Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

Satria adalah mahasiswa asal desa yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta. Selama masa kuliah, ia menumpang tinggal di kediaman milik paman dan tantenya. Kehidupan biasanya berubah drastis setelah ia secara tidak sengaja menyaksikan aktivitas intim di dalam kamar utama. Peristiwa tidak terduga tersebut menuntun Satria pada penemuan berbagai rahasia gelap mengenai hubungan terlarang di rumah itu, di mana ia akhirnya terseret menjadi tokoh utama di tengah pusaran konflik tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

: Ajeng si ART

“Ehemmm…!” tegur Tante Vega.

“Aiiihhh…ada nyonyah besar, duehh sampe kagak lihat, gara-gara si mas ganteng bertubuh ceking ini he-he-he!” wanita muda cantik bertubuh penuh ini kontan merubah sikapnya, dia adalah Ajeng, ART di rumah ini.

Sejak Satria tinggal di sini, dia memang sering berinteraksi dengan Ajeng dan mereka biasanya bercanda.

Candaannya mereka malah kadang nakal, tapi hanya sebatas di mulut, Satria mana berani menjurus ke hal–hal yang aneh.

Ia masih ingat pesan ayahnya, sebelum dia pamit kuliah di Jakarta agar jaga sikap dan kelakuan.

“Ingat jangan nakal, ayah tahu kelakuanmu di desa ini, suka banget ngintip, apalagi kalau ada penganten baru dengan teman – temanmu itu, malah sampai pernah berurusan dengan RT segala, jangan ulangi kelakuan itu, memalukan bagi keluarga kita. Biarpun miskin begini kita ini keturunan darah biru Satria, makanya nama kamu itu Satria…!”

Itulah pesan ayahnya yang tentu saja di ingat betul oleh Satria. Namun ia tak tahu, darah biru kerajaan mana, karena ayahnya belum pernah bercerita.

“M-maaf Tante, Kak Ajeng, saya pamit dulu, takut telat masuk kelas di kampus,” kata Satria lagi dan buru-buru pergi, sambil cium tangan tantenya.

Satria pun starter motor matic pemberian Om-nya dan menuju ke kampus.

Tante Vega hanya melemparkan senyum manis, namun tatapannya penuh kekesalan, seolah waktu ‘intimnya’ dengan Satria dirampas karena ulah Ajeng, ART -nya yang kadang suka berpakaian agak terbuka di rumah ini.

Setibanya di kampus, Satria masih sibuk menata pikirannya, dengan kerlingan dan ucapan Tante Vega yang begitu menggoda, sekaligus adegan tadi malam yang bikin dia terngiang-ngiang.

Akibatnya dia tak konsentrasi saat ikuti perkuliahan hari ini, untung saja Satria otaknya encer, pelajaran kuliah tetap bisa masuk ke otaknya.

Setelah ikuti 3 mata kuliah, Satria pun pulang. Ia bak kena demam saja, sebab hari ini benar – benar tak bergairah.

Ketika tiba di rumah di sore hari ini, dia melihat mobil Om-nya sudah ada di garasi, tapi mobil tantenya tidak ada. “Om sudah pulang, Tante pasti ngumpul dengan teman arisannya,” batin Satria menduga - duga.

Saat melihat kamar Ajeng yang hanya terhalang kamar mandi dengan kamarnya di bagian belakang rumah besar dan mewah Om-nya ini, Satria heran kamar si ART ini terkunci rapat.

“Aneh….nggak biasanya sore jelang senja ini Kak Ajeng udah ngadem di kamar?” batin Satria.

Namun ia sungkan mengetuk, Satria langsung saja menuju ke pintu kamarnya.

Tapi telinganya yang tajam sayup – sayup dengar ada suara – suara halus di kamar ART ini.

“Suara apa itu yaa…?” batin Satria, tapi dia tetap masuk kamar dan berganti baju.

Namun urusan bawah perut tak bisa ditunda, dia kebelet cebok. Satria pun masuk ke kamar mandi dan buang air besar di closet jongkok.

Begitu dia mulai buang hajat, telinganya lagi - lagi mendengar suara desahan Ajeng…suara berat seorang laki-laki.

“Kayak suara Om Brata…ngapain ya di kamar ka Ajeng?” batin Satria heran sendiri.

Jiwa ngintip Satria pun kumat lagi!

Setelah membersihkan dirinya, ia lantar mencari lubang intip yang mengarah langsung ke kamar Ka Ajeng

Saat itulah di sisi langit-langit kamar mandi ini, ada retakan kecil. Dengan tubuh tingginya, Satria perlahan naik ke atas closet ini sebagai pijakan.

Dia lalu berusaha mengintip ke kamar Ajeng.

