Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Dosen

Terjerat Cinta Dosen

Hubungan Ryan dan Amelia kini berada di ujung tanduk karena restu sang ibu yang tak kunjung didapat. Ryan dengan tegas menolak perjodohan sepihak yang diatur ibunya, namun tekanan tidak berhenti di situ. Sang ibu justru melancarkan berbagai taktik licik demi memaksa mereka berpisah selamanya. Di tengah manipulasi dan paksaan keluarga yang kian memanas, mampukah cinta Ryan dan Amelia bertahan, ataukah rencana jahat sang ibu berhasil menghancurkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Kepala sekolah mengumumkan  kelulusan siswa   SMA  Negeri  10 kota kecil di Jawa Tengah. Para siswa   berderet menunggu pengumuman itu. Anak-anak Deg-deg an menunggu pengumuman. Tatkala kepala sekolah mengumumkan hasil kelulusan, mereka lulus seratus persen. Anak- anak bersorak sorai menyambut pengumuman dari kepala sekolah. Suasana hening, saat kepala sekolah mengumumkan juara satu sampai sepuluh. Amelia masuk dalam sepuluh besar.  Mendengar itu ia mengucap alhamdulilah,Selesai pengumuman Siswa membubarkan diri, ada yang masuk  kelas masing- masing. Siswa terutama yang pria membawa  pilox untuk mencorat-coret seragam sekolah. 

Tapi Amelia tak ikut corat- coret sebagai euforia kelulusan. Ia lebih suka masuk kelas. Duduk di bangkunya. Shinta yang di sampingnya heran, ia adalah sahabat Amelia, heran dengan tingkah laku Amelia. 

"Amel, kenapa malah duduk di sini? Nggak ikut corat- coret?" tanya Shinta. 

"Aku bukan orang kaya, Shin. Nanti seragam ini aku lengserkan ke adiku. Ia baru lulus SMP. Sebentar lagi mau masuk SMA," ucap Amelia sendu.

"Kamu juga kenapa duduk di sini, seragamnya nggak ikut corat-coret?" Amelia tanya balik. 

"Aku di wanti-wanti sama Mama, nggak boleh ikutan baju di corat-coret." Shinta menjelaskan alasannya tidak bergabung bersama teman yang lain. Merayakan euforia kelulusan. 

"Oh ya shin, aku  pingin kuliah. Semoga ada beasiswa  masuk ke Universitas!" Amelia sangat berharap bisa kuliah. 

"Amiin!" ucap Shinta tanganya menengadahkan keatas. 

"Ya dah, jangan sedih terus. Ikut ke kantin yuk!" Shinta meraih tangan Amelia dan mengandengnya. Mereka menuju ke kantin. Tapi ketika baru berjalan beberapa langkah Mereka di hadang Roni. 

"Mau kemana kalian?" tanya Roni berkacak pinggang. Sebenarnya Roni berwajah tampan, dia juga anak orang kaya di kota ini. Sayangnya ia termasuk  bandel. Suka membolos, tak jarang  di kantin tempat ia merokok. Roni sudah lama menyukai Amelia, tapi Amelia tak menganggapnya teman biasa saja. 

"Pergilah Ron, kami tak ingin di ganggu!" kata Shinta sewot, Sedang Amelia hanya diam menatap Roni kesal. 

Shinta kemudian menarik tangan Amelia untuk menjauh dari Roni. 

Roni pun mengejar mereka berdua. 

"Hei, tunggu aku!"  Roni mengejar mereka berdua. 

Mereka berhenti dan menoleh. 

"Amel, nanti kita pulang bareng ya!" ajak Roni. Mendengar ucapan Roni, Amelia sewot. Tapi di tahan emosinya. Tak  ingin bertengkar dengan Roni.

"Maaf Ron, Aku akan pulang bersama Shinta!" tolak Amelia halus. 

Roni hanya menghela nafas berat, kecewa. Ia selalu menghindari dirinya, pujaan hatinya berlalu dari hadapanya. 

****

    Guru wali kelas membagikan pengumuman surat kelulusan,  Itu sebagai bukti bahwa siswa itu telah lulus dari sekolah juga surat sementara untuk mendaftar kuliah. Mereka semua mendapatkan surat itu tak terkecuali Amelia, ia bersyukur mendapatkan sepuluh besar di sekolahnya. Angan-angan melanjutkan kuliah melintas di kepalanya. Ia bercita-cita menjadi dokter. 'Semoga ada beasiswa masuk ke jurusan itu Amin' ucap dalam hati Amelia.

Mereka pulang bersama  Karena memang rumah mereka juga searah. Shinta lebih dulu sampai di rumahnya. Ia melambaikan tangan pada Amelia. Saat sampai di depan gerbang rumahnya, Amelia pun membalasnya. 

Angkutan umum berhenti di depan gang rumah Amelia. Setelah membayar angkutan ia  turun. Amelia berjalan menyusuri gang. Akhirnya ia sampai di rumahnya. 

Ibunya Amelia sibuk melayani konsumen. 

"Assalamualaikum," sapa Amelia melangkah masuk rumah. 

Ibunya walaupun sibuk menjawab salam Amelia. 

"Walaikum salam!" jawab Ibu Amelia. 

Amelia berjalan ke kamarnya. Ia berganti pakaian. Segera membantu ibunya melayani pembeli. 

Tak lama kemudian. Para pembeli itu pulang. Mama Ning ibunya Amelia menoleh ke arah Amelia.

"Makan dulu Amel, Ibu udah masak!" perintah Ibunya lembut. 

"Ibu udah makan belum?" tanya Amelia. 

" Udah nak," jawab Ningsih.

Amelia beranjak dari duduknya. Ia segera ke ruang makan. Lauk sederhana terhidang di meja. Sayur asem, Ikan goreng, tempe serta sambel kesukaan Amelia. Orang tua Amelia orang biasa. Ibunya membuka toko sembako di depan rumahnya. Namanya Ningsih,sedang Ayahnya bernama  pak Trisno seorang petani. Walaupun mengarap lahan sendiri tapi hasilnya tak bisa tiap bulan menghasilkan. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga Pak Trisna bekerja sambilan sebagai ojek.

"Bu.. Ayah mana, ke sawah atau pergi ngojek?" tanya Amelia di sela- sela makanya.

"Ayahmu ngojek!" Mendengar jawaban Ibunya Amelia kembali melanjutkan makanya. Setelah makan Amelia mencuci piring, lalu duduk di sebelah ibunya dan membantu merapikan dagangan.

"Bu!" panggil Amelia.

"Hemm..." Balas ibunya Tak menoleh, tanganya sibuk merapikan dagangan. 

"Bu, aku udah lulus ujian, tapi aku ingin cari beasiswa untuk melanjutkan kuliah," kata Amelia pelan tak ingin mengganggu Ibunya merapikan dagangan. 

  Ningsih  langsung menoleh kearah Amelia. Ia senang anak sulungnya lulus sekolah. Tapi ini, Amelia ingin melanjutkan kuliah. Dari mana biaya? Sedangkan adiknya mau lulus sekolah SMP. Dari hati yang terdalam, ia ingin Anaknya sekolah yang tinggi. Tidak seperti dirinya hanya lulusan SMP.  Ningsih mengusap kepala anaknya. 

"Maaf Nak, orang tuamu tak bisa menyekolahkan kamu. Ku harap kau mengerti dengan keadaan kita," ucap Ning sendu.

Air mata seakan ingin terjun bebas dari matanya. Ingin Ningsih seperti orang tua lainya, menyekolahkan anak sampai tinggi. 

    Amelia menghela nafas panjang. Ia semakin bertekad ingin merubah nasibnya. Cita-cita sebagai dokter harus diwujudkan. 

"Bu, aku minta restu Ibu. Aku ingin mencari beasiswa." Air muka Ningsih tambah sendu. Ia semakin merasa bersalah. Ningsih kemudian memeluk anak sulungnya. 

"Ibu, merestuimu nak!" Air mata Amelia lolos begitu saja membasahi pipinya. Amelia kemudian mengusap air matanya. 

"Bu, aku kekamar dulu."    Ningsih menganguk. 

Amelia beranjak menuju ke kamarnya. Ia mulai browsing dari laptopnya mencari beasiswa di Universitas. Ada beberapa Universitas mengadakan beasiswa, salah satunya Universitas Dharma Bakti. Universitas swasta bonafid di Semarang. yang Membuka beasiswa untuk semua jurusan. Amelia tertarik. Ia mengisi form mengajukan diri sebagai calon mahasiswa secara online. 

'Semoga diterima, Amin.' doa Amelia dalam hati. Ia melirik jam di dinding menunjukan pukul satu siang. Merasa dirinya belum sholat ia keluar kamar, menuju kamar mandi. Melepas jilbabnya dan wudhu. 

"Kamu mau sholat nak," tanya Trisno sambil meletakan cangkul di pojokan ruangan dapur. 

"Iya Ayah." Melihat baju Ayahnya penuh dengan lumpur. Amelia merasa kasihan. Ia membuat teh hangat untuk Ayahnya. lalu menyajikan di meja. 

"Ayah, tehnya udah di meja. Amel sholat dulu."

"Iya nak. Terima kasih." 

Amelia mengangguk. Ia kemudian melangkah ke kamar menunaikan sholat dhuhur. Amelia menghamparkan sajadah. Menghadap kiblat, kemudian melafalkan surat pendek. Empat rokaat ia tunaikan dengan khusuk. Selesai sholat ia berdoa untuk orang tuanya. Juga untuk dirinya sendiri. Semoga ada beasiswa penuh untuk dirinya. Ada ketenangan setelah melakukan kewajiban. Ia melepas mukenanya dan menaruh di captok. Kembali duduk di depan laptopnya. Mencari informasi tentang Universitas membuka beasiswa penuh untuk calon siswa yang kurang mampu. Ada beberapa Universitas yang membuka beasiswa. Di antaranya Universitas Jakarta, Yogyakarta juga Surabaya. Amelia mengisi form dari semua Universitas itu. 

Bersambung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu
8.7
Nayla, asisten rumah tangga yatim piatu, terjebak dalam tragedi berdarah yang menewaskan majikannya. Setelah menyelamatkan bayi sang majikan, ia bertemu Arkan, pria misterius yang menawarkan perlindungan. Arkan mengajukan kontrak pernikahan senilai satu miliar rupiah agar Nayla bersedia menjadi istri palsu sekaligus ibu bagi bayi itu. Demi masa depan si kecil, Nayla setuju. Namun, rahasia dan bahaya mengintai saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel Cacat Sebagai Penebus Jasa
8.5
Bagi sang anak, dilahirkan ke dunia dianggap sebagai beban utang yang harus dibayar kepada ibunya. Demi menebus segala jasa tersebut, ia rela mengorbankan raga hingga mengalami kecacatan fisik yang permanen. Pengorbanan tragis ini dilakukan hanya demi satu tujuan, yaitu menyentuh nurani sang ibu agar mau memberikan pengampunan tulus. Sebuah kisah pengabdian menyakitkan yang menguji batas antara bakti dan penderitaan dalam hubungan keluarga.
Sampul Novel Dinikahi Om Bujang
9.4
Berdasarkan kisah nyata, narasi ini membuktikan bahwa jabatan dan usia bukan penentu kebahagiaan rumah tangga. Fokus utama adalah kejujuran serta upaya saling melengkapi. Sang suami dengan sabar membimbing istrinya yang sempat jauh dari agama untuk kembali mengenal Islam. Meski diterpa cemoohan keluarga terkait masa lalu sang istri, ia tetap setia merawat di kala sakit. Sebuah bukti cinta tulus yang mengedepankan kesabaran dan perjuangan spiritual dalam pernikahan.
Sampul Novel Do You Love Me
9.7
Allia terkejut saat Azzel memintanya menjadi ibu bagi Lia. Sadar akan posisi Azzel yang sudah berkeluarga, Allia memilih mengakhiri hubungan mereka demi kebaikan bersama. Namun, keputusan itu justru memicu kemarahan Azzel yang arogan dan temperamental. Kini, gadis lembut ini terjebak dalam dilema antara rasa cinta dan sikap kasar sang kekasih. Mampukah Allia bertahan menghadapi tekanan dari pria yang tidak mau melepaskannya meski situasi kian rumit?
Sampul Novel Dua Sisi
8.1
Revan Aditama Perkasa, CEO ADITAMA Group, merasa apatis terhadap pernikahan setelah berulang kali gagal dalam asmara. Mulai dari mencintai gurunya hingga jatuh hati pada kekasih orang lain, ia tak lagi percaya pada cinta. Namun, ayahnya justru memintanya menikahi wanita dari Suku Anak Dalam yang dianggap primitif. Revan pun terkejut dan menolak keras ide menikahi wanita yang sangat kontras dengan dunianya yang modern serta intelektual tersebut.
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, seorang pemuda rupawan, mendapatkan kesempatan langka untuk bangkit kembali demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya. Ia terlempar melintasi waktu menuju tahun 2001. Di masa lalu tersebut, Hades tidak menyia-nyiakan peluang emas yang ada. Ia menyusun strategi cerdik guna mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas zaman ini menjadi awal bagi Hades untuk mengubah nasib serta membalas semua ketidakadilan.