
Tergoda Dekapan Sepupu
Bab 2
Bastian menggigit-gigit leher Lisa. Namun, dia menghentikan tusukannya dan menarik jari-jarinya yang membuat Lisa kecewa. Karena, sebentar lagi ia akan mencapai klimaksnya.
Bastian menatap wajah Lisa yang tampak kecewa, dia pun merasa kasihan. Akhirnya lelaki itu turun tepat di depan goa yang rimbun itu. Bastian melebarkan kaki Lisa yang membuat dia menelan salivanya.
Bastian yang sama sekali tidak punya pengalaman dalam berhubungan, dia hanya menyaksikan adegan seperti itu lewat video.
Lelaki itu tidak henti-hentinya mengagumi kewanitaan Lisa yang tampak indah, tanpa menunggu lama Bastian mendekatkan wajahnya ke area intim wanita itu. Aroma keintiman Lisa membuat lelaki itu semakin bernafsu.
Bastian menjulurkan lidahnya dan menyapu area kewanitaan Lisa yang membuat wanita itu menggelinjang dan mendesah.
"Ah... Ah ... Brengsek kamu Bastian!" Lisa mendesah sambil memaki Bastian.
Mendapat makian dari Lisa membuat Bastian semakin buas, dia kini menjulurkan lidahnya kedalam liang kewanitaan wanita tersebut dan menusuk-nusuknya semakin dalam.
Lisa semakin melayang, dia sudah tidak sadar bahwa Bastian tengah memperkosanya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa wanita itu juga sangat menikmatinya.
Bastian semakin memperdalam tusukan lidahnya bahkan salah satu tangannya meremas bongkahan pantat Lisa juga meremas buah dada yang masih ranum meskipun sudah menyusui dua anak.
Lisa merasakan ada yang mau keluar, tubuhnya bergetar hebat dan tidak lama kemudian tubuh Lisa mengejang, dia mengeluarkan cairan putih dari area kewanitaannya.
"Ah... !" Jerit Lisa di sela-sela organsmenya.
Tubuh Lisa lemas, wanita itu meneteskan air matanya dan merutuki dirinya sendiri.
"Kamu bodoh Lisa, kenapa justru menikmatinya!" Lisa berkata dalam hati.
Bastian merasa puas sudah membuat Lisa klimaks, tanpa menunggu lama Bastian kini menarik tubuh Lisa agar duduk. Lelaki itu menyodorkan rudalnya ke mulut wanita itu.
Namun, Lisa menolak dan merasa jijik. wanita itu kembali menangis, merasa dirinya sangat hina. Karena, secara langsung dia menikmati apa yang dilakukan Bastian kepadanya.
Karena, merasa geram dengan Lisa yang tidak mau menurutinya. Bastian terpaksa menarik rambut Lisa yang membuat wanita itu menengadah dan menjerit kesakitan.
Akibat jeritannya itu oleh Bastian di jadikan peluang, lelaki itu menyodorkan rudalnya ke mulut Lisa yang sedang menganga.
Bastian memaju mundurkan rudalnya, bahkan menekan pusakanya sangat dalam hingga membuat Lisa terbatuk-batuk.
Bastian merasakan kenikmatan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Karena, baru pertama kali ini dia melakukannya.
"Uh... Ah... Enak sekali, Mbak. Ayo! lebih dalam lagi, sayang." Bastian berkata sambil merem-melek.
Tidak lama kemudian, Bastian merasakan akan ada yang meledak dan, "Ah... Ah...!" Jerit Bastian. Benar saja dia memuntahkan lahar panasnya untuk yang pertama kalinya kedalam mulut wanita.
Karena, terlalu dalam rudal Bastian masuk membuat cairan putih kental yang ditembakkannya itu masuk semua kedalam mulut Lisa dan ditelannya hingga tidak tersisa.
Lisa kembali menangis. Karena, selama dia berhubungan dengan sang suami tidak pernah sekalipun suaminya melakukan itu kepada dirinya.
Batang rudal Bastian masih berdiri tegak, nafsu lelaki itu belum surut. Karena, sudah tidak sabar lagi lelaki itu membaringkan tubuh Lisa di atas ranjang secara kasar, yang membuat wanita itu memekik.
"Aw... !" Pekik Lisa kesakitan.
Kini Bastian sudah berdiri tepat di depan Lisa, lelaki itu membuka paha wanita itu secara lebar. Tanpa menunggu lama laki-laki itu mengarahkan kejantanannya ke arah lubang surgawi Lisa.
Namun, berkali-kali dia mencoba memasukkannya tidak juga berhasil membuat Bastian semakin heran.
"Shit! Kenapa susah sekali. Padahal dia bukan perawan bahkan sudah mempunyai dua anak." Batin Bastian sambil kembali berusaha memasukkan kejantanannya.
Setelah berkali-kali berusa yang membuatnya gagagal. Akhirnya ujung tombak Bastian masuk kedalam lembah kenikmatan Lisa.
Lisa meringis kesakitan, dia baru pertama kalinya di tusuk dengan rudal yang sangat besar.
Bastian mendiamkan rudalnya hingga Lisa merasa rileks, dia pun kini memasukkan secara perlahan. Bastian merasakan batangnya seperti dihimpit dan di urut yang membuat semakin kenikmatan.
Sedangkan Lisa lubang surgawinya terasa penuh dan sesak. Dia memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang belum pernah dia dapatkan dari sang suami. Wanita itu sekuat tenaga menahan agar tidak mengerang dan mendesah.
Namun, dengan satu kali sentakan kini kejantanan Bastian sudah masuk sepenuhnya ke dalam liang kewanitaan Lisa bahkan sampai mentok ke rahim wanita itu.
"Ah... sakit, Bastian! Kamu memang kurang ajar!"Lisa menjerit sambil memaki lelaki itu.
Mendapat makian dari Lisa bukan membuat Bastian tidak suka, justru itu membuat dia semakin terangsang. Batang kejantanannya terasa dijepit oleh kewanitaan Lisa membuat lelaki itu ke enakan.
"Nikmati saja, sayang. Pasti kamu bakalan ketagihan." Ejek Bastian sambil memaju mundurkan rudalnya.
Bastian memaju mundurkan rudalnya secara perlahan. Namun, semakin lama dia semakin mempercepat temponya.
Tidak hanya disana, kini bastian mulai menyesap bibir mungil wanita itu dengan kedua tangan meremas gundukan Lisa.
Lisa sudah pasrah, bahkan kini dia merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Bastian turun ke gundukan gunung wanita itu menyesap bagaikan bayi yang sedang kelaparan dengan satu tangan meremas bahkan memelintir puting berwarna merah muda itu.
Bastian menghentikan genjotannya dan terlentang di sebelah Lisa.
"Ayo, naik, Sayang!" Perintah Bastian kepada Lisa.
Lisa yang awal mulanya menolak tetapi, entah mengapa dia justru menuruti perkataan Bastian bagaikan sapi yang dicucuk hidungnya.
Kini Lisa merangkak menaiki tubuh Bastian, mengarahkan kewanitaannya di atas rudal lelaki tersebut.
Bles!
Batang kemaluan Bastian melesak begitu saja ke dalam liang kewanitaan Lisa. Kini bergantian Lisa yang memainkan temponya.
Wanita itu menaik turunkan badannya sambil meremas kedua buah dadanya dengan kepala mendongak ke atas.
"Uh... Ah... Iya, disana, Sayang. Enak, lebih cepat lagi!" Perintah Bastian yang diikuti oleh Lisa.
Beberapa menit kemudian Bastian dan Lisa mengejang, kedua orang tersebut menyemburkan cairan cintanya, bahkan cairan itu melesak masuk ke dalam rahim Lisa.
Setelah mencapai kenikmatan Lisa turun dari tubuh Bastian dan berlari ke kamar mandi. Wanita itu membersihkan cairan Bastian yang masuk ke dalam kewanitaannya. Ada rasa takut dalam hati jika sampai dia hamil.
Lisa mengguyur tubuhnya dengan shower, wanita itu merutuki dirinya yang tidak bisa menjaga harga dirinya bahkan dia menuruti semua ucapan Bastian.
"Mas, Riko. Maafkan aku sudah mengkhianatimu." Gumam Lisa sambil terisak dan memeluk kedua kakinya di bawah guyuran air shower.
Sedangkan Bastian merasa sangat puas. Namun, dia merasa bersalah kepada Lisa.
Ada rasa takut dalam hatinya jika sampai Lisa membenci dirinya. Namun, hasratnya sudah menutupi akal sehatnya.
Lelaki itu bangkit dan memakai pakaiannya, dia menghampiri Lisa yang masih ada di dalam kamar mandi. Bastian merasa khawatir takut terjadi apa-apa kepada Lisa. Karena, sedari tadi wanita itu belum juga keluar dari kamar mandi.
"Mbak! Kenapa lama sekali di kamar mandi?"
"Mbak! Tolong jangan seperti ini. Aku minta maaf!" Bastian berkata sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi. Namun, tidak ada jawaban dari wanita itu.
Anda Mungkin Juga Suka





