Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terlahir Kembali: Menyelamatkan Anakku Dari Sahabatku

Terlahir Kembali: Menyelamatkan Anakku Dari Sahabatku

Setelah putrinya tewas dicekik secara kejam oleh sahabatnya sendiri akibat dendam penolakan donor ASI, sang ibu membalas dendam dengan membunuh pelaku sebelum akhirnya ia terbangun kembali di masa lalu. Kini, ia mendapati dirinya berada di hari pertama saat sahabatnya meminta ASI tersebut. Dengan kesempatan kedua ini, ia harus menyusun rencana matang demi melindungi sang buah hati dari takdir tragis dan menghadapi kegilaan sahabatnya yang manipulatif dalam kisah thriller domestik yang menegangkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku berlari ke kamar mandi untuk membasahi seluruh rambutku, lalu membungkusnya dengan handuk sebelum pergi membukakan pintu untuk Bella.

"Kenapa ribut banget? Aku tadi lagi keramas, jadi nggak dengar ketukan pintumu," kataku dengan nada kesal. "Lagian, ada apa sih yang penting banget sampai harus dibicarakan sekarang?"

Bella langsung balik bertanya, "Kenapa kamu ganti kode pintu?"

"Aku dengar katanya kalau pakai satu kode terus itu nggak aman. Jadi, setiap beberapa waktu harus diganti," jawabku santai.

Bella kemudian menyibakkan rambutnya, memperlihatkan area di kepalanya yang hampir tidak ada rambut. Kulitnya bahkan terlihat mengilap karena refleksi cahaya.

Aku menutup mulutku untuk menahan tawa dan berkata, "Sepertinyak amu kena alopecia, ya?"

"Felita, gimana ini? Aku kan masih umur 20-an dan belum nikah. Kalau aku botak, siapa yang mau sama aku?" keluhnya.

"Aku sudah coba pakai segala macam shampo perangsang rambut, tapi nggak ada hasilnya. Awalnya cuma rontok beberapa helai, tapi sekarang, rambutku rontok segenggam-segenggam. Aku stres banget!"

"Aku lihat di internet ada yang bilang kalau pakai ASI buat keramas bisa merangsang folikel rambut. Aku panik, jadi kepikiran buat pinjam ASI dari kamu," lanjutnya.

Aku memasang ekspresi bingung. "Bukan aku nggak mau pinjamkan, tapi ASI-ku sudah nggak keluar lagi. Kamu tahu sendiri, Mery sejak lahir hampir nggak pernah minum susu formula. Badanku nggak terlalu kuat, jadi beberapa hari lalu ASI-ku sudah berhenti."

Bella melirik dadaku dengan curiga dan berkata, "Jangan-jangan kamu cuma nggak mau pinjamkan, makanya bilang begitu?"

"Ya ampun, mana mungkin. Kita ini teman baik, masa hal sekecil ini aku bohong sama kamu," sahutku.

"Aku nggak percaya, kecuali aku bisa membuktikannya sendiri," katanya sambil mengulurkan tangan ke arahku dan mencoba memeras dadaku untuk memastikan masih ada ASI atau tidak. Tentu saja, tidak ada setetes pun yang keluar.

Untungnya, aku sudah memerah semua ASI-ku sebelumnya dan menyimpannya di dalam freezer. Kalau tidak, pasti kebohonganku akan terbongkar.

"Aku sudah bilang, 'kan? Kamu nggak percaya. Aku benar-benar sudah nggak punya ASI lagi," kataku dengan pasrah.

Bella hampir menangis putus asa. "Aduh, aku bakal jadi botak benaran, ya? Tolong dong, aku nggak mau!"

Aku berpura-pura menghiburnya, "Aku belum pernah dengar ASI bisa merangsang folikel rambut. Jangan mudah percaya sama informasi di internet. Lebih baik kamu periksa ke dokter."

"Harusnya aku pinjam dari kamu lebih awal. Aduh, ribet banget," keluhnya sambil menghela napas.

Bella kemudian menoleh ke arahku dan bertanya, "Mana Mery? Mana anak angkatku? Sudah lama aku nggak lihat dia. Penasaran dia sekarang seperti apa."

"Baru saja dia minum susu formula dan langsung tidur," jawabku.

"Aku mau lihat dia. Sudah lama banget nggak ketemu. Aku kangen sama dia," pinta Bella.

Awalnya aku tidak ingin memperlihatkan putriku, tapi Bella sudah dengan seenaknya mengangkatnya tanpa izin.

Mungkin karena merasa takut, putriku langsung menangis keras.

"Ada apa ini? Dulu aku gendong dia baik-baik saja. Kenapa sekarang baru aku gendong langsung menangis? Anak kecil memang menyebalkan," ujar Bella dengan nada kesal.

Dia mengulurkan tangannya, seolah ingin memukul putriku. Aku yang ketakutan langsung merebut putriku dari tangannya dan memeluknya erat sambil menenangkan.

"Kamu kenapa sih? Mana mungkin aku benar-benar mukul dia. Aku cuma bercanda mau menakutinya saja. Siapa suruh dia berani melawan ibu angkatnya," ujar Bella sambil menyeringai ke arah putriku.

Bella kemudian menatap putriku dengan wajah garang. "Semua gara-gara kamu menghabiskan ASI ibumu. Kalau ibu angkatmu ini jadi botak, aku akan cabut semua rambutmu."

Putriku yang tadinya sudah hampir tenang, langsung menangis lebih keras lagi mendengar ucapan itu.

"Lucu juga, anak sekecil ini ternyata bisa mengerti apa yang kubilang?" kata Bella sambil tertawa sinis.

Untuk menghentikan tangisan putriku, aku segera mendorong Bella keluar dari rumah.

"Kamu pulang saja sekarang. Kalau Mery sampai ketakutan gara-gara kamu, aku nggak akan memaafkanmu," kataku tegas.

"Tunggu ...." Bella mengarahkan pandangannya ke sekeliling rumah, lalu menatapku tajam. "Barusan aku mencium aroma dari tubuh Mery. Itu bukan bau susu formula, malah lebih mirip bau ASI. Apa kamu sengaja bohongin aku?"

Amarahku langsung memuncak. "Aku perlu bohong sama kamu? Kita sudah bersahabat bertahun-tahun, tapi ternyata kamu mikir begitu tentang aku. Aku benar-benar salah menilaimu."

"Lagi pula, sekarang aroma ASI dan susu formula itu sudah hampir mirip. Kamu kan belum pernah punya anak, wajar kalau kamu nggak tahu."

"Kalau kamu tetap berpikiran seperti itu, aku nggak bisa apa-apa lagi. Anggap saja aku nggak pernah punya sahabat seperti kamu."

Melihatku marah, nada bicara Bella mulai melunak.

"Felita, maaf, aku salah. Gimana kalau kamu kasih tahu aku kode pintunya? Bukannya kamu pernah bilang, di antara kita nggak boleh ada rahasia?"

Aku tahu Bella sudah mulai curiga. Dia meminta kode pintu sekarang jelas-jelas untuk mencoba masuk ke rumahku saat aku tidak ada, supaya dia bisa memeriksa apakah aku menyembunyikan ASI.

"Bella, kita ini sudah dewasa, bukan anak-anak lagi. Setiap orang punya privasi. Kalau kamu bisa masuk ke rumahku sembarangan, itu nggak pantas. Masih ingat waktu terakhir kali kamu masuk tanpa izin?"

"Waktu itu aku dan suamiku lagi ... ya, di ranjang. Dia sampai trauma dan nggak mau menyentuhku selama hampir setengah bulan."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B35430" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B35430
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dipaksa Open BO
8.7
Amira, seorang gadis remaja berusia tujuh belas tahun, terjebak dalam penderitaan akibat ulah ayah tirinya yang sangat kejam. Demi meraup keuntungan materi, pria tersebut tega memaksa Amira menjadi pemuas nafsu dan mengeksploitasinya tanpa ampun. Di tengah tekanan fisik dan mental yang luar biasa, mampukah Amira menemukan jalan keluar dari lingkaran setan ini? Ikuti perjuangan hidup Amira yang penuh rintangan dalam menghadapi nasib kelam yang menjeratnya.
Sampul Novel I'm The Beast
9.0
Rodolfo Silas adalah pembunuh bayaran yang beralih menjadi pelindung desa saat teror makhluk aneh melanda. Di tengah misteri hilangnya manusia setiap bulan purnama, Rodolfo berjuang sendirian menghalau pasukan serigala berkat kemampuan tempurnya yang luar biasa. Namun, nasibnya berubah drastis ketika pasukan elite werewolf menculiknya dan mengubahnya menjadi monster mengerikan. Kini, ia harus menghadapi kenyataan baru sebagai bagian dari kaum yang ia lawan.
Sampul Novel Immortal and The Beast
9.1
Pasca perang berdarah 100.000 tahun silam, Theodore bangkit melalui mantra kuno. Namun, alih-alih pulih dalam 10.000 tahun, roh sang Immortal justru terbangun di masa depan dalam tubuh pemuda lemah yang sering dirundung. Di dunia yang kini terancam monster, ia bertekad menjadi Hunter, pahlawan pembasmi makhluk buas. Meski raga barunya rapuh, pengalaman tempur dari masa lalu akan membantunya menaklukkan tantangan demi mengubah nasib malang sang pemilik tubuh.
Sampul Novel Istriku Disiksa Sampai Gila
9.4
Kepulanganku yang tak terduga dari Taiwan ke kampung halaman justru disambut oleh kenyataan pahit yang menghancurkan jiwa. Aku menemukan istri tercintaku telah kehilangan kewarasannya, sementara buah hati kami dikabarkan sudah tiada. Di balik duka ini, muncul kecurigaan mendalam terhadap kebenaran yang ada. Benarkah semua kesaksian dari pihak keluargaku bisa dipercaya? Aku harus mengungkap misteri kelam di balik tragedi yang menimpa keluargaku.
Sampul Novel Jahatnya Pacar Kakakku
8.5
Rencana sederhana pergi ke festival musik bersama sahabat berubah menjadi petaka mengerikan bagi sang protagonis. Tanpa alasan jelas, kekasih kakaknya mengurungnya di toilet, menuduhnya menggoda pacar orang, lalu melakukan penyiksaan keji. Korban disiram air kotor, ditampar, ditelanjangi, hingga kulitnya disolder dengan tulisan hinaan. Saat sang kakak, Calvin, akhirnya tiba dan mendapati adiknya terluka parah hingga tak mengenali wajahnya, pelaku hanya bisa berdalih bahwa ia salah mengira korban sebagai orang asing.
Sampul Novel Ketika Cinta Mati, Dendam Dimulai
9.8
Pasca kematian tragis putranya, Eva Anindita justru dikhianati suaminya, Jaksa David Adiwijaya. Demi melindungi Karin, pelaku tabrak lari, David memenjarakan Eva atas tuduhan palsu. Setelah tiga tahun mendekam di penjara dan kehilangan anak keduanya, Eva bebas hanya untuk melihat kenyataan pahit. David telah membina keluarga baru bersama Karin. Kini, jurnalis investigasi ini siap menuntut balas atas pengkhianatan keji yang menghancurkan hidupnya.