Matanya terbelalak, sedapat mungkin dia jangan menimbulkan suara, sebuah pemandangan aduhai terpampang di kamar Ajeng.

Ajeng terlihat sedang berada di atas tubuh Om Brata, ART bertubuh penuh dan sintal ini terlihat membajak sawah milik Om Brata.

Suara si ART ini mendesis-desis, persis ular kobra ketemu mangsa.

Kaki Satria kontan gemetaran dan tubuh agak menggigil, ia lalu perlahan menurunkan tubuhnya dan buru-buru keluar dari kamar mandi, kemudian kembali ke kamarnya.

“Astagaaa…jadi, ka Ajeng dan Om Brata….?” Batinnya sambil meredakan jantungnya yang terus berdetak kencang.

Tak pernah seujung kukupun Satria mengira, kalau diam—diam Om Brata dan Ajeng ada skandal rahasia selama ini.

“Aneh banget, padahal Tante Vega kurang apa cakepnya, kok si Om malah berselingkuh dengan ka Ajeng, ART di rumah ini...?” batinnya bingung sendiri.

Satria pun bolak – balik di kasurnya, niat untuk istirahat gagal total.

Tak lama kemudian Satria dengar bunyi kamar Ajeng terbuka, lalu tertutup lagi.

Langkah kaki Om Brata sudah menjauh dari kamar ka Ajeng. Satria membatin lega, "Apa Om Brata dan ka Ajeng sudah selesai?"

Tak lama kemudian, suara gemercik air dari kamar mandi di sebelah kamarnya mengonfirmasi dugaannya.

Satria tersenyum tipis. "Sudah tuntas rupanya. Pasti ka Ajeng sedang sibuk membersihkan sisa-sisa hasil membajak sawah tadi dengan Om Brata!"

**

Makin penasaran? Lanjut yaa…

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel An Affair
9.2
Winter Samantha menyamar demi menghancurkan keluarga Smith yang telah merenggut nyawa orang tuanya. Ia sengaja menjerat Edward Smith dan putranya, David, ke dalam skandal perselingkuhan yang berbahaya. Namun, di tengah misi balas dendam tersebut, muncul Sean William, sahabat masa kecil yang mencintainya dengan tulus. Kini Winter terjebak dalam dilema besar: tetap menghancurkan musuhnya atau memilih hidup bahagia bersama lamaran cinta sejatinya, Sean.
Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Cintaku Direbut Sahabatku Sendiri
9.6
Hidup Lara hancur total saat Darren, suaminya, berselingkuh dengan Maya yang merupakan sahabat dekatnya sendiri. Pernikahan mereka berakhir tragis setelah Darren memilih menceraikan Lara demi selingkuhannya. Penderitaan Lara kian memuncak ketika kecelakaan hebat merenggut janin dalam kandungannya. Meski mencoba membuka hati untuk cinta yang baru, rentetan cobaan seolah tak berhenti mengejarnya. Mampukah Lara menemukan setitik kebahagiaan setelah segala miliknya hilang?
Sampul Novel IDOL
8.6
IDOL
Raelyn Agatha menjalani hidup pahit, berpindah dari satu rumah kerabat ke rumah lainnya demi bertahan hidup. Di tengah keputusasaan untuk melarikan diri dari nasibnya, ia bertemu Min Ho, idol populer yang membawa keceriaan baru. Namun, kebahagiaan mereka terancam oleh kebencian publik dan penolakan keras dari orang-orang di sekitar sang bintang. Mampukah Raelyn mempertahankan cinta dan perasaannya meski seluruh dunia menentang hubungan mereka?
Sampul Novel Mars & Venus Fall In Love
8.3
Elga, mahasiswi kedokteran berusia 20 tahun, terjebak dalam situasi rumit bersama senior populer bernama Zyan. Berawal dari insiden ciuman hingga tinggal satu atap, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam. Namun, saat Elga siap menerima lamaran Zyan, rahasia masa lalu terkuak: Zyan ternyata sudah memiliki seorang putri. Di tengah penolakan dan luka lama, mampukah Elga bertahan dan membawa hubungan mereka menuju pelaminan?
Sampul Novel Membunuh Masa Lalu
7.9
Dalam asmara, bersiaplah untuk menghadapi kehilangan atau kerinduan yang mendalam. Cinta sering kali datang dan pergi secara misterius, namun luka yang ditinggalkan bisa merenggut separuh jiwa. Jaya terjebak dalam kepedihan saat sosok yang paling ia sayangi menghilang tanpa kepastian yang jelas. Kisah pilu Jaya ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang belum pernah merasakan betapa hancurnya hati ketika ditinggal tanpa sebuah jawaban pasti.