Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Takdir Memaksa Mereka Bersatu

Takdir Memaksa Mereka Bersatu

Raiden Valen terpaksa menikahi Elara Maylen demi melindungi kehormatan keluarga dan rumah sakit setelah sebuah kesalahpahaman. Raiden yang dingin dan tegas sebelumnya hanya mengenal cinta saat remaja, namun dikhianati sahabatnya sendiri. Kehadiran Elara yang liar dan tak terkendali seketika mengacaukan hidup Raiden yang teratur. Kini, ia terjebak dalam dinamika berbahaya yang menguji perasaan serta logika di tengah ketegangan pernikahan yang tak terduga ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Raiden dan Elara tiba di rumah keluarga Valen dalam suasana yang canggung, meskipun keduanya berusaha untuk menjaga wajah mereka tetap tenang. Setiap langkah mereka terasa penuh ketegangan, namun keduanya tahu bahwa mereka harus memainkan peran mereka dengan sempurna-sebuah permainan yang penuh dengan kalkulasi dan manipulasi, di mana keduanya terjebak dalam jaring yang telah dirancang jauh sebelum mereka lahir.

Rumah keluarga Valen tampak megah dan berkilau, dipenuhi dengan kemewahan yang seolah tidak ada habisnya. Pintu utama terbuka dengan anggun, dan ketika mereka melangkah masuk, suasana yang penuh dengan obrolan ringan langsung mengisi ruangan. Para tamu yang telah diundang menatap keduanya dengan tatapan penuh rasa ingin tahu-sebuah pernikahan mendadak yang dilakukan oleh dua keluarga besar, tentu saja menarik perhatian banyak orang.

Raiden tetap menjaga sikapnya, matanya tajam menilai setiap individu yang ada di ruangan itu. Ia bisa merasakan tekanan yang datang dari semua pihak yang hadir. Mereka semua menanti-nanti bagaimana pernikahan ini akan berjalan, berharap bisa melihat siapa yang akan jatuh pertama dalam permainan ini-apakah itu dirinya, atau justru Elara, sang pengantin yang terlihat jauh lebih ceroboh dari yang ia duga.

Elara, di sisi lain, hanya tersenyum tipis. Ia tahu betul apa yang diharapkan darinya-penampilan yang sempurna, sikap yang tenang, dan tentu saja, sikap penuh kepercayaan diri yang tidak mudah dipatahkan. Namun, di dalam hatinya, Elara merasa jauh lebih kacau dari yang bisa dilihat orang. Setiap gerakan yang ia lakukan, setiap senyuman yang ia berikan, terasa seperti topeng yang menutupi ketakutannya. Ini bukan hidup yang ia inginkan, dan ia tahu bahwa ia tidak akan bisa mengubah kenyataan ini dengan mudah.

"Raiden, Elara, kalian akhirnya datang," seru seorang pria paruh baya yang tampaknya merupakan bagian dari keluarga besar Valen. Matanya memancarkan ketegasan yang luar biasa, seperti seorang yang selalu mengendalikan segala hal di sekitarnya. Ia mengenakan jas yang rapi, namun ada sedikit kerutan di dahi yang menunjukkan bahwa ia lebih dari sekadar pebisnis-dia adalah seseorang yang tahu bagaimana cara menggerakkan dunia.

Raiden mengangguk, namun tetap mempertahankan ekspresi wajah yang datar. "Terima kasih, Tuan Valen," jawabnya, suaranya dalam dan penuh dengan kewibawaan.

Elara, yang berdiri di sampingnya, hanya mengangguk singkat. Senyumannya tetap ada, meskipun ada ketegangan di baliknya yang membuatnya tampak seperti boneka yang sedang memainkan peran yang tidak diinginkan. "Senang bisa hadir." Suaranya terdengar ringan, namun ada sesuatu yang tersirat dalam kata-katanya. Ketegangan yang tak bisa disembunyikan.

Tuan Valen tersenyum, namun senyum itu hanya tampak sebagai formalitas. "Kalian adalah pasangan yang sempurna," ujarnya, matanya melirik ke arah mereka berdua, seakan menilai dari atas ke bawah, seperti seorang pemimpin yang melihat dua prajuritnya yang baru saja dilatih. "Ini adalah langkah besar untuk keluarga kita. Aku yakin kalian berdua bisa membawa nama keluarga ini ke tempat yang lebih tinggi."

Elara menggigit bibirnya, menahan diri untuk tidak melontarkan komentar pedas. Dia tahu betul bahwa kalimat itu lebih untuk kepentingan keluarga, bukan untuk mereka berdua. Keluarga Valen tidak peduli apakah ia bahagia atau tidak, yang mereka pedulikan hanya reputasi dan kekuasaan. Tidak lebih, tidak kurang.

Raiden, di sisi lain, merasa tertekan, meskipun ia sudah lama terbiasa dengan situasi semacam ini. Ia tahu bahwa di balik setiap kata yang diucapkan oleh keluarga Valen, ada tuntutan besar yang mengintai-tuntutan untuk menjaga martabat, menjaga reputasi, dan tentu saja, untuk menjaga ketertiban. Tidak ada ruang untuk kesalahan, tidak ada ruang untuk emosi pribadi. Hanya ada permainan kekuasaan yang harus dimainkan dengan cermat.

"Kita akan melakukan yang terbaik, Tuan Valen," Raiden akhirnya berkata, suaranya dingin namun penuh dengan keyakinan. "Saya yakin pernikahan ini akan membawa banyak keuntungan bagi kedua belah pihak."

Tuan Valen mengangguk puas. "Aku harap begitu, Raiden. Aku harap begitu."

Elara menatap punggung Raiden, merasa sedikit terasingkan dalam obrolan itu. Ia merasa seperti terjebak dalam sebuah jebakan yang tak bisa ia hindari, dan setiap kali ia mencoba bergerak, semua orang di sekitar mereka menilai, menunggu, dan berharap agar ia bisa memenuhi harapan mereka. Namun, dalam dirinya yang terdalam, Elara tahu bahwa ia tidak akan bisa bertahan dalam kebohongan ini untuk selamanya.

Seiring malam berlalu, Raiden dan Elara dikelilingi oleh tamu yang lebih banyak lagi. Acara makan malam keluarga Valen dimulai dengan penuh kemewahan, makanan mewah disajikan, dan percakapan berjalan dengan lancar. Namun, meskipun suasananya tampak formal dan elegan, ketegangan antara Raiden dan Elara tetap terasa jelas.

"Jadi, Elara, bagaimana rasanya menjadi bagian dari keluarga Valen?" Seorang wanita muda yang duduk di sebelah Elara bertanya dengan senyum penuh ketertarikan. Wanita itu adalah sepupu Raiden, dan Elara bisa melihat jelas bahwa dia mencoba mencari tahu lebih banyak tentang dirinya, untuk menggali rahasia yang mungkin tersembunyi.

Elara memaksakan senyuman. "Tidak ada yang terlalu berbeda. Hanya sedikit lebih banyak formalitas, mungkin." Jawabnya dengan ringan, berusaha untuk tidak terlihat cemas. Tetapi wanita itu tidak melepaskan pandangannya.

"Kau tahu, Raiden itu tidak mudah ditebak. Banyak orang yang terjebak dalam permainan kekuasaannya," wanita itu melanjutkan dengan suara rendah, seolah-olah mengungkapkan rahasia besar. "Dia tampaknya seperti pria yang sempurna, tapi jangan sampai salah langkah. Ada banyak yang tersembunyi di balik sikapnya yang tenang."

Elara menatap wanita itu dengan tatapan yang tajam. "Aku rasa setiap orang memiliki sisi tersembunyi, bukan?" jawabnya dingin, menyadari bahwa wanita itu sedang berusaha memancingnya. Tetapi, dalam kata-katanya, ada nada yang lebih dalam-sebuah peringatan, atau mungkin, sebuah ancaman yang tak langsung.

Wanita itu tersenyum tipis, seolah puas dengan jawabannya. "Oh, tentu saja. Aku hanya ingin memastikan kau tahu apa yang kau hadapi."

