Sampul Novel Terjebak Pernikahan Palsu CEO

Terjebak Pernikahan Palsu CEO

9.2 / 10.0
Demi menyelamatkan perusahaannya, Kainan terlibat dalam Terjebak Pernikahan Palsu CEO bersama Levin, putra dari musuh bisnisnya. Billionaire romance novel ini mengungkap rahasia di balik tawaran mendadak yang mengancam stabilitas bisnis mereka. Baca selengkapnya dalam web novel ini.
Ringkasan Terjebak Pernikahan Palsu CEO
Kainan terdesak untuk segera menikah demi menyelamatkan perusahaan miliknya dari kehancuran total. Secara tak terduga, ia justru terlibat dalam ikatan pernikahan dengan Levin, putra dari rival bisnis terbesarnya selama ini. Di tengah persaingan sengit antara dua korporasi mereka, ada rahasia besar yang disembunyikan Levin di balik tawaran kerja sama ini. Akankah hubungan palsu ini berujung pada kehancuran atau justru menjadi awal dari sebuah cinta sejati?
Baca Selengkapnya

Terjebak Pernikahan Palsu CEO Bab 1

"Semua aset perusahaan dari Angkasa Group Construction akan diwariskan pada salah satu putri dari Almarhum Adimas Wibisama."

'Deg!'

Kata-kata itu membuat seluruh darah dari tubuh Kainan menyembur ke otak. Jantung yang tengah terpompa pun seakan terlempar dari mulutnya. Wanita 27 tahun itu benar-benar tidak bisa lagi membendung luapan emosi.

"Salah satu putri?" Suara Kainan menyela dengan nada tinggi. "Adimas Wibisama hanya memiliki satu putri kandung, Kainan Kristian Wibisama, yaitu aku!" tunjuk wamita itu pada dirinya sendiri.

Suasana yang tadinya tenang seketika menjadi gaduh. Ketiga orang dalam ruangan itu saling berbisik menanggapi aksi nekat dari Kainan. Sementara itu, pria beruban di hadapannya adalah seorang yang berprofesi sebagai notaris. Pekerjaannya membacakan surat wasiat dari kepala keluarga Wibisama yang baru tiga hari meninggal dunia.

“Seperti apa yang telah aku katakan, ayahku-Adimas Wibisama hanya memiliki seorang putri.” Wanita dengan rambut marun sebahu itu melayangkan tatapan tajam pada salah satu gadis muda yang tengah duduk tak berdosa. Ujung jari Kainan ditujukan tepat di hadapannya. “Perempuan itu, bukanlah anak sah dari ayahku! Dia tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga kami.”

“Kai sayang, tenanglah.” Seorang wanita lima puluh tahunan mencoba menenangkannya. Dia ikut berdiri dan tersenyum dengan bibir rapat. “Sayang, bersikaplah sesuai anak dari keluarga Wibisama. Jangan mempermalukan nama keluarga kita di depan notaris yang sudah dipercaya oleh ayahmu.”

“Sayang? Kau menyebutku dengan panggilan manis itu?” Kainan membalas ucapan wanita itu dengan senyum kecut pada bibir merah terangnya. Mata hazel Kainan ikut berputar. “Ayahku sudah meninggal. Sudahi saja drama ibu-anak yang biasa kau lakukan. Setelah ini kau bisa menjadi artis. Kau sangat cocok berperan menjadi ibu tiri baik seperti yang telah kau lakukan padaku sebelumnya.”

“Kai! Jaga ucapanmu!” ucapan lembut wanita itu berganti menjadi sebuah seruan keras.

“Ehm! Nona Kainan dan Nyonya Syeril, saya harap kalian berdua dapat kembali duduk dengan tenang.” Pria tua yang menjabat sebagai notaris itu menyela di tengah pertikaian antara keduanya. Kainan terpaksa duduk. Sesudah itu, wanita tua yang bernama Syeril melayangkan sebuah senyum sebelum dia kembali pada tempatnya.

Di dalam ruangan itu, tepatnya pada ruang keluarga kediaman Wibisama, Pria tua itu memperhatikan setiap ucapan Kainan di balik kacamata tebal miliknya. Dia mencoba mengamati penolakan wajar dari wanita itu. Bayangkan saja bila perusahaan yang disebut-sebutnya tadi adalah usaha milik almarhum ibunya. Ibu kandung Kainan lebih dulu meninggal saat usianya masih kecil. Perusahaan yang secara langsung diwariskan untuknya telah diambil alih oleh Adimas Wibisama, ayah kandungnya sendiri. Namun, secara sepihak pria itu menuliskan sebuah wasiatnya yang tak berdasar.

Si notaris kembali membaca tiap kata pada map hitam yang sedang dia bawa. “Dalam surat wasiat yang telah ditulis oleh almarhum sebelum meninggal, telah ditetapkan bahwa ahli waris yang akan mendapatkan posisi menjadi CEO dari Angkasa Group adalah salah satu putri yang telah berstatus menikah secara hukum dan agama. Baik itu putri kandung, Kainan Kristian, ataupun putri dari istri keduanya, Carista Jenni.”

Carista Jenni atau seorang gadis 22 tahun yang namanya disebut dalam putusan notaris itu tersenyum puas. Tangannya bergelayut pada Ziel, pria yang akan menjadi suaminya satu bulan lagi.

“Hunnie, kau dengar? Pak tua berkacamata itu bilang bahwa Jenni juga bisa menjadi seorang CEO di perusahaan ayah. Jenni bisa menjadi bos!” Mata cerah dari Jenni membulat. Wajah riangnya bersandar pada Ziel. Di sisi lain, pria tinggi yang ada di sampingnya itu tampak tidak menghiraukan ocehan Jenni.

“Bos? Mimpi!” cetus Kai yang langsung mengubah raut riang wajah adik tirinya. Senyum manis dari Jenni seketika itu langsung mengendur. Dia menundukkan kepalanya tanpa berani membalas cemooh Kainan.

Melihat Kainan menginjak perasaan anak kandungnya, Syeril tidak tinggal diam. “Kai, kita sudah mendapatkan seluruh harta dari ayahmu secara merata. Rumah mewah, sejumlah tabungan di bank, perhiasan dan beberapa mobil mahal miliknya sudah dibagi rata atas nama kita. Tidak bisakah kau menghilangkan sikap serakahmu? Kau sudah mendapatkan banyak harta. Setidaknya kau bisa memberikan posisi CEO pada adikmu.”

Jenni yang mendengarkan ucapan ibunya hanya mengangguk-angguk seperti burung pelatuk, sementara Kainan sudah begitu geram.

"Becus adalah kata lain yang lebih cocok menggantikan kata serakah darimu, Ibu," tekan Kai yang sukses menyindir adiknya.

Syeril memiringkan kepala dan melirik dengan perasaan tidak nyaman pada Jenni. "Jadi kau ingin mengatakan, bahwa … adikmu tidak becus?"

"Suara Jenni merdu. Jenni juga pandai memainkan piano. Jenni pasti bisa menjadi bos yang baik," sahut Jenni polos. Matanya kembali melebar cerah seperti seekor anjing yang ingin dipuji.

Melihat adik tiri yang mengagung-agungkan dirinya sendiri membuat Kainan ingin terbahak, tetapi dia harus menyembunyikan gelak tawanya di balik bibir yang telah dibungkam dengan jari.

"Apa kau kira keyboard dari perangkat komputer sama halnya seperti tuts piano? Sebuah presentasi dalam rapat direksi bisa kau sebut seperti sebuah panggung dalam konser musik?" Kainan berdiri dan menghampiri Jenni. Dia mencondongkan tubuh rampingnya sehingga wajah cantik dari wanita itu berhadapan langsung dengannya. "Jangan bercanda!"

Kali ini Jenni dan ibunya tidak bisa mengelak dari kebenaran ucapan Kainan. Keberadaan kedua kakak-beradik itu tidak bisa dibandingkan lagi. Kainan adalah wanita pintar. Dia memiliki segudang pengalaman menjadi direktur utama di usianya yang terbilang muda. Sementara itu, Jenni tidaklah pernah mendapatkan pendidikan dalam basis bisnis sebelumnya.

"Kau tidak perlu khawatir, Kai. Sebentar lagi aku dan Jenni akan menikah. Itu akan mempermudah aku untuk membantu adikmu." Suara bernada rendah Ziel masuk dalam obrolan panas di antara dua bersaudara yang tak sedarah itu.

"Di dalam surat wasiat ayahmu sudah dituliskan bahwa yang akan mewarisi jabatan CEO adalah putrinya yang telah menikah. Sebentar lagi Jenni akan menikah. Sedangkan kau …, bahkan sampai sekarang kau tidak memiliki kekasih. Kau juga tidak bisa sembarangan mengajak pria asing untuk segera menikah denganmu, apalagi untuk menempatkan dirimu sebagai seorang CEO, bukan?" ejek ibunya yang merendahkan Kainan secara terang-terangan. Bibir merah wanita itu mengecap bersama kerut kulitnya yang menghiasi kening.

"Apa kau kira tidak akan ada pria yang mau menikahi dirut dari perusahaan besar sepertiku?" sergah Kainan yang saat ini sedang tersinggung. Dia bersedekap dengan sikap angkuhnya. Kainan berusaha menunjukkan posisi yang sejak muda menjadi direktur utama di perusahaan ayahnya. Dia tidak akan rela bila jabatan itu digantikan oleh seseorang yang bahkan tidak berkompeten darinya.

