Sampul Novel Do You Love Me

Do You Love Me

9.7 / 10.0
Allia terkejut saat Azzel memintanya menjadi ibu bagi Lia. Sadar akan posisi Azzel yang sudah berkeluarga, Allia memilih mengakhiri hubungan mereka demi kebaikan bersama. Namun, keputusan itu justru memicu kemarahan Azzel yang arogan dan temperamental. Kini, gadis lembut ini terjebak dalam dilema antara rasa cinta dan sikap kasar sang kekasih. Mampukah Allia bertahan menghadapi tekanan dari pria yang tidak mau melepaskannya meski situasi kian rumit?

Do You Love Me Bab 1

Flashback on delapan bulan yang lalu....

Seorang gadis cantik, berjalan di gelapnya malam. Berjalan dengan rasa takut karena larut malam telah tiba dan gadis itu tidak kunjung sampai di rumahnya.

Gadis itu adalah Allia Aurora Margaretha, ia menelusuri lorong gelap dengan keringat bercucuran.

"Ya Tuhan tolong Allia, Allia takut," gumam gadis itu sambil berjalan dengan tangan yang sudah basah akibat rasa gugupnya.

Tiba-tiba ia mendengar sesuatu dari depan sana di mana tempat yang akan ia lewati sepertinya banyak gerombolan motor di sana.

Dengan keberanian Allia melewati jalan itu, karena tidak ada lagi jalan selain itu untuk ke rumahnya.

"Eh bro itu ada cewe cantik. Godain yuk," ajak seorang pemuda pada teman-temannya yang sedang duduk di atas motornya.

Orang yang dimaksud pria itu hanya menatap sekilas gadis itu, orang itu adalah Azzel Adisson.

Ia adalah pemuda paling tampan di sekolahnya, banyak yang mengidam-idamkan dirinya. Tapi ia sama sekali tidak tertarik.

Saat sudah melawati kerumunan orang-orang itu, Allia merasa lega. Dengan cepat ia berlari lebih menjauh agar cepat sampai ke tujuannya

Belum sempat berlari tangannya sudah dicekal oleh seseorang.

"Gue anter," ucap pemuda itu.

Allia langsung menganga saat melihat siapa yang mencekal tangannya itu, Azzel adalah orang terkenal jadi Allia tau karena mereka satu sekolah.

"Em, gakpapa aku bisa-" Belum sempat mengakhiri ucapannya Azzel sudah mendahuluinya.

"Nurut bisa?" tanya Azzel dengan suara dinginnya membuat nyali Allia menciut.

Gadis itu hanya mengangguk, dan mengikuti langkah besar milik pemuda itu sampai ke motornya.

"Gue anterin bocah ini dulu, gue duluan," pamit Azzel pada teman-temannya lalu memberikan sebuah helm pada Allia.

"A-aku gak biasa pake helm" Ucap Allia sambil menunduk, rasanya sangat malu mengucapkan fakta itu.

Azzel menyerit-kan kening-nya.

"Maksud?" tanya Azzel.

Belum sempat Allia menjawab salah satu teman Azzel sudah duluan membuka suara.

"Maklumi aja bos kayaknya anak holkay, biasa naik mobil," ucap pemuda yang menggunakan jeket yang sama dengan Azzel.

Azzel terlihat tampak berpikir.

"Pake aja, dibiasakan mulai sekarang!" ucap Azzel terlihat seperti tidak ingin dibantah.

Akhirnya Allia menurut, sungguh sial dirinya bertemu dengan seorang most wanted sekolah yang memiliki sifat seperti ini.

Selama perjalanan Allia berusaha menahan beratnya helm, sebenarnya tidak terlalu berat namun gadis itu belum terbiasa jadi ia merasa sangat berat.

Ia mulai pusing kepalanya mulai terasa sakit.

"Azzel," panggil Allia dengan suara pelan, ia rasa pemuda itu tidak mendengarkan panggilannya.

Azzel memberhentikan motornya di depan rumah yang sangat mewah, lalu segera menyuruh Allia turun dan membukakan helm gadis itu.

"Ko kamu tau rumah aku padahal aku nggak ngasih tau," heran Allia.

"Hm." Hanya deheman yang dibalas pemuda itu membuat Allia kesal sendiri.

"Makasih, aku masuk ke dalam dulu," pamit Allia belum juga satu langkah berjalan Azzel kembali menahan tangannya.

"Tunggu, mulai sekarang dan seterusnya kita pacaran," Pernyataan Azzel membuat Allia terkejut.

"Em mak-"

"Nggak ada penolakan! Udah sanah masuk. Besok gue jemput."

Dan dari sinilah kisah percintaan Allia di mulai, awalnya memang sangat senang karena siapa yang tidak senang diajak berpacaran most wanted sekolah?

Tapi bagaimana kelanjutan hubungan mereka, apakah akan seperti orang pacaran pada umumnya?

Flashback of

✏️✏️✏️

Pagi ini Azzel terlihat sangat marah karena Allia membuatnya menunggu terlalu lama, Azzel sudah berada di rumah gadis itu sejak 40 menit yang lalu.

