Sampul Novel Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!

Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!

9.1 / 10.0
Amara terkejut saat suaminya, Damien Crowhurst, meminta cerai tepat saat ia menyiapkan makan malam. Meski mencintai Damien sejak awal perjodohan mereka pasca kebangkrutan keluarganya, Amara setuju berpisah dan menerima kompensasi besar. Sikap tenangnya mengejutkan Damien serta Selene Marquette, wanita baru yang menghinanya. Setelah empat tahun terbelenggu dalam pernikahan dingin, Amara memilih pergi ke apartemen kecil demi menghirup udara kebebasan yang sesungguhnya.

Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai! Bab 1

Aroma bawang putih tumis bercampur wangi rosemary memenuhi dapur luas itu. Amara Lyndell berdiri di depan kompor, sendok kayu di tangannya bergerak perlahan mengaduk saus creamy yang menggelembung lembut di panci. Meski sudah empat tahun menikah, ia masih terbiasa memasak sendiri, walaupun keluarga Crowhurst memiliki lebih dari cukup staf untuk menyiapkan hidangan kelas hotel bintang lima. Memasak membuatnya merasa normal, seperti dirinya yang dulu-bukan sebagai istri seorang pria kaya yang menjaga jarak.

Suara langkah sepatu kulit terdengar dari arah pintu. Lembut, teratur, dan entah kenapa membuat jantungnya otomatis mengencang. Ia menoleh, dan mendapati Damien Crowhurst berdiri di ambang pintu dapur, setelan hitamnya rapi seperti biasa, dasi terikat sempurna, wajahnya dingin tanpa senyum.

"Amara." Suaranya rendah, datar, nyaris tanpa intonasi.

Amara tersenyum tipis, mencoba menepis kegugupan yang datang begitu saja. "Kau pulang lebih cepat. Aku hampir selesai memasak. Malam ini aku-"

"Kita perlu bicara," potong Damien, suaranya tegas.

Sendok di tangan Amara berhenti bergerak. Ia mematikan kompor sebelum menatap suaminya penuh tanya. "Bicara soal apa?"

Damien tidak mendekat. Matanya menatap lurus, dingin, seolah sedang berhadapan dengan lawan bisnis, bukan istri yang sudah empat tahun mendampinginya. "Kita bercerai."

Kata itu jatuh begitu saja di antara mereka, seperti gelas kristal yang jatuh dan pecah di lantai marmer.

Amara menatapnya, menunggu ia tertawa atau mengatakan bahwa itu hanya lelucon buruk. Tapi Damien tetap diam, kedua tangannya dimasukkan ke saku celana, tubuhnya tegap.

"Damien..." suaranya hampir tak terdengar, "Kenapa?"

"Tidak ada gunanya kita mempertahankan ini. Aku akan mengatur semua prosesnya. Kau akan mendapatkan kompensasi empat puluh juta dolar, dan penthouse di Ravenshore." Nada bicaranya masih datar, seperti sedang menawarkan kesepakatan di ruang rapat.

Amara merasakan sesak di dadanya. Ia ingat betul, empat tahun lalu, ketika keluarga Lyndell hancur. Ayahnya kehilangan segalanya di pasar saham, ibunya tak sanggup menahan rasa malu, dan keduanya memilih mengakhiri hidup. Kakeknya-satu-satunya keluarga yang tersisa-menitipkannya kepada kakek Damien sebelum meninggal. Itulah awal perjodohan mereka.

Sejak saat itu, ia jatuh cinta pada Damien. Diam-diam. Diam-diam pula ia menerima dinginnya, menerima jarak yang tidak pernah terjembatani. Ia selalu berpikir, mungkin suatu hari pria itu akan melihatnya bukan sebagai beban warisan keluarga.

Dan sekarang... semua itu berakhir seperti kontrak yang habis masa berlaku.

"Ini... cuma transaksi bisnis bagimu, ya?" tanya Amara, suaranya bergetar tapi matanya menatap lurus.

Damien menatap balik, masih tanpa ekspresi. "Aku pikir itu yang terbaik untuk kita berdua."

Amara terdiam beberapa saat, lalu mengangguk perlahan. "Baik."

Sejenak, mata Damien sedikit menyipit, seolah tak menyangka ia akan setuju secepat itu. "Kau tidak akan-"

"Aku akan menandatangani surat cerainya," potong Amara. Ia berbalik, mematikan kompor sepenuhnya, lalu mencuci sendok kayu itu di wastafel. Tangannya bergetar sedikit, tapi ia menegakkan punggungnya.

Damien menatapnya lama, namun tidak berkata apa-apa lagi sebelum meninggalkan dapur.

Dua hari kemudian, surat cerai itu sudah di meja. Amara membubuhkan tanda tangannya tanpa banyak bicara. Tangan Damien sempat berhenti di atas meja, memperhatikan. Ia tahu betapa rapuh Amara dulunya-ia pernah melihat gadis itu menangis sendirian di taman keluarga, menangis di bawah hujan saat pemakaman orang tuanya. Tapi kini, yang ia lihat adalah seseorang yang bahkan tidak menunduk saat menulis namanya di atas kertas yang memutuskan ikatan mereka.

"Kau harus pindah secepat mungkin," kata Damien, nadanya seperti memberi instruksi kerja.

Amara hanya mengangguk.

Sejak hari itu, suasana rumah keluarga Crowhurst berubah. Pengurus rumah tangga yang dulu setidaknya bersikap netral mulai menunjukkan wajah sinis. Tatapan mereka seolah berkata, kau hanya numpang, dan sekarang waktumu habis.

Pagi itu, Amara sedang memindahkan beberapa buku ke dalam koper ketika suara deru mesin mobil terdengar di luar. Tak lama, suara hak sepatu menghentak lantai marmer menyusul.

Pintu depan terbuka, dan seorang wanita berambut pirang keemasan dengan gaun biru tua memasuki rumah. Wajahnya cantik, riasan sempurna, senyum tipis menghiasi bibirnya-senyum yang tidak sampai ke mata.

"Ah, kau pasti Amara," ucapnya sambil menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tatapannya membuat Amara merasa seperti sedang diukur nilainya-dan jelas hasilnya tidak memuaskan.

"Aku Selene Marquette," lanjut wanita itu. "Kau tahu siapa aku, kan?"

Amara menatapnya sesaat, lalu mengangguk. Ia sudah cukup pintar untuk mengerti. "Ya. Pasangan baru Damien."

Selene tersenyum puas, lalu berjalan mendekat, suaranya lembut tapi menusuk. "Aku cuma ingin melihat seperti apa wanita yang... berhasil bertahan di sisi Damien selama empat tahun. Jujur saja, aku kira akan lebih... mengesankan."

Di belakangnya, salah satu pelayan rumah-yang kini lebih sering mengabaikan Amara-tersenyum menyambut Selene, menawarkan minuman, memuji sepatunya.

Amara hanya berdiri tegak. "Kalau kau sudah selesai menilai, aku masih banyak yang harus dikemas."

Ekspresi Selene berubah masam. "Kau ini benar-benar tidak tahu diri, ya?"

Amara menatapnya tenang. "Mungkin. Tapi aku tahu kapan harus pergi."

Kemarahan Selene semakin terlihat. Ia berbalik, menggandeng lengan pelayan yang tadi memujinya, lalu berjalan menuju ruang tamu, meninggalkan aroma parfum mahal yang menusuk hidung.

Sore itu, Amara berdiri di depan rumah keluarga Crowhurst untuk terakhir kalinya. Dua koper besar berada di sampingnya. Sopir Damien menunggu untuk mengantarnya ke apartemen kecil yang sudah ia sewa.

Ia menoleh sekali lagi ke arah rumah besar itu. Selama empat tahun, ia mencoba membuatnya menjadi rumah... tapi nyatanya, dinding-dindingnya terlalu dingin, dan orang di dalamnya terlalu jauh untuk dijangkau.

Ketika mobil melaju keluar gerbang, ia merasakan sesuatu yang aneh-ringan di dada, meski hatinya masih perih. Kebebasan itu seperti udara segar, pahit tapi nyata. Untuk pertama kalinya sejak pernikahannya dimulai, ia merasa napasnya bukan lagi milik orang lain.

Dan mungkin... ini adalah awal dari sesuatu yang baru.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta Yang Kau Balas Dengan Surat Cerai!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan