Sampul Novel Tergoda Sahabat Mama

Tergoda Sahabat Mama

7.9 / 10.0
Dalam romance novel ini, Brian berjuang memenangkan hati Aurora, sahabat ibunya yang terpaut 18 tahun. Meski awalnya ditolak, hubungan rahasia mereka akhirnya terjalin dalam Tergoda Sahabat Mama. Kini mereka harus menghadapi kemarahan sang ibu dalam salah satu romance stories yang penuh risiko.
Ringkasan Tergoda Sahabat Mama
Brian, pemuda berusia dua puluh tahun, menaruh hati pada Aurora yang merupakan sahabat karib ibunya sendiri. Meski terpaut usia delapan belas tahun dan sempat ditolak, kegigihan Brian akhirnya meluluhkan hati Aurora. Mereka pun menjalin cinta secara sembunyi-sembunyi demi menjaga rahasia. Namun, skandal ini akhirnya tercium hingga memicu kemarahan besar sang ibu. Hubungan beda generasi tersebut terancam hancur karena restu keluarga yang mustahil didapatkan.
Baca Selengkapnya

Tergoda Sahabat Mama Bab 1

Langkah kaki Aurora terdengar mantap menapaki marmer putih di lorong rumah mewahnya yang lapang.

Baru saja pulang dari kantor, penampilannya tetap rapi dan memesona, meski hari sudah menjelang sore.

Ia mengenakan blouse satin warna gading dengan potongan V-neck yang anggun namun cukup berani menampilkan sedikit belahan dada.

Blouse itu dimasukkan rapi ke dalam celana panjang high-waist berwarna navy, membentuk lekuk pinggangnya yang ramping dan mempertegas siluet tubuh semoknya.

Sepasang stiletto nude yang masih membungkus kakinya mengeluarkan suara halus setiap kali menyentuh lantai, seolah memberi tahu seluruh rumah bahwa sang pemilik baru saja kembali.

Rambut cokelat karamel sepanjang punggungnya dibiarkan terurai longgar, sedikit bergelombang karena aktivitas seharian.

Make-up-nya masih sempurna, lipstik nude glossy, eyeliner tajam, dan pipi dengan semburat blush tipis yang menambah kesan segar pada wajahnya yang awet muda.

Tas kerja kulit berwarna hitam dari brand ternama menggantung di lekukan lengannya, dan sebuah jam tangan perak melingkar manis di pergelangan tangan kirinya.

Sosoknya memancarkan aura berkelas sekaligus menggoda, seorang wanita yang tahu betul siapa dirinya, dan tidak meminta izin untuk menguasai ruangan.

"Len, kamu di mana?" panggilnya, suaranya lantang namun tetap terdengar elegan.

Matanya menelusuri tiap ruangan, mencari sahabatnya, Magdalena. Namun rumah besar itu sepi.

Aurora mendesah pelan, lalu mengarahkan langkahnya menuju bagian belakang rumah, tempat kolam renang pribadi berada, tempat yang kadang menjadi pelarian tenangnya setelah hari panjang yang melelahkan.

Seorang pria baru saja keluar dari kolam renang, mengibaskan rambut basahnya tanpa sadar, menciptakan percikan kecil yang menghiasi udara sekitarnya, tanpa menyadari kehadiran Aurora di sana.

Air masih menetes dari ujung rambutnya yang hitam legam, sebagian mengalir pelan menuruni garis rahangnya yang tegas hingga membasahi leher dan dada bidangnya.

Tubuhnya terpahat sempurna layaknya model sampul majalah kebugaran. Otot-ototnya kencang dan simetris, kulitnya kecokelatan, berkilau di bawah matahari sore yang mulai meredup.

Dia hanya mengenakan celana renang boxer hitam ketat yang menempel pas di pinggul, garis otot perutnya jelas terlihat, menciptakan siluet V yang mengundang pandangan liar siapa pun yang melihat.

Aurora berdiri beberapa meter darinya, setengah tersembunyi di balik tirai gazebo taman. Wanita itu berusia 38 tahun, tapi tubuhnya masih seindah saat ia berumur dua puluhan.

Pinggulnya padat dan berisi, lekuk tubuhnya terjaga, dan kulitnya halus terawat.

Saat pandangan Aurora tertumbuk pada tubuh pria yang basah dan nyaris telanjang, jantungnya berdetak tak karuan.

Aurora terpaku, napasnya tercekat sesaat.

"Ya Tuhan..." bisik batinnya.

"Itu... Brian?"

Jarang sekali ia dibuat terpana seperti ini. Biasanya, lelaki seusia pria yang tampak mentah dan polos.

Tapi yang satu ini... menggoda. Matang di tempat yang tepat. Membuat pikirannya melayang ke arah yang tak seharusnya.