Raiden yang duduk di ujung meja hanya diam, mendengarkan percakapan itu tanpa memberikan reaksi apapun. Ia tahu betul bahwa Elara sedang diuji, dan ia juga tahu bahwa dalam dunia ini, siapa yang lebih kuat akan selalu menang. Namun, entah mengapa, ia merasa sedikit cemas. Mungkin, di dalam dirinya, ada sisi yang mulai ragu-apakah pernikahan ini akan benar-benar berjalan lancar, atau justru akan menghancurkan mereka berdua?

Tapi untuk saat ini, Raiden tahu satu hal pasti: mereka berdua terjebak dalam permainan yang lebih besar, dan hanya waktu yang akan menunjukkan siapa yang akhirnya akan keluar sebagai pemenang.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JDV" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JDV
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Penyesalan Dan Pembebasan
8.5
Sepuluh tahun pernikahan dengan Irfan hanya menyisakan kebencian mendalam akibat kematian sahabat masa kecilnya. Setelah Irfan gugur dalam misi penyelamatan bersenjata demi dirinya, sang istri justru disalahkan oleh semua orang atas tragedi tersebut. Dipenuhi rasa bersalah, ia memilih mengakhiri hidupnya dengan racun. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua saat ia terbangun di malam sebelum pernikahan mereka. Kali ini, ia bertekad untuk merelakan hubungan mereka sepenuhnya.
Sampul Novel DI ATAS RANJANG MAFIA
9.7
Michele Lazzaro Riciteli adalah pemimpin mafia Roma yang kejam dan memiliki kondisi medis langka. Dirinya kebal terhadap rasa sakit fisik, namun ia juga tidak mampu merasakan kepuasan seksual. Hidupnya berubah drastis setelah terlibat cinta satu malam dengan Meghan Crafson, wanita yang secara ajaib bisa menyembuhkan disfungsinya. Demi mempertahankan sensasi yang selama ini hilang, Michele nekat memerintahkan penculikan Meghan. Apa rahasia di balik identitas Meghan sebenarnya?
Sampul Novel Harga Diri Seorang Wanita
8.1
Jenna Ren berdiri di tepi atap rumah sakit dengan lengan berdarah dan hati hancur. Saat nyaris melompat, ia melihat suaminya datang bersama wanita lain. Jenna sadar bahwa kematiannya hanya akan memberi mereka kebahagiaan. Setelah menderita hingga keguguran, ia bangkit untuk membalas dendam. Jenna membatalkan niat bunuh diri dan mendatangi Tuan Besar Kim. Sambil berlutut, ia memohon kekuasaan demi menghancurkan orang-orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Jatuh Cinta Pada Luka
7.9
Damian Verano, bos mafia tangguh, nyaris tewas setelah dikhianati dalam perebutan wilayah. Terhanyut di sungai selama tiga hari, ia ditemukan oleh Alira, gadis desa berusia delapan belas tahun yang sangat sederhana. Meski Damian masih terbayang sosok Sierra, pesona polos Alira justru memicu getaran cinta yang tak terduga di hatinya. Akankah sang penguasa dunia bawah tanah yang kejam mampu bersatu dengan gadis dusun yang buta akan masa lalunya yang kelam?
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, Elisabet yang merupakan selir keempat Kaisar Oro melahirkan putra bernama Starling di bawah naungan bintang raksasa. Namun, hasutan dukun keji membuat Kaisar percaya bahwa bayi itu hasil perselingkuhan Elisabet dengan Jenderal Robert. Demi keselamatan abadi istana, sang Kaisar dituntut untuk menjadikan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal persembahan. Akankah ambisi kekuasaan mengalahkan naluri ayah saat nyawa Starling terancam di tangan Oro?
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Kejam
8.4
Tragedi tabrak maut yang menewaskan orang tua Yulia berujung petaka mengerikan. Alih-alih mendapatkan keadilan, Yulia justru disekap oleh suaminya sendiri di ruang bawah tanah yang gelap gulita demi melindungi sang pelaku yang merupakan teman masa kecil suaminya. Selama tiga tahun penuh siksaan fisik dan mental, dia terus dipaksa untuk memaafkan pelaku. Setelah akhirnya menyerah dan berpura-pura tidak lagi menaruh dendam, Yulia dibebaskan. Namun, saat dia menolak pelukan dan menuntut perceraian, suaminya justru kehilangan kendali.