"Kau salah paham, Sayang. Maksudku … tidak ada pria yang lebih cocok mendampingi seorang CEO muda selain Ziel. Dia orang yang sudah lama bekerja di perusahaan ayahmu. Banyak tender yang dimenangkan olehnya. Pernikahannya dengan Jenni secara tidak langsung akan menguntungkan perusahaan, bukannya kau paling mengerti dengan hal itu, Kai?"

"Angkasa Group tidak akan membutuhkan seorang seperti Ziel bila aku sendiri yang duduk di atas kursi CEO," dengus Kainan sambil mengibas rambut merahnya.

Ketiga orang yang ada dalam ruangan itu tersekat diam. Tidak ada lagi dari mereka yang mampu menandingi kehebatan wanita itu. Hanya sebuah surat wasiat saja yang dapat mereka harapkan untuk melenyapkan nama Kainan dari Angkasa Group.

Dengan penuh percaya diri, Kainan berjalan menghampiri notaris itu. Salah satu tangannya diletakkan pada meja di hadapannya. "Katakan saja aturan mainnya."

“Ehm!” Notaris berdehem sebelum memulai kembali sebuah bacaan yang ada dalam kertas di tangannya. “Pernikahan kontrak dianggap tidak sah, perceraian dianggap tidak sah, menikah dengan mempelai yang tidak normal dianggap tidak sah dan menggugurkan kehamilan dianggap tidak sah-”

“Cukup!” Kainan mengangkat salah satu tangannya. Si notaris pun tersentak sesaat. Pria tua itu hanya bisa menatap Kainan tanpa bisa melanjutkan bacaannya.

Mata hazel dari Kainan menatap enggan pada ketiga orang yang tak sabar menunggu kata-katanya selesai. Dengan penuh keyakinan, wanita itu bersedekap. Wajahnya terangkat dan berkata, “Aku akan menikah!”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terjebak Pernikahan Palsu CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel AFFAIR WITH IPAR
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga tanpa kehadiran buah hati membuat hubungan Alma dan Evan mulai terasa hambar. Di tengah kejenuhan yang melanda, Evan justru mencari pelarian hingga terjebak skandal asmara dengan Laras, adik iparnya sendiri. Pengkhianatan ini menjadi ujian berat bagi pernikahan mereka. Akankah Alma mampu memberikan maaf saat rahasia terlarang antara suami dan adiknya terbongkar? Sebuah kisah emosional tentang kesetiaan yang hancur.
Sampul Novel ISTRI KONTRAK SANG CEO
8.0
Masa berlaku pernikahan kontrak antara Rehan dan Merry hampir usai, namun benih cinta justru mulai tumbuh di hati sang CEO. Meski Rehan enggan jujur, Merry tetap bersikeras mengakhiri ikatan perjodohan orang tua mereka. Di tengah ketegangan itu, seorang model cantik hadir menggoda Rehan saat isu perceraian merebak luas. Merry berusaha ikhlas melepaskan segalanya, sementara Rehan terjebak dilema antara mengungkap perasaan atau membiarkan Merry pergi selamanya.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Menggerebek Suami Dan Selingkuhannya
8.8
Maura tak tinggal diam saat mendapati suaminya berkhianat. Alih-alih meratap, ia justru memanggil warga untuk menggerebek dan memaksa pasangan gelap itu segera menikah. Sang suami dan selingkuhannya merasa sangat bahagia karena impian mereka bersatu terwujud dengan mudah. Namun, mereka tidak menyadari bahwa semua itu adalah bagian dari rencana cerdik Maura untuk menghancurkan hidup mereka lewat cara yang paling mematikan dan tak terduga.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Duda Kaya
8.9
Samantha Pradana harus mengorbankan prinsip cintanya demi menikahi Rayhan Wijaya, duda kaya yang tampak sempurna namun menyimpan luka masa lalu. Pernikahan ini menjadi medan konflik antara kewajiban keluarga dan impian Samantha akan cinta sejati. Meski Rayhan mulai membuka hati, bayang-bayang mendiang istrinya terus membayangi hubungan mereka. Keduanya kini terjebak dalam dilema emosional, berjuang menghadapi rintangan pedih demi menemukan kebahagiaan baru.
Sampul Novel Topan Melanda, Sahabat Putriku Menginap di Rumahku
8.8
Saat badai topan besar melanda, sahabat dari putri sang protagonis terpaksa menginap karena terjebak di kediamannya. Malam yang dingin itu berubah menjadi penuh ketegangan ketika gadis tersebut menghampirinya dengan wajah merona, meminta mentimun dengan alasan lapar. Namun, penampilannya yang menggoda di balik baju tidur tipis memicu gejolak gairah sang paman. Alih-alih memberi apa yang diminta, ia justru menawarkan sesuatu yang jauh lebih memikat, memulai permainan godaan yang berbahaya di bawah satu atap.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan