Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Dosen

Terjerat Cinta Dosen

Hubungan Ryan dan Amelia kini berada di ujung tanduk karena restu sang ibu yang tak kunjung didapat. Ryan dengan tegas menolak perjodohan sepihak yang diatur ibunya, namun tekanan tidak berhenti di situ. Sang ibu justru melancarkan berbagai taktik licik demi memaksa mereka berpisah selamanya. Di tengah manipulasi dan paksaan keluarga yang kian memanas, mampukah cinta Ryan dan Amelia bertahan, ataukah rencana jahat sang ibu berhasil menghancurkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Trisno pulang ke rumah dengan perasaan lega. Dengan membawa uang satu juta untuk uang saku anaknya. Sampai di rumah.  Ia langsung masuk ke rumah mencari Amelia. Trisno Amelia menemui dengan tergesa. 

"Ada apa Yah?" tanya Amelia, heran melihat Ayahnya tergesa-gesa. 

"Syukurlah kamu belum berangkat," kata Trisno, lalu mengeluarkan uang satu juta dari sakunya. Amelia tertegun. Padahal dirinya sudah mendapatkan uang saku dari sang Ibu. 

"Ini uang saku buat kamu, buat  bekal. Ayah mendoakan kamu  semoga  kamu diterima!" Trisno  mengusap kepala anaknya. 

"Tapi, aku dah di kasih sama Ibu," Amelia merasa tidak enak. Takut merepotkan Ayahnya. 

"Udah, buat jaga- jaga!" kata Trisno memaksa. Tak ingin anaknya kelaparan di perantauan. 

"Udah siapkan?" tanya Trisno. 

"Udah." 

Kemudian Amelia berpamitan pada Ibu dan Ines. Mereka menuju Terminal. Sampai di terminal Amelia turun dari motor. Ia pun berpamitan dan mencium punggung tangan  Ayahnya. 

'Moga kau berhasil, nak' doa Trisno dalam hati. 

Amelia menuju ke loket pembelian tiket setelah loket di tangan. Ia  duduk  menunggu Mita. Saat Amel menengok ke arah kiri,  Seorang gadis  memakai hijab abu- abu  melambaikan tangan datang menghampirinya. 

"Hai, Amel!" sapa Mita riang juga bersemangat.

"Hai juga Mita!" balas Amelia. Amelia sangat bersemangat sedang Mita biasa saja. 

"Udah pesen tiket?" tanya Amelia. 

"Udah dong!" jawab Mita mengacungkan tiketnya ke atas. 

Mereka berdua duduk  menunggu kedatangan bis. Bis pun datang. Mereka berdua naik menuju kota besar. Saat di perjalanan mereka berdua sempetkan untuk membuka buku pelajaran. Akhirnya Bisa sampai tepat di depan kampus. Amelia dan Mita turun. Mereka segera berlari menuju kampus karena hawa panas yang menyengat. Mereka berdua menuju ruang pendaftaran. Amelia dan Mita melakukan pendaftaran, mereka berdua  mengisi formulir. Setelah mengisi formulir Amelia dan Mita menunggu sejenak di ruang tunggu. Ujian akan dilaksanakan satu jam lagi. Ia sempatkan membaca buku. Amelia mengincar beasiswa dari jurusan kedokteran sedangkan Mita dari Jurusan Hukum. 

    Para penguji menyuruh berkumpul di ruang Aula. Penyelenggara sudah menyiapkan kursi berdasarkan nomer ujian. Amelia masuk juga Mita, mereka duduknya sangat berjauhan. Tak mungkin saling mencontek. Pengawas membagikan kertas. Amelia duduk di depan pengawas. Mata orang itu  menatap  Amelia tajam. 

'Ia seperti seorang dosen' batin Amelia.

Tampan tapi sangat dingin. Amelia takut menatapnya lama- lama. Segera ia alihkan pandangan ke lain arah. Kertas di hadapan Amelia. Ada dua lembar soal yang harus dijawab. Mereka memberi waktu dua jam menyelesaikan soal ini.  Suasana hening seketika Amelia dan para peserta  lainya mengerjakan ujian, para pengawas sangat ketat mengawasi. Kalau ketahuan mencontek akan langsung dicoret dari daftar beasiswa.

Mereka konsentrasi menyelesaikan ujian. Peluh membasahi kening . Pikiran telah dicurahkan, hanya keberuntungan serta takdir yang bisa membawa mereka lulus ujian ini. Ini juga masih tahap pertama, besok akan diadakan lagi disertai pengumuman.

Amelia bernafas lega saat ini, ia  bisa menyelesaikan ujian hari ini. menyerahkan lembar jawaban kepada pengawas. Amelia kemudian keluar ruangan. Menghirup udara di luar. Di dalam terasa panas walau ber ac. 

Aroma persaingan terasa jelas. 

Amelia duduk di ruang tunggu, depan ruang Aula. Ia menunggu Mita yang masih menyelesaikan ujian. Mita tak lama kemudian keluar. Mereka disuruh datang lagi esok hari.

   Amelia dan Mita mencari kosan untuk satu hari lagi di sekitar kampus. Mereka akhirnya menemukan kos yang agak mewah,Dan yang membayar Mita.  Mita berasal dari orang berkucupan.    Amelia merebahkan dirinya di bed. Tubuh serta pikiran terasa lelah. Amel melirik jam di dinding menunjukan pukul empat sore. 

 "Kamu udah sholat Mit?" tanya Amelia. 

"Belum." Mita menjawab tanpa memandang wajah Amelia. Ia fokus belajar untuk esok hari. 

"Aku sholat dulu!"  Amelia beranjak  kemudian berwudhu. Ia melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim. Selesai sholat tak lupa Amelia berdoa memohon  kelancaran untuk esok hari. 

"Sholat dulu Mit!" Amelia melipat mukenanya kembali. 

"Iya." Mita menutup bukunya lalu segera berwudhu dan sholat Ashar. 

Terdengar  suara ketukan terdengar dari luar. Amelia membuka pintu. Wanita paruh baya membawa dua porsi mie goreng dan juga dua gelas jus jeruk. 

"Nak, ini ibu bawakan mie goreng buat kalian. Kalian pasti lapar !" wanita paruh itu menyerahkan dua piring ke Amelia. Dia Ibu kos Amelia. Amelia menerima nampan berisi mie goreng dari tangan Bu kos.

"Makasih  Bu." Amelia terharu dengan perhatian Ibu Kos. 

"Sama- sama nak, belajar yang giat biar keterima di kampus ini!" pesan Bu kos. Ia tahu bahwa kampus yang tak jauh dari rumahnya  mengadakan beasiswa. 

"Ya Bu."  

Amelia mencium bau mie goreng, perutnya berontak minta di isi. Tapi ia tahan menunggu Mita selesai sholat. 

Mita selesai sholat, ia melipat mukenanya dan taruh di atas nakas. 

"Hemm.. wangi banget mie gorengnya!" Hidung Mita mengendus aroma wangi itu. 

"Iya nih, dari ibu kos. Makan yuk!" Amelia menyerahkan piring berisi mie goreng ke pada Mita. 

"Hayuk!" Amelia semangat menerima piring berisi mie goreng itu. 

Mita duduk di samping Amelia dan segera menyantap mie goreng di depanya. Dalam waktu lima belas menit mie udah pindah ke dalam perut. Diakhiri dengan jus. 

"Alhamdulilah!" ucap mereka kompak, merasa kenyang. 

Mereka kemudian melanjutkan belajar kembali. Ada dua mata pelajaran yang diujikan. Matematika dan biologi. 

Waktu beranjak menuju malam. Mereka berdua masih berkutat dengan buku pelajaran. Sesekali Mita menguap, tandanya mata sudah ingin di istirahatkan. 

"Amel, aku tidur dulu!" Mita melangkah ke menuju tempat tidur tapi sudah cuci muka dan sikat gigi tentunya. 

"Ya, aku sebentar lagi. Masih ada yang belum aku baca!" Amelia menjawab tanpa menoleh saking asyiknya belajar. 

Mita naik ke tempat tidur, menarik selimut sampai leher. Tak butuh waktu lama Mita terlelap. Amel, masih memaksakan diri untuk membaca walau berulang kali menguap. 

Demi cita- cita menjadi dokter batin Amelia. 

Mata Amelia tak tahan menahan kantuk, ia pun menyusul naik ke ranjang. Tak lama kemudian Amelia terlelap menyusul  Mita yang terlelap lebih dulu.

Esok hari.

Amelia dan Mita bersiap menuju kampus. Mereka jalan kaki karena memang letak kampus dan kosnya tak terlalu jauh.

Anak- anak udah datang dan siap menuju ke ruang Aula. Para penguji pun bersuara menggunakan mic, suruh berkumpul di Aula lagi. Karena Ujian akan segera di mulai. Anak- anak tertib duduk di kursi masing- masing sesuai nomor ujian. Mata itu lagi- lagi menatap Amelia tak berkedip, sejenak Amelia menatap balik. Tapi ia merasa tak nyaman dengan tatapan itu, Amelia mengalihkan pandanganya. 

Para pengawas membagikan lembar soal. Orang itu membagikan kepada Amel. Tepat berdiri di depan Amel sambil tangannya memberi lembar soal. 

"Siapa namamu?" tanya Ryan. 

Ryan adalah pengawas baru, merangkap dosen. Punya wajah tampan juga berotak cerdas. anak dari pemilik Universitas ini.   Melihat Amelia mirip  seperti mendiang Adiknya yang baru meninggal sebulan yang lalu, ia tertegun sejenak. 

"Saya Amelia Anggraeni," jawab Amelia sopan. 

Ryan hanya melewati Amelia, dan membagikan pada peserta lainya. 

'Dasar orang aneh!" batin Amelia. Setelah Ryan membagikan lembar soal pada peserta lain, Ryan melewati Amelia lagi. 

"Kerjakan soal saja, tak usah mengumpat pengawas!" ucap Ryan lirih dan hanya terdengar Amelia. 

Amelia menghempus nafas pelan. Bagaimana ia bisa tahu isi hatiku? 

 Bersambung…

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MPR" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MPR
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu
8.7
Nayla, asisten rumah tangga yatim piatu, terjebak dalam tragedi berdarah yang menewaskan majikannya. Setelah menyelamatkan bayi sang majikan, ia bertemu Arkan, pria misterius yang menawarkan perlindungan. Arkan mengajukan kontrak pernikahan senilai satu miliar rupiah agar Nayla bersedia menjadi istri palsu sekaligus ibu bagi bayi itu. Demi masa depan si kecil, Nayla setuju. Namun, rahasia dan bahaya mengintai saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel Cacat Sebagai Penebus Jasa
8.5
Bagi sang anak, dilahirkan ke dunia dianggap sebagai beban utang yang harus dibayar kepada ibunya. Demi menebus segala jasa tersebut, ia rela mengorbankan raga hingga mengalami kecacatan fisik yang permanen. Pengorbanan tragis ini dilakukan hanya demi satu tujuan, yaitu menyentuh nurani sang ibu agar mau memberikan pengampunan tulus. Sebuah kisah pengabdian menyakitkan yang menguji batas antara bakti dan penderitaan dalam hubungan keluarga.
Sampul Novel Dinikahi Om Bujang
9.4
Berdasarkan kisah nyata, narasi ini membuktikan bahwa jabatan dan usia bukan penentu kebahagiaan rumah tangga. Fokus utama adalah kejujuran serta upaya saling melengkapi. Sang suami dengan sabar membimbing istrinya yang sempat jauh dari agama untuk kembali mengenal Islam. Meski diterpa cemoohan keluarga terkait masa lalu sang istri, ia tetap setia merawat di kala sakit. Sebuah bukti cinta tulus yang mengedepankan kesabaran dan perjuangan spiritual dalam pernikahan.
Sampul Novel Do You Love Me
9.7
Allia terkejut saat Azzel memintanya menjadi ibu bagi Lia. Sadar akan posisi Azzel yang sudah berkeluarga, Allia memilih mengakhiri hubungan mereka demi kebaikan bersama. Namun, keputusan itu justru memicu kemarahan Azzel yang arogan dan temperamental. Kini, gadis lembut ini terjebak dalam dilema antara rasa cinta dan sikap kasar sang kekasih. Mampukah Allia bertahan menghadapi tekanan dari pria yang tidak mau melepaskannya meski situasi kian rumit?
Sampul Novel Dua Sisi
8.1
Revan Aditama Perkasa, CEO ADITAMA Group, merasa apatis terhadap pernikahan setelah berulang kali gagal dalam asmara. Mulai dari mencintai gurunya hingga jatuh hati pada kekasih orang lain, ia tak lagi percaya pada cinta. Namun, ayahnya justru memintanya menikahi wanita dari Suku Anak Dalam yang dianggap primitif. Revan pun terkejut dan menolak keras ide menikahi wanita yang sangat kontras dengan dunianya yang modern serta intelektual tersebut.
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, seorang pemuda rupawan, mendapatkan kesempatan langka untuk bangkit kembali demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya. Ia terlempar melintasi waktu menuju tahun 2001. Di masa lalu tersebut, Hades tidak menyia-nyiakan peluang emas yang ada. Ia menyusun strategi cerdik guna mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas zaman ini menjadi awal bagi Hades untuk mengubah nasib serta membalas semua ketidakadilan.