Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pernikahan Palsu CEO

Terjebak Pernikahan Palsu CEO

Kainan terdesak untuk segera menikah demi menyelamatkan perusahaan miliknya dari kehancuran total. Secara tak terduga, ia justru terlibat dalam ikatan pernikahan dengan Levin, putra dari rival bisnis terbesarnya selama ini. Di tengah persaingan sengit antara dua korporasi mereka, ada rahasia besar yang disembunyikan Levin di balik tawaran kerja sama ini. Akankah hubungan palsu ini berujung pada kehancuran atau justru menjadi awal dari sebuah cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Kau gila, Kai!”

Teriakan lantang seorang pria yang duduk menikmati suasana club malam, spontan membuat matanya mendelik karena terkejut. Namun, dia segera mengecilkan volume suara saat sadar perhatian orang-orang tertuju pada mejanya.

“Kai, kau betulan gila atau lupa ingatan? Sendirinya lajang, kenapa kau mengatakan akan menikah? Kau akan menikah dengan siapa, Kai?” cerocos mengesalkan pria dengan nama Elliot. Suara cerewet Elliot menggema bersama jedag-jedug musik disco di dalam club itu. Meskipun begitu, Kainan, wanita yang sudah memakai gaun cocktail merah di hadapannya dapat mendengar dengan jelas, tetapi dia hanya berpura-pura tidak tahu saja. Kepalanya bergoyang seirama musik techno yang disetel tinggi.

"Kai, kau dengar aku, tidak?" sela Elliot mencari perhatiannya.

"Iya-ya, aku dengar. Lalu, aku harus berkata apalagi? Angkasa Group akan aku serahkan pada adikku-Jenni, secara sukarela, begitu?" ungkap Kainan dengan segala bentuk frustasinya. Dia memutar matanya melayang bersama lampu-lampu benderang yang tersorot ke segala arah.

"Lagian, mengapa kau tidak menerima ajakan menikah Ziel sebelumnya saja. Bukannya hubungan kalian begitu dekat, Kai?" Pertanyaan Elliot membuat Kainan mengecap bibirnya, tatapannya kembali menjauh dari pria berwajah kasual yang sedang berkomentar itu.

Sebenarnya Kainan begitu malas mendengarkan ocehan dari seorang sekretaris, sekaligus teman baiknya. Apalagi pembicaraannya mengarah pada Ziel, pria yang pernah mendekati Kainan, tetapi justru bertunangan dengan adik tirinya.

"Siapa maksudmu? Arsil Zieland?" Kainan merenggangkan posisi duduk, lalu tersenyum palsu. Dia melepaskan kekesalan melalui kata-kata yang penuh tekanan. Sesaat wanita itu menghela napas berat dan mengguncang gelas alkoholnya. "Pria yang bernama Ziel itu tidak akan suka perempuan barbar sepertiku. Berbeda halnya dengan Jenni yang bersikap manis dan manja. Toh, dia akan segera menikah dengan Jenni.”

Kainan berdesah kembali. Dia menghabiskan alkohol dalam gelasnya, lalu meletakkan dengan penuh tenaga. Beruntung gelas itu tidak pecah. Namun, alkohol tetap tidak bisa mengubah ekspresi murung di wajah Kainan.

“Lalu apa rencanamu selanjutnya? Apa perlu kau menikah saja denganku?” canda Elliot yang tampak serius. Mendengar ucapan sarkas itu, membuat mata Kainan cerah seketika. Dia segera menyergap pada tangan Elliot.

“Betul, lebih baik kita menikah saja. Kalau menikah denganmu aku tidak akan berurusan dengan kehidupan pernikahan yang mengekang. Aku mau jadi seorang istri yang bebas! Bebas!” Kainan mengguncang tangan Elliot bersama getar suara teriakan dansa dari club itu.

Seketika itu, Elliot membatu. Berbeda halnya dengan Kainan yang penuh antusias. Dengan mata mengerjap, pria itu terperangah. “K-Kai apa yang sedang kau bicarakan?"

“Pernikahan Bos dan sekretarisnya, bukannya itu seperti film-film di sinetron?” Pikiran gila Kainan hanya dapat menyipitkan mata pria yang ada di depannya. Elliot tidak bisa menyela di tengah-tengah pikirannya yang sudah mabuk. Namun, alkohol yang diminum Kainan menyisakan setengah kewarasannya.

Wanita itu mengibas tangannya dengan putus asa. Tatapan dari mata hazelnya ikut turun bersama semangatnya tadi. “Ah, itu tidak mungkin. Aku lupa kalau kau sudah dijodohkan dengan orang tuamu.”

Kainan kembali menuang alkohol. Tangannya terangkat tinggi dan menenggak isi dari gelas itu sampai tak tersisa. Rasa frustasi wanita itu tidak cukup hilang dengan beberapa gelas alkohol saja. Kainan meraih botol anggur di hadapannya dan langsung menenggak tak terkendali.

Mulut botol itu segera dijauhkan Elliot dari bibir merah Kainan. Dia mulai berkata dengan setengah kewarasannya, “Yang terpenting aku harus menikah. Harus pria yang lebih tampan dari pada Ziel. Harus pria yang lebih pintar darinya. Harus pria yang lebih … lebih-”

“Hentikan itu, Kai!” Elliot mencoba menahan pergerakan tangan Kainan. Wanita itu hendak menuangkan kembali botol alkohol ke dalam mulutnya. Beruntung, Elliot berhasil mencegah Kainan. “Kau sudah mabuk.”

***

Sebuah mobil sport merah melaju di tengah malam yang sepi. Warna mencolok dari mobil itu tampak kontras dengan gelapnya keadaan jalan yang di samping kanan-kirinya hanya sebuah pepohonan sepi. Ini adalah jalan pulang menuju tempat tinggal Kainan yang letaknya ada di pinggir kota. Sebuah mansion peninggalan dari ayahnya yang dihuni keluarga Wibisama.

‘Ciittt!’

Suara decitan ban mobil yang menggesek di atas aspal membangunkan Kainan yang tertidur di samping kemudi. Mobil itu juga berhenti, terlihat Elliot sedikit resah di kemudinya. Dia memandang sekitar luar jendela dan mencoba mengoreksi apa yang terjadi.

"Ada apa?" Kainan bangun dengan mata yang menyipit. Ujung jari wanita itu memijat pelan pada kepalanya yang terasa nyut-nyutan.

"Entahlah, aku tidak tahu. Kau tunggu di sini, aku akan mengecek ke luar," perintah Elliot terburu. Kainan hanya mengangguk sambil menahan tenggorokannya yang kering. Bahkan, dia berusaha menahan isi perutnya yang bisa kapan saja keluar dari mulut.

Elliot pergi melihat apa yang terjadi pada mobil itu. Tubuh tingginya menunduk meratapi salah satu roda mobilnya yang kempis. Dia mendesah sebelum menggosok-gosokan kedua tangannya untuk memberi sensasi hangat di tengah dinginnya malam, walaupun hanya sementara waktu.

"Ada apa?" Kainan ikut keluar dari pintu mobil. Cara berjalannya tidak seimbang, bahkan suaranya sudah sedikit parau. Itu adalah efek dari sisa alkohol di club malam.

"Pecah ban," seru Elliot tampak menanggapi situasi saat ini dengan santai. Akan tetapi, dia tidak mau membuang waktu lama untuk meratapi rodanya. Pria itu segera mencari ban cadangan dan memasangnya.

Kainan terlihat bosan hanya memandang pergerakan Elliot. Dia meletakkan wajahnya di atas roof dengan tatapan malas.

"Aku akan pergi mencari toilet," ungkap Kainan yang membuat Elliot terperangah. Sontak mata pria itu terangkat padanya yang terburu pergi.

"Jangan pergi terlalu jauh, Kai! Ah, bawa juga ponsel. Telepon aku bila ada sesuatu," perintah Elliot berjejal. Dia berdiri untuk memastikan bahwa wanita itu tidak lupa meninggalkan tas kecilnya.

"Baiklah, Elliot cerewet. Aku pergi," pamitnya dengan melambaikan tangan. Pria itu hanya bisa mengantar kepergian Kainan dengan sebuah tatapan resah, sampai tubuh ramping itu hilang ditengah keheningan malam.

"Elliot cerewet, apa benar kau itu seorang pria? Dari mana bibirnya belajar banyak bicara seperti itu," gerutu Kainan yang ditujukan pada Elliot. Namun, pria itu tidak akan bisa mendengarnya. Langkah Kainan sudah menjauh dari tempat Elliot berada.

Nampaknya gerutu dari Kainan tidak akan bersambung lama. Ucapannya terhenti saat tenggorokan tercekik oleh keadaan.

"Huweeek!"

Saat itu, Kainan memuntahkan seluruh isi lambung. Sejenak dia berhenti untuk bernapas lega, seakan semua alkohol dan rasa frustasinya ikut keluar. Namun, perasaan nyaman itu tidak berlangsung lama. Berontak perutnya meronta lagi.

"Sial! Kenapa sakit perut di saat seperti ini!" umpat Kainan. Wajah oval dari wanita itu menengadah mencari tempat tujuan awalnya-toilet.

Tidak terlihat sedikit pun bangunan di tempat itu, semua didominasi pepohonan tinggi dan beralaskan semak belukar.

"Itu …," ucap Kainan terhenti saat mata cerahnya tertuju pada cahaya dari sebuah rumah. "Tuhan, terimakasih sudah mengirim toilet padaku." Pikiran kecilnya saat melihat rumah itu. Dia bergegas berjalan untuk meminjam toilet pada si pemilik rumah dengan penuh harapan.

'Tok! Tok!'

"Selamat malam!" sapa sopan Kainan pada siapa pun pemilik rumah itu.

Kainan mengetuk daun pintu itu berkali-kali tetapi tidak ada satu pun jawaban dari dalam. "Maaf, apakah ada seseorang di dalam?"

'Kriek!'

Daun pintu terbuka, tetapi tidak ada satu orang pun di dalamnya. Suasana di dalam rumah itu sepi. Ketukan keras Kainan membuat pintu itu terdorong dari luar.

"Ups, apa yang sudah aku lakukan?" Kainan mundur selangkah. Dia tidak ingin diteriaki pencuri oleh si pemilik rumah. Namun, keadaan rumah yang kosong tanpa perabotan itu membuat Kainan bertanya-tanya. Tidak mungkin rumah yang seperti ditinggalkan itu diterangi cahaya lampu. Sudah pasti ada seseorang di dalamnya.

"Maaf, aku telah lancang masuk," pamit Kainan. Dengan mengendap-endap langkahnya masuk. Dia berharap menemukan sebuah toilet hanya untuk sekedar menuntaskan berontak perutnya, tetapi saat dia membuka pintu lain, Kainan menemukan sesuatu yang membuat mata hazelnya terbelalak lebar.

"Siapa?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Angkatku Tak Tahan
7.9
Kehidupan mewah seorang istri dari keluarga miliarder mendadak berubah menegangkan. Meski memiliki segalanya, ia kini terancam oleh perubahan sikap anak angkatnya yang semula perhatian menjadi sangat posesif. Kecurigaan bermula dari tatapan aneh hingga sentuhan berani saat ia sedang yoga. Puncaknya, sang anak yang tidak bisa lagi menahan diri nekat menjebaknya dengan segelas air yang telah dicampur obat, membawa hubungan mereka ke batas yang berbahaya.
Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari
8.8
Kehidupan Arlina berubah drastis setelah mengetahui dirinya hamil dan harus menikahi dosen mudanya sendiri, Profesor Rexa. Meski awalnya tinggal di kamar terpisah, Rexa perlahan mendekati Arlina dengan berbagai alasan hingga mereka hidup bersama. Di Universitas Sterling, Rexa dikenal sebagai profesor termuda yang misterius karena cincin di jarinya. Identitas Arlina sebagai istri sekaligus dokter bedah jantung hebat akhirnya terungkap di depan kelas saat Rexa memperkenalkannya secara langsung.
Sampul Novel Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris
7.9
Jill merasa hancur setelah dikhianati oleh kekasihnya selama tiga tahun. Di tengah kemarahannya, ia justru terlibat cinta satu malam yang panas dengan Revel, seorang pewaris kaya raya yang selalu memancing emosinya. Meski awalnya hanya hubungan singkat, sosok Revel terus membayangi pikiran Jill. Apakah ini cinta atau sekadar obsesi? Keadaan menjadi semakin rumit saat terungkap bahwa Revel ternyata memiliki kaitan rahasia dengan masa lalu Jill yang tak terduga.
Sampul Novel Magnet Cinta Sang Penguasa
9.5
Evelyn adalah desainer berbakat yang kesulitan mewujudkan mimpinya karena modal terbatas. Saat pameran di New York, ia bertemu Alexander, miliarder ambisius yang menawarkan bantuan karier. Di balik sosoknya yang kaku, Alexander ternyata humoris dan penyayang hingga membuat Evelyn jatuh hati. Meski cinta mereka bersemi, perbedaan status dan rasa iri dari pihak luar mulai mengancam. Kini, keduanya harus berjuang mempertahankan hubungan dari badai rintangan.
Sampul Novel Menikahi Ayah Sahabatku
9.0
Almira Devara terpaksa akan dinikahkan ayahnya dengan juragan desa demi melunasi hutang. Selina, sahabatnya yang kaya, merasa iba dan meminta ayahnya sendiri, Diran Mahendra, untuk menikahi Almira. Meski awalnya enggan, duda sukses itu setuju demi menolong Almira. Kini, Almira harus menjalani rumah tangga dengan pria yang jauh lebih tua. Di sisi lain, Diran masih menutup hati akibat trauma masa lalu. Bisakah cinta tumbuh di antara mereka?