Azzel merasa rugi karena membuang waktunya sia-sia hanya karena menunggu gadis itu.

"Lo bisa cepetan nggak sih!" teriak Azzel dari depan pintu kamar Allia.

"Iy-yaaaa" teriak Allia membalas buru-buru.

Semalam ia tidak cepat tidur karena harus mengerjakan PR milik Azzel, bukan hanya satu tetapi ada lima mata pelajaran.

Oleh karena itu ia pagi ini bangun terlambat.

"Udah Zel ayok," ujar Allia yang baru keluar dari dalam kamar.

Azzel berdecak menatap sinis gadis di depannya itu.

"Lo buang waktu gue sia-sia gitu aja tau nggak," ketus Azzel lalu segera turun dan keluar dari rumah Allia.

Allia terdiam sebentar, ia begini juga karena pria itu tapi kenapa- ah sudahlah dari pada harus membuatnya marah lagi lebih baik dirinya segera ikut dengan Azzel.

"Cepetan! lelet banget jadi orang," ucap Azzel yang sudah menggunakan helmnya dan duduk di atas motor.

Tanpa banyak bicara Allia segera memakai helm lalu naik di jok belakang.

Lalu Azzel mulai melajukan motornya.

Jangan tanyakan dimana orang tua Allia, karena Allia sendiri saja tidak tau. Tidak memiliki saudara kandung membuatnya kesepian, karena ayah dan ibunya selalu pergi entah kemana dan hanya meninggalkannya di rumah besar itu dengan uang yang tak ada habis-habisnya.

Sesampai di sekolah, Azzel buru-buru turun dan meninggalkan Allia. Gadis itu mengikuti pacarnya dengan susah payah mengimbangi langkah kakinya.

"PR gue mana?" tanya Azzel saat mereka sudah berada di depan kelas Allia.

Allia buru-buru membuka tasnya lalu memberikan beberapa buku milik Azzel.

"Masuk, awas aja salah. Satu salah dapat hukuman!" ancam Azzel sedangkan Allia mengangguk sedikit ragu.

Ia mengerjakan soal-soal itu dengan susah payah, ia tidak terlalu pintar sehingga membuatnya sedikit ragu.

ia berdoa semoga semua jawabannya benar, dan ia tidak terkena amukan pacarnya ini.

"Iyaaa," jawab Allia lalu segera masuk ke dalam kelasnya.

Di dalam kelas, Allia tidak memiliki teman. Tetapi di luar kelas ia memiliki satu teman, yang bernama Diandra.

Diandra sekelas dengan Azzel, dari situ mereka dekat karena Allia sering ke kelas Azzel dan bertemu dengan Diandra di sana.

✏️✏️✏️

Saat bell istirahat berbunyi, Allia segera pergi ke kelas Azzel untuk melihat berapa nilai Azzel untuk soal yang telah ia kerjakan.

Sesampai di sana ia melihat seluruh murid sudah keluar tinggal Azzel di dalam yang sepertinya pria itu sedang di marahi oleh sang guru.

Melihat itu Allia mulai ketakutan, sepertinya Azzel dimarah karena tugasnya tidak benar. Tapi Allia mengerjakan soal itu dengan sangat baik dan hati-hati.

Setelah guru itu keluar dari kelas, Allia segera berjalan menghampiri Azzel.

"Zel, kenap-"

Brakkk

Allia tersentak kaget saat Azzel membanting tas sekolahnya dengan kasar di atas meja.

"Anjing!" umpat Azzel sambil menatap marah.

"A-azzel," panggil Allia dengan suara bergetar.

"Liat! Lo kerjain ini asal-asalan kan?! Biar gue dimarahin guru?" marah Azzel.

Ia melemparkan satu buku di depan Allia, dan gadis itu segera mengambilnya dan terlihat disana angka nol yang dilingkar dengan polpen merah.

"Ta-tapi aku kerjain dengan baik kok, ini bukan aku yang kerjain tulisannya beda sama punyaku," ucap Allia melihat tulisan itu bukan tulisan tangannya.

"Masih ngelak aja yah lo? Kalo emang Lo kerjain dengan baik terus salah, berarti lo yang bodoh? Hah? Dasar bodoh!!" teriak Azzel lalu segera keluar dari kelas.

Allia yang ditinggal hanya menunduk dengan air mata yang mengalir di pipinya, kenapa Azzel begitu kejam padanya. Sebenarnya ada apa dengan pria itu.

Tbc

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Do You Love Me

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Menghadapi sisa hidup tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menelan pil pahit saat suaminya, David, memberikan kuota pengobatan terakhir kepada adik angkatnya, Emma. Dianggap lebih pantas hidup, ia pun dipaksa mengalah. Demi menutupi ajal yang mendekat, ia menandatangani surat cerai, menyerahkan perusahaan perhiasan, bahkan membiarkan putrinya memanggil Emma sebagai ibu. Di balik pujian keluarga yang menganggapnya kakak yang baik, sebuah misteri kematian yang tragis siap mengejutkan mereka semua.
Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan