Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pernikahan Palsu CEO

Terjebak Pernikahan Palsu CEO

Kainan terdesak untuk segera menikah demi menyelamatkan perusahaan miliknya dari kehancuran total. Secara tak terduga, ia justru terlibat dalam ikatan pernikahan dengan Levin, putra dari rival bisnis terbesarnya selama ini. Di tengah persaingan sengit antara dua korporasi mereka, ada rahasia besar yang disembunyikan Levin di balik tawaran kerja sama ini. Akankah hubungan palsu ini berujung pada kehancuran atau justru menjadi awal dari sebuah cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Semua aset perusahaan dari Angkasa Group Construction akan diwariskan pada salah satu putri dari Almarhum Adimas Wibisama."

'Deg!'

Kata-kata itu membuat seluruh darah dari tubuh Kainan menyembur ke otak. Jantung yang tengah terpompa pun seakan terlempar dari mulutnya. Wanita 27 tahun itu benar-benar tidak bisa lagi membendung luapan emosi.

"Salah satu putri?" Suara Kainan menyela dengan nada tinggi. "Adimas Wibisama hanya memiliki satu putri kandung, Kainan Kristian Wibisama, yaitu aku!" tunjuk wamita itu pada dirinya sendiri.

Suasana yang tadinya tenang seketika menjadi gaduh. Ketiga orang dalam ruangan itu saling berbisik menanggapi aksi nekat dari Kainan. Sementara itu, pria beruban di hadapannya adalah seorang yang berprofesi sebagai notaris. Pekerjaannya membacakan surat wasiat dari kepala keluarga Wibisama yang baru tiga hari meninggal dunia.

“Seperti apa yang telah aku katakan, ayahku-Adimas Wibisama hanya memiliki seorang putri.” Wanita dengan rambut marun sebahu itu melayangkan tatapan tajam pada salah satu gadis muda yang tengah duduk tak berdosa. Ujung jari Kainan ditujukan tepat di hadapannya. “Perempuan itu, bukanlah anak sah dari ayahku! Dia tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga kami.”

“Kai sayang, tenanglah.” Seorang wanita lima puluh tahunan mencoba menenangkannya. Dia ikut berdiri dan tersenyum dengan bibir rapat. “Sayang, bersikaplah sesuai anak dari keluarga Wibisama. Jangan mempermalukan nama keluarga kita di depan notaris yang sudah dipercaya oleh ayahmu.”

“Sayang? Kau menyebutku dengan panggilan manis itu?” Kainan membalas ucapan wanita itu dengan senyum kecut pada bibir merah terangnya. Mata hazel Kainan ikut berputar. “Ayahku sudah meninggal. Sudahi saja drama ibu-anak yang biasa kau lakukan. Setelah ini kau bisa menjadi artis. Kau sangat cocok berperan menjadi ibu tiri baik seperti yang telah kau lakukan padaku sebelumnya.”

“Kai! Jaga ucapanmu!” ucapan lembut wanita itu berganti menjadi sebuah seruan keras.

“Ehm! Nona Kainan dan Nyonya Syeril, saya harap kalian berdua dapat kembali duduk dengan tenang.” Pria tua yang menjabat sebagai notaris itu menyela di tengah pertikaian antara keduanya. Kainan terpaksa duduk. Sesudah itu, wanita tua yang bernama Syeril melayangkan sebuah senyum sebelum dia kembali pada tempatnya.

Di dalam ruangan itu, tepatnya pada ruang keluarga kediaman Wibisama, Pria tua itu memperhatikan setiap ucapan Kainan di balik kacamata tebal miliknya. Dia mencoba mengamati penolakan wajar dari wanita itu. Bayangkan saja bila perusahaan yang disebut-sebutnya tadi adalah usaha milik almarhum ibunya. Ibu kandung Kainan lebih dulu meninggal saat usianya masih kecil. Perusahaan yang secara langsung diwariskan untuknya telah diambil alih oleh Adimas Wibisama, ayah kandungnya sendiri. Namun, secara sepihak pria itu menuliskan sebuah wasiatnya yang tak berdasar.

Si notaris kembali membaca tiap kata pada map hitam yang sedang dia bawa. “Dalam surat wasiat yang telah ditulis oleh almarhum sebelum meninggal, telah ditetapkan bahwa ahli waris yang akan mendapatkan posisi menjadi CEO dari Angkasa Group adalah salah satu putri yang telah berstatus menikah secara hukum dan agama. Baik itu putri kandung, Kainan Kristian, ataupun putri dari istri keduanya, Carista Jenni.”

Carista Jenni atau seorang gadis 22 tahun yang namanya disebut dalam putusan notaris itu tersenyum puas. Tangannya bergelayut pada Ziel, pria yang akan menjadi suaminya satu bulan lagi.

“Hunnie, kau dengar? Pak tua berkacamata itu bilang bahwa Jenni juga bisa menjadi seorang CEO di perusahaan ayah. Jenni bisa menjadi bos!” Mata cerah dari Jenni membulat. Wajah riangnya bersandar pada Ziel. Di sisi lain, pria tinggi yang ada di sampingnya itu tampak tidak menghiraukan ocehan Jenni.

“Bos? Mimpi!” cetus Kai yang langsung mengubah raut riang wajah adik tirinya. Senyum manis dari Jenni seketika itu langsung mengendur. Dia menundukkan kepalanya tanpa berani membalas cemooh Kainan.

Melihat Kainan menginjak perasaan anak kandungnya, Syeril tidak tinggal diam. “Kai, kita sudah mendapatkan seluruh harta dari ayahmu secara merata. Rumah mewah, sejumlah tabungan di bank, perhiasan dan beberapa mobil mahal miliknya sudah dibagi rata atas nama kita. Tidak bisakah kau menghilangkan sikap serakahmu? Kau sudah mendapatkan banyak harta. Setidaknya kau bisa memberikan posisi CEO pada adikmu.”

Jenni yang mendengarkan ucapan ibunya hanya mengangguk-angguk seperti burung pelatuk, sementara Kainan sudah begitu geram.

"Becus adalah kata lain yang lebih cocok menggantikan kata serakah darimu, Ibu," tekan Kai yang sukses menyindir adiknya.

Syeril memiringkan kepala dan melirik dengan perasaan tidak nyaman pada Jenni. "Jadi kau ingin mengatakan, bahwa … adikmu tidak becus?"

"Suara Jenni merdu. Jenni juga pandai memainkan piano. Jenni pasti bisa menjadi bos yang baik," sahut Jenni polos. Matanya kembali melebar cerah seperti seekor anjing yang ingin dipuji.

Melihat adik tiri yang mengagung-agungkan dirinya sendiri membuat Kainan ingin terbahak, tetapi dia harus menyembunyikan gelak tawanya di balik bibir yang telah dibungkam dengan jari.

"Apa kau kira keyboard dari perangkat komputer sama halnya seperti tuts piano? Sebuah presentasi dalam rapat direksi bisa kau sebut seperti sebuah panggung dalam konser musik?" Kainan berdiri dan menghampiri Jenni. Dia mencondongkan tubuh rampingnya sehingga wajah cantik dari wanita itu berhadapan langsung dengannya. "Jangan bercanda!"

Kali ini Jenni dan ibunya tidak bisa mengelak dari kebenaran ucapan Kainan. Keberadaan kedua kakak-beradik itu tidak bisa dibandingkan lagi. Kainan adalah wanita pintar. Dia memiliki segudang pengalaman menjadi direktur utama di usianya yang terbilang muda. Sementara itu, Jenni tidaklah pernah mendapatkan pendidikan dalam basis bisnis sebelumnya.

"Kau tidak perlu khawatir, Kai. Sebentar lagi aku dan Jenni akan menikah. Itu akan mempermudah aku untuk membantu adikmu." Suara bernada rendah Ziel masuk dalam obrolan panas di antara dua bersaudara yang tak sedarah itu.

"Di dalam surat wasiat ayahmu sudah dituliskan bahwa yang akan mewarisi jabatan CEO adalah putrinya yang telah menikah. Sebentar lagi Jenni akan menikah. Sedangkan kau …, bahkan sampai sekarang kau tidak memiliki kekasih. Kau juga tidak bisa sembarangan mengajak pria asing untuk segera menikah denganmu, apalagi untuk menempatkan dirimu sebagai seorang CEO, bukan?" ejek ibunya yang merendahkan Kainan secara terang-terangan. Bibir merah wanita itu mengecap bersama kerut kulitnya yang menghiasi kening.

"Apa kau kira tidak akan ada pria yang mau menikahi dirut dari perusahaan besar sepertiku?" sergah Kainan yang saat ini sedang tersinggung. Dia bersedekap dengan sikap angkuhnya. Kainan berusaha menunjukkan posisi yang sejak muda menjadi direktur utama di perusahaan ayahnya. Dia tidak akan rela bila jabatan itu digantikan oleh seseorang yang bahkan tidak berkompeten darinya.

"Kau salah paham, Sayang. Maksudku … tidak ada pria yang lebih cocok mendampingi seorang CEO muda selain Ziel. Dia orang yang sudah lama bekerja di perusahaan ayahmu. Banyak tender yang dimenangkan olehnya. Pernikahannya dengan Jenni secara tidak langsung akan menguntungkan perusahaan, bukannya kau paling mengerti dengan hal itu, Kai?"

"Angkasa Group tidak akan membutuhkan seorang seperti Ziel bila aku sendiri yang duduk di atas kursi CEO," dengus Kainan sambil mengibas rambut merahnya.

Ketiga orang yang ada dalam ruangan itu tersekat diam. Tidak ada lagi dari mereka yang mampu menandingi kehebatan wanita itu. Hanya sebuah surat wasiat saja yang dapat mereka harapkan untuk melenyapkan nama Kainan dari Angkasa Group.

Dengan penuh percaya diri, Kainan berjalan menghampiri notaris itu. Salah satu tangannya diletakkan pada meja di hadapannya. "Katakan saja aturan mainnya."

“Ehm!” Notaris berdehem sebelum memulai kembali sebuah bacaan yang ada dalam kertas di tangannya. “Pernikahan kontrak dianggap tidak sah, perceraian dianggap tidak sah, menikah dengan mempelai yang tidak normal dianggap tidak sah dan menggugurkan kehamilan dianggap tidak sah-”

“Cukup!” Kainan mengangkat salah satu tangannya. Si notaris pun tersentak sesaat. Pria tua itu hanya bisa menatap Kainan tanpa bisa melanjutkan bacaannya.

Mata hazel dari Kainan menatap enggan pada ketiga orang yang tak sabar menunggu kata-katanya selesai. Dengan penuh keyakinan, wanita itu bersedekap. Wajahnya terangkat dan berkata, “Aku akan menikah!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Angkatku Tak Tahan
7.9
Kehidupan mewah seorang istri dari keluarga miliarder mendadak berubah menegangkan. Meski memiliki segalanya, ia kini terancam oleh perubahan sikap anak angkatnya yang semula perhatian menjadi sangat posesif. Kecurigaan bermula dari tatapan aneh hingga sentuhan berani saat ia sedang yoga. Puncaknya, sang anak yang tidak bisa lagi menahan diri nekat menjebaknya dengan segelas air yang telah dicampur obat, membawa hubungan mereka ke batas yang berbahaya.
Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari
8.8
Kehidupan Arlina berubah drastis setelah mengetahui dirinya hamil dan harus menikahi dosen mudanya sendiri, Profesor Rexa. Meski awalnya tinggal di kamar terpisah, Rexa perlahan mendekati Arlina dengan berbagai alasan hingga mereka hidup bersama. Di Universitas Sterling, Rexa dikenal sebagai profesor termuda yang misterius karena cincin di jarinya. Identitas Arlina sebagai istri sekaligus dokter bedah jantung hebat akhirnya terungkap di depan kelas saat Rexa memperkenalkannya secara langsung.
Sampul Novel Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris
7.9
Jill merasa hancur setelah dikhianati oleh kekasihnya selama tiga tahun. Di tengah kemarahannya, ia justru terlibat cinta satu malam yang panas dengan Revel, seorang pewaris kaya raya yang selalu memancing emosinya. Meski awalnya hanya hubungan singkat, sosok Revel terus membayangi pikiran Jill. Apakah ini cinta atau sekadar obsesi? Keadaan menjadi semakin rumit saat terungkap bahwa Revel ternyata memiliki kaitan rahasia dengan masa lalu Jill yang tak terduga.
Sampul Novel Magnet Cinta Sang Penguasa
9.5
Evelyn adalah desainer berbakat yang kesulitan mewujudkan mimpinya karena modal terbatas. Saat pameran di New York, ia bertemu Alexander, miliarder ambisius yang menawarkan bantuan karier. Di balik sosoknya yang kaku, Alexander ternyata humoris dan penyayang hingga membuat Evelyn jatuh hati. Meski cinta mereka bersemi, perbedaan status dan rasa iri dari pihak luar mulai mengancam. Kini, keduanya harus berjuang mempertahankan hubungan dari badai rintangan.
Sampul Novel Menikahi Ayah Sahabatku
9.0
Almira Devara terpaksa akan dinikahkan ayahnya dengan juragan desa demi melunasi hutang. Selina, sahabatnya yang kaya, merasa iba dan meminta ayahnya sendiri, Diran Mahendra, untuk menikahi Almira. Meski awalnya enggan, duda sukses itu setuju demi menolong Almira. Kini, Almira harus menjalani rumah tangga dengan pria yang jauh lebih tua. Di sisi lain, Diran masih menutup hati akibat trauma masa lalu. Bisakah cinta tumbuh di antara mereka?