
Tergoda Pesona Bos Duda
Bab 2
2.Bryan Alexander
Malam yang cerah membawa Bryan dan Jack ke dalam club untuk menghiasi kesenangan mereka hari ini.
Musik dengan dentuman keras memekak telinga Jack dan Bryan menyambut mereka. Tiba staf yang menyampar kan mereka.
"Permisi tuan. Ingin duduk di meja mana?" Tanya pelayan tersebut.
"tempat VIP" ujar Bryan tanpa ekspresi.
"Baik tuan mari ikut saya." Ujar pelayan tersebut mengarah kan Jack dan Bryan untuk tiba di tempat duduk VIP.
"Vodka dua." Ujar Bryan.
"Baik tuan."
"Tolong panggil kan madam." Perintah Jack di ikuti oleh pelayan.
Madam adalah atasan Club dari semua para jalang yang ada di Club ini.
Tak berselang lama madam datang menghampiri mereka.
"Kalian toh. Sudah lama madam tidak melihat kalian." Ujar madam sudah kenal dengan Jack dan Bryan karna mereka adalah pelanggan VIP di club ini.
"Biasa madam kita sibuk." Ujar Jack.
"Katanya ada wanita baru dan dijuluki jalang termahal disini. Apa benar?" Tanya Jack penasaran.
"Benar tuan. Kami membeli wanita dari salah satu club besar di jepang yang bernama Kimberly." Ujar Madam.
Tanpa berbasa basi Bryan langsung mengatakan "Kami pesan dua wanita yang paling termahal disini."
"Baik tuan." Ujar Madam dengan sopan lalu pergi meninggal kan Bryan dan Jack.
Setelah kepergian Madam, tidak ada obrolan antara Jack dan Bryan hanya keheningan diiringi dentuman musik Club.
"Apa kau sudah ada pacar?" Tanya Jack.
"Belum dan aku tidak butuh pacar. Pacar itu hanya membuat kita ribet." Ujar Bryan.
"Kau belum mendapat kan wanita yang tulus saja mangkanya kau berkata seperti itu." Ujar Jack yang menasehati Bryan.
Tanpa di sadari Jack pun sama dengan Bryan yang belum mendapat kan wanita tulus.
"Kau sungguh tidak berkaca." Ujar Bryan dengan singkat tapi menusuk.
Tak lama minuman pun datang, bryan dan Jack. Mereka hanyut dalam minuman sambil melihat para wanita menggoyang kan badan nya.
Di sisi lain di waktu yang sama setelah Madam pergi dari tempat Bryan dan Jack ia segera masuk ke dalam ruang make up.
"Hai beb. Apa kah kau sudah siap?" Tanya madam kepada seorang wanita cantik.
Wanita itu Kimberly biasa di panggil kim, dia sedang bermake up untuk menarik perhatian pelanggan.
"Sebentar lagi mam, apa ada yang menarikku?" Tanya kim.
"Ada. Dia seorang pewaris satu satunya Alexander Crop," ujar Madam membuat Kim tertarik seketika.
Seketika Kim mempercepat merias wajah nya lalu dengan segera bergegas bangkit dari kursi nya.
"Aku sudah siap. Ayo." Ujar kim dengan cepat lalu berjalan mengikuti madam.
Kimberly memang sedikit mahir bahasa indonesia. Karna kakek dan nenek nya adalah orang indonesia.
Di tempat Bryan dan Jack ada seorang wanita malam yang menghampiri mereka, Bryan melihat wanita itu tidak nafsu akhir nya memberikan pada Jack.
"Bro gue ke kamar dulu." Ujar Jack sambil merangkul wanita itu.
Bryan yang menyesap rokok dan menghembuskan asap nya lalu mengangguk.
Setelah kepergian Jack, madam membawa seorang wanita sexy yang Bryan pastikan itu wanita yang di maksud madam.
"Tuan. Ini dia wanita yang aku bilang." Ujar madam.
Beyan melihat penampilan Kimberly yang memakai baju tipis dan tentu pendek dengan payudara padat yang hampir keluar.
"Ya. Tinggalkan kami, soal bayaran nanti aku transfer." Ujar Bryan, madam tersenyum karna bayaran dari Bryan lebih dari tarif nya.
Setelah kepergian madam, Kim duduk di sebelah Bryan. Bryan hanya menatap Kim sekilas lalu mengalihkan pandangan nya dengan menghisap rokok.
"Seperti nya memang benar dia pria berduit. Aku harus mendapatkan nya." Ujar Kim di dalam hati.
Bryan yang acuh membuat Kim semakin tertantang. "Kamu Bryan ya?" Tanya kim.
"Ya."
Dengan kesal kim segera duduk di pangkuan Bryan. Hal itu reflek membuat Bryan mengangkat tangan agar roko tidak mengenaik kim.
"What are you doing!"
"I want you." Ujar kim dengan nada sensual di telinga Bryan.
"Sehebat apa kau? Tubuhmu tidak bisa menjamin bahwa kau hebat dalam bermain ranjang?" Tanya Bryan membuat Kim sedikit terkejut lalu tersenyum.
"Aku bisa membuat pria seperti kau mendesah bebas. Sudah ayolah sayang mari kita nikmati malah ini dengan penuh desahan dan kenikmatan." Ujar kim sembari mengusap leher Bryan.
"Pesan kamar." Perintah Bryan yang membuat kim bangkit dari pangkuan Bryan.
Setelah keluar dari ruangan VIP kim segera menuju resepsionis untuk mengambil kunci kamar hotel.
"Kamar 205." Ujar Kim lalu menggenggam tangan Bryan menuju kamar tersebut.
Mereka berdua masuk lift. Hanya ada Kim dan Bryan. Kim dengan agresif menghadap ke Bryan lalu menyesap bibir manis Bryan.
Emhhh
Tangan Bryan tak tinggal diam, dia meremas payudara besar Kim dengan remasan sensual sehingga membuat kim sedikit menggerang.
Kim dengan sensual mengalungkan tangan nya keleher Bryan.
Ting
Kim hanyut dalam ciuman dan remasan sehingga melupakan lift yang sudah berbunyi, Bryan yang menyadari itu langsung melepaskan ciuman dan remasan nya dan menarik kim menuju kamar.
Ceklek
Pintu kamar terbuka dengan tergesa gesa Bryan mengunci pintu tersebut da kim melangkah menuju kasur.
Saat kim ingin tidur di kasur suara bariton Bryan menghentikan penggeran nya "aku tidak menyuruh kau tidur."
"Lalu aku harus apa selain mengangkang di depan mu?" Tanya kim dengan bersandar di kasur lalu melebar kan kaki nya.
"Aku tidak suka main cepat untuk saat ini. Jadi buka bajumu dan lakukan taRiaj erotis yang bisa membangkit kan gairah ku." Ujar Bryan dan kim langsung segera bergegas turun dari kasur dan membuka baju nya yang hanya menyisakan cd dan bra.
Berbeda dengan Bryan yang hanya membuka baju nya fan sepatu nya lalu duduk di kasur sambil menyandar dan tak lupa dia menghisap rokok.
Kim mulai menari dengan erotis tarian kim berhasil membuat Bryan sedikit menegang dan Bryan akui bahwa Kim memang sepertinya sudah pro.
Kim yang tersadar jika Bryan sudah bergairah. ia segera menghampiri Bryan lalu duduk di pangkuan nya.
Dengan santai bryan manyehtukan patung rokok ke payudara mulus Kim.
"Sssh apa yang kau lakukan." Rintih Kim dengan kesal.
"Aku hanya ingin melakukan apa yang harus aku lakukan kepada seorang jalang." Ujar Bryan.
Entah gila atau apa Kim yang di panggil jalang malah gembira dan semakin nafsu dan melupakan setitik sakit di payudaran nya karna patungan rokok.
"Are you ready play?" Tanya kim dengan lirih di telinga Bryan.
"Main kan kejantanan ku." Petintah Bryan sambil mematikan rokok nya.
"Apa kejantanan mu bisa membuatku mendesah bebas?" Tantang Kim sambil menggerakan tangan nakal nya di dada polos Bryan.
Dengan melihat Bryan tampa atasan pun sudah membuat Kim mupeng.
Anda Mungkin Juga Suka





