Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur

Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur

Enam tahun membina rumah tangga dengan Fabian, sang istri harus menghadapi kenyataan pahit tentang kehadiran wanita simpanan yang tampak rapuh namun manipulatif. Saat simpanan tersebut mulai berani memicu konflik langsung dengan sang istri sah, Fabian menjatuhkan hukuman keras demi menjaga kendali. Namun, sebuah pesan provokatif berisi foto intim yang dikirimkan keesokan harinya mengungkap dinamika hubungan gelap mereka yang penuh kepura-puraan, menguji batas kesabaran dan harga diri yang tersisa.
Bab
Bagikan

Bab 3

Darahku seperti berbalik arah dalam tubuhku dan pikiranku kosong.

Ternyata Fabian tidak membelikannya khusus untukku, melainkan hanya sesuatu yang sudah dibuang Melissa.

Kucing itu merintih dan melompat ke tanah.

Aku menunduk, memandang helai bulu kucing di tanganku.

Fabian sudah memesan tiket dan kamar deluxe king-size.

Aku melihat tanggalnya, tanggal 3 bulan depan, artinya tujuh hari lagi.

Jika lamaranku diterima, aku akan berangkat ke luar negeri tanggal 3 bulan depan.

Malam harinya, Fabian masih cukup perhatian menuangkan segelas susu untukku.

Aku dapat melihat hasrat di matanya dan tiba-tiba merasa mual. Aku pun tidak sengaja menumpahkan susunya saat hampir kupegang.

Cairan putih itu membasahi seprai, tapi Fabian dengan cemas memeriksa apakah aku terluka.

"Clara, kamu nggak apa-apa? Tanganmu kena?"

Mataku merah dan tenggorokanku kering.

"Nggak apa-apa."

Fabian menghela napas lega dan dengan sabar membersihkan barang-barang yang terkena tumpahan.

Memandanginya sibuk keluar masuk, aku merasa seperti di dalam mimpi.

Fabian, Fabian, mana dirimu yang sesungguhnya?

Setelah membersihkan tempat tidur dan mengganti seprai, Fabian tampak lelah.

Pada saat itu, ponselnya berdering.

Dia melirik layar dan berkata dengan tenang bahwa itu urusan kantor dan meminta aku tidur lebih dulu.

Aku mengiakan, lalu menghela napas lega.

Aku tidak ingin tidur lagi dengannya.

Fabian pergi ke ruang kerja. Sementara aku tidak bisa tidur, jadi aku ingin ke ruang kerja juga untuk mencari bacaan sebelum tidur.

Saat pintu terbuka, telingaku menangkap suara Fabian.

"Tenang saja, aku nggak akan biarkan Clara hamil sebelum anakmu lahir."

"Dia minum susunya setiap hari. Dia nggak mungkin tahu ada pil KB di dalamnya."

"Kamu masih marah? Mau kuajak jalan-jalan ke laut? Lihat bintang-bintang dari dek kapal."

Pil KB?

Susu yang harus kuminum setiap malam sebelum tidur ternyata berisi pil KB.

Aku kembali ke kamar dalam keadaan linglung, seluruh tubuhku gemetar tak terkendali.

Aku perlu melakukan sesuatu untuk menenangkan diriku.

Menata meja rias dan lemari.

Tapi, saat melihat celana dalam renda merah di dalam lemari, aku benar-benar hancur.

Aku tidak pernah memakai celana dalam model begini. Kalau bukan punyaku, berarti punya orang lain.

Satu kata "Melissa" bagaikan duri yang menancap di hatiku dan tidak dapat dicabut.

Tiba-tiba, ponselku berdering.

Lamaranku telah disetujui dan aku bisa berangkat ke luar negeri tanggal 3 bulan depan.

Aku mengepalkan tanganku, memejamkan mata dan menenangkan diri.

Satu jam kemudian, aku merasakan gerakan dari sisi lain tempat tidur. Lalu Fabian memelukku dari belakang seperti biasa.

Aku membeku dan berkata dalam kegelapan, "Fabian, kamu sudah beneran putus dari Melissa?"

Pria di belakangku menegang.

Sekejap kemudian, dia berkata, "Beneran, Clara. Aku nggak bohong."

Hatiku semakin tenggelam. Entah bagaimana, Fabian telah berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda.

Aku berbalik dan menghadapnya. Dalam cahaya redup, aku menatap matanya dan berkata dengan tegas, "Fabian, jangan bohongi aku. Kalau kamu bohongi aku, aku nggak akan pernah memaafkanmu. Aku akan meninggalkanmu selamanya."

Fabian tertegun sejenak, lalu berkata dengan tulus, "Clara, sumpah, aku nggak akan pernah bohong lagi sama kamu. Aku nggak sanggup kehilangan kamu."

Kami saling memandang cukup lama. Matanya cerah dan aku tidak melihat sedikit pun rasa bersalah.

Setelah beberapa saat, aku memejamkan mata, menekan kepahitan dalam hatiku.

Tanggal 3 tiba tanpa terasa. Fabian membawaku ke kapal pesiar untuk bersantai.

Seseorang ingin menggodanya, tapi dia memelukku.

"Maaf, aku sudah punya istri. Aku sangat mencintainya dan cuma tunduk kepadanya seumur hidupku."

Mata wanita itu pun dipenuhi rasa iri. Dia mengatakan bahwa aku sangat beruntung mendapat suami yang tampan, kaya, dan setia.

Aku memaksakan senyum dan sekilas melihat seseorang bergaun putih dari sudut mataku.

Pada malam hari, Fabian memelukku dan kami memandangi bintang-bintang dari dek kapal.

Ponselnya terus berdering. Aku menatap alisnya yang berkerut dan berbisik, "Ada urusan mendesak?"

Fabian mematikan ponselnya dan menggeleng.

"Nggak, waktuku sepenuhnya milikmu, Clara. Aku benar-benar sudah berubah. Percayalah."

Aku tersenyum mengangguk, tapi tidak mengatakan bahwa aku percaya padanya.

Fabian tampak kesal. Bibir tipisnya cemberut, dan alisnya berkerut.

Aku tetap diam.

Akhirnya, dia bicara lagi.

"Clara, aku masih ada tanggungan kerjaan. Kamu sendirian dulu di sini sebentar, nggak apa-apa?"

"Ada masalah mendesak di kantor?"

"Sangat mendesak?"

Jelas-jelas, yang mendesak adalah seseorang yang sudah tidak sabar menunggu.

"Oke, silakan."

Fabian mengecup keningku dan mengusap rambutku.

"Clara memang paling baik, lembut, dan perhatian. Sabar ya, sebentar juga ke sini lagi. Pakai selimutnya, jangan sampai masuk angin."

Begitu Fabian pergi, aku sudah kehilangan minat dan mengikutinya diam-diam.

Dia masuk ke kamar di sebelahku dan menutup pintunya dengan tidak sabar.

Tak lama kemudian, terdengar bisikan dari dalam.

"Sayang, aku cemburu. Aku nggak peduli kamu seharian sama dia, tapi kamu harus sama aku sepanjang malam ini."

"Malam ini nggak bisa. Lain kali saja kita jalan-jalan sendiri, aku milikmu sepenuhnya. Sekarang, aku mau ketemu anak kita."

Aku mendengarkan percakapan mesra di dalam dan berbalik memanggil pelayan.

"Kapal pesanan saya sudah siap?"

"Siap, bisa berangkat sekarang."

Aku turun dari kapal pesiar dan naik kapal kecil itu.

Saat aku pergi, ponselku berdering beberapa kali.

[Kak, kamu tadi lihat aku, 'kan? Sudah percaya sekarang kalau Fabian mencintaiku?]

[Demi kebahagiaanku selama hamil, dia kasih kamu pil KB di dalam susu setiap hari. Kak, dia janji mau menceraikanmu dan menikahiku setelah anak kami lahir.]

[Apa hebatnya teman sejak kecil? Kalau jodohnya sudah datang, mana mungkin dia tahan.]

Dalam foto itu, Fabian tampak sangat emosional. Dia memegang wajah Melissa dan menciumnya dengan lembut.

Aku mematikan layar dan menyerahkan ponsel itu kepada pelayan yang memanduku.

"Tolong berikan ini ke laki-laki yang tadi. Beri tahu dia, Clara nggak mau dia lagi."

Pelayan itu kelihatan bingung. Sementara aku lanjut naik ke kapal kecil dan pergi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B37095" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B37095
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Billionaire
7.9
Demi membiayai pengobatan sang adik, Krystal terpaksa meminta bantuan finansial kepada Kaivan Bastian Mahendra. Namun, dukungan dana dari sang miliarder tidaklah cuma-cuma. Krystal harus membayar mahal dengan kesediaannya menjadi istri kedua pria tersebut. Terjebak dalam pernikahan yang rumit dan penuh tekanan, mampukah Krystal bertahan menjalani kehidupan barunya? Sebuah kisah tentang pengorbanan dan cinta yang terbelenggu oleh sebuah syarat berat.
Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra terjebak dalam dilema antara kebencian mendalam atas perlakuan kejam Azhar dan ketakutan kehilangan pria itu saat benih cinta mulai tumbuh. Di sisi lain, Azhar yang awalnya hanya ingin memperbudak Citra demi memuaskan nafsunya, justru mulai dikuasai naluri untuk melindungi. Hubungan penuh luka ini berubah menjadi ikatan yang rumit, membuktikan bahwa mereka adalah perasaan yang tepat namun hadir di saat yang tidak seharusnya bagi satu sama lain.
Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Elia dikenal publik sebagai pria sopan yang tertutup, namun aslinya dia sosok kejam yang menjerat Ashley dalam gairah. Hubungan rahasia mereka membuat Ashley aman dari gangguan siapapun. Keadaan berubah saat Ashley mual di depan umum. Elia yang biasanya dingin justru berlutut dan membelai perutnya dengan lembut. Sang CEO pun meminta Ashley untuk meresmikan hubungan mereka di depan semua orang, serta berjanji akan memberikan segalanya demi dirinya.
Sampul Novel Cinta Berujung Duka atau Suka
8.8
Saat putri mereka terbaring lemah akibat demam tinggi, Jeffry Aryadi justru sibuk menghadiri rapat sekolah untuk anak dari cinta sejatinya. Panggilan telepon sang istri malah dijawab oleh wanita tersebut yang menangis meminta maaf, memicu kemarahan Jeffry yang membela diri dengan dalih menolong janda dan yatim. Di tengah dinginnya ruang rumah sakit, sang istri akhirnya mengambil keputusan besar. Sambil menemani putrinya yang disuntik, ia menawarkan awal baru bagi mereka untuk hidup berdua saja.
Sampul Novel Cinta Lokasi Pembantu Dan Majikan
8.6
Demi menyambung hidup, seorang wanita memutuskan mengambil pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga kaya. Kinerjanya yang dinilai sangat baik membuat sang majikan merasa puas dan memercayainya. Namun, batasan antara pekerja dan majikan mendadak runtuh dalam semalam. Sesaat setelah ia selesai menidurkan anak majikannya, sepasang tangan besar tiba-tiba merengkuh pinggangnya dari belakang, memulai babak baru yang tak terduga dalam hidupnya.
Sampul Novel CINTA TUAN CEO
8.6
Linggar, selebgram dan beauty vlogger ternama, bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, Darka, di Bali. Meski sempat balikan, kehadiran Radit, pengusaha restoran sekaligus sahabat kakaknya, mengalihkan perhatian Linggar. Konflik memuncak saat Linggar tahu Darka dekat dengan Sena, sementara Darka pun memergoki kedekatan Linggar dengan pria lain. Video putusnya mereka viral hingga masuk TV, memaksa Linggar dan Darka benar-benar mengakhiri hubungan mereka selamanya.