Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Obsesi CEO Arogan

Terjerat Obsesi CEO Arogan

Elena hancur setelah dikhianati oleh suaminya. Dalam kepedihan, ia bertemu Karl, pria dari masa lalunya, di sebuah bar. Pertemuan itu berujung pada satu malam yang menjerat Elena dalam obsesi dingin Karl. Sang CEO menuntut Elena bercerai demi memilikinya sepenuhnya. Kini, Elena terjebak antara masa lalu dan hasrat baru yang berbahaya. Haruskah ia melawan tarikan Karl yang posesif atau menyerah pada cinta berisiko yang mengaburkan batas kewarasan ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Apa kau gila?" ucapnya, nadanya meninggi, penuh dengan emosi yang terpendam.

Karl mengangkat bahunya dengan santai, lalu mengarahkan matanya kembali pada Elena, tatapannya datar dan tanpa kompromi. "Suamimu yang gila, Elena. Bukan aku," jawabnya singkat, seolah pernyataannya adalah fakta yang tidak perlu diperdebatkan.

Elena menarik napas panjang, mencoba menenangkan amarah yang mulai memuncak. "Ya, anggap saja begitu. Suamiku memang gila," katanya akhirnya, suaranya melemah saat rasa lelah meresap ke dalam dirinya.

"Tapi, sebagai teman tidurmu ... aku rasa kau yang gila, Karl!" ucap Elena dengan raut wajah kesalnya pada pria arogan di hadapannya ini.

"Seperti yang kau katakan semalam." Karl mendekat menatap wajah Elena yang tampak tegang. "Kau sangat lihai di atas ranjang, Elena," bisiknya mengingatkan Elena tentang ucapannya semalam.

"Dan aku mengakui itu. Selama ini aku tidak pernah menemukan wanita seliar dirimu. Dan aku rasa, kau sangat cocok menjadi teman tidurku."

Elena mendesah kasar mendengar ucapan Karl yang cukup membuat emosi. Dia benar-benar terjebak dan menganggap dirinya sedang berada di atas jurang saat ini.

"Keputusan ada di tanganmu. Jika ingin menyelamatkan restoranmu yang akan bangkrut itu, maka turuti apa yang aku minta tadi," ucapnya dengan nada intimidasi, memberikan pilihan yang sangat kejam dan sulit untuk Elena.

Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan air mata yang hampir tumpah. "Aku tidak tahu apa yang sedang kau rencanakan, Karl," ucapnya pelan, nadanya hampir seperti bisikan.

Karl menyeringai kecil, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan, kedua sikunya bertumpu di atas meja. "Tidak ada yang perlu kau takutkan, Elena. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau mendapatkan apa yang layak kau dapatkan," katanya, suaranya terdengar samar-samar menggoda.

"Termasuk memberimu kenyamanan dalam urusan ranjang," bisik Karl-lagi-lagi membahas kejadian semalam.

Elena tidak menjawab. Ia hanya duduk diam, terpaku di tempatnya, pikirannya berkecamuk di antara kebingungan, ketakutan, dan harapan.

"Tapi, apa hubungannya dengan urusan pribadiku dan dana yang ingin kau berikan, Karl? Ini sangat tidak masuk akal, kau tahu?" Elena berkata dengan nada kesal, mencoba menahan diri untuk tidak meledak di hadapan pria yang tampak terlalu tenang.

Karl mengangkat bahunya dengan sikap santai, seolah pertanyaan itu tidak memengaruhinya sama sekali. "Banyak," jawabnya, nadanya begitu percaya diri hingga membuat Elena ingin mendengus kesal. "Keduanya akan menguntungkanmu."

Elena menghela napas panjang. Ia menyunggingkan senyum kecut, pandangannya menyipit menatap Karl. "Tapi tidak dengan menjadi teman tidurmu. Itu sama sekali tidak menguntungkanku!" ucapnya dengan nada datar, tetapi sorot matanya penuh dengan kelelahan dan kekesalan.

Karl tidak terintimidasi sedikit pun. Sebaliknya, ia malah tersenyum tipis, senyum yang tampak seperti seorang pemain catur yang baru saja memikirkan langkah berikutnya.

"Well, Elena," katanya, mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, tatapannya tidak pernah lepas dari wajah Elena. "Apa kau masih ingin mempertahankan rumah tanggamu dengannya, setelah apa yang dia lakukan padamu?"

Kata-kata Karl membuat tubuh Elena menegang. Ia mencoba membaca maksud tersembunyi di balik ucapan itu, tetapi hanya menemukan kebingungan dan rasa cemas yang semakin dalam.

