Sampul Novel Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku

Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku

8.6 / 10.0
Novel romantis modern penuh misteri *Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku* mengisahkan kehancuran rumah tangga akibat tuduhan palsu. Sang suami melakukan kekerasan kejam hingga istrinya keguguran sebelum tes DNA membuktikan kebenaran. Baca buku online gratis ini sekarang.
Ringkasan Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku
Pernikahan tujuh tahun yang dikaruniai kehamilan pertama hancur akibat tuduhan tidak setia. Sang suami mencurigai bayi tersebut bukan darah dagingnya, memicu sang istri melakukan tes DNA. Sebelum hasil keluar, bukti foto pakaian dalam memicu kemarahan sang suami. Ia menganiaya ibu mertuanya hingga pingsan dan mencambuk istrinya hingga keguguran. Setelah hasil medis membuktikan kebenaran, sang suami hanya bisa berlutut memohon pengampunan atas anak yang telah tiada.
Baca Selengkapnya

Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku Bab 1

Aku dan suamiku akhirnya dikaruniai anak pertama di tahun ketujuh pernikahan kami.

Suamiku curiga bahwa bayi yang ada di dalam perutku bukanlah anaknya.

Aku sangat marah sehingga aku melakukan tes DNA.

Sebelum hasilnya keluar, suamiku muncul di depan pintu rumah orang tuaku.

Dia sedang memegang sebuah foto.

Foto itu menunjukkan pakaian dalamku yang entah kenapa bisa muncul di rumah temannya.

"Dasar jalang, beraninya kamu mengkhianatiku dan memintaku untuk membesarkan anak orang lain. Mati saja sana!"

Dia menggunakan cambuk untuk mencambuk ibuku yang berusaha melindungiku. Ibuku sampai pingsan, tetapi dia tetap memukulku sampai aku mengalami keguguran.

Setelah hasil tesnya keluar, dia baru mengetahui kebenarannya. Dia pun berlutut dan memohon agar anak yang sudah dia hilangkan itu bisa kembali.

Pada tahun ketujuh pernikahan kami, Ravel Yanuar, suamiku dan aku akhirnya dikaruniai anak pertama kami.

Ketika aku memberi tahu tes kehamilan dengan senang hati padanya, dia mengerutkan kening sambil bertanya kepadaku ....

"Anak siapa ini?"

Aku menjawab sambil tertegun, "Tentu saja anakmu."

"Kita sudah menikah selama tujuh tahun dan belum dikaruniai anak juga. Saat aku bekerja ke luar kota selama dua bulan, kamu tiba-tiba hamil. Kamu pasti bohong, 'kan?"

Saat aku mendengar kalimat ini, hatiku langsung terkesiap.

Anak ini sudah berumur dua bulan. Bagaimana mungkin tidak sesuai dengan waktunya?

Ibu mertuaku tertawa sinis di sebelah sambil menyahut, "Aku bertanya-tanya kenapa kamu sering keluar malam. Ternyata kamu pergi mencari pria lain."

Aku sering keluar pada malam hari karena aku bekerja lembur.

Aku pun dibuat menangis karena kesal oleh pasangan ibu dan anak itu.

Akhirnya aku menyahut keras, "Kalau kamu nggak percaya, kita lakukan tes DNA saja!"

Tanpa diduga, Ravel langsung menyetujui hal tersebut.

Aku merasa sangat kecewa padanya. Hari itu setelah melakukan pemeriksaan, aku kembali ke rumah orang tuaku.

Hasilnya baru akan keluar setelah tiga hari.

Ravel dan aku setuju untuk pergi ke rumah sakit bersama saat waktunya tiba.

Jika anak ini adalah anaknya, dia akan berlutut dan meminta maaf kepadaku.

Jika bukan anaknya, dia akan menceraikanku dan aku harus meninggalkan rumah tanpa membawa apa-apa.

Selama tiga hari terakhir, Ravel sama sekali tidak menghubungiku.

Aku merasa marah dan sedih. Aku memberi tahu ibuku jika hasilnya keluar, aku akan menggugurkan anakku dan menceraikannya.

Ibuku menyarankanku untuk memberinya kesempatan.

"Ravel sangat mencintaimu. Kalian sudah menikah selama ini tapi belum dikaruniai anak, dia juga nggak mengatakan apa-apa. Wajar kalau dia merasa curiga kalau tiba-tiba punya anak."

"Kamu tunggu saja. Besok saat hasilnya keluar, Ravel pasti akan menampar dirinya sendiri."

Kalimat ini benar. Meskipun biasanya Ravel memiliki kepribadian agak mudah marah, dia sangat mencintaiku.

Aku memutuskan untuk mendengarkan saran ibuku dan memberi Ravel kesempatan lagi.

Saat hari di mana hasil itu keluar, aku tertidur.

Saat aku bersiap untuk keluar, bel pintu berbunyi.

Begitu aku membuka pintu, aku melihat Ravel sedang berdiri di luar.

Aku pikir setelah dia selesai melihat hasilnya, dia berinisiatif datang untuk meminta maaf dan menjemputku.

"Ravel, kamu sudah melihat hasilnya, 'kan? Aku sama sekali nggak ...."

Aku belum menyelesaikan ucapanku.

Namun, Ravel langsung menamparku.

Kekuatannya sangat besar.

Tamparan itu membuat penglihatanku menjadi gelap, sudut mulutku mulai berdarah dan telingaku berdengung.

Aku mengangkat kepalaku seraya menatapnya dengan tidak percaya.

"Ravel, kamu sudah gila, ya!"

"Plak!"

Ravel kembali menamparku.

Aku mundur beberapa langkah, kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai.

Seluruh tubuhku menabrak meja.

"Brak, prang!"

Barang-barang di atas meja langsung berjatuhan ke lantai.

Suara gaduh ini menarik perhatian ibuku yang berada di kamar tidur. Dia berlari keluar sambil berteriak, lalu segera membantuku berdiri.

"Ravel, kenapa kamu memukulnya?"

"Dia pantas dipukuli," sahut Ravel dengan mata yang memerah. Dia mengambil kotak tisu di atas meja kopi, lalu melemparkannya ke arahku sambil berseru, "Clara, kamu ternyata sudah membohongiku. Hari ini, aku akan menghabisimu sampai mati!"

Melihat kotak tisu yang melayang itu, aku sontak menarik ibuku ke samping untuk menghindar.

Apa maksud Ravel?

Apakah hasil tes DNA menunjukkan bahwa anak tersebut bukan anaknya?

Aku segera berkata, "Aku nggak pernah berhubungan dengan pria lain. Ini pasti ada salah paham!"

"Salah paham?" ulang Ravel seraya menggertakkan giginya. Pria itu mengeluarkan ponselnya, menunjukkan layar ponsel, lalu melemparkannya ke arahku sambil berkata, "Buktinya sangat kuat. Salah paham apanya."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara tidak akan menyerah pada kemewahan hidupnya dan bertekad mempertahankan status pernikahannya. Di sisi lain, Vesper justru menyusun rencana licik agar sang istri segera meminta cerai demi menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan membina rumah tangga, perselisihan hebat antara pasangan ini pun pecah. Mereka terjebak dalam pusaran pengkhianatan, ambisi besar, dan konflik cinta yang menguji ketahanan Elara di tengah tekanan sang suami.
Sampul Novel Cintaku Tersesat di CEO Gila
9.5
Ziana Hauwel terjebak dalam obsesi mendalam Andreas Johnson, seorang CEO yang bersumpah tidak akan pernah melepaskannya. Meski merasa tertekan oleh cinta yang posesif, Zia tak mampu membohongi tubuh dan hatinya yang haus akan sentuhan pria itu. Di tengah kegilaan sang miliarder, Zia bergelut dengan batinnya yang perlahan mulai luluh. Akankah hubungan penuh gairah ini berakhir dengan kebahagiaan sejati atau justru kehancuran? Simak kisah romansa dewasa yang intens ini.
Sampul Novel Dosa-dosa Suamiku, Balas Dendam Hatiku
9.5
Hidupku hancur saat Bramantyo, suamiku, berselingkuh dengan Karin, bawahanku sendiri. Bram tega menyiksaku dan membiarkan anak kami menderita kerusakan otak demi menyelamatkan Karin dalam kecelakaan rekayasa. Di ambang kematian, cintaku berubah menjadi dendam membara. Aku segera menghubungi pengacara untuk memiskinkannya lewat perjanjian pranikah, lalu meminta bantuan Yudha Perkasa guna menghancurkan monster yang telah menghianatiku itu tanpa sisa.
Sampul Novel Iblis Itu Suamiku
9.3
Demi membalas dendam pada penghancur hidupku, aku menjalin kontrak dengan pria kegelapan. Meski dia hanya sosok fana yang terikat perjanjian sebagai suami bayangan, aku justru jatuh hati pada pesonanya. Cinta kami adalah dosa yang menyakitkan, namun aku tetap memilih bersamanya walau raga ini menderita. Dia adalah kutub utara di hatiku. Hingga maut menjemput jiwa, dia akan tetap menjadi suami tercinta yang mendekapku dalam pelukan abadi yang gelap.
Sampul Novel Penyesalan yang Terlambat
9.1
Malam pengantin yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk dalam novel modern ini. Sang istri menuntut suaminya mengenakan penutup mata karena ia hanya ingin menyerahkan dirinya pada cinta sejatinya, Charli. Merasa dikhianati, sang suami mempertanyakan kesetiaannya, tetapi justru menuai kemarahan sang istri yang menganggap pernikahan bukanlah paksaan. Namun, ketika sang istri akhirnya memohon untuk diterima kembali sebagai pasangan seutuhnya, giliran sang suami yang merasa wanita itu sudah tidak layak lagi baginya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan