Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Tuan Posesif

Terjerat Cinta Tuan Posesif

Liam, insinyur ternama yang kini memimpin Jacob Group, terbang ke Jakarta demi mengejar Dian. Sejak menyelamatkan wanita itu di New York, Liam mengklaim Dian sebagai kekasihnya. Meski Dian merasa tertekan oleh sikap posesif Liam yang didukung orang tuanya, ia tak bisa terus menghindar. Di tengah hubungan tarik ulur ini, kegigihan Liam perlahan meluluhkan hati Dian. Sosok yang semula menakutkan ternyata mampu memberikan cinta tulus dan momen romantis yang indah.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 1

"Honey, besok aku pulang ke Jakarta,"

"I miss you,"

Liam 14.20

Setelah membaca pesan singkat itu, jantungnya seakan berhenti berdetak. Lama terdiam, ia seperti mati rasa, ia lalu dengan cepat membereskan dokumen dokumen di hadapannya. Ia memasukan berkas itu di laci meja. Ia melirik jam melingkar di tangannya, menunjukkan pukul 18.30 menit. Atasannya memberi setumpuk pekerjaan, terlebih dirinya harus menghendel kerjaan itu seorang diri.

Dian dengan cepat mematikan lampu, ia melihat ada beberapa karyawan masih lembur, karena memang memasuki akhir bulan. Dian kembali melihat layar ponsel miliknya. Ia menekan kontak pengaturan dan memblokir nomor yang mengirim pesan singkat itu. Sungguh pesan singkat itu sangat horor.

"Dian ...!"

Dian lalu menoleh ke arah 45 derajat, ia tahu betul siapa pemilik suara cempreng itu. Dia adalah Rene, sahabatnya dari divisi accounting. Rene berlari ke arahnya, terlihat sahabatnya juga akan pulang.

"Nebeng ya, Frans enggak bisa jemput hari ini, katanya dia ngepelin pacarnya, minjam mobil gue," ucap Rene.

Frans adalah adik Rene, yang masih berstatus mahasiswa. Ia tidak menjawab pernyataan Rene, dan sudah pasti dirinya akan mengantar sahabatnya itu, hingga ke rumahnya dengan selamat. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Rene dan lalu berbisik.

"Dia besok datang," bisik Dian, Dian lalu menjauhi kepalanya, menatap Rene dengan penuh cemas.

"Dia siapa ?" Ucap Rene bingung dahinya mengerut, dan mulai berpikir.

Sedetik kemudian Rene menutup mulutnya agar tidak berteriak, dan matanya melotot memandang Dian.

"Jangan bilang dia yang lo ceritain itu !,"

Dian mengangguk, wajah cemas itu semakin resah. Sungguh ada perasaan takut ketika laki-laki itu menghubunginya dan mengatakan akan datang ke Jakarta. Sudah puluhan kali laki-laki itu mengubunginya, dan puluhan kali juga ia memblokir nomor itu. Setiap ada nomor baru yang menghubunginya, entah nomor apapun jenisnya, tidak pernah ia mengangkatnya. Ia sungguh parno jika berhubungan dengan nomor baru.

Pernah beberapa kali sang atasan marah besar terhadapnya, kerena mengabaikan panggilannya. Salahkan siapa sang atasan memakai nomor yang berbeda. Sepertinya laki-laki itu tidak akan pernah berhenti menghantuinya. Ini adalah pesan yang paling ia takuti, laki-laki itu akan pulang ke Jakarta.

"Gue takut banget Ren," ucap Dian, ia meremas tangannya, menghilangkan rasa gugupnya.

Sumpah belum ketemu saja ia sudah takut seperti ini. Apalagi bertemu orangnya nanti. Ia tidak membayangkan seperti apa jadinya.

"Lo kan pacarnya Yan. Ya mau enggak mau, lo harus hadapi si babi bontot itu," timpal Rene.

"Dia bukan pacar gue Ren. Gue enggak pernah nerima dia tau. Mana mau gue pacaran sama laki-laki tatoan kayak gitu. Ih serem gue, sumpah gue takut Ren, dia mirip preman, asli sumpah !," ucap Dian.

Rene menarik nafas, dan ia memandang Dian penuh prihatin. Sahabatnya ini pernah cerita sebelumnya, ketika ia bertemu laki-laki bernama Liam di New York. Laki-laki itu sekarang mengklaim bahwa Dian adalah kekasihnya.

"Enggak tau deh, bingung juga gue. Gue enggak mau ikut campur urusan lo, sama si babon itu," Rene mengedikkan bahu, mulai bingung menghadapi masalah sahabatnya ini.

Lihatlah sahabatnya saja sudah mensematkan nama babon, kepada Liam. Padahal Rene belum pernah bertemu langsung dengan laki-laki itu.

"Ya udah deh, pulang aja. Besok kita pikirkan lagi. Gue jamin, lo besok enggak ketemu sama laki-laki yang namanya Liam," ucap Rene.

Rene bertolak pinggang, menatap sahabatnya yang super sexy ini,

"Lo tenang aja, ada gue yang siap jagain lo dari makhluk dekil itu,"

"Makasih ya Ren, lo mau jagain gue," ucap Dian.

"Ya, iyalah, gue kan sahabat lo. Sudah seharusnya jagain lo dari mara bahaya, lo tau kan gue pernah ikut karate waktu di SD dulu, itu mah kecil, gue tendang pasti mampus !,"

Alis Dian terangkat, mendengar penuturan Rene yang sekarang sudah seperti wonder women yang menjaga bumi dari monster jahat. Tapi itu hanya expetasinya saja, realitanya jangan di tanya, kemarin tersungkur dari tangga aja sudah nangis, padahal luka kecil seujung kuku. Sekarang wanita seperti Rene mau menghadapi Liam, yang tubuhnya dua kali lipat besar nya dari dia. Pengalaman karate di waktu SD itu tidak bisa menjamin bahwa Rene bisa melawan Liam. Ia tidak yakin dengan ucapan sahabatnya ini. Masalahnya Rene adalah tidak lebih dari wanita rumahan yang lingkungannya hanya sebatas mall dan salon. Tapi setidaknya Rene sudah berusaha menenangkannya.

***

Beberapa saat kemudian,

"Besok, pulang sama-sama ya Ren," ucap Dian, ia masih fokus dengan setir mobilnya.

"Lo lupa besok gue sibuk tutup laporan, tapi gue tetap temenin lo, sampai situasi aman,"

"Kalau dia tiba-tiba ada di depan lobby gimana? Masalahnya laki-laki itu suka nekat,"

"Lo tenang aja, besok gue pantau keadaan di depan lobby. Terus kalau situasi aman gue langsung hubungin elo,"

"Oke,"

Dian mengarahkan mobilnya tepat di depan rumah Rene. Rene membuka sabuk pengamannya diliriknya sahabatnya yang cantik itu.

"Lo mau mampir gak? Bunda masak enak nih, masalahnya mbak Reka baru pulang dari Lampung,"

"Enggak usah deh, salam aja buat bunda dan mbak Reka. Gue capek banget, tadi laporan gue banyak,"

"Iya hati-hati di jalan," Rene membuka hendel pintu, dan ia tutup kembali pintu itu.

"Iya," ucap Dian, lalu melanjutkan perjalanannya.

***

Akhirnya ia sudah mendaratkan pantatnya di sisi tempat tidur. Kasur inilah yang ia rindukan. Sungguh ia sudah merindukan bantal empuknya ini. Dian membuka jas yang ia kenakan, ia simpan begitu saja secara sembarang. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya. Ia memejamkan matanya sejenak, ia harus siap untuk menghadapi hari esok. Oh Tuhan apa yang harus ia lakukan. Jika boleh memilih, ia tidak ingin mengenal laki-laki itu.

Dian memejamkan matanya sejenak, ia begini hanya ingin menenangkan hatinya yang resah. Bagaimanapun caranya ia tidak boleh bertemu dengan laki-laki menyeramkan itu. Semenit kemudian, suara dari balik pintu terdengar. Inilah yang paling ia benci, ada saja yang menggangu kenyamanan dirinya.

"Masuk, enggak di kunci," ucap Dian.

Pintupun terbuka, ia memandang mas Tatang yang melangkah masuk ke dalam. Dian menarik nafas panjang, dan menegakkan tubuhnya.

"Dek, malam ini enggak kemana-mana kan?" Tanya Tatang, ia memandang adiknya yang cantik itu terbaring di tempat tidur, dengan tangan di atas kepala menutupi sebagian wajahnya.

"Enggalah, gue mau tidur. Kenapa?"

"Pinjam mobil dong, mobil mas di cat ulang tadi. Besok siang baru bisa di ambil,"

"Kan ada mobil mama,"

"Mobil mama warnanya pink dek. Mobil kamu aja, mas isiin bensin deh,"

"Tapi, full ya,"

"Beres," ucap Tatang.

Dian meraih jas yang ia letakkan di sisi tempat tidur, dan ia merogoh kunci itu di saku jas. Dian lalu memberikan kunci itu kepada Tatang. Tatang meraih kunci itu dari tangan Dian, ia memperhatikan sang adik. Adiknya bahkan belum sempat berganti pakaian.

"Mandi dulu, baru tidur," ucap Tatang memperingatkan sang adik agar membersihkan tubuhnya. Ia lalu meninggalkan ruangan kamar sang adik.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dimanjakan suami kontrak
9.1
Terikat trauma pengkhianatan yang sama, aku dan seorang duda kaya sepakat menjalani pernikahan kontrak tanpa cinta. Rencanaku sederhana: melahirkan, menerima bayaran, lalu pergi demi masa depan adikku. Namun, takdir menyeretku ke pusaran konflik para penguasa. Saat aku bersikeras bahwa aku bukan siapa-siapa baginya, dia justru mengikatku dalam pernikahan sungguhan. Kini, di tengah ancaman yang mengincar, sang suami kontrak justru menjadi pelindung utamaku.
Sampul Novel Hidupku yang Kaya Mendadak
8.5
Terlahir miskin, aku banting tulang demi membiayai kuliah dan membelikan iPhone untuk kekasih impianku. Namun, pengorbananku dibalas pengkhianatan saat aku memergokinya bermesraan dengan pria lain. Tak hanya dihina karena kemiskinanku, aku pun dipukuli hingga terpuruk dalam keputusasaan. Di titik terendah itu, sebuah telepon dari ayah mengubah segalanya. Rahasia besar terungkap bahwa aku sebenarnya adalah putra seorang miliarder yang sangat kaya raya.
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Sella mengalami nasib tak terduga saat niat melamar kerja justru berujung pada pernikahan kontrak. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Rishan, CEO yang menikahinya hanya demi memenuhi janji kepada sang ibu. Tanpa landasan cinta, keduanya terjebak dalam rumah tangga yang penuh ego dan aturan sepihak dari Rishan. Sella harus menghadapi sikap dominan suaminya yang sering menuntut hal aneh, sembari berjuang menata hatinya yang terus goyah dalam ikatan paksaan ini.
Sampul Novel Istri yang Tak Kau Percaya Ternyata Kaya Raya
8.9
Dituduh tidak suci dan dihina karena latar belakang keluarga angkatnya, Analea menjalani pernikahan dingin bersama Hamid. Setelah memergoki suaminya berselingkuh, ia bertekad menggugat cerai dan mulai bekerja di Eternal Group dengan gaji fantastis. Namun, kehidupan barunya dipenuhi kejanggalan. Kaisar, sang presdir, terus membantunya tanpa alasan jelas, sementara misteri masa lalunya mulai terhubung dengan sosok Ibu Maira. Di tengah kekacauan, Fabian, seorang pengusaha matang, menawarkan bantuan untuk membebaskan Analea dari Hamid dengan satu syarat khusus.
Sampul Novel Om Bule Menjadi Kekasihku
8.4
Ela, karyawan swasta, menikmati liburan 12 hari di Luzern dan bertemu Ali, pengusaha properti asal Libanon. Kedekatan mereka memicu skandal saat paparazzi menuduh Ela sebagai orang ketiga dalam hubungan Ali dengan artis Nihan. Di luar dugaan, Ali justru mengakui Ela sebagai kekasihnya saat konferensi pers. Meski Ela ragu karena perbedaan negara, Ali membuktikan keseriusannya dengan menyusul ke Jakarta demi memperjuangkan cinta mereka berdua.
Sampul Novel Pak Theo, Nyonya Pergi Berkencan Lagi
8.1
Kontrak perceraian Kayla Sandio dan Theo Oliver mendadak viral karena menyebut sang suami tidak kompeten. Usai berpisah, Kayla yang semula pegawai biasa bertransformasi menjadi ahli restorasi budaya yang sukses. Ironisnya, Theo yang dahulu dingin kini justru terus membayangi hidupnya. Saat Kayla meluapkan kekesalannya tentang sang mantan suami di sebuah perjamuan, Theo langsung bertindak nekat untuk membuktikan kejantanannya dan merebut kembali hati wanita yang keras kepala itu.