Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

Satria adalah mahasiswa asal desa yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta. Selama masa kuliah, ia menumpang tinggal di kediaman milik paman dan tantenya. Kehidupan biasanya berubah drastis setelah ia secara tidak sengaja menyaksikan aktivitas intim di dalam kamar utama. Peristiwa tidak terduga tersebut menuntun Satria pada penemuan berbagai rahasia gelap mengenai hubungan terlarang di rumah itu, di mana ia akhirnya terseret menjadi tokoh utama di tengah pusaran konflik tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

: Pancingan yang Membagongkan

Sesaat napas Satria bak mau berhenti, dia bingung harus berkata apa! Ini benar - benar di luar kendalinya.

Ia makin tak sesak nafas, ketika tiba-tiba secara tak terduga Tante Vega menyentuh pundak hingga lehernya, dengan gerakan yang membuat napasnya seolah tersangkut di leher.

Gerakan ini bukan menampar ataupun pukulan, tapi malah elusan!

“Kamu tahu ya Tante tadi mau ngapain tadi dengan timun itu…?” bisiknya, mirip desahan.

Satria membeku, menyesali keberaniannya mengintip. “Apes dah…mati aku,” batinnya gelisah tak kepalang.

Tiba-tiba, tangan lentik Tante Vega mengalir lembut dari pinggang Satria, lalu turun ke pahanya, lalu…

Hap!

Tubuh Satria seketika menegang ketika melihat tante Vega tersenyum ke arahnya, sampai seketika…

“Sayang… kamu di mana? Kok lama banget sich!”

Ketika Vega hendak melanjutkan ucapannya, suara Om Brata terdengar memanggil dari jauh.

Tante Vega cepat menarik diri dan menutup keadaan yang sangat canggung, lalu kembali ke kamar sambil memberikan kerlingan yang membuat Satria makin merinding.

Kini Satria pun lega karena tidak kena marah. Namun dia bingung dengan kerlingan tajam tadi, juga sentuhan tantenya yang liar–yang bikin dia hampir semaput!

Namun bayangan tubuh Tante Vega dengan lingerie tipisnya sudah membuat otaknya konslet. Setelah bekas pecahan gelas ini bersih, Satria buru-buru balik ke kamarnya.

Sampai malam hari–bahkan Satria tidak ikut makan malam bersama om dan tantenya–Satria hanya terpekur di kamarnya, memikirkan kejadian tempo hari.

Rasa lapar itu hilang oleh rasa bersalahnya yang sangat besar dan terlalu nekat, berani ngintip aktivitas di kamar utama.

Tengah malam barulah Satria bisa memejamkan mata. Beragam kejadian sore ini membuatnya sulit memejamkan mata.

“Sial betul…ini akibat suka ngintip kala di desa, akhirnya kebawa sampai di rumah Om Brata, moga Tante Vega nggak laporin ke Om,” sesal Satria, mengutuk kelakuan nakalnya yang hobby ngintip ini.

Paginya saat bangun, kepala Satria masih berdenyut tak keruan.

Waktu sarapan, Satria baru sadar bahwa Om-nya sudah berangkat sejak subuh. Di meja makan, hanya ia dan Tante Vega yang tersisa.

Satria masuk kuliah pukul 9.30. Kekakuan sangat terasa. Rasa bersalah masih melanda batinnya.

Satria tentu saja tak berani menatap wajah Tante Vega. Satria yang biasa ceria dan selalu menyapa duluan, pagi ini bak anak udik yang baru nongol ke kota, kikuk, salting dan gugup berubah jadi takut, terkumpul di hatinya saat ini.

Si tante ini jadi gemas sendiri melihat keponakan suaminya jadi kikuk dan sama sekali tak berani menatap wajahnya.

Satria ini aslinya tampan, sayangnya tubuhnya terlalu kurus, di tambah lagi tubuhnya juga jangkung, sehingga ketampanannya berkurang.

Andai tubuhnya berisi, sudah bisa dipastikan Satria sangat tampan maksimal, apalagi brewok di kedua pipinya mulai tumbuh, sehingga kesan macho terlihat jelas.

Satria makin kikuk saat Tante Vega mengambil timun yang tersisa satu.

“Ehemm…!” Tante Vega memecah kesunyian sambil menyiapkan sandwich. Tiba-tiba dia berdiri ke sisi Satria, lalu menepuk pundaknya lembut.

“Biar kuat… nanti kalau sudah punya pacar sekaligus calon istrimu dia senang, makan ini,” katanya menyodorkan sandwich ke Satria dengan gaya yang memikat setengah menggoda.

Mau tak mau Satria pun menerimanya, tapi dengan otak penuh kebingungan.

Tiba–tiba, tanpa peringatan, Vega menembakkan pertanyaan mematikan, “Kamu ngintip Tante tadi malam, ya kan… ngaku saja? Mumpung hanya kita berdua di sini…!”

Walaupun ucapan dari bibir merah Tanta Vega terdengar sangat lembut, tapi karena Satria sudah terkejut duluan, bukannya menjawab, mulutnya malah kelu dan sulit bersuara.

Satria semakin tegang. Bahunya kaku, tangannya refleks meremas ujung kaus yang ia pakai seolah mencari pegangan. “E-nggak, Tante… sore itu kan Satria–” pemuda ini terpaksa juga keluarkan suara.

“Jujur saja, Sat. Tante nggak marah kok…jangan kayak ayam kalkun gitu, serba kikuk!”

Tiba-tiba Tante Vega berdiri sangat dekat, dan tangan lentiknya mengelus celana katun Satria, hingga membuat napas pemuda itu seakan berhenti.

Secara naluriah, sesuatu ada yang bangkit dan membuat celananya sesak. Alih-alih menikmati, Satria justru gemetaran!

"Kenapa, Sayang? Kok kaku begitu?" goda Tante Vega. Suaranya halus, kontras dengan seringai nakal yang kini menghiasi wajahnya. Matanya tertuju pada celana Satria yang makin sesak. Tanpa peringatan, tangan lentik wanita itu bergerak liar, memberikan sentuhan yang membuat jantung Satria seolah berhenti berdetak.

Belum sempat Satria bersuara, pintu utama terbuka dan seorang perempuan muda masuk.

“Loh, ada Mas Ganteng? Masih di sini, kok belum kuliah?!” kata perempuan cantik itu heran.

Tante Vega kontan menjauh ke tempat duduknya semula dan bersikap biasa lagi.

Acara pagi yang sempat berubah akibat ulah Tante Vega kini seketika buyar…!!!!

**

Makin penasaran...yuks lanjut!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel An Affair
9.2
Winter Samantha menyamar demi menghancurkan keluarga Smith yang telah merenggut nyawa orang tuanya. Ia sengaja menjerat Edward Smith dan putranya, David, ke dalam skandal perselingkuhan yang berbahaya. Namun, di tengah misi balas dendam tersebut, muncul Sean William, sahabat masa kecil yang mencintainya dengan tulus. Kini Winter terjebak dalam dilema besar: tetap menghancurkan musuhnya atau memilih hidup bahagia bersama lamaran cinta sejatinya, Sean.
Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri
9.6
Hidup Lara hancur total saat Darren, suaminya, berselingkuh dengan Maya yang merupakan sahabat dekatnya sendiri. Pernikahan mereka berakhir tragis setelah Darren memilih menceraikan Lara demi selingkuhannya. Penderitaan Lara kian memuncak ketika kecelakaan hebat merenggut janin dalam kandungannya. Meski mencoba membuka hati untuk cinta yang baru, rentetan cobaan seolah tak berhenti mengejarnya. Mampukah Lara menemukan setitik kebahagiaan setelah segala miliknya hilang?
Sampul Novel IDOL
8.6
IDOL
Raelyn Agatha menjalani hidup pahit, berpindah dari satu rumah kerabat ke rumah lainnya demi bertahan hidup. Di tengah keputusasaan untuk melarikan diri dari nasibnya, ia bertemu Min Ho, idol populer yang membawa keceriaan baru. Namun, kebahagiaan mereka terancam oleh kebencian publik dan penolakan keras dari orang-orang di sekitar sang bintang. Mampukah Raelyn mempertahankan cinta dan perasaannya meski seluruh dunia menentang hubungan mereka?
Sampul Novel Mars & Venus Fall In Love
8.3
Elga, mahasiswi kedokteran berusia 20 tahun, terjebak dalam situasi rumit bersama senior populer bernama Zyan. Berawal dari insiden ciuman hingga tinggal satu atap, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam. Namun, saat Elga siap menerima lamaran Zyan, rahasia masa lalu terkuak: Zyan ternyata sudah memiliki seorang putri. Di tengah penolakan dan luka lama, mampukah Elga bertahan dan membawa hubungan mereka menuju pelaminan?
Sampul Novel Membunuh Masa Lalu
7.9
Dalam asmara, bersiaplah untuk menghadapi kehilangan atau kerinduan yang mendalam. Cinta sering kali datang dan pergi secara misterius, namun luka yang ditinggalkan bisa merenggut separuh jiwa. Jaya terjebak dalam kepedihan saat sosok yang paling ia sayangi menghilang tanpa kepastian yang jelas. Kisah pilu Jaya ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang belum pernah merasakan betapa hancurnya hati ketika ditinggal tanpa sebuah jawaban pasti.