"Ya, aku tahu. Tapi, kenapa kau ingin ikut campur dalam urusan rumah tanggaku?" tanyanya, meski ia tahu pertanyaan itu mungkin tidak akan membawa jawaban yang diinginkannya.

Alih-alih menjawab, Karl beranjak dari kursinya. Ia melangkah mendekati Elena dengan gerakan yang lambat namun pasti, seperti seekor predator yang mendekati mangsanya. Sorot matanya tajam, menusuk, membuat Elena merasa seperti tidak ada tempat untuk bersembunyi.

Tubuh Elena mendadak kaku saat jarak mereka semakin dekat. Ia bisa merasakan udara di sekitarnya berubah menjadi lebih berat, penuh dengan ketegangan yang sulit dijelaskan.

Karl berdiri di hadapannya, sedikit membungkuk untuk menyesuaikan tinggi mereka. "Aku... memiliki peran penting di perusahaan suamimu," bisiknya dengan suara rendah, hampir seperti rahasia yang hanya mereka berdua boleh tahu. Matanya menatap lekat wajah Elena, tidak memberinya ruang untuk menghindar.

Elena mengerjapkan matanya, mencoba mencerna apa yang baru saja dikatakan Karl. "Apa yang kau maksud?" tanyanya lagi, suaranya hampir seperti bisikan.

Karl tersenyum samar, senyum yang penuh misteri. "Aku punya akses yang bisa menghancurkannya, Elena," ucapnya perlahan, setiap kata seperti dipilih dengan hati-hati untuk menekankan maksudnya.

Elena merasa seluruh dunianya berputar. Napasnya terasa berat, pikirannya dipenuhi oleh kemungkinan-kemungkinan yang mengerikan. Namun, meski di tengah kebingungannya, ada sesuatu di dalam dirinya yang mendorongnya untuk bertanya lebih lanjut.

"Lantas, apa yang akan kau lakukan untukku?" tanyanya akhirnya, meski ia tidak yakin ia benar-benar ingin tahu jawabannya.

Karl tersenyum lagi, senyum itu lebih lebar kali ini, tetapi tetap penuh dengan misteri. "Pertanyaan yang bagus, Elena. Kita akan membalaskan sakit hatimu, bersama-sama. Tinggalkan suamimu dan ikut bersamaku."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu
8.8
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, mendadak dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, Nadira harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Sampul Novel Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!
9.1
Amara terkejut saat suaminya, Damien Crowhurst, meminta cerai tepat saat ia menyiapkan makan malam. Meski mencintai Damien sejak awal perjodohan mereka pasca kebangkrutan keluarganya, Amara setuju berpisah dan menerima kompensasi besar. Sikap tenangnya mengejutkan Damien serta Selene Marquette, wanita baru yang menghinanya. Setelah empat tahun terbelenggu dalam pernikahan dingin, Amara memilih pergi ke apartemen kecil demi menghirup udara kebebasan yang sesungguhnya.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Dijodohkan dengan CEO tanpa Hati
8.5
Satu bulan membina rumah tangga, Ana Puspita Ningsih belum pernah disentuh oleh Louis Kusnadi. Pernikahan paksa ini mempertemukan dua kepribadian yang bertolak belakang. Ana dikenal sebagai wanita penyantun yang tulus membantu kaum papa, sementara Louis adalah CEO arogan yang gemar menindas orang lain. Di balik kekayaannya, Louis sangat pelit dan kerap menyakiti hati istrinya. Ana kini harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sedingin es dan penuh amarah.
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
Rafael Aditya Syahreza, CEO yang kerap bergonta-ganti pasangan, menjerat Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Ternyata, Vanessa adalah kekasih Adrian, adik kandungnya sendiri. Rafael memanfaatkan situasi ini demi kepuasan nafsu sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari adiknya? Bagaimana nasib Vanessa saat menyadari dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit tersebut?
Sampul Novel Keyakinan Cinta
8.5
Adelle Collin Nicholas merupakan ahli waris konglomerat blasteran Perancis-Australia yang terbiasa hidup mewah. Takdir mempertemukannya dengan Farhan, pemuda muslim sederhana yang taat beribadah dan aktif di masjid dekat gerejanya. Meski latar belakang sosial dan keyakinan mereka sangat kontras, benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya. Kini, mereka harus menghadapi ujian berat demi mempertahankan perasaan tulus tersebut di tengah segala perbedaan yang ada.