Sampul Novel Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar

Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar

8.9 / 10.0
Dalam novel Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar, Shifra harus menghadapi takdir pahit setelah kecelakaan merenggut Elzien. Terjebak dalam intrik keluarga billionaire, ia terpaksa menikah lagi sebelum sang suami pertama kembali secara misterius. Baca romance novel ini di platform webnovel.
Ringkasan Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar
Shifra, yatim piatu yang dinikahi miliarder Elzien Kagendra, harus kehilangan suaminya akibat kecelakaan tragis. Hidupnya berubah menjadi pelayan di rumah mertua hingga sebuah insiden satu malam memaksanya menikahi adik iparnya sendiri. Saat telah memiliki anak, Elzien yang disangka wafat tiba-tiba muncul kembali. Kini Shifra terjebak dalam dilema besar antara cinta pertamanya atau suami kedua yang merupakan ayah dari bayinya. Siapa yang akan dia pilih?
Baca Selengkapnya

Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar Bab 1

"Ish ... Mas! Ini sakit banget," rengek seorang wanita yang menggeliat tak nyaman di atas ranjang big size dengan seorang pria memeluk perutnya dari belakang.

"Iya, makanya hari ini kamu di rumah aja, ya? Temani Mas ke suatu tempat, hem?" balas suara serak khas bangun tidur seorang pria yang bergulung dengan satu selimut dengan wanita itu.

"Tinggal ujian terakhir hari ini, Mas. Masa harus bolos? Kan sayang banget kalo harus ngulang minggu depan?" Wanita itu berbalik menghadap pada pria yang dengan cepat mengecup kening istri kecilnya.

Shifra Zweeta seorang mahasiswi cerdas dan cantik juga sholehah mampu membuat seorang Elzien Kagendra menjadi budak cintanya. Pria tiga puluh tahun yang sudah matang secara materi itu, harus menahan gejolak has-ratnya sebagai seorang laki-laki selama dua tahun menikah dengan Shifra.

Sebuah perjanjian pra nikah yang dibuat agar menunda malam pertama karena Shifra masih kuliah. Tak mau mengganggu aktivitas menempuh pendidikannya hingga sarjana, wanita itu masih terjaga kehormatannya. Meski sudah dua tahun menikah, Elzien tetap berusaha menepati janjinya itu.

Beberapa hari ini entah ada angin apa, Elzien meminta haknya sebagai seorang suami. Dengan alasan sudah terlalu lama menunggu dan Shifra sudah semester akhir kuliahnya. Tinggal ujian akhir hari ini dan akan mengajukan judul skripsinya awal bulan nanti.

"Kamu pasti nggak nyaman karena semalam, Sayaaang ...." Elzien mencium pipi istrinya hingga merona.

"Iya, sakit. Insya Allah masih bisa ditahan, kok. Mas ih! Aku jadi nggak pede nih ke kampus!" omel Shifra cemberut dan mencubit perut suaminya yang langsung mengaduh.

Wanita yang baru pertama kali merasakan romansa panjang dengan kehalalannya itu beringsut turun dari ranjang. Menahan sedikit nyeri di panggul dan bagian inti bawah tubuhnya. Dia meringis dan menarik selimut tebal menutupi tubuhnya. Menyeret kain berwarna putih itu dengan tertatih menuju kamar mandi.

"Yakin bisa sendiri, Sayang?"

"Mas ih! Jangan diledekin! Aku kapok! Sekali aja ini!" gerutu Shifra memanyunkan bibirnya sambil terus melangkah perlahan.

---

"Mas El nggak ngantor?"

Sapaan adik Elzien menyambut langkah sepasang suami istri itu menuju meja makan keluarga Haribawa.

"Mas mau jalan-jalan, bulan madu! Nggak usah bawel! Tugas kantor aku serahin ke kamu, Javas!" Elzien menjawab pertanyaan adik perempuan sekaligus memerintah adik laki-lakinya menggantikan pekerjaan di kantor.

"Lah??? Kalian mau ninggalin ujian terakhir Shifra, demi bulan madu?" Zora yang satu kampus beda jurusan dengan kakak iparnya itu keheranan.

"Kita berangkat abis aku selese nanti, Kok. Iya kan, Mas?" sahut Shifra menatap suaminya mencari kejelasan.

"Emang mau kemana, El? Nggak bisa besok saja?"

"Enggak, Pa. Besok kan hari Jumat? Hari pendek buat jalan-jalan. Jadi hari ini nanti, aku anter Shifra ke kampus dulu trus ketemu klien sebentar dan langsung berangkat. Cuma ke puncak, malam paling udah sampai rumah lagi, kok." jawab Elzien menatap Papanya yang mengangguk.

"Gue ikut Lo ya, Mas? Biasa ... masuk bengkel lagi si Sexy Blacky. Nanti pulangnya anterin sekalian jemput dia!" Javaz mengerlingkan matanya pada sang kakak menyebutkan julukan untuk motor sport kesayangannya.

"Yeee ... makanya punya pacar atau cari istri gitu dong, Mas! Gangguin Mas El dan Shifra berduaan aja, sih?" ledek Zora, bungsu keluarga Haribawa.

'Calon istri gue udah nikah sama kakak gue!' Batin Javas mengepalkan tangan di bawah meja.

___

Pukul sebelas siang, sebuah mobil mewah sudah terparkir di salah satu halaman fakultas di Universitas tempat Shifra menimba ilmu. Seorang pria berjambang tipis sudah berkali-kali melirik jam tangan seharga ratusan juta di tangannya dengan decakan pelan. Berganti menatap ke salah satu lorong menuju kelas istrinya, entah sudah yang keberapa kalinya. Dia tak sabar menantikan kemunculan sosok gadis manis yang mampu meluluhkan hatinya itu.

Senyumnya merekah saat langkah kaki sedikit berlari dari sebuah pintu kelas tertangkap indera penglihatannya. Kakinya tak sabar menyongsong tubuh kecil yang tingginya hanya sebatas dada itu. Pelukan hangat dengan sedikit memutar tubuh istrinya menjadi sambutan yang berhasil menggemuruhkan seluruh lorong. Teman-teman Shifra menyoraki pasangan yang terlampau bucin di depan kebanyakan mahasiswa jomlo di sana.

"Mas El! Apa-apaan, sih? Malu-maluin aja!" Shifra melepaskan diri dan berjalan cepat menundukkan kepala menutup dengan buku.

Wajahnya sudah merah padam menahan malu karena tingkah suaminya.

"Kita nggak pulang dulu aja, Mas? Paling nggak aku ganti baju dulu, kan?" tanya wanita berhijab lebar itu menoleh pada sang suami yang tampak mengarahkan mobilnya bukan ke arah rumah.

Setelah sebelumnya Javaz, adik laki-laki Elzien memberi pesan agar tak menunggunya. Dia sudah bersama temannya menuju bengkel tempat nongkrong geng motor.

"Mau ganti dulu? Atau ... kita sekalian mandi bareng lagi di hotel?" bisikan manja Elzien mendekat ke wajah Shifra yang langsung merona.

"Mas! Nggak usah aneh-aneh, deh! Nyetir yang bener!" Shifra memukul lengan suaminya yang berada di bahunya.

"Iya ... Sayaaang!" balasnya mengelus pipi Shifra lembut sambil terkekeh.

Perjalanan mereka selama lima belas menit terasa sangat cepat disela obrolan kecil diselipi gombalan Elzien pada Shifra. Menikah tanpa pacaran karena Shifra terus menghindari lamaran pria itu. Hingga akhirnya Elzien menyodorkan sebuah surat perjanjian untuk tidak akan pernah menuntut haknya sebagai suami sampai Shifra lulus kuliah. Kesepakatan dibuat dan hari ini tepat dua tahun usia pernikahan pasangan beda usia sembilan tahun itu.

"Gimana kalo aku langsung hamil, Mas? Aku belum siap lho ...," rengek Shifra saat suaminya menuntut lagi setelah sampai di sebuah villa pribadi Haribawa.

"Bagus, dong ... apa yang kamu takutkan, hem? Suamimu ini kaya tujuh turunan bahkan mungkin hingga seratus keturunan." Elzien tertawa lebar dan kembali memeluk wanita yang memunggunginya.

"Mas janji nggak akan pernah ninggalin Shifra, kan? Aku takut--"

"Ssstttt ... apa yang kamu katakan? Jangan pernah berpikiran buruk, Sayaaang. Meski aku pergi ke ujung dunia sekali pun, aku pasti akan kembali ke tujuan hidupku. Kamu, Shifra Zwetta, istriku ...," balasnya membalikkan tubuh Shifra menghadapnya.

Sebulir air mata membasahi pipi wanita berparas ayu itu. Tatapan matanya sendu dengan banyak pertanyaan di benaknya.

"Apa yang kamu pikirkan, Sayaaang?"

"Kenapa Mas berikan seluruh aset keluarga Kagendra padaku? Mas benar-benar ingin pergi meninggalkanku?" isaknya tak mampu lagi menahan sesak di dada.

Tangan kekar Elzien merengkuh tubuh mungil istrinya yang terisak semakin dalam. Pria itu memejamkan mata dan mengembuskan napas panjang. Dia tak menjawab pertanyaan Shifra yang semakin larut dalam isakan.

"Aku nggak menginginkan semua itu, Mas! Aku hanya ingin selamanya bersama kamu, Mas ...." Shifra menggeleng kuat di dalam pelukan Elzien yang terus mengusap kepala hingga punggung istrinya.

"Iya ... aku nggak akan ke mana-mana, Sayaaang. Memangnya mau ke mana, sih? Kenapa tiba-tiba kamu jadi gini? Ada yang mengganggumu di kampus? Atau ... ada yang mengatakan sesuatu padamu? Menjelekkanmu? Menghinamu lagi?"

Wanita itu hanya menggeleng dan tangisnya mulai reda. Sedikit memberi jarak untuk menatap wajah tampan Elzien yang tersenyum.

"Entah kenapa ... aku ...." Shifra menggeleng dan menarik napas dalam, "sebaiknya kita--"

"Sebentar, Baron telpon!" Elzien hafal betul dengan nada dering sang asisten di ponselnya yang memang dibuat khusus.

"Oke! Baiklah, tahan mereka di sana sampai aku tiba!" ucap Elzien beranjak dari ranjang dan meraih kemejanya yang berserak di lantai.

"Mas mau pergi? Aku ikut, ya?" Gegas Shifra menghadang langkah suaminya yang sudah memegang gagang pintu.

"Hanya sebentar, di pos penjagaan bawah. Kamu bisa memasak makanan untukku, hem?" balasnya mengecup kening Shifra yang kembali berembun matanya.

"Hati-hati, Mas! Mas mau makan apa?" Shifra membuang napas kasar dan berusaha menahan air mata agar tak jatuh dengan mendongak lalu berjinjit mencium pipi suaminya.

"Jangan lupa kunci pintunya, hem? Tunggu aku shalat berjama'ah Isya, ya? I Love You, My Shifra!"

Sepeninggal suaminya dari halaman villa, Shifra menuju dapur dan mulai melihat isi lemari es. Hatinya sedikit waswas sedari tadi pagi. Dia tak mau menceritakan sebuah prasangka buruk dalam kepala juga hatinya. Hanya bisa berdoa di setiap hembus napasnya agar sang suami kembali padanya.

Tiga puluh menit yang dijanjikan sudah terlewat, belum ada kabar sama sekali. Ponselnya juga lupa dibawa, bingung harus menghubungi siapa. Sebuah ketukan di pintu utama membuat ia berlarian menyambutnya.

"Apakah dengan Saudari Shifra Zwetta? Istri Saudara Elzien Kagendra?" Sosok berbadan tinggi tegap berdiri di depan pintu, sigap memberi hormat pada wanita yang sudah gemetaran menahan pintu yang terbuka setengah.

***

Bersambung ....

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Kita Sudah Sampai Ujung
7.9
Lima tahun menjalani pernikahan kontrak, Vanesa akhirnya menyadari pengkhianatan Steven saat mengetahui anak yang ia asuh adalah putra kandung suaminya dengan wanita lain. Di tengah kabar kehamilannya sendiri, ia memilih pergi dan mengembalikan anak itu. Vanesa bangkit menjadi sosok mandiri yang kaya raya, membuat keluarga yang dulu menindasnya dan anak tirinya memohon maaf. Saat ia mulai didekati pria lain, Steven yang menyesal justru menolak menandatangani surat cerai mereka.
Sampul Novel Donat Penyelamat
8.9
Cita menjalani biduk rumah tangga penuh rintangan bersama Danang, pria yang terpaut sepuluh tahun lebih tua darinya. Badai besar menghantam saat sebuah kecelakaan tragis membuat kaki Danang lumpuh total. Kini, Cita terpaksa memikul beban sebagai tulang punggung keluarga sendirian. Tak hanya berjuang demi ekonomi, ia pun harus menghadapi penolakan keras dari mertuanya sendiri. Akankah cinta mereka bertahan dan menemukan kebahagiaan di tengah cobaan berat ini?
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu
8.1
Tiga hari pascakematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik merangkul wanita lain di pelukannya dan dengan dingin memerintahkan agar tubuhku langsung dikremasi sebelum dia dihubungi kembali. Setelah jasadku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, petugas medis kembali menghubungi Sandi. Dengan nada tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya setuju untuk datang ke lokasi kremasi.
Sampul Novel Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran
8.1
Tanya Quinn adalah gadis cantik yang hidup dalam kemewahan hingga sebuah serangan menghancurkan keluarganya. Terpaksa menghadapi dunia luar yang kejam, ia melarikan diri ke Hutan Malapetaka yang mematikan. Saat mengira ajalnya tiba, Tanya justru diselamatkan oleh seorang pria misterius tanpa busana. Di tengah duka dan dendam yang membara, Tanya harus berurusan dengan sosok asing ini. Apakah pria itu ancaman baru atau pelindung yang ia butuhkan?
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Keharmonisan rumah tangga Dewi mendadak hancur saat ia menemukan barang milik wanita lain tersimpan di dalam koper suaminya. Penemuan mengejutkan ini membawa Dewi pada serangkaian rahasia gelap dan tabiat buruk sang suami yang selama ini tersembunyi rapat. Di tengah rasa sakit hati yang mendalam, Dewi kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan dalam penderitaan, atau justru bangkit untuk membalas pengkhianatan tersebut?
Sampul Novel Terjerat Pesona Sang Pembantu
8.7
Demi membiayai pengobatan sang ibu di kampung, Alya rela merantau ke Jakarta untuk menggantikan posisi ibunya sebagai asisten rumah tangga di kediaman pasangan Aris dan Lina. Niat tulusnya yang semula hanya demi mencari uang justru membawanya ke dalam pusaran masalah yang pelik. Kehidupan sederhana Alya seketika berubah drastis saat ia mulai terjebak dalam situasi rumit yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya di tengah kemewahan rumah majikannya tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan