Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Mafia

Terjerat Cinta Mafia

Valerie terjebak dalam nasib kelam setelah dijual oleh ayah tirinya, Lukas, demi melunasi hutang. Ia kini menjadi milik James, seorang mafia kejam dan casanova yang ditakuti. Meski memiliki kekuasaan sendiri, Valerie gagal melarikan diri dari cengkeraman obsesif pria tersebut. Ketegangan antara kebencian Valerie dan ambisi James perlahan berubah menjadi benih cinta. Namun, mampukah cinta yang lahir dari kekasaran ini menyatukan mereka selayaknya kekasih?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kedua kelopak mata Valerie perlahan terbuka, ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan, kini ia menyadari sedang berada di sebuah kamar. 

Valerie mencoba untuk bangkit, tapi kedua tangannya terikat di kedua sisi sudut ranjang.

Valerie menggeram kesal, "sial... aku harus pergi dari tempat ini." 

Valerie mencoba menarik tali yang mengikatnya, tapi sulit, tali itu terikat sangat kuat, sehingga ia hanya bisa menggeram kesal. 

Wanita yang sebelumnya mempersiapkan Valerie, tersenyum tipis melihat Valerie berusaha untuk melepas ikatan pada kedua tangannya. Dengan langkah perlahan, wanita itu mendekat, membuat Valerie menatap tajam dirinya.

"Jangan habiskan tenagamu, Nona. Itu akan sia-sia, tidak pernah ada yang lolos dari Tuan James. Kau sungguh cantik, Tuan James, pasti akan sangat menyukaimu, tubuhmu sangat indah, Nona Valerie."

Valerie membeku, ia tahu betul apa yang akan terjadi padanya, ia tidak mau, hidupnya harus berakhir di pelukan pria yang jahat. James, mungkin memperlakukannya sebagai budak nafsunya.  Valerie menatap benci pada wanita itu, matanya memerah, air matanya tiba-tiba keluar, membuat wanita itu menjadi kesal. 

"Jangan menangis, kau akan merusak riasan wajahmu," ucapnya tanpa merasa bersalah. Wanita itu lalu mengeluarkan jarum suntik, dan itu membuat Valerie waspada, tapi bagaimanapun ia tidak bisa lari karena kedua tangannya terikat. "Kau akan menyukai permainan Tuan Jamas, Nona Valerie..."

"Brengsek, apa yang kau suntikan padaku?!" Valerie berteriak marah, tubuhnya memberontak tapi tidak membuat suntikan itu gagal, obat masuk perlahan ke dalam tubuh Valerie. Wanita itu tersenyum, tidak peduli dengan amarah Valerie. 

"Bersikaplah baik, agar tuan bersikap baik juga padamu." Setelah mengatakan itu, wanita itu pergi meninggalkan Valerie seorang diri. 

"Tolong lepaskan aku, aku tidak mau diperlakukan seperti ini!" Valerie terus berteriak memohon agar ia bisa pergi dari tempat itu. Tapi tidak ada yang mendengarnya. 

Obat yang disuntikan pada Valerie,  perlahan kini mulai terasa olehnya...

Jantungnya berdegup, udara di kamar itu mulai terasa panas, tapi sensasi di kulitnya terasa berbeda. Ada getaran halus yang terasa samar di kulitnya, merayap dari ujung jemari hingga tengkuk lehernya. Napasnya mulai tersengal pelan,  bukan karena lelah tapi karena ada sesuatu yang mengusik tubuhnya.

Suara pintu terbuka dan suara langkah terdengar perlahan mendekat dirinya, James kini menatap Valerie dengan penuh gairah, ia membuka kancing kemejanya satu persatu, tanpa melepas pandangan matanya pada Valerie, seolah mengagumi tubuh Valerie yang terlihat indah baginya.

Valerie menatap sengit James "Lepaskan aku, brengsek! apa yang akan kau lakukan padaku, jangan menyentuhku! aku tidak sudi disentuh olehmu!" 

Valerie mencoba mempertahankan dirinya, ketika melihat menatapnya dengan penuh gairah.

Valerie benar-benar takut, marah, tapi tidak ada yang bisa dilakukan olehnya.

"Kau sungguh kasar, Nona. Tapi aku suka," ucap James, tersenyum dengan liciknya. 

"Pergi kau, bajingan! jangan menyentuhku!" Valerie terus mengumpat, ia sungguh tidak rela harus berakhir menjadi wanita yang hina.

Air mata Valerie menetes, membuat James menatap sedih Valerie. "Jangan menangis, aku sungguh benci melihatnya. Valerie, aku janji kau akan menyukai permainanku." 

"Tidak... jangan sentuh aku!" teriak Valerie, menolak apa yang akan James lakukan. Namun James tidak peduli, pria itu sudah tidak sabar untuk menyentuh wanita di depannya. 

Tangan James mulai menyentuh kaki Valerie, membuat Valerie bergetar, seolah menyukai sentuhan James yang lembut dari ujung kaki hingga ke pahanya.

 "Lihat, kau menyukainya, Vale." James tersenyum dengan liciknya.

"Obat ... obat apa yang kau berikan padaku?" tanya Vale, suaranya bergetar, karena merasakan sensasi aneh dalam dirinya. 

"Obat?' James menggelengkan kepalanya.  "Itu  adalah sesuatu yang akan membawamu ke surga..."  bisik James di samping telinga Valerie.

James bangkit dan membuka ikatan tangan Valerie, James ingin Valerie bisa bergerak dengan bebas, saat disentuh olehnya. Kedua tangan Valerie kini sudah terlepas, Valerie pun memberontak, mencoba menghindar, dan lari dari James, tapi semua hanya sia-sia. 

Tubuh Valerie  terasa lemas, lututnya bergetar, dan seolah menginginkan sebuah sentuhan yang menenangkannya. James dengan senyum liciknya, mulai menyentuh Valerie, dari atas hingga bawah, membawanya kembali ke atas ranjang hingga tubuh Valerie tanpa sadar  menyukai setiap sentuhan yang dilakukan oleh James.

"Kau suka?" tanya James, yang dengan nakalnya bermain-main dengan tubuh Valerie.

"Dasar kau... brengsek. Lepaskan aku..." desis Vale, nafasnya tersenggal, hatinya menolak dengan keras tapi tidak dengan tubuhnya.

"Tapi kau menyukainya, tubuhmu tidak menolak, Vale." Suara berat James membuat tubuh Vale semakin tidak bisa menolak, semakin menikmati semua sentuhan James, dengan terpaksa. 

Valerie tidak mengatakan apapun, ia hanya bisa menatap James dengan penuh kebencian, tapi hal itu semakin disukai oleh James. 

"Pertama untukmu? akan aku lakukan dengan penuh kelembutan... hingga kau menjadi candu dengan semua sentuhanku.. Valerie..."

James memegang pinggang Valerie, menyentuhnya semakin dekat dan intim, Valerie mendesah, menggeram sakit tapi penuh kenikmatan, begitupun dengan James.

James tersenyum, pria itu terlihat sangat puas, seolah ia tidak merasa rugi telah mengeluarkan banyak uang untuk wanita yang kini dalam kungkungan.

Valerie  hanya bisa terus mengumpat dalam hatinya, menyumpahi Lukas dengan penuh kebencian karena telah menjualnya pada pria brengsek seperti James.

"Aku benci hidup ini..."

***

Valerie terbangung dengan tubuh tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya, hanya ditutupi selimut tebal berwarna putih. Badannya terasa sakit, terutama di bagian intimnya. Valerie ingat bagaimana James menyentuhnya, Valerie merasa dirinya kotor.

Seorang wanita yang sempat mendadaninya, datang membawa sarapan untuknya. Valerie menatapnya dengan sinis. 

"Bersihkan badanmu dan makanlah ini, kau sudah kehilangan tenagamu, bukan?" 

"Dimana pria itu?" tanya Valerie.

"Perusahaan. Jangan berpikir kau bisa lari dari tempat ini, Nona Valerie. Jangan buang tenagamu lagi," ucapnya membuat Valerie kesal.

"Kau seorang wanita, tapi kau sangatlah kejam!" desis Valerie.

"Aku hanya seorang pekerja yang menuruti semua perintah tuannya. Panggil aku Anna, jika kau membutuhkan  sesuatu, hubungi aku." Anna meletakkan sebuah ponsel untuk memanggilnya dan pakaian yang bisa dipakai oleh Valerie di atas ranjang, lalu pergi meninggalkan Vale seorang diri.

"Ponsel?" Vale berpikir jika ia bisa mencoba menghubungi seseorang untuk meminta bantuan, agar bisa lepas dari James.

Namun, Anna yang sudah berada di depan pintu, berbalik dan menatap Valerie kembali. "Jangan bertindak bodoh, jangan berpikir kau bisa meminta pertolongan. Semua yang kau lakukan, Tuan James akan mengetahuinya."

Setelah mengatakan itu, Anna pun benar-benar pergi meninggalkan Valerie dan tidak lupa mengunci kamar itu dari luar. 

Valerie terdiam, apa yang dikatakan Anna ada benarnya, James tidak mungkin berbuat baik sehingga memberikannya ponsel padanya. Valerie meringkuk di atas ranjang, tidak tahu apa yang harus dilakukan olehnya. Hingga ia teringat akan Lukas, Ayah tirinya yang benar-benar sangat jahat.

"Pria brengsek itu, pasti sedang bersenang-senang!" geram Valerie.

Benar saja apa yang dipikirkan oleh Valerie, jika Lukas kini tengah bersenang-senang dengan uang yang dimiliki olehnya. Bermain dengan wanita, judi, bahkan juga mabuk. Lukas benar-benar tidak memikirkan bagaimana nasib Valerie, tidak peduli sama sekali.

Namun saat ia sedang bersama dengan seorang wanita, beberapa pria berjas hitam datang mengganggu aktivitasnya, wanita yang bersamanya pergi meninggalkannya, karena takut akan ada sesuatu yang buruk terjadi.

"Siapa kalian? kalian menggangguku, wanita itu jadi pergi meninggalkanku. Sial padahal aku sudah membayar mahal!" geram Lukas pada beberapa pria di depannya. 

Namun bukan jawaban yang didapati oleh Lukas, justru pukulan yang membuat Lukas penuh dengan rasa sakit. Lukas tersungkur di atas lantai dengan darah yang mengalir di wajahnya. 

Lukas tidak mengerti mengapa mereka memukulnya, apa karena Valerie?

"Kalian... anak buah Tuan James?" tanya Lukas dengan nafas yang tersengal.

"Tuan James?" terdengar suara berat, dari seorang kakek tua, berjalan hingga berada tepat di depannya. 

"Siapa kau?" tanya Lukas, kini ia menyadari jika mereka bukan suruhan dari James. 

"Dimana Valerie?" lanjutnya bertanya.

Lukas hanya tertawa, membuat pria tua itu menatapnya dengan penuh kebencian, tapi ia masih menahan dirinya. 

"Valerie? hahaha ..." Lukas berdiri, menatap lelaki tua itu dengan sinis. "Dia sudah menjadi milik Tuan James, kau tahu, berkatnya aku mendapatkan uang yang banyak. Apa kakek tua ini juga ingin merasakan tubuh Valerie, sayang sekali, Tuan James sudah mendapatkannya lebih dulu. Kau tunggu saja ketika Tuan James bosan."

Mendengar itu, pria tua itu semakin marah, hingga memukul kepala Lukas dengan tongkat yang dipegang olehnya. Lukas kesakitan dan ingin membalas tapi dua orang pengawal pria tua langsung memukulnya kembali, hingga Lukas tidak bisa lagi bergerak. 

"Cari tahu siapa James? dan aku ingin kalian bawa Valeria padaku, secepatnya!" titah kakek tua itu.

"Siapa... siapa kakek tua itu?" bisik Lukas dalam hatinya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NLD" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NLD
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Sakti Penguasa Dunia
7.9
Ewan Aditya bukanlah tabib biasa. Di dunia modern yang penuh dengan perebutan kekuasaan, ia memegang kendali mutlak atas hidup dan mati seseorang. Tidak peduli seberapa kaya atau berkuasanya seseorang hingga mampu menyaingi sebuah negara, kesombongan mereka tidak akan berarti di hadapan Ewan. Dengan kemampuan medis luar biasa dan aksi yang mematikan, ia bisa menjadi penyelamat nyawa sekaligus pencabut nyawa bagi siapa saja yang berani menentang otoritasnya.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.3
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, yang menderita bipolar. Sejak itu, siapa pun yang mengusiknya selalu berakhir tragis. Namun, setelah Kiara menjalani pengobatan medis di luar negeri dan berhasil melihat kembali, ia disambut oleh kabar pernikahan sang ayah. Alih-alih mendapatkan kasih sayang dari ibu tiri baru yang katanya lembut, Kiara justru diculik dan diikat di sebuah pabrik kosong. Ibu tirinya menuduhnya sebagai perebut suami dan pencuri perhiasan, bahkan mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel Kamu Milikku (Hasrat Gila bersamamu)
9.4
Pesta ulang tahun Thania berubah menjadi petaka saat ia diculik dan menyaksikan kedua orang tuanya dihabisi. Kini, ia terperangkap sebagai tawanan pemuas nafsu seorang bos mafia yang sangat sadis. Di tengah penderitaannya, Thania harus memutar otak untuk menaklukkan hati pria kejam tersebut. Akankah ia berhasil memikat sang mafia agar membantunya mengungkap konspirasi besar di balik kehancuran keluarganya, atau justru terjebak selamanya?
Sampul Novel Love a Sweet Psycho
7.9
Hun dikenal sebagai pria rupawan bak pangeran dongeng, namun aku sama sekali tak tertarik padanya. Kehidupan tenangku terusik saat pria berdarah dingin ini mulai terobsesi mengejarku. Ia bertindak ekstrem demi melindungiku, mulai dari membunuh ular hingga nyaris mencekik orang yang menggangguku. Aku benci menjadi pusat perhatian dalam drama gila ini. Mengapa Tuhan mengubah hidup mediokerku menjadi pelik karena campur tangan cowok psikopat ini?
Sampul Novel Pemburu Iblis
8.6
Skylark tumbuh besar sebagai anak angkat saudagar kaya di era dinasti. Tanpa disadari, ia mewarisi darah Raja Iblis yang hilang dan kelembutan hati ibunya yang tewas di tangan rival sang ayah. Berkat umur panjang dan kekuatan dahsyat, Skylark berjuang membasmi teror monster hingga era modern. Akankah identitas aslinya terungkap saat ia mengejar pembunuh sang ibu? Ikuti perjalanan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.
Sampul Novel Pendewaan
8.8
Zen Luo, seorang bangsawan yang jatuh kasta, kini terhina sebagai budak sekaligus sasaran latihan fisik sepupunya. Namun, sebuah kecelakaan mengubah tubuhnya menjadi senjata mistis yang tak terpatahkan. Di tengah kekacauan dunia akibat persaingan antar klan, Zen bangkit membawa misi balas dendam dan ambisi besar. Dengan fisik sekuat pusaka, ia menantang para pendekar kuat demi meraih keabadian. Mampukah ia menaklukkan takdir dan menjadi legenda?