Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat hasrat mafia Dingin

Terjerat hasrat mafia Dingin

Alexander Vernandes, seorang pria menawan, terpaksa mencari istri kontrak demi menyelamatkan reputasinya yang hancur akibat skandal asusila. Isu tersebut mengancam bisnisnya di ambang kehancuran total. Dalam pencariannya, ia bertemu dengan Debora yang bersedia menerima tawaran tersebut. Namun, Alexander tidak menyadari bahwa Debora memiliki agenda tersembunyi dan maksud tertentu di balik pernikahan mereka. Akankah kesepakatan ini menyelamatkannya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Rasa sakit begitu menyesakkan dada masih Debora rasakan. Caci maki sang mantan suami masih terdengar nyaring di telinga.

Debora menatap pantulan dirinya dari kaca di hadapannya. Begitu cantik dan menawan. Berbeda jauh dengan lima tahun lalu.

Dirinya seolah melihat wanita lain yang berdiri di hadapannya.

"Debora, mengapa kau berbeda saat ini? Harusnya kau bisa berubah dari dulu dan membungkam mulut mereka," gumam Debora.

Terdengar ketukan pintu dari luar. Suara lembut memangil namanya.

"Baik, aku akan segera keluar. Sebentar lagi selesai," teriak Debora.

Dia segera merapikan rambut gelombangnya yang terurai dan meraih tas di atas meja.

Debora keluar dan menuruni tangga. Dia melangkah menuju ruang makan, tepat dimana semua anggota keluarga berkumpul.

Di sana sudah ada hidangan makan malam yang menantinya, lengkap dengan beberapa orang yang duduk di kursi.

Seluruh pasang mata menatap Debora dengan tatapan kagum. Mereka sangat beruntung memiliki seorang menantu berhati malaikat sepertinya.

Di sana duduk seorang pria tua yang menatapnya, Andreas Vernandes. Orang yang cukup sukses di dunia bisnis.

Sedangkan di sampingnya duduk seorang pria tampan yang sedari tadi memuji kecantikan Debora. Matanya tidak berkedip sedikitpun. Alexander Vernandes.

Debora melangkah mendekati meja makan. Spontan Alex berdiri dan menarik kursi di sebelahnya.

"Silahkan duduk Ratuku," ucap Alex tersenyum hangat.

Ucapan Alex membuat semua orang tersenyum kecil. sementara pipi Debora sudah bersemu merah.

"Kau tidak salah memilih Ratu, Sayang," ucap seorang wanita senja di meja sebrang Debora.

Wanita tersebut tersebut lembut, Lidya Vernandes. Nyonya sekaligus mertua Debora yang paling menyayanginya.

"Jangan pulang malam-malam ya Kak, besok aku tidak mau ada kata terlambat!" ucap seorang termuda di antara mereka.

"Jadi kau mau makan malam di sini atau ..." Alex belum selesai melanjutkan ucapannya.

"Pergilah, kami tidak mau merusak acara kalian," sahut Lidya tersenyum.

Alex melangkah mendekatinya dan mendaratkan kecupan manis di kening Mamanya. Dia antar mereka cuma dialah yang paling mengerti.

Alex segera meraih tangan Debora dan segera berpamitan. Mereka melangkah keluar rumah kemudian masuk kedalam mobil mewah yang sudah di siapkan di halaman.

"Lihat! kita sangat cocok jadi artis nominasi akting terbaik di musim ini." Alex tersenyum kecut.

Debora hanya melempar senyum. Dia tak tau harus mengatakan apa. Semua yang Alex katakan benar.

Kemarin mereka baru saja mengucapkan ikrar sehidup-semati di altar. Gaun putih mewah, dekor gedung megah, dan seorang Suami bak pangeran di nengri dongeng dengan segala kesempurnaannya.

Semua yang tidak mengetahui kebenarannya pasti akan iri melihat nasip Debora yang beruntung ini. Terlebih memiliki sepasang mertua yang amat menyayanginya.

Kurang apa hidup Debora? Sayangya ini semua hanya pernikahan kontrak. Bisa di bilang simbiosis mutualisme.

Alex membutuhkan Debora begitupun sebaliknya. Ada banyak masalah yang harus mereka selesaikan di balik pernikahan ini.

Debora dengan sejuta misinya untuk balas dendam. Sedangkan Alex membuang isu scandal yang menjeratnya saat ini.

Mobil Alex melaju melewati jalanan ramai. Mereka menuju sebuah hotel bintang lima. Tempat di mana ada pesta megah yang di hadiri banyak orang terkemuka.

Ini adalah saat yang tepat untuk Alex membersihkan namanya dari isu scandal dirinya dan asisten pria nya.

"Astaga, apakah kau benar-benar mencintai pria itu?" kekeh Debora.

"Bagaimana kalau kau diam. Lakukan tugasmu dan aku akan membantumu, beres," ucap Alex ketus.

Debora hanya tersenyum kecil. Dia tidak menyangka pria tampan yang duduk di sampingnya ini adalah homo.

Mobil Alex tiba di sebuah hotel. Tempat dimana dia di undang untuk merayakan pesta kecil rekan bisnisnya.

Mungkin bagi orang seperti Alex dan keluarganya ini adalah pesta kecil. Namun tidak bagi Debora. Mana ada pesta kecil yang menyewa hotel mewah? Di tambah para tamu undangan adalah orang penting. Mulai dari pembisnis besar, pejabat negara, dan para artis papan atas.

Astaga ... mengapa orang kaya suka menghamburkan uang. Sedangkan orang miskin banting tulang untuk sesuap nasi di luar sana.

Debora turun di bantu oleh pelayan yang membukakan pintu mobil. Alexander juga ikut turun dan memberi kunci mobil kepada pelayan yang satunya.

Debora tampak anggun dengan gaun biru dongker dengan hiasan beberapa manik-manik yang gemerlap. Bagian atas gaun sedikit terbuka memperlihatkan leher jenjang yang menawan.

Alexander segera menggandeng tangan Debora dan melangkah masuk. Mereka menjadi pusat perhatian saat ini. Mereka sudah seperti sepasang raja dan ratu yang akan duduk di singgasana.

Di antara banyaknya orang. Ada dua orang yang memperlihatkan mereka dengan seksama. Sepertinya dia pernah melihat Debora.

Alisnya bertaut dan saling tatap. Mungkinkah dia salah orang? Debora yang mereka lihat dulu adalah gadis dekil dengan berat badan yang berlebih.

Tidak mungki dia ada disini. Kalau toh dia selamat. Pasti dia sudah jadi gembel yang berkeliaran di lingkungan kumuh.

Debora mengangkat pandangan ke depan. Dirinya kini lebih percaya diri dari sebelumnya. Tatapannya tajamnya menyapu setiap sudut ruangan.

Hingga tanpa sengaja dia melihat sosok yang dia incar selama ini. Debora sedikit menarik jas Alexander dan berbisik.

"Itu mangsaku, ayo kita kesana!" ajak Debora.

Sudut mata Alexander mencuri pandang dengan orang yang di maksud Debora. Hanya suara decihan yang terdengar.

"Astaga, seleramu rendah sekali. Apa kau tidak bisa mencari suami yang lebih berkelas sedikit?" kekeh Alexander.

Debora hanya berdecih kesal. Kalau dia bisa memilih takdir, pasti dia tidak akan memilih pria dengan mental tempe dan mata yang jelalatan seperti itu.

"Tutup mulutmu itu! Setidaknya aku masih normal." Debora tidak mau kalah.

"Apa?" Alexander menatap lekat manik mata coklat yang saat ini menatapnya.

Karena perseteruan mereka. Mereka sampai tidak sadar ada dua orang yang melangkah mendekat. Orang tersebut masih menatap lekat seorang wanita yang berdiri di samping Alexander.

Padahal media mengatakan dia terciduk sedang menginap di kamar hotel dengan seorang pria dalam keadaan polos. Banyak orang yang mempertanyakan kebenaran ini.

Meskipun dia memiliki perusahaan gurita, tetap saja masalah ini berdampak besar pada popularitasnya.

Kemudian siapa wanita ini? Di lihat dari penampilannya, dia bukanlah orang sembarangan. Banyak barang dengan brand ternama yang membalut tubuhnya.

"Tuan Alexander," sapa seseorang yang mendekat.

Mata Debora terbelalak, dia tidak percaya mangsanya akan datang secepat ini. Dia segera mempererat pelukannya pada Alex.

"Halo, dengan siapa?" Alex membalas ramah dan mengulurkan tangannya.

Meskipun dia sangat jijik bersentuhan dengan orang lain. Tetap saja saat ini dia harus merubah opini publik tentang dirinya.

"Daniel Anderson, pemilik DNG grup," ucap Daniel menjabat tangan Alex.

"Ini istriku, Elena." Daniel memperkenalkan.

"Wow istrimu luar biasa, kenalkan ini istriku Debora," ucap Alexander melempar tatapan penuh cinta ke istrinya, lebih tepatnya istri sesaat nya.

'Apa! Debora?'

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Darah Sang Mafia
8.9
Dastan, sang pembunuh berjuluk The Black Wings, terpaksa menampung Dara di kediamannya sebagai jaminan utang. Meski awalnya membenci Dara karena dianggap wanita simpanan ayahnya, Dastan mulai luluh setelah kebenaran terungkap. Dara tetap mencintai Dastan walau sering diperlakukan kasar. Di tengah ancaman maut dan dunia mafia yang kelam, mampukah Dara membawa Dastan menuju cahaya, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya dalam kegelapan?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)
9.4
Pesta ulang tahun Thania berubah menjadi petaka saat ia diculik dan menyaksikan kedua orang tuanya dihabisi. Kini, ia terperangkap sebagai tawanan pemuas nafsu seorang bos mafia yang sangat sadis. Di tengah penderitaannya, Thania harus memutar otak untuk menaklukkan hati pria kejam tersebut. Akankah ia berhasil memikat sang mafia agar membantunya mengungkap konspirasi besar di balik kehancuran keluarganya, atau justru terjebak selamanya?
Sampul Novel Mantan Kesayangan Menjadi Ratu Mafia
8.3
Dante Adiwangsa menyelamatkanku dari maut, namun sepuluh tahun kemudian, dia mengkhianatiku demi aliansi kriminal. Dia membiarkan tunangannya menghinaku meski tahu nyawaku terancam. Sadar hanya dianggap properti, cintaku musnah seketika. Di hari perayaannya, aku memutuskan kabur dari sangkar emas ini. Sebuah jet pribadi siap membawaku pulang ke pelukan ayah kandungku, sosok pria yang ternyata adalah musuh bebuyutan sang bos mafia tersebut.
Sampul Novel Menuntut Balas
8.4
Xavier terpaksa menyaksikan momen mengerikan saat nyawa ayahnya direnggut secara keji oleh kelompok mafia. Tragedi berdarah tersebut menyisakan luka mendalam dan amarah yang membara di hatinya. Enggan membiarkan para pelaku bebas begitu saja, ia bertekad menuntut balas. Xavier pun mulai mengasah kemampuan bela diri dengan keras demi mempersiapkan diri menghadapi organisasi kriminal yang telah menghancurkan hidupnya serta menuntaskan dendamnya.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.