Dan ketika lelaki itu menoleh, menatapnya tepat di mata, lalu tersenyum, senyum manis yang polos tapi menyimpan bara tersembunyi.

Senyuman hangat penuh keyakinan, seperti pria yang tahu betul daya tariknya.

Aurora merasakan gelombang panas merayap dari ujung kaki sampai tengkuknya. Senyum itu tak hanya membuatnya gugup, tapi juga berbahaya. Seolah pemuda itu tahu persis efek seperti apa yang ditimbulkannya.

Aurora buru-buru mengalihkan pandangan, jantungnya berdetak tak karuan.

Tapi langkah kaki si pemuda justru mendekat.

"Tante Aurora..." suara itu rendah, hangat, dan sedikit berat.

"Perasaan apa ini? Aku gak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya," gumam Aurora dalam hati, gugup luar biasa.

"Tante apa kabar?" sapa Brian dengan nada santai namun penuh daya tarik.

"Makin cantik aja... nggak berubah sama sekali." pujinya, dengan mata berbinar.

Aurora menoleh dengan senyum malu-malu.

"Brian! Kamu bisa aja," katanya tersipu, bibirnya melengkung manis.

"Seperti yang kamu lihat, tante sehat dan happy." Suaranya terdengar berusaha tetap tenang, tapi pipinya merona samar.

Brian menyeka rambut basahnya ke belakang, lalu menatap Aurora dari ujung kaki hingga kepala, tanpa malu.

"Kalau aku nggak tahu umur tante, aku pasti pikir tante ini mahasiswa baru," godanya.

Aurora tertawa kecil, tapi matanya menyipit, menahan gejolak aneh yang mengusik.

"Kamu makin jago menggombal, ya." kata Aurora.

"Aku nggak gombal. Tante selalu tampak... luar biasa. Cantik, segar, dan jujur aja, lebih menggoda dari yang aku bayangkan selama ini."

Aurora menahan napas. Kalimat itu... terlalu jujur.

Aurora melangkah menjauh sedikit, berusaha mengendalikan detak jantungnya.

"Jangan muji tante terus, nanti tante bisa kegeeran, loh," ucap Aurora sambil tersenyum, mencoba bersikap santai walau dadanya berdebar tak karuan.

Brian tertawa ringan, rambut basahnya masih menetes, menambah kesan liar dan alami dari sosoknya yang kini berdiri hanya beberapa langkah darinya.

"Aku nggak muji, aku cuma bilang kenyataan," balas Brian santai, lalu menatap Aurora dari kepala sampai kaki tanpa menyembunyikan kekagumannya.

"Tante makin terlihat segar dan berseri-seri banget. Lebih... padat, berisi, dan semok dari tiga tahun lalu."

Aurora tertawa kecil, tapi matanya melirik Brian sekilas, dan buru-buru berpaling saat mata mereka bertemu.

"Itu karena tante sekarang rajin hidup sehat," katanya sambil menegakkan bahu dan berusaha tidak terlihat gugup.

"Minum air putih, olahraga rutin, tidur cukup, makan buah dan sayur organik. Pokoknya, nikmatin hidup aja." sambungnya.

"Dan hasilnya luar biasa. Tante kelihatan kayak baru 25 tahun, serius." Brian mengangkat jempol, lalu menyandarkan satu tangannya di pagar kayu kolam renang, menatap Aurora tanpa berkedip.

"Kalau aku bukan kenal tante dari bayi... mungkin aku kira tante ini influencer cantik yang suka yoga dan traveling." kata Brian jujur.

Aurora menggeleng sambil tersenyum malu.

"Kamu dari dulu memang jago gombal ya, Brian." katanya.

"Dulu aku gombal karena suka main-main," bisik Brian, nadanya berubah lebih rendah.

"Tapi sekarang, aku serius." jawabnya.

Aurora tercekat. Senyum di wajahnya perlahan memudar, digantikan dengan ekspresi bingung... dan gugup.

Matanya menatap Brian, lelaki muda itu berdiri percaya diri dengan tubuh atletis, kulit kecokelatan yang sedikit basah, dan sorot mata yang tak main-main.

Ia ingat betul, terakhir kali melihat Brian, cowok itu masih remaja kurus dengan rambut acak-acakan dan suara yang kadang masih melengking. Tapi sekarang... Brian sudah menjadi pria.

Tingginya 187 meter, tubuh ramping tapi berotot, dada bidang, rahang tegas, dan senyum yang bisa membuat jantung wanita melambat satu detik.

Aurora menelan ludahnya perlahan, matanya tak bisa berpaling.

Untuk sesaat, dunia seakan diam. Hanya ada dia... dan Brian, makhluk muda yang mungkin lebih berbahaya daripada pria mana pun yang pernah singgah dalam hidupnya.

Dulu, ia sering memeluk Brian dengan hangat, mengusap rambutnya, bahkan membantunya belajar.

Tapi kini... pelukan itu terasa seperti kenangan dari dunia lain. Kini, hanya menatap Brian saja sudah membuat jari-jarinya gemetar.

"Aku kangen banget sama tante, tahu nggak?" ujar Brian, pelan, hampir seperti bisikan.

"Tiap kali tante kirim voice note atau video call, aku nungguin. Aku bahkan hafal suara tawa tante..." katanya.

Aurora menunduk, menyembunyikan rona merah di pipinya.

"Jangan kayak gitu, Brian... kita ini udah kayak keluarga sendiri." sebut Aurora.

"Tante anggap aku keluarga, ya?" tanya Brian mendekat setengah langkah, jarak mereka kini begitu sempit.

"Tapi aku nggak bisa anggap tante kayak itu. Dulu mungkin iya. Tapi sekarang? Nggak bisa." tegasnya.

Aurora membeku. Angin sore menerbangkan sedikit rambut di pelipis Aurora. Ia merasakan tatapan itu tajam, panas, jujur.

Dan untuk pertama kalinya... ia tidak ingin memalingkan wajah.

********

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tergoda Sahabat Mama

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku
9.4
Kehidupan Sena hancur seketika ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir tepat di hari ulang tahunnya. Namun, kemalangan Sena tidak berhenti di situ. Di saat ia sangat membutuhkan dukungan, suaminya justru bersikap dingin. Sang suami tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena dan enggan menghadiri upacara pemakaman ibu mertunya, tetapi ia juga memilih pergi ke bandara demi menjemput wanita lain yang selama ini menjadi dambaan hatinya.
Sampul Novel Cintaku Bagai Layangan Putus
8.1
Delapan tahun pernikahan Bella hancur setelah mengetahui suaminya, mafia Alvaro Winata, berselingkuh dengan saudara tirinya, Cindy Martadina. Alvaro mengkhianati Bella demi memperkuat posisinya di keluarga, menganggap sang istri hanya alat pelindung. Alih-alih menangis, Bella memilih bertindak senyap. Lewat kesepakatan rahasia di pasar ilegal, ia bersiap menghilang selamanya dari dunia dalam dua minggu, meninggalkan semua pengkhianatan di belakangnya.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Nama baik Raelynn Harper hancur akibat pengkhianatan Kyle Blackwood yang kabur dari janji pernikahan. Demi membalas dendam, Raelynn nekat mengancam Tristan Blackwood, direktur hiburan ternama sekaligus kakak Kyle. Namun, Tristan yang kaya dan berkuasa justru membalikkan keadaan. Ia memanfaatkan situasi ini untuk memaksa Raelynn menjadi istrinya. Alih-alih mendapatkan keadilan, Raelynn kini terperangkap dalam ambisi Tristan yang siap menghancurkan harga dirinya lebih jauh.
Sampul Novel My Husband Is My CEO
7.9
Aghata tidak bisa menerima keputusan pasangannya untuk bertunangan dengan seorang karyawan biasa. Dengan penuh obsesi, ia mendekat dan menegaskan bahwa cintanya tak boleh dimiliki orang lain. Meski ditolak mentah-mentah, Aghata justru menangis tersedu, merasa sakit hati karena telah dibuang demi wanita yang dianggapnya rendah. Ketegangan memuncak saat ia berusaha menggoda kembali pria yang dicintainya di tengah penolakan yang sangat keras.
Sampul Novel Terpaksa Menikah Karena Kesalahpahaman
8.5
Hidup Marissa berubah total setelah terjebak dalam kesalahpahaman undangan pesta yang membuatnya dipaksa menikah dengan Hendra, sopir pribadinya yang berwajah biasa saja. Meski awalnya menolak keras karena kehilangan kebebasan, Marissa tak berdaya melawan keputusan keluarga demi menutupi skandal. Namun, seiring berjalannya waktu, kesabaran dan ketulusan Hendra mulai meluluhkan hatinya. Ia pun belajar bahwa kesetiaan jauh lebih berharga daripada sekadar penampilan fisik.
Sampul Novel There's Love In KKN
9.7
Ataka, seorang mahasiswa Teknik Arsitektur yang masih melajang, tidak menyangka akan menaruh hati pada mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia saat menjalani program KKN. Selama tiga puluh hari penuh pengabdian, benih cinta di hati Ataka tumbuh kian kuat. Namun, keberaniannya diuji saat sebuah kenyataan pahit terungkap bahwa gadis impiannya tersebut ternyata telah memiliki kekasih. Akankah Ataka tetap menyatakan cintanya atau memilih untuk pergi?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan