Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Sang Kakak Ipar

Terjerat Cinta Sang Kakak Ipar

Syera terjebak dalam situasi pelik saat tinggal bersama kakaknya, Syima. Setelah dikhianati oleh perselingkuhan Syima, Raihan yang murka memutuskan untuk membalas dendam melalui Syera. Namun, niat jahat tersebut perlahan berubah menjadi cinta yang nyata. Keduanya akhirnya terjebak dalam hubungan terlarang yang sangat rahasia di belakang keluarga mereka. Konflik mencapai puncaknya ketika Syera mendapati dirinya hamil akibat perbuatan Raihan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kak Raihan? Kakak buat apa di sini?" tanya Syera sedikit kaget.

Raihan menunjukkan tas Syera pada tangannya lalu dia tersenyum.

"Kakak melihat tas mu di depan pintu tadi, aku mengira kau sengaja meninggalkannya tetapi setelah Kakak memeriksa ada dompet dan ponselmu, makanya Kakak menyusul ke sini," terang Raihan agar Syera tidak merasa aneh dengan kehadirannya.

Syera menghela nafas lega,

"Terima kasih Kak, memang tadi Syera sedikit buru-buru. Maaf merepotkan Kakak," sahut Syera.

Setelah menerima tasnya dari Raihan, Syera kembali merasa dadanya kembali berdebar. Syera memperhatikan langkah Raihan yang meninggalkannya di depan kelas.

'Kenapa aku merasakan debaran yang aneh setiap kali Kak Raihan tersenyum padaku,' ucap Syera dalam hati.

"Lupakan saja!" ucap Syera perlahan lalu memasuki kelasnya.

Syima dan Raihan masih dalam keadaan bertengkar walaupun tidak ada lagi perkelahian, keduanya masih keras kepala untuk mengalah. Malam ini, Raihan mencoba untuk berbaikan dengan sang Istri tapi sang Istri masih berkeras mendiami dan mencueki Raihan.

Raihan masih sangat mencintai istrinya tetapi kesalahan yang istrinya lakukan membuat dia menjadi pemarah seperti ini. Walaupun telah coba mengalah tetapi emosi di dadanya masih ada kala mengingat Syima berselingkuh.

"Syima, mas masih suami kamu! Apa kami tidak rasa berdosa karena mendiami mas seperti ini?" tanya Raihan yang coba mengingati Syima.

"Ck, gara-gara Mas, aku seharusnya mendapatkan proyek besar hari ini tapi gagal!" decak Syima dengan raut wajah marah.

"Itu Cuma pekerjaan Syima, apa yang paling penting dalam hidupmu sekarang hah? Pekerjaan? Lalu keluarga yang butuh perhatianmu bagaimana?" tanya Raihan nada kesal.

"Semua ini impian aku Mas!" jawab Syera meninggikan suaranya.

Raihan semakin kesal karena Syima tidak sedikit pun ingin mengerti perasaannya dan urusan keluarga kecil mereka. Ingin sekali dia memberitahu tentang apa yang dia lihat tetapi dia masih ingin memberi Syima kesempatan karena dia yakin suatu hari nanti Syima pasti menceritakannya sendiri dan sadar akan kelakuannya.

Raihan akhirnya keluar dari kamar mereka, dia malas harus berdebat terus menerus. Raihan memilih keluar untuk mendinginkan kepalanya.

Sewaktu Raihan berjalan menuju dapur, dia bertemu dengan Syera yang juga sedang menuju ke arah dapur.

Raihan menatap punggung Syera yang berjalan di hadapannya.

'Andaikan Syima seperti Syera, yang terlihat perhatian kepada ku, pasti keluarga kecilku sangat bahagia,' ucap Raihan dalam hati.

Tanpa sadar Raihan membandingkan Syima dan Syera, apalagi mengingat kejadian kemarin Syera membantu mengobati lukanya.

"Eh Kak, Kakak mau minum juga?" sapa Syera hingga lamunan Raihan membuyar.

"I-iya Syer," jawab Raihan.

"Oh, Kakak mau minum apa? Kebetulan Syera mau buat coklat hangat, mau sekalian Syera buatkan minuman?" tawar Syera ramah.

"Terima kasih Syer, tapi Kakak hanya ingin meminum air dingin," jawab Raihan lalu membuka kulkas di dalam dapur itu.

"Loh, inikan sudah hampir jam 10 Kak. Kakak tidak takut masuk angin? Lagian tidak baik minum minuman dingin di malam hari," tutur Syera memperingatkan Raihan.

Raihan kembali menutup Kulkas lalu menatap Syera dengan tersenyum. Raihan baru sadar, Syera menggunakan piyama tidur yang berbahan tipis hingga bentuk tubuhnya terlihat di bawah lampu yang sedikit maram.

'Syera tidak menggunakan pakaian dalam!' batin Raihan yang jelas melihat warna kecoklatan pada dada Syera dan bagian bawah yang berbentuk huruf V.

Raihan meneguk air liurnya dengan bersusah payah karena pemandangan ini. Tiba-tiba saja dia merasa panas dingin, apalagi sudah hampir sebulan dia tidak pernah berhubungan badan dengan Syima.

"Kak?" Syera melambaikan tangannya di depan wajah Raihan karena Raihan terlihat melamun lagi dan lagi.

"I-iya," jawab Raihan setelah lamunannya membuyar.

"Kakak ada masalah? Dari tadi Kakak melamun terus. Apa masih marahan dengan Kak Syima?" ucap Syera menebak masalah yang Raihan hadapi.

Raihan hanya mengangguk, entah kenapa berat untuk menjawab karena sebenarnya dia melamun bukan memikirkan masalahnya dengan Syima tetapi dia tiba-tiba tertarik dengan penampilan Syera yang membuat napsu manusiawinya bangkit.

"Pantas Kakak minum air dingin pasti mau mendinginkan kepala, hmm maaf kalau Syera sedikit lancang Kak. Tapi ada baiknya Kakak mengalah saja karena Kak Syima begitu obses dengan pekerjaannya, semua ini demi kebaikan rumahtangga kalian," saran Syera yang coba menasihati sang Kakak ipar.

Raihan kembali berpikir, dia tidak mungkin membiarkan Syima terus terjerumus ke dalam dunia maksiat, tetapi tidak dipungkiri pikirannya semdiri sudah membayangkan tubuh Syera yang polos sedang berada di atas dirinya.

Cukup lama Raihan berdiam, karena bergelut dengan pikirannya sendiri. Hingga dia menemui solusi yang menurutnya lebih tepat.

'Syim, kau kira kau saja bisa selingkuh? Kau tunggu pembalasanku, akan aku jadikan Syera tempat wadah membalas dendamku!" ucap Raihan dalam hati.

Raihan tiba-tiba tersenyum tipis dan kembali ke kamar setelah berpamitan dengan Syera yang masih sibuk membuat coklat hangatnya.

Hal itu membuat Syima begitu bahagia dan sedaya upaya dia coba mengambil hati Raihan agar terus baik padanya ke depan agar Raihan tidak berubah pikiran.

Pagi ini, Syima ikut membantu menyiapkan sarapan pagi. Raut wajahnya terlihat begitu sumringgah, entah apa yang dipikirkan Syima hingga membuatnya begitu bahagia.

Setelah selesai sarapan.

"Mas, besok aku ada rapat di luar Kota. Mungkin sekitar 5 hari menginap, aku izin ya Mas. Nanti saat aku tidak ada di rumah, Syera yang akan membantumu melihat anak-anak," ucap Syima dengan tersenyum manis.

"Syera, kamu kalau sudah pulang sekolah jangan main ke mana-mana dulu. Apalagi, Bibik pulangnya jam 7 malam. Ingat ya, jangan ke mana-mana," pesan Syima dengan sedikit tegas.

Padahal selama ini memang Syera yang selalu membantu menjaga ponakannya biar tanpa pesan dari Syima maupun Raihan karena Syera sadar dirinya hanya menumpang di dalam rumah ini.

Raihan hanya mengangguk dengan wajah tanpa ekspresi dan terlihat datar, dia hanya bisa menebak bahwa Syima bukan pergi bekerja tapi pergi untuk bersenang-senang.

"Syima pamit ya Mas, sudah telat." Syima menyalami tangan Raihan lalu menciumnya singkat dan berlalu pergi begitu saja tanpa mencium anak-anaknya seperti biasa.

Raihan melihat punggung istrinya yang kian menjauh, seringai tipis muncul di sudut bibirnya.

'Kau akan menyesal Syima!' batin Raihan.

Sedangkan Syera sedikit gembira karena Syima akan berada di luar Kota untuk beberapa hari ini. Syera berpikir dia akan bebas dari Syima dan akan bersenang-senang.

Dalam diam Syera memperhatikan Raihan yang tersenyum sambil memakan sarapan paginya, Syera juga ikut tersenyum, akhirnya dia fokus menghabiskan sarapannya dan pamit kepada Raihan.

*

Di kawasan kampus, Syera terlihat begitu ceria dan tidak seperti hari biasa yang cenderung terlihat malas. Hal ini membuat Nora sedikit khawatir.

'Apa jangan-jangan Syera kesurupan lagi,' batin Nora yang memperhatikan Syera dengan wajah begitu ceria dan ramah kepada semua orang.

Syera menoleh ke arah Nora yang masih menatapnya.

"Kenapa Nor? Apa ada sesuatu di wajah aku?" tanya Syera sambil mengusap wajahnya menggunakan sapu tangan miliknya.

"Tidak ada, hanya saja kau terlihat berbeda hari ini Syer," jawab Nora masih betah menatap Syera.

Syera tiba-tiba tersenyum, dia merengkuh pundak sang teman lalu membawanya kembali ke kelas mereka.

Bersambung..

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FUS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FUS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Lover (Alec & Alea)
8.6
Hasrat Alec Cage memuncak saat melihat kecantikan Azalea Mahendra. Peluang muncul ketika Arsen, kakak Alea, menyerahkan adiknya demi kursi CEO. Terpaksa tunduk, Alea menjalani pernikahan formal meski hatinya milik Arza, kakak angkatnya. Namun, badai datang saat Alec mengungkap masa lalu mereka. Sebagai pria pencemburu yang benci pengkhianatan, Alec tak akan memberi ampun. Ia bertekad menyiksa Alea dengan balasan yang jauh lebih menyakitkan dari kematian.
Sampul Novel Before After: Marriage
7.8
Crystal Winter Oberoi tak pernah paham mengapa Austin, kakaknya, selalu bersikap kasar dan dingin hanya kepadanya. Di balik perlakuan buruk tersebut, Austin sebenarnya berusaha menekan perasaan terlarang yang tumbuh di antara mereka. Meski Austin sudah bertunangan demi mengendalikan emosinya, benih cinta tetap muncul tanpa bisa dicegah. Kini, dua saudara ini terjebak dalam dilema dosa dan rasa rumit yang mengancam komitmen serta hubungan darah mereka sendiri.
Sampul Novel Cinta Aliansi, Cinta Transaksional
8.6
Pernikahan aliansi di kalangan elite memiliki aturan unik: suami boleh memiliki kekasih asal memberi kompensasi setara kepada istri sah. Dean Ramosh memegang teguh prinsip ini dengan memberi Calista Syahrina nafkah seratus kali lipat dari selingkuhannya, bahkan setelah keluarga Calista bangkrut. Saat sang kekasih mendapat rumah murah, Calista dihadiahi Vila Northcoast No. 1 yang mewah. Di tengah desakan sosial agar ia bersyukur, Calista justru meminta cerai karena merasa bosan.
Sampul Novel Cinta Tidak Direstui
9.6
Risa Ayu Cahyaningrum adalah dokter spesialis sukses yang memiliki klinik pribadi. Meski berprestasi, ia dipandang rendah oleh ibu kekasihnya, seorang Mayor TNI, hanya karena ia putri seorang petani. Sang ibu merasa status sosial Risa tidak sepadan bagi putranya. Risa pun berjuang membuktikan bahwa ketulusan melampaui kasta. Di tengah intrik dan konflik keluarga yang pelik, kesabaran serta cintanya diuji demi meraih restu yang terhalang oleh perbedaan derajat.
Sampul Novel Dendam yang Terpendam: Cinta Sang CEO Terhalang Takdir
7.9
Pasca koma panjang, Zeesya Aleena Lawrence tersadar bahwa kekasihnya hanyalah seorang pengkhianat. Di tengah keterpurukan, ia menemukan cinta baru pada sosok pria misterius yang sangat memujanya. Namun, kebahagiaan itu hancur saat rahasia kelam terungkap. Pria tersebut ternyata dalang di balik tragedi berdarah keluarganya di masa lalu. Kini, Zeesya terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan perasaan atau membalas dendam atas takdir yang tertukar.
Sampul Novel Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku
8.6
Pernikahan tujuh tahun yang dikaruniai kehamilan pertama hancur akibat tuduhan tidak setia. Sang suami mencurigai bayi tersebut bukan darah dagingnya, memicu sang istri melakukan tes DNA. Sebelum hasil keluar, bukti foto pakaian dalam memicu kemarahan sang suami. Ia menganiaya ibu mertuanya hingga pingsan dan mencambuk istrinya hingga keguguran. Setelah hasil medis membuktikan kebenaran, sang suami hanya bisa berlutut memohon pengampunan atas anak yang telah tiada.