Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Nafsu Dua CEO

Terjebak Nafsu Dua CEO

Karine, duta perusahaan ternama, terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada dua CEO, Bilang dan Arum. Langkah pahit ini ia ambil demi mengamankan kelangsungan bisnis sang ayah dan kerja sama antarperusahaan. Selama dua tahun, ia terjebak menjadi simpanan mereka meski tahu keduanya telah berkeluarga. Karine tetap bertahan demi tuntutan profesional dan ambisi bisnis. Namun, akankah rahasia gelap ini hancur saat para istri mencium pengkhianatan mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Kini CEO yang tak cukup satu wanita itu kembali melanjutkan aksinya tanpa memikirkan yang akan terjadi, begitu juga dengan Karine yang hanya pasrah dan mengikuti perintah apa yang akan di keluarkan Pak Bilang. Ia yakin, dengan CEO tampan itu ia akan aman. Sekarang tugasnya hanya melayani pria hidung belang yang saat ini masih sibuk menikmati area tubuh yang kini tanpa sehelai benang yang membalut.

Lumayan lama mereka bergelut di atas kasur yang tak berseprei, kini Pak Bilang segera bergegas meninggalkan komplek milik Karine sebelum pagi menjemput. Ia tak ingin jika keberadaannya disadari oleh tetangga Karine yang sedari lama memang sudah curiga.

"Gak bermalam Pak?" tanya Karine mencoba menawari, namun ia tahu jawaban tentu akan mengatakan tidak!

Setelah selesai membersihkan tubuh, Pak Bilang perlahan keluar dari sana, sedikit mengendap-endap. Namun satu keganjalan berhasil ia temukan setelah iris matanya tak sengaja melirik pada tembok yang terhubung dengan komplek Karine. Tampak ada hal yang mencurigakan.

Tak ingin banyak penasaran, langsung saja ia melangkahkan kakinya menuju arah yang ia intai. Kecurigaannya itu memang benar, seseorang mengintip dari arah sana.

Siapa lagi kalau bukan Yuna yang tadinya tak sengaja mendapati Pak Bilang memasuki perumahan milik Karine.

Tubuhnya masih berusaha merendah, bersembunyi di balik pot bunga milik tetangga, berharap agar Pak Bilang tak menyadari keberadaanya.

"Ini gimana coba, mau lari pasti malah ketahuan. Mana gak ada siapa-siapa, posisi Pak Bilang juga udah makin dekat!" batinnya. Terlihat keringat tak segan-segan turun dari pelipis.

Posisi Pak Bilang perlahan semakin dekat, detak jantung Yuna semakin tak beraturan. Ia mampu menebak, jika dirinya ketahuan Pak Bilang akan melakukan tindak di luar pikirannya.

Tingg

Satu panggilan terlantunkan pada ponsel Yuna, membuat Pak Bilang semakin yakin jika terdapat seseorang yang bersembunyi di balik sana. Notifikasi itu masuk di waktu yang tidak tepat. Seketika saja keberadaan Yuna disadari. Pria itu mendapati gadis yang sedari tadi mengintip tengah berusaha mengatur ulang ponselnya.

"Wah, wahh ternyata." Langsung saja Pak Bilang menarik paksa Yuna keluar dari tempat persembunyiannya sedangkan gadis itu hanya bisa terdiam, menunggu perlakuan apa selanjutnya yang akan diberikan atasannya.

"M-maaf Pak, saya tadi tidak sengaja lewat kebetulan pintu perumahan Karine juga terbuka." Yuna berusaha menghindar tapi sayang, sudah terlambat.

Sebelum tetangga yang lain menyadari kericuhan itu, Pak Bilang menyekap Yuna dengan cepat, menariknya menjauh dari tempat itu, membawanya menuju gerbang komplek yang telah ada mobilnya terparkir di sana.

"Pak, kita mau ke mana?" tanya Yuna agak tergesa-gesa setelah tubuhnya harus memasuki mobil milik Pak Bilang. Di kuncinya dari luar.

"Apa kamu menginginkannya juga?" Senyuman setengah bibir tercipta, dengan tatapan agak santai namun tajam.

"Maksudnya, Pak?"

Atasan itu menaikkan dagu Yuna agar mampu menatapnya dengan jelas. "Kamu menginginkan perlakuan sama dengan Karine?" tanyanya kembali.

"Nggak! Bagaimanapun perlakuan seperti itu hanya cocok untuk pelacur! Bebaskan saya dari sini!!"

Yuna masih berusaha membuka pintu mobil Pak Bilang tapi naas, usaha yang dilakukannya hanya membuat dirinya kekurangan energi. Berteriak pun tak akan ada yang mendengar melihat jarum jam menunjuk pukul 02.12.

"Punya keberanian berapa kamu sampai seberani itu mengintip di komplek Karine?!" Pak Bilang kembali meraih dagu Yuna, mendonggakkannya agar setara dengan tatapannya.

"Nggak sengaja Pak, tadi lewat aja terus liat pintu rumah Karine terbuka, makanya aku ngintip sedikit. Maaf." Yuna berusaha menjelaskan. Napasnya masih saja tak terkontrol menjawab pertanyaan yang sedari tadi ditanyakan oleh atasannya.

"Kamu kira ucapan maaf saja mampu? Itu perlakuan yang kurang beretika, Yuna. Apa Bapak pernah mengajarkan kamu beretika buruk? Tidak!"

"Ya terus aku harus gimana Pak?"

"Penuhi keinginanku jika kamu ingin lolos dari sini."

"Keinginan apa? Tolong jangan pecat saya." Yuna hanya menginginkan posisinya tidak terancam dari perusahaan milik Pak Bilang.

"Lakukan hal yang sama seperti perlakuan Karine padaku dan Pak Arum!"

Sontak saja mata Yuna membulat tanpa berkedip. Ungkapan itu membuatnya ketakutan, tak mungkin ia akan menjual diri seperti temannya.

"Bapak gila?! Bapak udah punya istri, udah punya anak masih aja nyari yang good looking di luar, mana yang diincar bukan orang jauh!" Yuna melepaskan dekapan tangan Pak Bilang.

Selagi ia mampu melawan mengapa tidak? Ia punya ilmu yang bisa ia gunakan untuk mencari perlindungan.

"Kamu tau? Saya tidak puas dengan keberadaan istriku. Malam pertama waktu itu sangat mengecewakan, mendapat gadis yang sudah tidak perawan!"

"Hah? Terus hubungannya dengan Karine apa sampai Karine rela keperawanannya direbut oleh atasan bisnis sendiri?"

"Ya saya mencari yang perawan lah, siapa yang tidak kecewa mendapati istri yang sudah tidak perawan. Lagipula tubuh mungil Karine lebih menggoda."

Tampak perbincangan itu malah berlanjut, Yuna malah fokus dengan curhatan Pak Bilang. Sebenarnya apa yang dilakukan Pak Bilang wajar-wajar saja namun salah menempatkan.

"Ya sudah Pak, saya mau pulang ini! Bebasin saya!"

Pak Bilang terkekeh mengejek, "Kamu pikir segampang itu? Penuhi keinginan saya dulu!"

Perlahan tangan Pak Bilang mulai menyentuh paha Yuna, mengelusnya cukup lembut, namun tidak secepat itu.

"Eits! Bapak lupa? Siapa purna bakti pencat silat yang telah mendapat sabuk hitam pekat dalam watu yang singkat? Siapa lagi kalau bukan Yuna!" Tak berlama-lama lagi, kini Yuna mengeluarkan tindakan yang mampu menggunci pergerakan atasannya.

"Maaf Pak, saya tidak segila yang Bapak harapkan, yang dengan mudahnya memberikan keperawanan yang sudah dua puluh tahun saya jaga!"

Pertengkaran dalam mobil Terios itu tercipta lumayan lama, kini Yuna berhasil keluar dari sana, meninggalkan Pak Bilang dengan badan yang terikat dengan sabuk pengaman.

"Semoga harimu menyenangkan, Pak!" ucap Yuna membungkukkan sedikit badannya mengimbangi kaca dalam mobil Pak Bilang sambil melambai.

***

05.00 subuh ini Karine terbangun agak cepat, biasanya sekitar sepuluh menit sebelum jam kerja tiba. Mungkin itu semua efek sakit akibat tadi malam.

Crekk

Crekk

Karine merenggangkan tubuhnya hingga mengeluarkan suara tulangnya. Ia sedikit kesusahan berjalan.

"Apa gua nggak usah ke kantor dulu ya? Ini badan remuk banget!" Matanya masih agak sepet, kakinya berjalan menuju pintu teras, namun tak lama setelah itu Yuna datang menghampiri.

"Karine, lo gak ke kantor? Katanya ada rapat antar perusahaan lagi." Terlihat Yuna dengan pakaian rapi menenteng tas bersiap menuju kantor.

"Gua nggak enak badan." Sebelum Yuna bertanya macam-macam, Karine dengan cepat kembali memasuki perumahannya, memilih untuk beristirahat. Lagipula hari ini bertepatan dengan rapat penting antar perusahaan yang membuat Karine sangat malas berinteraksi.

Sedangkan Yuna, ia langsung saja menuju kantor, bertemu dengan karyawan lainnya yang tentu saja tak sedikit yang mempertanyakan keberadaan Karine. Harusnya ia ikut bersama Yuna sebab tujuan yang sama.

"Karine mana? Biasa kalau ada rapat di perusahaan dia yang paling gercep datang," tanya Rubi yang mengimbangi langkahnya dengan Yuna.

"Katanya nggak enak badan," singkatnya tanpa memalingkan wajah.

"Aneh banget. Pasti ada sesuatu." Tentu saja pikiran Rubi dengan Yuna tak jauh berbeda.

"Biasalah, ngapain lagi kalau gak jadi pemuas nafsu?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Lady Killer
9.8
Daniel Millard adalah CEO Millard Corporation yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan hingga kuasa. Ia dijuluki Lady Killer karena kemampuannya menaklukkan wanita mana pun. Namun, pertemuannya dengan Anya mengubah segalanya. Sifat asli Daniel yang terpendam mendadak bangkit saat ia menyadari Anya adalah bagian dari masa lalunya yang kelam. Daniel pun bersumpah takkan melepaskan Anya kepada siapa pun, karena baginya Anya jauh berbeda dari wanita lain.
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda
8.7
Rio Darmawan adalah CEO muda sukses yang jenuh dengan tekanan perjodohan dari orang tuanya. Selama ini ia selalu menolak setiap calon pilihan keluarga karena merasa tidak ada yang serasi. Namun, pendiriannya goyah setelah bertemu Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang tangguh dan memikat. Meski mendapat tentangan keras dari keluarganya, Rio bertekad memperjuangkan cintanya pada Denanda. Kini ia terjebak dalam dilema antara mengikuti kata hati atau patuh pada kewajiban keluarga.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kekasih itu Bosku
9.1
Hubungan asmara antara Rina dan Arman terus berkembang di tengah berbagai rintangan yang menguji kesetiaan mereka. Keduanya berjuang keras menjaga harmoni antara tuntutan profesional dengan perasaan pribadi. Bagi Rina, bekerja di PT Jaya Abadi kini terasa jauh lebih istimewa. Di sana, ia tidak hanya berhasil meraih ambisi kariernya, namun juga menemukan cinta sejati yang tak pernah ia duga sebelumnya dalam sosok bosnya yang penuh karisma.
Sampul Novel Michael Obsession
9.7
Michael Yates Hutomo telah lama memendam obsesi pada Casandra, menanti saat yang tepat untuk memilikinya. Kesempatan itu tiba ketika bisnis Casandra terancam bangkrut. Michael menawarkan bantuan, namun dengan syarat pernikahan mutlak. Casandra terpaksa meninggalkan kekasih lamanya demi menyelamatkan aset keluarga. Meski raganya kini terikat dalam kuasa sang miliarder, Casandra bersumpah bahwa Michael takkan pernah bisa memenangkan hati yang ia miliki.
Sampul Novel My Possessive Husband Book 1
9.7
Aleina Xavinzo merasa terganggu oleh obsesi mantan kekasihnya, Richard, yang terus mengejar. Di tengah rasa frustrasi, sebuah insiden mabuk di kelab malam membawanya ke pelukan pria asing bernama Adrianus James Verona. Hubungan satu malam itu berujung kejutan besar saat mereka bertemu kembali sebulan kemudian sebagai pasangan tunangan pilihan orang tua. Kini, Aleina harus menghadapi babak baru dalam pernikahan kontrak yang penuh dengan teka-teki cinta.