengkapnya

Terpaksa Dinikahi Majikan Bab 1

"Azizah Puspita. Di sini pendidikan formal tidak diutamakan. Yang penting kamu bisa bekerja dengan baik. Diharuskan menginap. Apa kamu sanggup?" tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat anggun. Dia adalah Nyonya rumah yang bernama Anita Bimantara.

Azizah mendapatkan informasi dari seorang tetangganya, kalau di rumah besar itu sedang membutuhkan seorang pembantu. Sudah pasti ia menerima pekerjaan itu, karena ia memang melamar dan membutuhkan pekerjaan itu demi untuk menghidupi dua orang adiknya yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah dan makan sehari-hari. Ibunya hanya seorang buruh cuci keliling, sedangkan ayahnya setiap hari kerjaannya hanya berjudi dan mabuk-mabukan. Maka dari itu dia berinisiatif untuk membantu ibunya menghasilkan uang. Meski harus menjadi seorang pembantu.

"Iya, Buk. Saya sanggup," jawabnya dengan senyum manis yang selalu menghiasi wajahnya setiap hari. Baginya hidup susah bukanlah suatu hal yang harus ditangisi. Hidup akan terasa indah bila dihiasi senyum syukur serta usaha yang maksimal, lalu untuk hasil, pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Berkuasa.

"Tapi kamu kan masih muda. Apa kamu mau dan tidak malu bekerja sebagai pembantu?"

"Aku mau, Buk. Sebab aku sudah mencari pekerjaan seharian ini, tapi gak dapat-dapat. Saat aku di jalan ketemu sama Pela sepupu aku, dia ngasih tahu kalau di sini lagi butuh pembantu rumah tangga, aku senang banget. Buatku, pekerjaan apa pun tidak masalah, Buk. Yang penting halal."

"Apa orang tuamu akan mengizinkan jika kamu bekerja di rumah ini? Diharuskan menginap lho."

"Jika saya diterima, saya akan minta izin dulu sama ibu saya, Buk."

"Azizah...."

"Ya, Buk?" Azizah merasa dia tidak akan diterima bekerja, karena dia melihat Nyonya rumah itu ingin mengatakan sesuatu, tetapi ragu-ragu untuk mengatakannya.

"Kalau begitu, kamu bisa mulai bekerja besok pagi. Sekarang kamu pulanglah, beri tahu ibumu kalau kamu akan bekerja di sini mulai besok pagi." Mendengar kata-kata Nyonya Anita, Azizah sangat senang bukan kepalang. Ternyata dugaannya salah.

"Terima kasih, Buk. Saya pamit pulang dulu."

Anita menatap punggung Azizah yang berlalu dibalik pintu besar rumahnya. Dengan pakaian sederhana, dan rambut panjang terurai, kecantikan gadis remaja yang masih berumur sembilan belas tahun itu terlihat cantik alami. Anita kagum sekaligus prihatin dengan kesederhanaannya saat pertama dia melihat Azizah.

"Kasihan sekali. Dia masih muda dan cantik. Tapi harus menjadi pembantu rumah tangga untuk menghidupi keluarganya," batinnya.

Sesampainya di rumah, Azizah mendapati adiknya Ainun sedang membujuk Akbar yang sedang menangis. Akbar adalah adik bungsunya yang masih berumur empat tahun.

"Kenapa Akbar menangis, Dek?" tanyanya ke Ainun sambil menggantikan Ainun menggendong Akbar.

"Dia minta makan, Kak. Nasi gak ada. Lalu dia menangis dan gak mau berhenti," terang Ainun yang ikut tersedu karena menahan tangisnya juga.

"Ibu belum pulang, ya?" tanya Azizah seraya terus mengelus kepala adiknya agar mau diam. Matanya juga mulai berembun, namun dia berusaha agar tidak menangis di depan adik-adiknya.

"Belum, Kak. Tapi tadi Ayah yang pulang, beliau nanyain Kakak, terus pergi lagi," sungut Ainun yang kecewa dengan sikap Ayahnya yang tukang judi dan mabuk.

"Ayah bilang apa aja, Dek?"

"Kata Ayah, kalau Kakak pulang, jangan pergi ke mana-mana. Ada yang mau dibicarakan sama Kakak, begitu."

Akbar yang berada dalam gendongan Azizah masih saja menangis minta makan. Azizah tidak tega melihat adik-adiknya kelaparan. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berhutang ke warung tetangganya.

"Kamu tinggal dulu di rumah sama kak Ainun ya, Dek? Kakak akan beli beras untuk kita masak," ucapnya dengan lembut.

"Jangan lama-lama, ya Kak...."

"Ya, Dek."

"Semoga Bi Ijah mau menghutangiku beras, telur dan minyak goreng, Ya Allah. Aamiin," batin Azizah sambil menengadah ke langit, sebelum dia melangkahkan kakinya ke warung.

Kebetulan, warung kelontong tidak jauh dari rumahnya. Hanya berjarak dua buah rumah. Jadi tidak memakan waktu lama untuk sampai di warung itu.

Setelah menunggu dua orang ibu-ibu yang juga belanja sayuran membayar belanjaannya, Azizah memberanikan dirinya untuk bicara. "Bi..., A-a...." Ucapannya tersendat.

Pemilik warung kelontong tersenyum melihat Azizah yang seperti orang ketakutan. "Apa, Azizah? Kamu mau beli apa? Kok malah gugup, kayak mau ngomong sama pacar?" tanyanya dengan ramah sambil bercanda, agar kegugupan Azizah hilang.

"Sudah pasti mau ngutang lah, Ma. Makanya dia gugup kayak gitu," timpal anak gadis Bi Ijah yang seumuran dengan Azizah yang tiba-tiba datang dari belakang pemilik warung kelontong itu.

Mendengar kata-kata anaknya yang kasar Bi Ijah memarahinya. "Jaga mulut kamu Pela...."

"Emang betul, kan Azizah? Kamu kan memang datang ke sini untuk nambah hutang, kan!" bentaknya seketika.

"Pela! Dia itu masih saudara sepupumu! Kenapa ngomong seperti itu. Biarpun dia ngutang, apa salahnya. Nanti kalau dia sudah punya uang juga pasti dibayar," ujar Bi Ijah.

"Halah, paling tunggu dia ubanan atas bawah gak bakalan bisa bayar hutang. Yang ada malah hutangnya yang tambah numpuk!" Bola mata Pela melotot saat dia menghina Azizah.

Meski harga dirinya terasa diinjak-injak, Azizah tidak mau melawan hinaan dari sepupunya, karena dia ingat dengan adiknya yang menangis kelaparan di rumah. Dia mengabaikan wanita bernama Pela itu dan bicara kepada Bi Ijah. "Bi.... Bolehkah aku ngutang beras, minyak goreng sama telur lima biji dulu, Bi?" katanya sambil menahan air mata yang sudah menganak gunung.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terpaksa Dinikahi Majikan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)
9.2
Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dinikahi Brondong Tajir
9.3
Dunia Keyla Valerie seketika runtuh saat ia memergoki pengkhianatan suaminya yang berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah kehancuran hati dan keputusasaan yang mendalam, seorang pemuda tampan dengan gaya badboy tiba-tiba muncul di hadapannya. Tanpa ragu, pemuda kaya raya tersebut langsung mengklaim bahwa Keyla adalah calon istrinya. Bagaimana nasib Keyla selanjutnya menghadapi situasi tak terduga ini? Ikuti kisah selengkapnya sekarang.
Sampul Novel Mempelai kedua
9.2
Suasana sakral pernikahan Rihanna berubah menjadi nestapa saat para tamu telah berkumpul. Di balik pintu, ia menangis pilu setelah melihat unggahan media sosial sepupunya. Foto itu menampilkan Vero, calon suaminya, sedang tidur memeluk wanita yang masih kerabatnya sendiri. Di tengah pengkhianatan yang menghancurkan hati, Rihanna terjepit dalam dilema besar. Haruskah ia tetap menanti kedatangan Vero atau membatalkan pesta demi harga dirinya meski harus mempermalukan keluarga?
Sampul Novel Pembantu dan pewaris muda
8.5
Amelia terjebak utang ayahnya dan kemiskinan saat bekerja di rumah keluarga De la Vega. Hidupnya berubah sejak Luciano, sang pewaris arogan, mulai memperhatikannya. Hubungan rahasia mereka tumbuh di tengah perbedaan kelas, namun skandal besar mengancam martabat Amelia. Kini ia harus memilih antara cinta yang membara kepada Luciano atau melindungi adiknya serta janin di rahimnya. Dua dunia yang bertabrakan ini siap meledak dalam konflik yang penuh emosi dan pengorbanan.
Sampul Novel Sang Alpha Salah Menandatangani Penolakanku
9.5
Tiga tahun aku menjadi Mate Alpha Bramantyo yang tak dianggap karena cintanya pada Rossa. Saat ayahku sekarat, Bram justru mengabaikan permintaanku demi kekasihnya. Akibat ulah Rossa yang pura-pura sakit, tabib pergi dan ayahku pun wafat. Bagi Bram, nyawa ayahku hanyalah urusan sepele. Namun, ia tak sadar telah terjebak. Di tengah kelalaiannya, Bram tanpa sengaja menandatangani dokumen Ritual Penolakan yang kini resmi memutuskan ikatan jiwa kami selamanya.
Sampul Novel Surga Terakhir yang Hilang
9.6
Ava menghela napas dalam sebelum akhirnya melepas seluruh helai kain yang tersisa. Momen ini menjadi bentuk pembebasan baginya, melepaskan segala kepalsuan yang selama ini menyelimuti dirinya. Sambil memejamkan mata, ia meresapi embusan angin sore dan dinginnya aliran air yang membasuh kulit. Di bawah langit senja itu, Ava merasakan kedamaian mendalam seolah jiwanya benar-benar menyatu dengan alam semesta tanpa ada lagi rahasia yang ia sembunyikan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan